
Hari sudah menjelang malam ,namun tidak ada yang berubah dengan moodku ,sekeras apapun aku ingin melupakan kejadian tadi siang ,tetap saja pikiran dan hatiku terus terusan menjurus ke kejadian itu.
Pintu kamarku dibuka secara tiba tiba dan pria itu langsung menarikku keluar dari kamarku ,aku sebenarnya malas mengikutinya tapi hanya saja tubuhku yang ditari dengan pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Hyuka. Hyuka tiba tiba saja datang dan membawaku entah kemana ,dia sama sekali tidak mengatakan apapun.
Aku dimasukan ke lift ,hingga aku baru menyadari kalau Hyuka membawaku ke rooftops apartement ini.
"Biasanya kalau aku lagi badmood aku pasti cari ketenangan disini".Katanya mulai menjauh dariku dan pergi kepinggir rooftops dan melihat kearah bawah.
"Bagaimana bisa kamu tau?".Tanyaku dengan tidak menghampirinya.
"Ah ,sebenernya aku udah curiga dari setelah kamu ambil minum buat kami ,sikap kamu jadi aneh ,maka dari itu aku tanya ke Mark ,kamu kenapa ,katanya kamu sedang badmood". Jawabnya menoleh kearahku.
"Mark bilang itu ke kamu?".
"Iya ... Aku berinisiatif saja membawa kamu kesini ,siapa tau aku bisa membantu mengembalikan moodmu itu".Dia menghampiriku dan menggenggam tanganku lagi dan membawaku kepinggir rooftops memamerkan indahnya kota Seoul dari atas.
Tapi ,bukannya merasa senang ,aku malah meneteskan air mataku,sebenarnya aku sangat takut dengan ketinggian,soal aku sering ke teras ,aku hanya duduk disofa yang ada diteras lagi pula teras apartement yang aku tinggali tidak setinggi ini. Ini benar benar tinggi.
"Heii ,kenapa kamu malah menangis?".Tanya Hyuka yang membuatku menutupi wajahku dengan kedua tanganku.
__ADS_1
"Kamu kenapa? Kayanya kamu benar benar sedang ga mood melakukan apapun ya?".Lanjutnya lagi.
"Aku takut ketinggian Hyuka".Jawabku.
"Owalaahh Raina ,kenapa kamu ga bilang dari tadi".Ujar Hyuka dan membawaku kembali kebagian tengah rooftops.
"Maaf Hyuka ,keadaan hatiku sedang tidak karuan".Ucapku dengan nada yang menyesal.
"Aku ngerti ko ,tapi kalo boleh tau kenapa kamu jadi kaya gini sekarang?".
'Itu karena aku sedang patah hati gara gara teman sekamarmu ,dia sangat membuatku sakit hati Hyuka'.Ucapku dalam hati.
"Aku tidak bisa memberi tahumu sekarang".
"Yaudah ,gapapa".
"Hyuka".Kataku.
"Iya apa Raina?".Jawab Hyuka dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Boleh aku meminta sesuatu".
"Iya bilanglah".
"Tapi kamu janji harus melakukannya".
"Iya Raina ,tapi apa dulu".
"Tolong peluk aku sekarang".Kataku dengan lirih.
Dia langsung memegangi kepalaku dan menempatkan tubuhku dengan badan tingginya ,mendekatkan kepalaku ke dada bidangnya ,dan mengelus elus rambut dengan halus.
"Aku mengerti kamu terlalu mengalami kesulitan akhir akhir ini".Ujar Hyuka dengan sangatt lembut.
Aku menangis kejer didadanya.
"Menangislah,jika itu bisa membuat kamu lega ,aku tau kamu lelah ,lelah menghadapi kejadian yang bertubi tubi kamu alami".Lanjutnya.
'Masalahnya hanya satu Hyuka ,cinta,cinta yang membuatku seperti ini ,masalah ini lebih rumit dari yang aku kira'.Jawabku dalam sunyi.
__ADS_1
Setelah itu , Hyuka menyuruhku memejamkan mataku didinginnya suasana Seoul ,sambil menatapi indahnya langit yang penuh dengan bintang bintang ,dan jujur,, aku merasa sedikit tenang . Hyuka mempunyai caranya sendiri untuk menenangiku disaat seperti ini ,dia tidak memberikanku ice cream ,tidak mengajakku jalan jalan atau tidak mengajakku berbelanja ,cukup membawaku kebangunan yang lebih tinggi ,menyuruhku menangis didalam pelukannya ,lalu menyuruhku menutup mataku sambil menghembuskan nafasku dalam dalam. Dan itu, cukup membuatku lebih tenang dari sebelumnya.