Semuanya Akan Menjadi Satu

Semuanya Akan Menjadi Satu
Episode 38.


__ADS_3

Aku menyiapkan makanan untu makan malam bersama mereka. Mamah yang dibantu para pegawai memasak ,daging dendeng ,ayam balado ,gurame asam manis ,mie goreng. Aku menata makanab diatas meja makan. Setelah sudah tertata aku memanggil semua anggota agar ikut makan malam bersama keluarga kami.


Kami semua mulai memakan masakan mamah.


"Sekarang aku tau dari mana kamu bisa masak masakan yang enak".Celetuk Wonwoo.


"Ini benar benar enak".


"Apa ini ayan filet?".Tanya polos Hyuka sambil menunjuk ke piring gurame asam manis.


"Bukan ,itu ikan Hyuka".Jawabku sambil memasukan nasi dan lauk kemulutku.


"Apa? Ikan? Aku ga suka ikan tapi kenapa aku makan banyak ikan malam ini?". Ucap Hyuka sambil terpelongo ,wajahnya membuat semua orang tertawa.


Setelah makan malam ,semua orang kembali ke kamarnya masing masing. Tapi Hyuka ,Mark dan Luhan ikut bergabung denganku duduk didekat perapian bersama mamah dan papah.


"Tante ,kenapa wajah tante mirip mamahku?".Tanya Hyuka sambil menatap mamahku.


"Oiya?".Jawab mamahku. "Kapan kapan saya akan menemui mamah kamu".Lanjutnya.


"Di surga? Mamahku sudah meninggal 6 tahun yang lalu".Hyuka menundukkan kepalanya.


"Ohhh sayangg.. Maafin tante ya ,tante gatau".Jawab mamahku. Hyuka membalas pelukan mamahku dengan nyaman.


"Oiya tante ,aku boleh nanya?".Celetuk Mark.


"Apa?".


"Raina oprasi plastik ya ? Abisnya ko cantik banget hehe".Seketika aku menoleh kearahnya. Apa maksudnya? Dia memujiku cantik atau hanya ingin mencari topik pembicaraan agar tidak terus terusan ada disituasi sedih seperti ini.


"Ya ampun ,tante kira apa , emangnya Raina cantik ya?".Ucap mamah menyenggol siku lenganku.


"Iya tante , Raina cantik". Mark menatapku ,matanya seolah olah mengatakan "Dia juga membuatku jatuh cinta tante".


 


•

__ADS_1


•


•


 


Papah ,mamah ,Raina ,Luhan,Mark dan Hyuka berbicara hangat didepan perapian. Hingga tersadar hari semakin malam ,mereka kembali ke kamarnya masing masing.


Raina mengambil kotak yang ia simpan selama berapa tahun sejak ia pergi melanjutkan kuliahnya di New York ,kotak itu berisikan kenangan indah SMAnya bersama Revan yang sempat mereka abadikan waktu itu.


Raina menatap foto polaroid berukuran 2R ,foto bersama Revan ,lalu tersenyum 'Kita pernah sangat bahagia ya dulu Revan'. Ucapnya. Melihat gelang pemberian Revan yang sengaja dibeli waktu sedang berlibur disekolah ,jam tangan yang dibelikan Revan disaat Raina ulang tahun.


Tanpa ia sadari Mark sedang melihatnya dari selah pintu kamar Raina yang tadi Raina tidak tutup dengan rapat. Raina membuka satu lemari kecil. 'Ah ternyata masih utuh', ujar Raina sambil tersenyum. Mark terpelongo melihat apa yang ia lihat di lemari kecilnya Raina ,ternyata selama ini Raina mengoleksi boneka sapi ,sangat banyak.


"Memori apa ini?". Ucap Raina sembari mengambil memori yang ada diselipan dari puluhan boneka sapinya ,karena rasa penasarannya Raina langsung mengambil USB dan memasukan memori itu ke USB lalu menyetelnya di DVD miliknya.


Raina memencet salah satu vidio yang ada didalam memori itu. Langsung menampilkan vidio dimana dirinya dan Revan sedang mengcover sebuah lagu dari Rossa yang berjudul "terlalu cinta". Di vidio itu terdapat Raina yang menyanyikannya dan Revan yang memainkan gitarnya.


Tuhan ...


