Senja Yang Kunanti

Senja Yang Kunanti
Bab7. Nanti Masuk Lalat


__ADS_3

Angin subuh begitu dingin menembus dinding dinding kamar yang sederhana ini, suara Azan membangunkanku dari lelap tidur yang nyaman,, kukerjap-kerjap mata yang masih terasa berat.


"Na bangun sholat sayang". Suara ibu yang menggema dari luar .


"Iya Bu, Nana udah bangun Bu"...


"Ayo cepat sayang kita sholat berjamaah dulu".


"Iya Buu ".


Aku bergegas bangun , dan buru buru membawa mukenah keluar dari kamar menuju ruang tengah dan menaruh diatas sofa .


Kulihat ibu dan ayah sedang menunggu ku diruangan ini..


"Sebentar yah, Bu, Nana wudhu dulu". Sambil menyenyir berlalu menatap ayah dan ibu dan dibalas gelengan kepala oleh kedua orang tuaku.


Kuusap air hudhu keseluruh bagian tubuh yang dianjur kan dibasuh selesai itu aku bergegas keruang tengah, kulihat ibu dan ayah sudah bersiap hanya menunggu aku saja dan segera aku mengenakan mukenah dan ayahku pun mengimami kami berdua ibu.


Selesai sholat aku berdua ibu menuju dapur kali ini ibu yang menjadi juru dapur, dan aku membuatkan kopi untuk ayah .


"Ibu mau masak apa bu???"


"Kamu mau nya apa sayang?"


"Ehmmm, apa aja deh Bu masakan ibu selalu enak jadi bingung .."


"Ko bingung tinggal bilang aja mumpung ibu lagi pengen masak banyak buat langsung untuk siang nanti."


"Ehmmm, sayur tumis aja Bu, ikan goreng, sambel terasi , sama gorengan aja buuu boleh gak".


"Boleh dong sayang , cepat antar kopi ayah mu keburu dingin!!! " .


"Baik ibu ku tersayang". Sambil mencium pipi ibu aku berlalu membawa nampan kopi untuk ayah.


Kulihat ayah sedang asik menonton tv ...


"Yah ini kopi nya".


"Ya na taruh aja dimeja".


"Iyaa yah Nana kebelakang yah mau bantu ibu".


"Iyaa na".


Berlalu menuju dapur aku membantu ibu memotong sayur kangkung, ibu memasak nasi dan menggoreng ikan langsung, ibu orangnya kalau masak pasti gerak cepat seperti chef yang sudah handal .


Setelah selesai memotong kangkung aku dilanjut dengan mengupas bawang ,tomat diiris dengan bawang setelah itu dicuci dengan air dan tinggal ditumis pasti nya ibu yang menumis sayur karna aku lanjut mengadon untuk buat gorengan lagi.

__ADS_1


Selesai berkutat di dapur aku berdua ibu segera menyajikan makanan diatas meja, ibu menyusun makanan dimeja aku membersihkan peralatan didapur yang berantakan.


Kini makanan tertata dimeja, ada nasi, sayur kangkung, ikan goreng,sambal terasi, dan gorengan.


"Wahhh lezatnya". Sambil mendekat kan hidung ke tempat makanan.


"Hati hati Na nanti liurnya jatuh kalau terlalu dekat".


"Iya Bu gak, tapi Nana sudah gak sabar kalau lama-lama dekat makanan yang ibu buat".


"Iya udah panggil ayahmu sana biar cepat makannya".


"Siap komandan cantikku". sambil berlalu meninggalkan ibu yang ingin menjitak kepalaku, aku terbirit-birit dengan cengengesan dan ditanggapi dengan gelengan kepala oleh ibuku.


Aku celingak-celinguk mencari keberadaan ayah dimana, ternyata ayah berada diteras bersama dengan Paman adi.


"Paman kapan datang, ko aku GK dengar suara motor paman".Sambil mencium tangan paman Adi aku bertanya.


"Oalah ponakan paman, bikin kaget aja tiba tiba muncul".


"Hehehe, paman sih serius betul cerita sama ayah jadi gak sadar kalau aku datang".


