
Alhamdulillah ,aku bisa kembali ke Apartement , Hyuka menjadi sangat dekat denganku ,sebenarnya ,aku sangat mengharapkan jika Mark yang ada diposisi Hyuka sekarang , Mark memang selalu ada disampingku ,tetapi dia tidak melakukan apapun ,dia hanya menatap ketika aku sedang berbicara atau melakukan hal bersama Hyuka.
'Bolehkah aku jujur? Aku sangat merindukan kamu Mark!". Teriakku dalam hati.
Semua orang sepertinya sudah tertidur ,aku membaringkan badanku kekasur ,tiba tiba aku melamun ,mengingat kenangan yang biasa aku lakukan dengan Mark disetiap malam ,biasanya hampir setiap hari Mark kekamarku diam diam ketika semua orang sudah tidur. Ternyata kamar ini adalah saksi bisu dengan apa yang pernah terjadi antara aku dan Mark dulu.
_Tok ,tok,tok_
Suara pintuku berbunyi.
"Siapa?".Teriakku.
"Aku Mark ,boleh aku masuk?".Mendengar jawaban itu ,aku langsung tercengang ,bagaimana bisa Mark masih memikirkan aku sekarang?.
"Ya ,masuklah".Jawabku. Tak lama dari itu ,Mark masuk dan menutup kembali pintunya.
"Kamu udah sehatan?".Tanyanya sambil duduk dipinggir kasurku.
Akupun mengangguk.
__ADS_1
"Ada sesuatu yang aku ingin bicarakan".Katanya dengan nada ragu ragu.
"Tentang apa? Tentang kamu dan Jung Jeha?".Tanyaku.
"Bukan ,ini tentang kamu dan Hyuka".
"Ada apa?".Jawabku.
"Aku ingin kamu bahagia bersama Hyuka".Ujar Mark.
Hei ,lihatlah ,sekarang Mark mulai menangis dihadapanku, aku ingin sekali mengusap air matanya ,tapi aku tidak ingin dia semakin kepedean.
"Aku tau ini emang salah ,tapi inilah kenyataannya ,Hyuka lebih membutuhkan kamu sekarang ,aku mungkin udah ga berhak ngatur ngatur kamu ,tapi aku mohon dengan sangat sama kamu ,tolong ,bisa kamu membuka hati kamu buat Hyuka?". Lanjutnya dengan terisak isak.
"Kenapa kamu menyuruhku melakukan hal itu?".Jawabku sambil duduk bersandar didinding.
"Aku akan bilang setelah aku benar benar melihat kamu sudah bisa menerima Hyuka didalam hidup kamu".Dia menatapku dengan mata yang merah.
"Hapus dulu air matamu itu ,aku tidak suka melihat kamu menangis".Kataku sambil memberikan sapu tanganku berwarna putih.
__ADS_1
"Dasar pria cengeng!". Omelku setelah dia mengusapkan air matanya dengan sapu tanganku
"Cepat kembali ke kamarmu ,aku sangat benci melihat air mata itu".Aku memukul bahunya pelan.
"Aku tidak akan kembali kekamar".Dia mulai merengek.
"Lalu?".
"Aku ingin tidur disini ,menemani kamu ,kamu baru pulang dari rumah sakit ,bagaimana jika nanti kamu tiba tiba merasakan sakit lagi?".Gerutunya.
Aku tersenyum untuk sesaat , apa ini yang aku rindukan? Aku senang akhirnya aku dan Mark bisa seperti ini lagi ,tapi tetap saja masih ada rasa sakit terbesit didalam hatiku. Rasanya ,aku sangat ingin mengelus rambutnya sekarang lalu berkata "Apa Markku sudah kembali?". Tentu aku tidak akan bisa melupakan kejadian dimanadia membuang gelang pemberian dariku ,aku sakit bukan karena kecelakaan itu ,tapi aku sakit karena perlakukan buruk sebelum aku mengalami tragedi tabrak lari tersebut.
"Terserah kamu".Jawabku sambil terbaring lalu menutup tubuhku dengan selimutku.
Saat itu juga , Mark juga ikut berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimutku. Wajah kami menjadi saling mendekat. Aku tidak mendekatkan wajahku dengan wajahnya.
Tak lama dari itu , Mark tetap tertidur ,sebenarnya aku tidak benar bernar sudah tertidur, aku hanya berpura pura saja. Hingga aku memberanikan diri untuk membuka mataku ,dan melihat wajah tenang dari Mark yang sedang tertidur.
__ADS_1
"Kenapa kamu selalu menyulitkanku?".Tanyaku pelan.
"Kamu tau ,aku sangat mencintaimu ,tapi kenapa kamu bersikap seolah olah ingin melepaskku tapi tidak bisa melihatku sendiri".Kataku dan tidak kerasa air mataku turun satu tetes. Aku mengelus rambutnya pelan ,lalu berusaha tidur.