Sekilas Aku

Sekilas Aku
Chapter 13


__ADS_3

Perjalanan yang ditempuh Nia untuk sampai di rumah orang tua kandungnya kurang lebih sekitar tiga puluh menit. Dengan perasaan gugup Nia kemudian berjalan pelan menuju rumah sederhana yang terletak persis di samping pasar tradisional.


Perlahan Nia pun menghampiri rumah tersebut. Harap-harap cemas adalah perasaannya saat ini. Ia bingung harus mengatakan apa jikalau ditanya-tanya seputar perihal kedatangannya.


Nia pov


Dengan perlahan aku pun berjalan menuju rumah orang tua kandungku. Dapat kulihat ibu dan ayahku sedang duduk santai di teras rumah. Saat melihat ku yang tengah berjalan menghampirinya, ibu langsung berdiri dan menghampiriku.


“Nia? Kaukah itu Nak?”, tanya Ibuku.


“Iya, bu, ini Nia.” Jawabku


“Kamu ke sini sama siapa? Lah ini masih pakai seragam sekolah, sudah pamit belum sama emak bapakmu? Nanti dicariin?”, tanya ibu ku lagi.

__ADS_1


Tak kuasa menahan perasaanku, akhirnya aku pun menangis di dekapan ibu kandungku. Kalian pasti bingung kenapa aku bisa tahu bahwa orang yang tengah memelukku saat ini adalah ibu kandungku?


Selain karena perkataan bibiku tempo hari, juga dikarenakan aku pun masih mengingat beliau meskipun tak terlalu jelas tapi aku ingat masa kecilku yang selalu bersama beliau jadi aku yakin bahwa beliau adalah ibu kandungku.


Setelah tangisku reda aku pun menjawab pertanyaan ibu.


“Aku ke sini sendirian bu, tadi bareng temen rumahnya deket sini jadi aku bareng naik angkotnya. Untuk pamit aku memang tak pamit karena pulang sekolah langsung ke sini. Sebenarnya aku mau bilang sama ibu. Aku mau pulang ke sini aja, aku gak mau balik ke rumah emak sama bapak lagi. Aku udah gak betah di sana. Tolongin Nia ya bu untuk bilang sama emak sama bapak.”, jawabku sembari sesekali masih sesenggukan.


“Memang kenapa Nak, kamu tidak mau pulang ke rumah emak sama bapakmu? Coba cerita sama ibu”, jawab ibu dengan suara lembut beserta belaian tangannya, tak lupa ia pun membawaku untuk masuk ke dalam rumah agar tidak menarik perhatian tetangga.


“Yasudah sekarang jangan nangis lagi. Sini istirahat lalu makan siang dulu. Nanti biar ibu bicara sama ayahmu dulu.” Jawab ibu.


Aku pun menuruti ibu untuk mencuci muka lalu lanjut dengan makan siang dan istirahat. Ketika asik makan aku mendengar suara mbk Ria, yaitu kakak kandungku datang.

__ADS_1


“Eh Nia, kamu ke sini? Sama siapa?” Tanya Mbk Ria.


“Sudah kamu ganti baju dulu, terus sini ikut makan sama adikmu, jangan tanya-tanya dulu.”


Belum sempat aku menjawab, ibu sudah menjawab dulu pertanyaan dari mbk Ria.


Akhirnya mbk Ria juga ganti baju lalu ikut makan denganku.


TBC


Hai teman-teman, masih adakah yang baca Sekilas Aku? Yang masih setia baca aku ucapin makasih banyak ya. Maafin Miss Chocho karena very slow update. Lagi banyak tugas dan kerjaan nih ditambah lagi krisis ide jadi gak bisa update. Oh iya aku masih punya hutang ya buat temen-temen yang ceritanya belum aku baca huhu, janjiku bakalan aku baca ntar kalau aku bener-bener udah free time ya teman-teman.


Once more bagi kalian yang masih setia mampir don’t forget like dan komennya ya. Kritik dan saran selalu ditunggu.

__ADS_1


Oke makasih man teman. See you next 😘😘😘


Salam hangat from Miss Chocho


__ADS_2