Senja Yang Kunanti

Senja Yang Kunanti
Bab11. Idaman banget Sumpah


__ADS_3

POV Irham


Malam berlalu, perlahan kuperjap perjap mata dan perut ku berasa perih.


kulihat jam yang terletak dimeja kamarku ternyata sudah pukul 07.30, what apakah aku tertidur setelah magrib.


Bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuh .


Setelah selesai memakai pakaian aku bergegas menuju dapur karna aku sudah tidak tahan lagi menahan rasa lapar.


Kulihat ibu Tini sedang menyiapkan makanan diatas meja.


"Bu masak apa?"


"Masak ayam goreng sama sayur sup nak Irr,,


Pasti ini kelaparan kenapa tidak makan tadi malam nak Irr?..."


"Saya ketiduran Buu sampe pagi, maaf yah Bu saya tidak makan masakan ibu tadi malam."


"Iyaa nak Irr,, tapi menunda nunda makan tidak baik loh nak, nanti bisa kambuh penyakit maag loh nak."


"Iyaa Bu saya selalu menunda makan karna belakangan ini saya sering tidak selera makan bu."


"Iyaa nak Irr, makanlah walau sedikit setidaknya ada isi perut nak..."


"Iyaa Bu masakan ibu pagi hari ini saya sikat habis karna saya kelaparan Bu." Sambil memberikan senyuman kepada Bu Tini.


"Nah begitu dong nak Irr."sambil berpamitan ingin menyapu teras.


"Iyaa Buu." Mengambil lauk pauk dan menaruh kepiring.


Menikmati makanan diwaktu lapar terasa ingin menambah terus, kulihat jam dipergelangan tanganku membuat aku buru-buru menghabiskan makanan yang tersisa dipiring.


Alhamdulillah diselesai makan, dan buru buru merapikan meja dan menaruh piring kotor di tempat cuci piring. Karna kebiasaan ku seperti biasanya.


Masuk kedalam kamar untuk mengambil tas kerja dan hp.

__ADS_1


Diteras kulihat Bu Tini sedang menyapu sesekali dia mengusap keringat yang mengalir dari dahinya, karna teras lumayan luas membuat dia kelelahan.


"istirahat saja Bu tidak perlu dipaksakan ."


"Iyaa nak Irr tanggung nak tinggal sedikit lagi."


"Iyaa Bu, nanti tidak usah masak untuk saya Bu karna saya ingin langsung pulang kerumah Orang tua saya Buu."


"Iya nak, hati hati dijalan nak Irr .."


"Iyaa Bu saya pamit dulu."


"Iya nak irr."


Diperjalanan kali ini lumayan macet karna ada kecelakaan lalu lintas.


Lama termenung dalam kemacetan akhirnya jalan mulai lenggang membuat lalu lalang menjadi lancar.


Didalam toko kosmetik para karyawan mulai kesibukan menyusun barang barang kosmetik yang mulai habis.


Beberapa waktu berlalu mobil kosmetik yang aku pesan kemaren tiba, karna memesan banyak akhirnya aku dan karyawan mulai kewalahan karna pelanggan dari mana saja mulai berdatangan.


Ketika sedang mengangkat box kosmetik Keringatan menetes didahiku membuat seorang gadis yang berpapasan denganku ingin mengelapnya.


"Permisi kak boleh gak saya izin lap keringat kakak , kalau boleh sih." Sambil menatap ku penuh harap.


"Maaf dek bukan saya tidak mau tapi kita dilarang menatap lawan jenis atau bersentuhan. "Ucapku dengan sopan kepadanya.


"Ehh iya kak maaf perhatian saya terlalu berlebihan membuat kakak tidak nyaman."


"Iyaa dek saya maklumi, saya permisi dulu soalnya box kakak ini terlalu berat." Berlalu meniggalkan dia yang masih setia ditempatnya.


"Ehh iya kak." Menatap dengan kagum sambil membatin( Idaman banget Sumpah).


Berapa kali berlalu lalang aku tidak memperhatikan siapapun hanya Fokus dengan kegiatan yang sekarang kulakukan berkutit dengan barang barang, menyusun sesuai merk nya agar nanti lebih Mudah mengambilnya.


Setelah selesai mengangkat box box kosmetik aku melangkah kan kaki menuju pintu ruang pribadi/kerja ku.

__ADS_1


Tiba-tiba langkah ku disetop oleh gadis tadi.


"Kak saya boleh kenalan gak?"


"Ehmmm,..." Sebenarnya aku enggan berbicara dengannya tapi mengabaikan juga kurang baik.


"Boleh , nama saya Irham."


"Nama saya Siska kak, makasih yah kak udah mau berkenalan dengan saya kak..." Sambil memberikan senyuman termanisnya.


"Iyaa , apakah sudah tidak ada yang ingin kamu bicarakan?"


"Ehh iyaa iyaa kak udah gak ada kok."


"kalau begitu saya ingin masuk ruangan saya." karna saya risih menghadapi wanita seperti ini ingin cepat berlalu dari hadapannya.


"Ehh iya kak silahkan."


Didalam ruangan ini masih berkutit dengan berbagai kerjaan lagi walaupun toko sendiri tetapi harus lebih giat mengembangkan karna kunci kesuksesan adalah ketekunan.


Jam menunjukan akan memasuki waktu sholat zhuhur, tiba tiba kepala teringat akan chat ku semalam dengan Nana apa balasannya membuat aku menantinya dan langsung mengambil hp yang berada dalam tas langsung menyalakannya.


Dan memang sudah dibalas olehnya dari tadi malam.


'Waalaikumsalam kak , iya gak papa kak ada tujuan apa kakak chat Nana???'.


Tak membutuhkan waktu lama aku ingin ia tau akan apa tujuan ku padanya, dan mengirim nya pesan.


' sebenarnya kakak punya urusan yang sangat penting Na,, sama kamu urusan dunia sampai akhirat Na.'


'kakak ingin mengenalmu lebih banyak lagi dan kakak, ingin ta'arufan dengan mu Na. kamu tidak perlu menjawab sekarang dan tenangkan pikiranmu. Setelah tenang baru kamu ambil keputusan.'


'Dan kakak menunggu jawabanmu.'


Kupandangi chat yang terkirim ternyata langsung centang dua dan bertepatan dengan azan zhuhur Berkumandang.


Kuletakkan hp diatas meja dan segera menuju ketempat berwudhu .

__ADS_1


***


like yah semua karya saya terimakasih atas perhatiannya.🙏🙏🙏


__ADS_2