
Setelah perform ,Hyuka meminta izin untuk menumpang dimobilku dan juga Mark, entahlah ,belakangan waktu ini, Mark seakan akan berbicara yang membuatku bertanya tanya.
Diluar sedang hujan sangat deras,kota menjadi macet ,entah karena hujan atau karena apa, akhirnya supir memilih jalan lain untuk mempermudah kami untuk kembali keapartement.
Hanya ada beberapa mobil yang ada dijalan ini, tapi tiba tiba mobil terhenti karena seperti ada yang kecelakaan, karena seperti ada taxi yang terguling.
Saat itu juga Hyuka keluar dari mobil, disusul aku dan Mark, Hyuka berada didepan kami sekarang , awalnya aku mengira kalau dia ingin mengetahui ada apa ,tapi tiba tiba Hyuka terjatuh di aspal, lututnya menahan tubuhnya agar tidak sepenuhnya terjatuh.
"Kenapa dia?''.Tanyaku kepada Mark.
''Dia punya trauma dengan kecelakaan seperti ini,ibunya meninggal karena kecelakaan sehabis menonton kami debut".Jawab Mark sambil menatap kearahku.
''Apa boleh aku menenangkannya?''.
''Ya, silahkan''.Mark mengizinkanku.
Aku menghampiri Hyuka yang basah kuyup dan terjongkok. Aku membuka jaketku dan menutupi tubuh Hyuka dengan jaketku itu.
''Ibuuu''.Katanya lirih. Hyuka sama sekali tidak menatapku, dia menatap lurus kedepan tepat pada petugas yang sedang mengurusi korban kecelakaan itu.
''Tidak apa apa Hyuka, itu bukan ibumu''.Jawabku sambil memegangi wajahnya Hyuka.
Tidak ada respon dari Hyuka, dia masih menatap ke objek yang sama ,aku memegangi perbanku, sepertinya air hujan sudah menembus lukaku, rasanya sangat perih ,aku meringis menahan sakit yang tangan aku rasakan, seketika aku menatap Mark.
''Masuk kedalam,nanti tambah perih''.Ucap Mark pelan.
''Tunggu ,Hyuka masih trauma''.Jawabku pelan.
''Jangan tatap ke situ, tidak akan terjadi apa apa''.
''Jangan tatap ke situ, percaya tidak akan terjadi apa apa''.
''Hyuka, tatap mataku !! jangan kearah sana terus, setelah itu aku yakin tidak akan terjadi apa apa!!''.Aku membentak Hyuka , baru setelah itu Hyuka menoleh kearahku.
__ADS_1
Ku lihat raut wajahnya, aku yakin,dia sangat takut melihat kejadian ini,tentu ini membuat dia mengingat hal yang menjadi penyebab mendiang ibunya meninggal.
''Kalo kamu terluka ngeliat itu ,jangan diliat Hyuka, kamu akan semakin sakit jika melihat itu semua''.Kataku.
''Raina''.Jawabnya dengan nada yang sedih,lalu memegang wajahku dengan tangan yang dingin.
''Apa?''.Jawabku.
''Ku mohon, jangan pergi, tetaplah bersamaku, aku akan selalu tetap tenang jika kamu yang tenangi''.Katanya.
''Iya Hyuka,aku tidak akan pergi''.
''Terima kasih,terima kasih sudah tenangi aku,meskipun rasanya masih sama sakitnya seperti dulu''.Dia memelukku.
Aku melepaskan jaketku yang kupakai untuk melindungi Hyuka dari hujan, kini kami berpelukan, aku menyayangi Hyuka, sebagai teman dan kakak lelakiku, dia selalu ada disaat aku membutuhkannya , apa salah jika aku melakukan ini ketika dia membutuhkanku.
♡
♡
《 POV Mark: 》
Mark lagi lagi harus menyaksikan kejadian dimana Hyuka mendekati kekasihnya,didalam hasratnya dia ingin sekali memisahkan pelukan Hyuka dengan Raina,tetapi disisi lain , Mark memikirkan posisi Hyuka yang sekarang sangat membutuhkan Raina disisinya,hanya Raina yang bisa menenangkan Hyuka.
''Rasanya memang menyakitkan ketika melihat perempuan yang aku sayangi bermesraan dengan sahabatku sendiri didepan mataku, tapi apa yang bisa aku lakukan? Sekarang kamu Hyuka yang lebih membutuhkan Raina, aku gaakan tega jika harus memisahkan pelukan itu meskipun rasanya sakit tapi aku senang karena kini, ada seseorang yang bisa membuat kamu lebih tenang dan sedikit melupakan mendiang ibumu''. Ucap Mark dalam hati lalu tersenyum sambil menatap Hyuka dan Raina.
♡
♡
♡
''Udah ya masuk ke mobil, ga baik kalau terlalu banyak kena air hujan ,nanti bisa sakit''. Ucapku sambil melepaskan pelukanku.
__ADS_1
''Maaf jika membuat kamu kebasahan''.Jawab Hyuka sambil berdiri, Hyuka berjalan disebelahku,disebelah kananku Mark, tiba tiba Mark memenggenggam tanganku ,aku sontak menoleh kearahnya. Matanya seakan akan mengatakan ''Aku juga membutuhkanmu''. Hatiku terseset rasanya melihat tatapan itu.
Hyuka masuk kedalam mobil, Hyuka dan Mark duduk dibangku tengah sedangkan aku duduk dibangku belakang.
''Tidur Hyuka, kamu pasti pusing''. Ucapku setelah melihat dia menguap.
''Yaudah aku akan pindah ke belakang jika kamu ingin tidur, berbaringlah dibangku''.Saut Mark sambil berdiri pindah kebangku belakang.
Tak lama dari itu, benar saja, Hyuka langsung tertidur.
''Tetaplah bersama Hyuka, dia lebih membutuhkan kamu sekarang''. Tiba tiba Mark membisikan kata itu kepadaku.
''Apa yang kamu katakan? Aku minta maaf , jika membiarkan kamu menyaksikan kejadian tadi''.Kataku.
''Bukan soal itu, aku memang membutuhkan kamu , tapi Hyuka lebih membutuhkan kamu, Hyuka mengalami perubahan besar setelah kamu datang didalam hidupnya''. Mark meraih tanganku.
''Tapi aku tidak bisa meninggalkan kamu''.
''Aku tidak meminta kamu meninggalkan aku , aku masih sangat mencintai kamu, aku hanya minta jika Hyuka membutuhkan kamu ,temani dia''.
''Iya sayang, aku akan lakukan itu''.Jawabku.
''Terima kasih''.Seketika dia memelukku, dia memelukku sangat erat seakan akan tidak ingin melepaskanku.
''Tanganmu sakit ya?''.Dia memegangi lukaku.
''Ya , mungkin karena kena air hujan tadi''. Jawabku.
''Nanti malam kita obati dan ganti perban ya''. Kata Mark.
''Iya , terima kasih''.
Perjalan masih sangat jauh, hingga pada akhirnya aku dan Markpun tertidur didalam keadaan tanganku yang masih digenggam dengan tangannya.
__ADS_1