
Kicau burung meliuk liuk berterbangan kesana kemari mencari tempat persinggahan atau menuju jalan pulang
Langit biru mulai berubah menjadi senja pertanda malam akan menampakkan kedamaiiannya.
Sore itu Angina putri sedang memandang langit dari jendela kamar tak terasa waktu terus berjalan sudah sekitar satu jam dia hanya melamun hanyut dalam pikirannya sendiri.
"Nana apa yang kamu pikirkan cepat bergegas mandi tidak lama lagi azan sayang."
(Suara ibu membuyarkan lamunanku)
Aku hanya mengangguk kan kepala ku untuk menuruti perkataan ibu.
Saya adalah Angina putri biasa dipanggil Nana saya terlahir dari keluarga sederhana anak tunggal dari kedua orang tua saya ibu bernama Nita dan ayah bernama Ahmad.
Setelah beberapa menit akhirnya Nana selesai mandi karna buru buru Nana hanya asal mandi saja tidak ingin berlama-lama dikamar mandi karna sebentar lagi azan akan berkumandang.
Selesai sholat Maghrib Nana bergegas kedapur untuk membantu ibu menyelesaikan hidangan Yang akan disantap keluarga mereka malam ini.
Nana "Bu apa yang bisa saya bantu".
__ADS_1
Ibu"Oh,tolong masukkan sayur ini dalam mangkuk terus itu taro diatas meja.
Ibu akan memanggil ayah dulu dikamar.."
Nana"Siap Bu!"
(sambil menunjukan senyum dan hormat kepada ibu yang berlalu sambil menyentil hidungku, mungkin ibu gemes dengan kelakuanku yang selalu bobrok ini).
Sambil memperhatikan meja aku melihat masakan apa yang ibu ku masak, ada ikan, sayur bening, sambal terasi, kesukaan ku.
Tidak menunggu waktu lama ibu dan ayah menuju meja makan kami bertiga menikmati makanan, kami makan dengan hening karna dikeluargaku selalu menegaskan ku untuk tidak berbincang saat makan..
Nana "Ayah, Ibu, silahkan diminum tehnya ucapku sambil duduk disamping ibu."
"Ya terimakasih.."
(Ucap ibu dan ayah ku berbarengan)
Kalau sudah nonton drama Indonesia kaya gini orang tua ku GK bisa diganggu terlalu fokus nontonnya terlalu mendalami kisah .
__ADS_1
Nana" ibu yah Nana kekamar yah pengen baring soalnya."
Ibu" jangan lupa sholat na jangan langsung tidur."
Nana"siap Bu. "(Ucap ku langsung kekamar)
Sedikit kisah ayahku tipe orang nya tidak banyak bicara, tapi sekali bicara dia selalu tegas, sedikit dingin begitulah aku tidak terlalu bisa bercanda dengan ayah hanya ibulah tempatku bercanda ria. Skipp
sekarang umur ku 20 tahun. Aku baru saja menyelesaikan sekolah SMA, bisa dibilang aku ketuaan untuk lulus dari sana karna aku telat masuk SD soalnya jarak rumah ke sekolah SD dulu jauh itulah sebab mengapa aku ketuaan lulus.
Aku tidak melanjutkan kuliah karna keterbatasan biaya, kedua orang tuaku hanya buruh tani. Walaupun aku berasal dari keluarga yang kurang mampu aku tidak pernah menyesali semua itu, aku cukup bahagia terlahir di keluarga ini karna aku tidak pernah kurang kasih sayang itu sudah lebih cukup bagiku.
Tidak terasa azan isya sedang berkumandang, aku bergegas kebelakang dekat dapur untuk berwudhu.
Selesai menunaikan shalat aku langsung berbaring badan rasanya ingin sekali istirahat padahal tidak banyak yang kulakukan hari ini hanya bersih-bersih rumah dan bantu pekerjaan ibu dirumah tapi badan ini rasanya lelah sekali.
mohon kritikan yang bermanfaat bagi penulis agar semangkin semangat lagi nulisnya.
jujur ini pertama karya saya jadi gimana gitu rasanya agak minder sama yang udah berpengalaman mohon bimbingannya...
__ADS_1