Senja Yang Kunanti

Senja Yang Kunanti
Bab17. Kak Reh


__ADS_3

Selesai melakukan sholat shubuh aku pun segera kedapur ingin membuat sarapan seperti biasanya.


tapi kali ini aku belum melihat ada nya tanda tanda ayah dan ibu bangun tidur apakah mereka kesiangan.


Berapa puluh menit berkutit didapur, kini makanan telah kusediakan diatas meja .


Berapa menit berlalu aku menunggu kedua orang tuaku untuk sarapan bersama tapi tak kunjung datang, Akupun pun berlalu mengetuk pintu kamar.


"Ayah ibu ayo sarapan ."


Namun tak ada sahutan dari dalam ternyata kamar yang dari tadi kuketuk kosong setelah aku memeriksa kamar ini.


Akupun berlalu keluar dari kamar ayah dan ibu, menuju kamarku untuk mengecek hp siapa tau ibu mengirim pesan untukku.


''Ibu ikut ayah kekebun sayang hati hati dirumah ibu pulang sore.'' Isi pesan yang ibu kirim.


"Subuh banget ibu ayah jalan kekebun, mana gak selera kalau makan sendiri."


"Lebih baik bersih bersih dari pada gak ada yang dikerjain."akupun bergumam sendiri, sepi tentu saja karna aku tidak pernah ditinggal oleh ibu biasanya.


Akupun berlalu membersihkan teras rumah, menyiram bunga dipagi hari agar bunga tidak layu .


belakangan ini cuaca selalu panas jarang sekali hujan membuat tanah tanah dipot bunga ku kering akupun harus telaten menyiram bunga pagi dan sore.


Indahnya jika bunga bermekaran, dipagi hari seperti menampakan kecantikannya. membuat aku tersenyum memandanginya sungguh indah ciptaan mu yaallah entah mengapa aku sangat menyayangi bunga bunga yang selalu kurawat setiap hari.


Setelah puas memandanginya akupun masuk kembali kedalam rumah .


Segera mengambil handuk dan pakaian lengkap dengan hijab sekalian.


Berlangsung 15 menit akupun selesai mandi, dan berpakaian lengkap rambutku kugulung kehanduk.

__ADS_1


keluar kamar mandi tidak menggunakan hijab karna aku keramas, hijab yang kubawa harus kuletakkan dulu digantungkan dekat kamar mandi.


Aku mengusap perutku perlahan,


Perut tidak bisa bohong dari tadi sebenarnya sudah lapar tapi malah menunda makan.


Aku pun Menuju meja makan dan mengambil makanan secukupnya.


Lebih baik makan di depan tv . Sambil membawa piring lengkap dengan nasi lauk pauknya berlalu menuju ruang tengah.


Menonton sambil makan tidak terasa ternyata dipiring pun telah habis.


"Alhamdulillah terimakasih atas segala nikmat yang kau berikan yaallah."


Selesai makan aku segera melihat hp dan membalas pesan ibu tadi.


"Iyaa Bu, Subuh banget ayah ibu kekebun?"


"Iyaa Bu seru gak disana Bu?"


"Seru sayang banyak tempat biar bisa foto pemandangannya bagus bagus." Ibu pun mengirim foto selvinya kepadaku.


"Bagus banget Bu pemandangannya ..."


"Tapi ibu gak dibolehin ngapa ngapain sama ayahmu Na, ibu bosen padahal ibu juga pengen bantu ayahmu menanam bibitnya."


"Hahaha, ibu sih sudah tau ayah gak suka kalau ibu kekebun pasti ibu rempong."


"Bukan tidak suka sayang itu tandanya ayah sayang sama ibu ayahmu itu posesif bukan karna ibu rempong."


"Iya iya Bu, ibuku selalu benar deh."

__ADS_1


"Yaudah sayang ibu mau ngelihatin ayah aja menanam bibit, kamu hati hati dirumah yah..."


"Siap ibu ku tersayang."


Akupun Segera menuju dapur untuk mencuci piring yang baru saja aku pakai.


Setelah selesai, aku menuju kamar duduk di kursi sambil mengeces hp .


Kulihat kamar berantakan dan pakaian sekeranjang belum dilipat membuat aku tidak tahan hanya untuk melihatnya saja dan segera merapikan tempat tidur dilanjut dengan melipat pakaian .Selesai melipat pakaian akupun menyusun kembali dengan rapi memasukannya kelemari.


Selesai juga akhirnya. Berlalu menuju kursi dan duduk disitu.


Ngapain yah bosannya sendiri gak ada tempat diajak ngobrol,


Ku genggam hp yang tadi ku cas dan melihat apakah ada notifikasi .


Di wa gak ada akupun beralih ke IG yang lama tidak pernah ku buka berapa hari ini.


Ternyata banyak DM dari orang yang entah aku juga tidak tau.


Seketika aku teringat ternyata pesannya pernah kubuka kukira dia orang yang sama dengan kak Irham jadi kuabaikan sepertinya ini bukan kak Irham.


"Assalamualaikum"


"Apa kabar?"


"Masih ingat gak sama kakak."


"Ini kak Reh Na, maaf yah setelah kejadian dulu kita tidak pernah bertemu lagi.


kakak memang salah Na, dalam waktu dekat kakak akan menemuimu kakak harap kamu jangan menghindari Kakak."

__ADS_1


***


__ADS_2