Sentrifugal

Sentrifugal
Eps. 26: Target


__ADS_3

...[POIN RANSUM SEMENTARA / GLUTTONY]...


...Player: 01-02 / 2 Ransum...


...Player: 05-06 / 1 Ransum...


...Player: 09-10 / 1 Ransum...


...Player: 03-04 / 0 Ransum...


...Harimau hidup: 08...


...Harimau tewas: 02...


...×××...


Entah ini udah jadi yang keberapa kali, yang jelas Baskara terus menerus memperhatikan gerak-gerik seekor harimau yang sedari tadi memutari tenda mereka seolah-olah harimau itu sangat penasaran dengan tenda Baskara dan Cindy.


"Kayaknya dia akan terus ngawasin kita, Bas." Ucap Cindy, dia duduk meringkuk di tengah-tengah tenda karena takut kalau si harimau tiba-tiba nekat menyerang tenda.


Baskara menghela napas, "kita gak bisa kemana-mana kalau begini caranya. Cuma ada 2 rencana yang gue pikirkan, tapi keduanya ini sama-sama beresiko."


"Apa rencana kamu?" Tanya Cindy.


"Antara harus bunuh harimau ini, atau kita pindahin tenda kita ke tempat lain yang jauh lebih aman." Jawab Baskara seada-adanya rencana yang terlintas.


"Apa gak ribet kalau kita harus pindahin tenda?" Cindy mempertanyakan lagi rencana Baskara.


"Pasti kita bongkar pasang tenda lagi Cind, ya ribet sih memang. Apa kita harus bunuh harimaunya aja kali ya." Lanjut Baskara.


"Kita kasih harimaunya obat penenang aja biar dia tidur." Usul Cindy.


Baskara melirik Cindy, "habis itu kita baru bunuh?"


"Tapi aku gak tega." Sambung Cindy.


"Tega gak tega deh, harimau aja pasti gak akan mikir dua kali buat makan lo Cind. Tapi gue suka ide lo, cuma pas dia tidur, nanti gue hantam kepalanya berkali-kali pakai gitar gue sampai dia mati. Gimana?" Tanya Baskara.


Cindy menatap sendu, "jahat banget."


"Ya abis gimana dong?" Baskara mulai gak sabaran.


"Selesai kita buat dia tidur, kita pindahin badannya yang jauh biar dia gak akan ganggu kita lagi." Pinta Cindy.


Tapi Baskara kayak langsung... "Astaga ribetnya." Berucap dalam hati.

__ADS_1


"Badan harimau itu berat Cind, banget. Buat ukuran dewasa aja bisa sampai 140 kilo. Terus lo mau kita buat gotong dia menjauh? Engga deh, patah pinggang kita." Ucap Baskara.


Tetapi Cindy tetap berpegang erat kepada pendapat barunya, "itu untuk harimau sehat Bas, harimau di depan kita itu badannya udah kurus kering, pasti bobotnya jauh lebih ringan daripada harimau yang sehat." Jelasnya.


Baskara pun gak punya pendapat lain yang bisa melawan argumen Cindy, meski agak kurang nyambung konsep hidup Cindy di permainan bertahan hidup ini, Baskara bisa mengerti karena Cindy juga udah terbiasa hidup menyelamatkan apapun, dalam hal ini, harimau yang sebenarnya bisa menyerang mereka kapan aja.


"Ya udah oke, kita coba angkat dia besok pagi, tapi kalau nyatanya badan dia berat dan kita gak sanggup, mau gak mau, tega gak tega gue bunuh harimau itu. Gimana?" Usul Baskara lagi.


Cindy mengangguk, "aku yakin kita bisa, tapi kalau memang nyatanya gak memungkinkan ya udah aku rela."


"Sepakat."


...***...


Di sepanjang perjalanan yang canggung ini, gue dan Vivi masih mengikuti 01, dan 02 yang tampak hening tanpa sebuah obrolan sedikit pun, sampai akhirnya gue yang sudah mulai bisa berjalan sendiri pun memecah keheningan.


"Kalian udah punya berapa ransum?" Tanya gue kepada 02. Tadinya gue kira 02 gak akan menggubris, tapi ternyata dia mau menjawab meski terdengar agak kesal.


"Yang jelas jauh lebih banyak dari punya lo." Katanya.


"Berapa?" Cecar gue lagi. Sengaja gue begini karena kalau gue bisa tau berapa banyak yang udah mereka punya, gue dan Vivi gak akan mencari ransum lain di area sini.


"Gue gak akan terjebak menyebutkan jumlah ransum yang kami punya supaya lo bisa menandakan lokasi, 10. Kami gak setol*l tim lain." Jawab 02 tenang.


