Sekilas Aku

Sekilas Aku
Chapter 12


__ADS_3

Nia Pov


Hari-hari telah berlalu. Tak terasa sudah 2 bulan semester kedua telah kujalani. Hari ini telah terjadi hal yang sangat mengguncang diriku. Tanpa pikir panjang aku memutuskan untuk pulang. Iya benar-benar pulang ke rumah orang tua kandungku. Apakah kalian bingung? Baik aku ceritakan hal apa yang telah terjadi.


Flashback on


Aku tengah duduk bersimpuh sembari menahan air mata yang ingin terus mengalir. Aku tak tahu kenapa, tiba-tiba Budhe Tin mengadu ke bapak bahwa aku telah mengambil uang dagangannya. Kenyataan aku tak pernah mengotak-atiknya. Emak berusaha membelaku tapi tetap saja bapak lebih percaya ke kakaknya. Tanpa kata bapak langsung memukulku dan mengata-ngataiku. Maafkan aku yang tak sanggup untuk mengucapkan kata-katanya secara gamblang.


Tak selang berapa lama tanteku alias bulek ku datang. Dia yang melihatku sedang dihajar oleh bapak karena dianggap mencuri uang pun tak tega. Akhirnya dia memapahku ke kamar. Mungkin karena dia merasa kasihan dan sedih melihatku yang sering dimarahi dan dipukul jadi dia tanpa sengaja mengatakan kepadaku bahwa aku sebenarnya bukanlah anak kandung bapak sama emak.


“Nia, aku beneran sudah tak sanggup melihatmu dimarahi dan dipukul seperti ini. Lebih baik kamu pulang ke rumah orang tua kandungmu. Maafkan bulek, benar kamu memang bukan anak kandung mereka. Tapi tak seharusnya kamu mendapat perlakuan seperti ini.”, ucap bulekku.


Flashback off


Jadi begitulah aku pun sudah menyusun rencana dengan baik. Kebetulan ada temanku yang rumahnya di dekat rumah orang tua kandungku. Jadi dengan berbasa-basi sedikit aku bilang kepadanya untuk ikut pulang bareng.


“Hai fi, rumah kamu di Kelitik kan? Kamu biasa pulang naik apa?”, tanyaku ke Fifi.

__ADS_1


“Hai, Ni! Iya bener rumahku di Kelitik. Biasanya naik angkot, kenapa Ni?, jawabnya.


“Aku mau ikutan bareng kamu pulang boleh? Kebetulan aku juga mau ke Kelitik” jawabku.


“Boleh lah, ada temen deh aku. Yaudah ntar keluar bareng ya dari kelas”, jawab Fifi.


“Oke Fi.” balasku.


*************~***********


“Fi udah selesai? Yuk pulang!”, ajakku.


“Udah Ni, yuk!,” jawab Fifi


Kami pun berjalan beriringan menuju ke tempat biasa dia menunggu angkot. Sekitar lima belas menit berjalan barulah kami sampai di tempat angkot.


“Jauh juga ya Fi kalau mau nunggu angkot? Emang gak ada yang nunggu di depan sekolah gitu?”, tanyaku ke Fifi karena memang tempatnya lumayan jauh dari sekolah.

__ADS_1


“Iya Ni, biasanya sih ada, tapi mungkin sudah penuh tadi jadi udah jalan, makanya aku ajak kamu ke sini. Kalau nunggu di sekolah belum tentu ada lagi.” jawabnya.”


“Oh jadi gitu, pantesan banyak juga yang ke sini.” kataku lagi sambil melihat sekeliling yang ternyata sudah banyak anak-anak yang sedang menunggu angkot juga.


Tak berapa lama angkot pun datang lalu kami pun bergegas naik. Perjalanan di angkot di isi dengan obrolan ringan anak-anak yang tengah bercerita mengenai kegiatan di sekolah tadi maupun tugas-tugas serta ekstrakurikuler yang akan mereka ikuti.


T


B


C


Hai, Ms. Chocho comeback!!!!


Maaf ya teman-teman aku baru up. Kemarin lagi ngejar tugas jadi baru bisa up mungkin jg next upnya agak lama. Maklum lagi masa-masa urgent.


Oke selamat membaca and see u next. Salam hangat from Miss Chocho

__ADS_1


__ADS_2