Sekilas Aku

Sekilas Aku
Chapter 6


__ADS_3

Trang...klontang-klontang....


Bunyi rantang jatuh dari rak.


Orang-orang disekitar hanya terkikik geli melihat kelakuan seorang gadis yang tengah berdiri di depan rak piring, menyendok nasi dan tak sengaja menjatuhkan rantang.


Kalian berpikir pasti aneh kenapa gadis itu ditertawakan?


Asal kalian tahu, gadis itu adalah Nia. Tadinya dia sedang tidur pulas eh tiba-tiba dia bangun langsung jalan menuju rak piring posisi mata masih merem, coba bayangin gimana orang lain nggak heran? Makanya pada tertawa. Kalau orang Jawa bilang itu anak lagi ngelindur alias ngigo.


Mas Dwi, kakak ke dua Nia yang kasihan melihat adiknya jadi bahan tertawaan akhirnya menuntun Nia untuk kembali ke kasur agar tidur kembali. Sungguh benar-benar kebo si Nia nyampai kasur juga langsung tertidur pulas.


Keesokan harinya..


“Nia, tangi ,nduk! wis awan, kowe ra sekolah? Selak telat ngko!”


“Nia, bangun, Nak! Sudah siang, kamu nggak sekolah? Keburu telat ntar!”, Emak membangunkan Nia yang masih betah tertidur.


“Emmmmhh...”


Hanya geraman yang Nia keluarkan. Karena susah dibangunkan sejak tadi akhirnya Emak mengambil air digayung lalu dicipratkan ke muka Nia.


“Eh... eh... Emakk!!! Iya Nia bangun nih, memangnya sudah jam berapa?”

__ADS_1


Tanya Nia ke Emak.


“Iku ditonton, wis jam 6 esok malah turu wae! Wis kono tangi gek adus, selak awan!”


“Itu dilihat, sudah jam 6 pagi kamu masih tidur saja! Sudah sana bangun cepetan mandi, keburu siang!”, kata Emak.


Nia pun bergegas ke kamar mandi untuk mandi. Lima belas menit kemudian Nia sudah selesai mandi lalu ganti baju dan bersiap untuk berangkat sekolah.


Sesampainya di sekolah ternyata sudah banyak anak-anak yang tengah sibuk di depan ruang kelas sembari memegang buku masing-masing. Yah, benar sekali, hari ini sedang berlangsung Ujian Semester 1. Maka tak heran jika murid-murid terlihat begitu rajin untuk belajar sembari menghafalkan pelajaran yang akan diujikan. Lalu Nia? Jangan ditanyakan, dia pun juga ikut-ikutan belajar, walaupun dia payah dalam menghafal setidaknya dia akan ingat sedikit tentang yang sudah ia baca.


Teettt tettt


Bel berbunyi, menandakan bahwa waktu ujian akan segera dimulai.


Nia memasuki ruang pertama. Lembar ujian telah dibagikan. Murid-murid pun tengah serius mengerjakan ulangan.


Di tengah-tengah ulangan saat Nia sedang mengambil pulpennya yang jatuh, tanpa sepengetahuan Nia, lembar jawaban Nia diambil oleh teman Nia yang duduk dibelakangnya.


Nia terkejut dan bingung mencari-cari lembar jawabnya. Dia takut jika pengawas mendatangi mejanya. Nia pun bertanya kepada kakak kelas yang duduk sebangku dengannya.


“Ssstt, Kak, lihat lembar jawabku nggak? Masa aku tinggal ambil pulpen doang ilang? Entar kalau bu Murdianti ke sini gimana?”, tanya Nia dengan panik


“Itu yang duduk di belakang kamu deh kayaknya,si Nanang yang ngambil, tanyain coba.”, jawab Kak Riyan.

__ADS_1


“Ehm, eh, Nang, kamu ambil lembar jawabku ya? Mana siniin, ish.. ngambil tanpa ijin lagi, ntar kalau kena tegur dari pengawas gimana? Aku yang rugi kamu mah aman!”, tanya Nia dengan sewot karena ternyata memang benar Nanang yang mengambil lembar jawabnya.


Nia pov


“Ish, kok Nanang gitu sih, mau nyontek kalau nanya baik-baik sih nggak masalah, masak asal ambil lembar jawab aja, ntar kalau aku yang ditegor gimana? Udah kena tegor, disuruh keluar ujian gak dapet nilai pasti!”, gerutuku setelah lembar jawaban kembali di tanganku. Untung saja Bu Murdianti selaku pengawas tadi sedang nggak memperhatikan, aman deh aku.


Ah besok-besok harus waspada nih, bikin trauma aja. Biarin lah kalau ada yang nanya nggak usah dikasih tau aja. Biar belajar mikir sendiri-sendiri.


——-///////////~~~~///////////——-


Seminggu berlalu sejak insiden lembar jawaban itu. Ini menandakan bahwa Ujian Semester 1 sudah usai. Jadi, sekarang adalah acara class meeting sesuai dengan yang diberitahukan Kepala Sekolah kemarin. Hari pertama class meeting ini adalah perlombaan futsal.


Kebetulan setelah diadakan undian kemarin kelasku akan satu tim dengan kelas 8C dan 9F.


Riuh penonton di pinggir lapangan menandakan bagaimana antusisnya murid-murid untuk menonton pertandingan.


Pritttt....


TBC


Sedikit dulu ya, jangan lupa like and commentnya.


Salam hangat dari Miss chocho^_^^

__ADS_1


__ADS_2