Sekilas Aku

Sekilas Aku
Part 1 - Season 2


__ADS_3

Kehidupan baru dengan lingkungan dan suasana baru. Itulah yang sekarang Nia rasakan. Tinggal di rumah orang tua sendiri memang berbeda. Nia sendiri telah membuktikannya sekarang. Dulu saat ingin bermain Nia harus berbohong dengan alasan mengerjakan tugas. Sekarang tanpa perlu berbohong ia dapat bermain bebas tanpa takut dimarahi, asal tahu waktu serta tugas dan kewajibannya sudah ia kerjakan.


Selain itu, di sini pun orang tua Nia sangat menyanyangi dan membebaskan ia. Tetapi tak lupa tetap mengawasi dan menasihatinya agar tidak salah pergaulan.


Nia Pov


Tak terasa sudah hampir satu semester aku tinggal bersama keluarga kandungku. Saat ini aku tengah bersantai di teras ditemani dengan sepotong jagung rebus. Tak lupa dengan teh hangat sebagai pelengkap. Sungguh nikmat sekali. Oh iya, ngomong-ngomong saat ini udara terasa sedikit dingin tapi menyegarkan setelah tadi diguyur hujan yang sangat lebat.


"Nia, sini masuk, sudah mau Maghrib, sekalian bantuin siapin makan malam!" suara dari Emak memanggil dari dapur.


Aku pun segera membereskan sisa makanan dan gelas bekas aku makan jagung tadi.


"Iya Mak! sebentar", jawabku sembari beberes.


Selesai beberes aku lalu meletakkan piring dan gelas bekas di tempat cucian piring lalu beranjak membantu Emak menyiapkan piring dan minuman untuk makan malam.


Semua menu makanan sudah dimasak oleh Emak. Tugasky hanya tinggal menyajikan saja dan membuat minuman, hehehe.


Oh iya, untuk memasak dikeluargaku masih menggunakan tungku kayu. Tapi juga dibantu dengan kompor minyak. Tahukan kalian kompor minyak itu seperti apa? Jika kalian belum tahu ini aku kasih lihat gambarnya



Bahan bakar untuk kompor ini adalah minyak tanah. Memang benar kompor ini menggunakan sumbu seperti yang terlihat sebagai sarana untuk menyalakan api layaknya lampu sentir (pernah aku bahas di season satu). Jika kalian bertanya mengenai kompor gas, maaf saja kompor gas termasuk golongan benda tersier alias mahal. maklum kan saja di pedasaan seperti tempat tinggalku ini rata-rata penduduknya masih menggunakan tungku kayu dan kompor minyak. Adapun yang memakai kompor gas hanyalah untuk orang-orang tertentu.

__ADS_1


Kembali ke kegiatanku sebelumnya. Makanan sudah disajikan di meja makan. Minuman juga sudah siap, tinggal memanggil semua anggota keluarga ke ruang makan untuk makan bersama. Namun, sebelumnya kami akan melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dulu.




Makan malam telah selesai. Saatnya aku dan keluarga bersantai ria. Ah, aku lupa! Jangan kalian fikir kami bersantai sembari menonton TV, hilangkan pikiran itu. Kenapa? Soalnya di rumahku belum ada TV. Jika ingin menonton TV biasanya kami akan ke rumah nenek. Tenang rumahnya nggak jauh kok, tinggal ke samoing rumah kami juga sudah sampai hehe.



Sengaja TV di taruh rumah nenek agar kami bisa berkumpul dengan saudara-saudara yang lain di rumah nenek dan menemani nenekku. Nenekku tinggal sendirian di rumahnya. Kakekku sudah meninggal lama semenjak aku kecil. Aku pun tak ingat wajahnya ntah meninggal sebelum aku lahir atau setelahnya aku lupa.



Sebenarnya Emak sudah mengajak nenek untuk tinggal bersama dengan kami, tapi nenek menolak. Jadi untuk menemani nenek biasanya Emak dan saudara-saudaranya akan bergantian tidur di rumah nenek. Nah, kebetulan malam ini giliran Emak yang menemani nenek. Aku dengan senang hati ikut tidur di rumah nenek. Meskipun aku jarang bertemu nenek yah kalian tahulah karena dulu tempat tinggalku jauh kan? tapi aku sangat sayang dengan nenek. Jadi kesempatan seperti ini tak pernah aku lewatkan agar bisa berdekatan lama-lama dengan nenekku.




"Assalamu'alaikum, Mbah!" sapaku ke nenekku setelah sampai di rumahnya.


__ADS_1


"Wa'alaikumussalam watahmatullahi wabarakatuh, ayo masuk Nduk, sini-sini" jawab Mbah. Kebetulan sekali saat aku sampai dirumahnya, beliau sedang di luar. Padahal sudah malam, tapi memang itu kebiasaab nenek menunggu anak-anak dan cucunya datang dengan duduk santai di bangku teras.



"Siap Mbah, ayo Mbahjuga masuk, di luar dingin Mbah, ntar masuk angin! " ajakku je Mbah.



Sampai di dalam rumah hal pertama yang aku cari adalah remote TV lalu menyalakan TV. Aku ingin cepat-cepat menonton TV soalnya acara yang aku sukai sudah waktunya tayang, hehehe.



**TBC**



***Hello, Sekilas Aku comeback***!


***Setelah menimbang-nimbang antara dilanjut atau tidak ceritanya, Miss Chocho memutuskan untuk melanjutkan ke season dua. Dengan genre yang sama. Masih berporos pada cerita anak-anak sekolah. Tapi jika kalian mencari tentang romance sekolah, maafkan aku di cerita ini hanya menampilkam keseharian si Nia yang berkaitan dengan berbau sedikit kebudayaan orang-orang desa serta tentang perkembangan teknologi yang ada. Tidak di semua chapter tapi akan aku sempilkan sedikit sedikit***.



***Yang sudah datang mampir ke sini aku ucapkan terima kasih. πŸ™πŸ™***

__ADS_1


***Jangan lupa like dan vommentnya ya teman-teman😊😊😊***


***salam hangat from Miss Chocho 😘😘😘***


__ADS_2