Senja Yang Kunanti

Senja Yang Kunanti
Bab10. Mencoba untuk Memahami


__ADS_3

Ting, suara pesan masuk ke hpku kuabaikan karena sudah memasuki waktu sholat Zuhur.


Aku bergegas bangun dari duduk ku menuju tempat berwudhu.


"Na Lala udah pulang"...


"Udah Buu, tadi aja sudah, kenapa Buu?..."


"Gak papah Na, ibu gak dengar Lala pamitan pulang.."


"Oh iyaa Bu tadi dia titip salam aja , dia gak mau ganggu ibu dikamar Buu..."


"Ohh pantesan padahal biasanya dia selalu pamitan..."


"Iyaa Bu soalnya Lala juga buru buru ditelpon ibunya Buu"""...


"Ohh gitu Na, cepat wudhunya udah masuk waktu sholat ini.."


"Iyaa Buu , ibu aja duluan wudhu aku belakangan aja Buu."


"Iyaa Na.."


Selesai berwudhu aku segera menuju kekamar untuk menunaikan kewajibanku, dan tiba tiba ibu berucap,,


" Na bareng ibu aja sholatnya di ruang tengah". Ibu berucap membuat aku mengurungkan niatku untuk sholat sendiri dikamar.


"Iyaa Buu, Nana ambil mukenah dulu Bu dikamar""".


"Iyaa Na, ibu juga mau ambil mukenah dikamar dulu."


"Iyaa Buu..."


Disinilah diruang tengah aku berdua ibu sholat berjamaah ibu yang menjadi imamku,


Aku berdua ibu sholat dengan khusyuk.


Selesai sholat aku berbincang bincang dengan ibu.


"Bu Nana boleh tanya gak?"""


"Mau tanya apa sayang, boleh dong kenapa harus gak boleh sih...""


"Ehhmmmm, ibu pernah gakkk pap.. ehmm..."


"Pap.. apa sayang?"


"Ibu jangan marah yah kalau Nana tanya ini buuu..."


"Tanya apa ? Gimana ibu mau marah atau enggak kalau kmu gak jelas sayang nanyanya."

__ADS_1


"Buu ehhmmmm, ibu pernah pacaran gak dulu Bu?" Sambil keringatan di kening dan bibir bergetar menunggu jawaban ibuku.


"Ehhhmm, kenapa kamu nanya masa lalu ibu hah??".


"Ibu tadi Nana udah bilang keibu jangan marah."sambil menundukkan kepala .


"Ibu gak marah Na, cuma ibu agak terkejut ko kamu nanya masa lalu ibu sih?..."


"Gak boleh yah Bu?""


"Emmhh, boleh ..."


"Terus gimana Bu ceritain dong sama Nana.."


"Kepo banget sih anak ibu."


"Iss ibu, Nana pengen tau Buu."


"Ehmmm, dulu ibu gak pacaran sayang cuma satu aja teman ibu yang Cowo selalu saja dekat dengan ibu dia sampe mohon mohon sama ibu buat jadi teman."


"Terus Buu."


"Sebenarnya ibu merasa risih, tapi lama lama dia lamar ibu, dan meminta ibu sama ayah ibu."


"Terusin Buu."


"Ihh ibu lanjut ceritanya maksud Nana."


"Iya-iya, dulu ibu gak tau apa itu pacaran sayang, ibu gak mau pacaran pas gadis jadi ibu cuma temenan lama lama dia lamar ibu, yaa itu ayahmu teman jadi suami ."


"Romantisnya kisah ibu".


"Biasa aja kali sayang itu udah jalan hidupnya ibu".


"Tapi ibu bahagia kan."Sambil melihat mimik muka ibu.


"Iyaa ibu bahagia, ehmmm ngapain kamu tanya tanya tentang pacaran ?"


"Sebenarnya Nana pengen cerita sama ibu".


"Yaudah ibu siap dengarin."


"Beneran yah Bu ibu jangan marah."


"Iyaa tergantung sih."


"Nah kan ibu pake tergantung segala..."


"Ya udah cepat cerita kamu berbelit-belit, ibu jadi penasaran."

__ADS_1


"Ehmmm, sebenarnya Bu Nana pernah pacaran". Nana segera menunduk takut respon ibu marah atau seperti apa.


"Terus".


"Terus Bu, ibu gak marah ini".


"Ya ibu gak marah biar kamu cepat dapat jodohnya".


"Astagfirullah, antara senang dan sedih tapi Nana tetap sedih Buu".


"Loh kenapa sayang?"


"Senang nya ibu gak marah sama Nana tapi sedihnya Allah tetap marah sama Nana Buu."


"Kan pacaran gak boleh Bu."


"Iyaa sayang pacaran itu memang gak boleh, yaudah kmu gak boleh pacaran sayang."


"Dan yang lalu biar berlalu yang penting itu dulu aja kamu pernah pacaran sayang sekarang kamu harus lebih memperbaiki dirimu. "menatapku dengan inten dan mengelus kepalaku dengan sayang.


"Iyaa ibu Nana juga takut dosanya ngalir keorang tua Nana bu." Sambil mencium pipi ibu.


"Eh gak boleh nyosor nyosor ."


"Iya yang penting jangan Cowo Bu yang nyosor nyosor ke ibu nanti ayah murka Bu". Aku segera berlari kecil masuk kekamar melihat respon ibu yang melotot.


"Nana kekamar Buu."


"Dasar anak nakal ya sini ibu jewer telingamu sambil memperhatikan aku membuka kenop pintu."


"Ampun ibu ku tersayang Nana pengen istirahat dulu." Berlalu masuk kekamar tidak lupa memberi cengiran kepada ibu.


ibu hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil berkata, " kapan dewasanya anak ibu ini."


Didalam kamar kupandangi jam sudah menunjukan pukul 14.15 ternyata aku lama juga ngobrol sama ibu.


Kuambil hp yang terletak diatas meja dan segera membaringkan tubuh dikasur.


Kutatap notifikasi dihp ternyata ada chat dari kak Irham.


Lama ku pandangi isi chatnya kak Irham dan mencoba untuk memahami isi chat itu.


' sebenarnya kakak punya urusan yang sangat penting Na,, sama kamu urusan dunia sampai akhirat Na.'


'kakak ingin mengenalmu lebih banyak lagi dan kakak, ingin ta'arufan dengan mu Na. kamu tidak perlu menjawab sekarang dan tenangkan pikiranmu. Setelah tenang baru kamu ambil keputusan.'


'Dan kakak menunggu jawabanmu.'


***

__ADS_1


__ADS_2