"Iya nih paman lagi cerita tentang tanaman paman sama ayahmu ini, banyak hamanya jadi harus dirawat betul-betul biar bisa panen melimpah nantinya".


"Ohh gitu,,, jadi dimana motor paman, paman naik apa kesini???"


"Nih naik ini..." Sambil menunjuk kakinya lalu cengengesan.


"Jangan gede-gede buka mulutnya nanti masuk lalat!!! . Sambil mengusap mulutku .


"Paman sih gak jawab yang benar".


"Paman kesini jalan kaki, motor paman masuk bengkel mau dibaikin dulu".


"Ohhh gitu, oh iya jadi lupa Nana tadi pengen manggil ayah makan mumpung ada paman disini ayo makan bareng paman".


"Iyaa ayo Di makan kedalam". Ayah berucap setelah lama berdiam mendengar perdebatan ku dan paman Adi.


Kami bergegas kedapur menuju meja makan kulihat ibu sedang menggenggam hp sambil melirik kami yang baru saja tiba.


"Oh ada paman Adi, kapan datangnya??."


"tadi aja datang motornya mogok jadi gak kedengaran suara motornya Bu. " Ucap


ayah .


"Iya nih motor saya mogok mbaa". Ucap paman Adi".

__ADS_1


"Ohh gitu, ayo dimakan hidangannya mumpung masih hangat ini".


"Iyaa ayo kita sarapan dulu nanti dilanjut ngobrolnya ". Ayah berucap.


"Ayo Nana dari tadi udah ileran nih pengen maakan masakan ibu yang terlezat nih". Sambil mengelus perut dan dibalas tertawaan dari semua.


Selesai makan semua menuju ruang tengah kecuali aku yang membersihkan piring piring yang kotor , walaupun sibuk dengan membersihkan peralatan dapur aku mendengar obrolan mereka diruang tengah.


"Jadi gimana kekebun, kalau motornya di bengkel???" Tanya ibu.


"Bengkelnya dekat sini mbaa jadi bentar lagi diambil , dan sudah diperbaiki nanti langsung kekebun mba".


"Ohh gitu, dibuatin bekal gak yah??"


Gak usah Bu biar disana aja nanti dikebun masak, masakan panas lebih nikmat dari pada dingin Bu".


"Ohh, apa masih banyak kebutuhan pokok dipondok pak ?"


" Sudah mulai habis Bu, nanti singgah di warung untuk membeli yang sudah habis Buu.


"Iyaa mba tenang saja saya selalu mengecek keperluan dapur dipondok mbak jadi tidak perlu khawatir".


Ohh bagus kalau begitu, jangan lupa singgah kewarungnya, kalau lupa nanti GK bisa masak".


"Iyaa buu".ucap ayah.


Setelah mendengar perbincangan mereka aku pun selesai mencuci piring, aku berlalu masuk kekamar untuk membersihkan ranjang yang berantakan.


Melipat selimut , mengganti seprai yang kotor dan diganti dengan seprai yang bersih setelah itu menyapu setelah selesai semua yang kukerjakan aku duduk dikursi meja riasku.


Aku mulai menggenggam hp dan mengecek notifikasi dihp ternyata ada chat dari Lala .


"Nanti jam 10 aku kerumah mu bengek".


"Oke ". Balasku


Dan centang dua pun terlihat pertanda orangnya sedang online.


Kulihat chat yang semalam kukirim dengan kak Irham ternyata belum dibalas dan belum online jga , membuat aku penasaran ada urusan apa kak Irham denganku.


Kuletakkan hp diatas meja dan berlalu menuju ruang depan kulihat ayah, ibu dan paman Adi berada diteras ternyata ayah dan paman Adi sudah ingin berangkat kekebun dan mengambil motor terlebih dahulu dibengkel.


Kuhampiri mereka yang berada diteras


"Udah mau berangkat sambil melirik keayah?"


"Iyaa na ayah mau berangkat sudah ini".

__ADS_1


***


Jangan lupa like semua yang singgah dinovel me jangan pelit like itu gratis ko .🙏🙏🙏🙏


__ADS_2