
Hyuka membantuku memasak sekarang ,ini potret yang sengaja aku ambil ketika aku sedang mengupas kulit bawang.
Dia sedang meletakkan wajan keatas kompor ,setelah itu ,dia duduk didepanku ,kebetulan di dapur juga ada meja dan dua kursi untuk duduk atau menaruh bahan makanan.
"Raina... Apa kamu pernah jatuh cinta?".Dia meletakkan kedua telapak tangannya kewajahnya.
"Tentu saja pernah".Jawabku.
"Apa jatuh cinta itu indah? Aku belum pernah jatuh cinta".
"Tidak selalu indah,Hyuka".Aku menjawab sambil mengupas kulit bawang.
__ADS_1
"Kenapa?".Ah,kenapa dia selalu bertanya ,apalagi dia menanyakan soal ini kepadaku.
"Dua tahun lalu aku melalukan acara pertunanganku bersama pria yang aku cintai sejak kami kelas 1 SMA... Dia pacarku ,sebelum aku kuliah ,dia tampan ,baik ,sopan,romantis ,pintar dan satu hal yang aku suka dari dia yaitu dia mengetahui cara untuk membahagiakan dan menghargai seorang wanita...".
"kelas 2 SMA ,kepala sekolah memanggilku dan memberi tahu kalau aku bisa lulus 1 tahun lebih cepat ,hari itu juga aku mendapatkan beasiswa ke Universitas yang ada di New York... Sudah 3 tahun aku kuliah disana kami masih menjalin hubungan ,hingga pada satu waktu ,dia memintaku pulang ke Indonesia untuk melakukan pertunangan ,aku izin kekepala sekolah unversitasku untuk pulang dan akhirnyapun di izinkan".Kataku.
"Lalu?".Jawab gercep Hyuka ,sebenernya aku sangat enggan jika harus mengingat itu lagi ,ah tapi yasudahlah ,sudah terlanjur.
"Sekitarsetelah 3 hari aku pulang ,aku melangsungkan acara pertunanganku dengan dia ,sangat bahagia bukan?? (Hyuka mengangguk). Ya ,aku sangat bahagia saat itu juga ,tapi seling seminggu dari pertunanganku ada seseorang yang mengirim chat kepadaku untuk menemuinya di sebuah hotel,karena aku penasaran akhirnyapun aku datang ke hotel itu ,dan apa kamu tau apa yang aku lihat?? Aku melihat wanita yang mengirim chat keaku sedang berkencan dengan pria tunanganku ,mereka sedang berdansa sangat romantis".
"Iya ,aku menghampiri mereka ,dan tanya kepada pacarku ,kenapa dia melakukan ini kepadaku dia jawab "Sejak kamu kuliah di New York ,wanita ini yang menggantikan kamu dihatiku". Aku sangat sakit ketika mendengar jawaban itu ,"Jika kamu mencintai dia ,kenapa kamu menyetujui pertunangan kita?".Kataku bertanya dengannya , "Itu karena aku hanya mengetes apa aku masih mencintai kamu tapi ternyata tidak,yasudah ,sana pergi ,lagi pula kamu bisa mendapatkan laki laki yang lebih dariku". Baru pertama kali aku mendengar dia membentakku ... Akhirnya aku memutuskan untuk pergi kembali ke New York lagi".
"Dia sangat jahat Raina".
__ADS_1
"Dulu dia selalu bilang,jika jarak diciptakan tuhan bukan untuk menyiksa sepasang kekasih yang dibatasi oleh kepercayaan, jarak itu untuk mendewasakan manusia katanya... Bertahun tahun aku berusaha percaya akan kalimatnya itu ,sampai pada akhirnya ,aku tiba dititik ini ,perasaan yang sudah bertahun tahun aku jaga tiba tiba sirna ... Perasaan itu hilang ,padahal dulu semesta yang paling mendukungku ,menjadikan rindu sebagai perkerjaan paling menyenangkan yang aku rasakan ... Tetapi sayangnya ,aku harus mengakhiri cerita ini ,karena dia selalu meminta aku menanti tetapi tidak memberikan kepastian kapan ia kembali". Tiba tiba air mata jatuh kepipiku.
"Kamu tidak perlu menangis".Dia hendak berdiri dari duduknya tetapi aku sudah mengelap air mataku lebih dulu.
"Ah ,tidak ,bawang ini terlalu pedas ,makanya aku mengeluarkan air mata".Jawabku sambil tersenyum.
"Apa kamu mempunyai fotonya?Aku ingin lihat ,jika dibolehkan".Tanyanya ,aku langsung membuka handphoneku ,karena ada satu foto yang masih aku simpan ketika dia masih SMA.
"Woww ... Tampan juga ,tetapi percuma dia tampan jika menyakiti kamu ... Kenapa kamu masih menyimpan fotonya? Apa kamu masih mencintainya?". Dia mengembalikan handphoneku.
"Tidak ,aku sudah tidak mencintainya ,tetapi ,Hyuka ,tentu kamu tau ,melupakan semua kenangan tidak semudah melupakan seseorang". "Lagi pula ,aku tidak tau dia sekarang ada dimana ,kata orang tuaku ,dia sudah pindah ke Korea Selatan bersama wanita itu".
__ADS_1
"Korea Selatan ?? Kapan kapan kita berkeliling kota ini siapa tau bisa bertemu dengannya ,sekalian melihat bagaimana nasibnya setelah menyia nyiakan wanita secantik dan setulus kamu". Dia mengelus rambutku.
"Sabar yah".Katanya lagi ,aku mengangguk ... Setelah berbicara ,kamipun melanjutkan masak lagi. Sambil menunggu yang lain bangun katanya.