Oke, untuk kali ini cuma itu informasi yang bisa gue terima. Yang jelas gue udah tau kalau mereka punya ransum lebih banyak dari punya gue dan Vivi karena gue yakin, 02 sempat melihat 1 ransum kami yang Vivi bawa, sementara tadi 02 bilang kalau ransum mereka jauh lebih banyak dari kami. Jadi gue berasumsi, berapa jumlah normal ransum yang bisa didapatkan orang profesional seperti mereka selama setengah hari ini.


Jadi intinya adalah, gue gak bisa ke area timur lagi, mulai besok gue dan Vivi akan menelusuri area selatan yang dimana ada 3 ransum lain di sana.


...***...


Jauh di lokasi terpencil di pinggiran hutan, ada sebuah perkumpulan rahasia yang terjadi di sini.


Perkumpulan itu beranggotakan Raymon, Vincent, beserta Kelly yang sudah datang ditemani 2 anjing peliharaannya.


"Beberapa titik cctv yang lo mau udah gue manipulasi rekamannya." Ujar Vincent yang sedari tadi sedang sibuk berkutat dengan laptopnya.


"Good." Ucap Kelly geram, dia masih diselimuti amarah semenjak dari ruang monitoring tadi.


"Lo kenapa?" Tanya Raymon.


Kelly mendadak tertawa dengan suara khasnya yang mengerikan, "gue cuma mau senang-senang malam ini, sekalian mengetes kesetiaan 2 anjing baru gue."


Yang seperti kita ketahui, 2 anjing itu adalah Enzo, dan Ivan yang sekarang dipaksa mengenakan pakaian taktikal lengkap, beserta topeng berkepala anjing siberian husky. Mereka berdua terpaksa menuruti segala keinginan Kelly dengan bayaran kebebasan.


"Hei anjing." Panggil Vincent.

__ADS_1


"Woof!" Jawab Enzo dan Ivan.


"PFFFT! BHAHAHAHA BANGS*T! Betulan menggonggong!" Vincent terpingkal-pingkal, dia gak kuasa menahan tawanya yang pecah mendengar jawaban Enzo dan Ivan.


"Mereka itu gak boleh ngomong bahasa manusia ya Kel?" Ucap Raymon kepada Kelly.


Kelly mendengus, "gak boleh sama sekali, karena status mereka ya anjing gue. Anjing gak boleh ngomong bahasa manusia dong." Jawab Kelly enteng.


"Kalau soal psycho, lo gak ada duanya Kel!" Puji Raymon.


"Well... Kayaknya gue akan langsung aja, untuk malam pertama ini kita buat mereka gak bisa tidur." Lanjut Kelly.


Raymon dan Vincent mendekat ke sisi Kelly. "Apa yang mau lo lakukan?"


Kelly memanggil Enzo, dan Ivan.


"Hei lo berdua, duduk!" Perintahnya.


Enzo dan Ivan seketika duduk menurut.


"Pergi ke lokasi yang ditandai ini, habisi 09, dan 10. Waktu kalian sampai pagi." Ucap Kelly.


"Yang lain gimana Kel?" Tanya Vincent.


"Yang gue incar cuma 09, 10. Karena mereka player pegangan Grace. Gimana pun caranya, Grace harus kalah dipertaruhan kali ini." Jawab Kelly.


"Mereka kan lagi bareng 01, dan 02 Kel. Kalau mereka bantuin 09, dan 10 gimana? Gagal dong kita." Sanggah Raymon.


Tapi di sini Kelly gak mau perintahnya dipatahkan, "gue udah beri mereka doping khusus yang biasa gue jual ke para atlet MMA.⁰¹ Kalau masih kalah juga ya kita bunuh aja mereka berdua sekalian. iya gak?" Kelly memelototi Enzo dan Ivan dengan sorotan penuh amarahnya.


Enzo dan Ivan seketika makin ketakutan.


"Kalau udah dapat doping itu gue setuju, monster besar sekuat Yohan juga pasti tumbang, apalagi 01 dan 02 yang cuma kuat fisiknya aja." Ucap Vincent, dia sekarang percaya Kelly seutuhnya.


"Ingat, gue mau 10 menderita sesakit mungkin." Pinta Raymon yang kini menanggapi penuh keseriusan.


"Jawab para anjing!"


"Woof! Woof!"


...°°°...


...[SENTRI INFO]...


__ADS_1


MMA, adalah Seni bela diri campuran atau lebih dikenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA) adalah olahraga kontak yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan.



__ADS_2