Ma'afkan diri ini


Namun ,apalah daya ini


Bila ternyata ,sesungguhnya aku terlalu cinta dia...


Disaat Raina menyanyikan tidak terasa air matanya jatuh dengan deras. Raina tidak bisa menahan air matanya yang jatuh tanpa meminta izin padanya.


"Ya Allah ,kenapa masih terasa sakitnya?".Ucap Raina menggunakan bahasa Inggris sembari memeluk erat fotonya bersama Reva.


Mark sangat ingin menerobos masuk dan memeluk dengan memberi ketenangan untuk Raina ,namun langkah Mark terhenti karena berfikir ,tentu ini bukan Korea yang bisa seenaknya masuk kedalam kamar perempuan ,ini Indonesia lagi pula ini adalah rumahnya Raina ,dia tidak ingin membuat Raina punya banyak masalah karenanya.


"Masuklah ... Tidak apa , ini yang saya takutkan jika Raina pulang ke Indonesia ,dia akan mengingat masa lalunya bersama Revan".Tiba tiba suara pria berbicara kepada Mark ,setelah menoleh ,Mark baru tau kalau pria itu adalah papahnya Raina.


"Serius gapapa?".Tanya Mark memastikan.


"Iya ,lagi pula saya tau ,kamu sangat ingin masuk ke kamarnya Raina ,tqpi kamu sekarang udah mendapatkan izin dari saya".

__ADS_1


Tak lama dari itu ,Mark yang merasa sudah mendapatkan izin dari papahnya Raina langsung masuk kekamarnya Raina.


"Jangan nangis ,na".Ucap Mark. Setelah tahu siapa yang datang Raina langsung menutupi wajahnya yang sedang menangis dengan kedua tangannya.


"Jangan di liat nanti malah tambah sakit".Lanjutnya sambil menepuk lembut bahunya Raina.


"Kamu ngapain disini? Nanti papah sama mamah liat bisa jadi masalah".


"Tadi papah udah kasih izin ... Kamu kenapa masih liat kenangan kamu sama Revan?".Ujar Mark sambil duduk disebelahnya Raina.


"Aku cuma kepo".


"Kalo jawab pertanyaan aku ,liat muka akunya".Mark mengangkat bahunya Raina dan membuka tangan Raina yang menutupi wajah Raina.


"Kalo kenangan itu menyakitkan ,kenapa masih di lihat?".Tanya Mark memperjelas.


"Kalo Raina ga boleh inget sama Mark ,kenapa Raina ga boleh inget kenangan Raina sama Revan?".Saut Raina.


"Kamu masih marah sama aku? Maaf ,aku sama sekali gaada niatan buat sakitin Raina".


"Raina ga bisa marah sama Mark ,Raina cuma kecewa sama Mark sedikit".Jawab Raina dengan polos.


"Kenapa panggil nama? Ga aku kamu aja?".Tanya Mark bingung.


"Sejak Raina nerima kenyataan kalau aku dan kamu gaakan jadi kita , Raina gamau jadi lebih berharap sama Mark dengan masih panggil Mark dengan sebutan kamu".


"Kayanya Raina udah benci banget ya sama Mark?".Tanya Mark yang samanya menyebut sebutan aku kamu diganti menjadi Raina-Mark atau Mark-Raina.


"Raina ga pernah benci sama Mark ,mau bagaimanapun juga berkat Mark yang bisa ngebuat Raina sedikit lupa sama masalah masa lalu Raina ... Raina akan tetap mencintai Mark walaupun Raina tau , Mark gaakan cinta sama Raina". Raina menahan air matanya agar tidak jatuh lagi seperti tadi.


"Siapa bilang kalo Mark ga pernah cinta sama Raina?".


"Mark sendiri kan yang bilang ,di sungai Han ,dan Mark juga ngebuang gelang pemberian dari Raina ke sungai Han".


"Soal gelang , gelang itu ga pernah Mark buang ,keesokan harinya Mark nyuruh seseorang buat cari gelang pemberian Raina ,dan syukurnya ketemu , gelangnya selalu Mark simpen".


Rainapun sedikit lega mendengar penjelasan Mark tentang gelangnya yang setahunya gelang itu sudah dibuang sama Mark.

__ADS_1


"Tapi bener kan , Mark ga pernah cinta sama Raina?". Tanya Raina sekali lagi.


__ADS_2