Semuanya Akan Menjadi Satu

Semuanya Akan Menjadi Satu
Episode 5


__ADS_3

"Aku dengar dari manajer lamaku katanya kamu lulusan dari Universitas New York".Awal pembicaraan kita.


"Iya aku baru saja lulus dari Universitas itu".Jawabku.


"Bagaimana perasaanmu mengetahui jika bergabung diperusahaan ini".Tanyanya.


"Senang sih ,tapi aku belum sempat pulang Ke Indonesia".


"Ohhh kamu dari Indonesia?? Aku pernah ke Indonesia ,dan aku sangat suka orang orang Indonesia mereka sangat ramah".


"Iya aku dari Indonesia dan mendapat beasiswa dari sekolah menengah keatasku untuk bisa melanjutkan studiku ke New York".


"Bagus dongg?? Tidak semua orang bukan seberuntung kamu?? Tapi ngomong ngomong kamu mengerti tugas manajer?".Dia bertanya kepadaku ,aku bisa melihat sisi baiknya yang dia tunjukan kepadaku.


"Waktu kuliah aku mengerti tentang manajer tapi setelah ke sini ,aku tidak mengerti apapun yang seharusnya menjadi tugasku".Aku mengatakannya dengan muka polosku.


"Hahaha ,polos sekali wajah kamu ,ya sudah ,nanti akan aku jelaskan setelah pulang dari latihan".Dia tertawa kecil kepadaku.


"Tenang saja ,kamu akan selalu bersamaku setiap hari ,kita ada di mobil yang sama".Sepertinya dia mengerti raut wajahku yang bingung dengan perkataannya.


"Terima kasih".Aku senyum kepadanya.


"Jangan senyum seperti itu".Katanya dengan singkat.


"Kenapa". Tanyaku kaget.


"Jika melihat kamu tersenyum terus terusan seperti itu aku pasti tidak bisa propesional dengan perkerjaanku".Ya ampun ,Mark ,Kamu membuatku sangat malu dan aku yakin wajahku memerah sekarang.


"Wajah putihmu sekarang berubah menjadi warna merah muda sekarang".Katanya sambil tertawa.


"Oiya ?? Aku sangat malu mendengar kamu berbicara seperti itu kepadaku".Jawabku terus terang.


"Apakah kebiasaan orang Indonesia ketika malu wajahnya memerah?".Kini Mark mengubah raut wajahnya menjadi serius.

__ADS_1


"Iya ,wajahku menjadi memerah ketika aku merasa malu".


"Dikorea ketika malu bukan wajah yang memerah melainkan telinga".Aku menggeleng gelengkan kepalaku sambil berkata "Benarkah?" menggunakan bahasa korea ,dia tertegun melihatku.


"Mark!!! Mari kita mulai latihan ,satu kali lagi!!".Kata Enwoo teriak kepada Mark dan Markpun menghampiri mereka.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya mereka selesai latihan dan semua member pergi bersama manajernya masing masing ,dan Mark , Mark menyuruhku untuk mengikutinya. Dan ,dia menyuruhku masuk kedalam mobilnya.


"Apa kamu sudah makan?".Tanyanya.


"Aku sudah makan roti tadi di pesawat".Jawabku.


"Belum makan makanan berat?". Aku menggelengkan kepalaku.


"Pak,nanti kita ke restoran biasa ya".Mark berbicara kepada supirnya.


"Tapi Mark,bagaimana jika ada yang melihat kita".Tiba tiba pertanyaan itu melintas kepadaku.


"Gapapa,restoran itu dikhususkan untuk para idol di Seoul". Aku mengangguk mengerti.


 


Setelah sampai direstoran itu ,akhirnya Mark memimpin aku masuk kedalam restoran itu ,dan menyuruhku duduk disampingnya.


 


Mark memesan daging steak dan ramen untuk dimakan. Aku khawatir jika daging itu daging **** ,jadi aku hanya memegang pisau dan garpuku saja tanpa menyentuhnya.


"Kenapa ga dimakan? Gaenak?".Tanyanya sambil mengunyak steaknya.


"Aku mau tanya ,apa ini daging ****?".Tanyaku terbata bata.


"Ya ,ini daging **** ,makanlah ,ini sangat enak".Dia memotong dagingnya dan mendekatkan daging itu kemulutku aku menahannya dengan tanganku.

__ADS_1


"Maaf aku ga bisa makan daging itu".Ucapku sambil memalingkan wajahku.


"Kenapa? Kamu ga suka?".Tanyanya.


"Bukan ,aku seorang muslim ,agamaku tidak menganjurkanku untuk memakan daging ****".Kataku.


"Agama kamu islam? Oh ,maaf ,aku tidak tau itu".Katanya.


"Iya gapapa ,aku makan ramennya aja".Dia menggeser ramen yang ada didekatnya kedepanku.


"DiKorea hampir semua restoran menyediakan daging ****".Katanya lagi.


"Itu yang membuatku khawatir jika harus tinggal di Korea".Kataku sambil mengunyak ramen.


"Apa kamu tidak takut harus menjalankan hari hari kamu bersama orang yang bebeda agama denganmu?". Dia menatapku.


"Agamaku selalu mengajarkan toleransi dan menghargai antar agama ,aku menghargai perbedaan ini dan akupun tidak bisa memaksakan agar orang yang ada didekatku untuk percaya apa yang aku percaya".Jawabku ,dia mengangguk.


"Aku senang ,manajer lama memilih kamu sebagai manajerku".


"Aku juga senang".


"Jika masih terasa canggung kamu bisa menganggapku teman". Dia tersenyum sangat manis dan membuatku tertegun menatapnya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?".Tanya sambil menaikan satu alisnya.


"Sebelumnya aku belum mempunyai teman hanya mempunyai satu teman selama 4 tahun kuliah".Kataku.


"Kenapa orang tidak mau berteman dengan wanita secantik dan sebaik kamu".Lagi lagi Mark bicara seperti ini kepadaku.


"Alasannya karena aku beragama islam ,disana hampir tidak ada yang mau menghargai orang yang beragama islam".


"Yasudah ,sekarang kamu sudah mempunyai teman bukan? Anggap saja aku sebagai teman kaka sahabat atau pacar".

__ADS_1


'Whatt?? Bagaimana bisa idol berkata seperti itu kepadaku?'.Batinku menggerutu.


Setelah berbicara lama lama akhirnya kami selesai makan dan segera pergi dari restoran itu.


__ADS_2