Sentrifugal

Sentrifugal
Eps. 27: Midnight


__ADS_3

...[Notes from Author]...


...Hai, pada episode kali ini ada beberapa istilah yang mungkin masih asing untuk sebagian teman-teman. Jadi saya sarankan untuk melihat deskripsi di akhir episode terlebih dahulu sebelum membaca. Thank you!...


...***...


Setelah kira-kira satu jam lebih lamanya kami berjalan bersama 01, dan 02. Gak terasa kami pun mulai tiba di persimpangan jalan setapak yang kalau gue dan Vivi belok ke arah kiri, itu adalah jalan menuju tenda kami, sementara 01, dan 02 masih jalan meneruskan langkah mereka menuju tendanya.


"Tenda kami ada di kiri, makasih iringannya." Ucap gue kepada 01, dan 02 yang cuma menanggapi kami dengan cuek.


"Jangan ketemu kami lagi ya, duo gelandangan." Ucap 02.


Vivi menggumam, "cih, sialan. Kalau aja gue jauh lebih kuat dari dia."


"Iya, seandainya gue bisa bela diri." Sambung gue dengan nada lemas, *huft...


Gue dan Vivi akhirnya berbelok ke kiri untuk lanjut pergi ke tenda kami, meski gelap, gue udah latihan beberapa kali pulang pergi ke rute ini sedari pagi, makanya masih ada ingatan samar mengenai jalan menuju tenda kami.


"Luka lo gak apa-apa Ram?" Tanya Vivi memecah kesunyian.


"Rahang gue sakit sih, tapi gak apa-apa Vi." Jawab gue seraya memberi tanda jempol.


"Sampai tenda lo harus makan." Sambung Vivi.


"Iya gue rasa juga gitu, untung gue udah biasa kelaparan dari kecil, jadi perut gue gak sakit-sakit amat." Lanjut gue juga.


"Dasar."


Jalan kami itu tadinya sunyi, sangat sunyi sampai-sampai suara jangkrik dan suara burung hantu itu terdengar jelas mirip kayak lo lagi dengerin musik lewat earphone. Hal itu juga bikin gue dan Vivi jadi bisa jauh lebih mawas diri kalau ada suara-suara langkah menginjak tanah selain dari kaki kami.


Sampai pada suatu ketika, dari arah kiri kami betulan terdengar suara langkah kencang seolah berlari ke arah kami.


"Ram!" Vivi mencengkeram lengan gue.


"Dari kiri, lo lari duluan, gue jaga belakang, buruan!" Perintah gue.


Vivi pun berlari kencang menuju arah tenda sementara gue menyusul dari belakang sembari melihat ke arah sekitar kiri dan kanan kami.


Langkah itu makin cepat dan makin dekat!


*SRAK SRAK SRAK SRAK SRAK SRAK!


Terus mendekat!


"Lari makin kencang Vi!" Teriak gue.


Vivi segera mengencangkan lagi laju kakinya karena sesuatu yang mengejar kami ini udah pasti bukan hal yang normal! *Hosh... Hosh... Hosh...


Tetapi usaha pelarian kami sia-sia saat gue melihat langkah kaki Vivi terhenti.


"Ram! Mereka udah di depan!" Teriaknya.


Sontak gue segera menyusul dan berdiri di samping Vivi.


*Hosh... Hosh... Hosh...


Dari depan kami, muncul 2 pasang mata merah yang menyala di tengah kegelapan. Kami langsung menduga kalau itu adalah harimau yang sengaja dilepaskan, tetapi... Sialnya, dugaan kami salah besar.


Setiap sosok itu kian mendekat, bentuk tubuhnya terus meninggi hingga sekarang tingginya hampir menyamai tubuh gue dan Vivi.


"Kabur ke belakang, mereka manusia!" Ucap gue yang lekas menarik tangan Vivi agar kami bisa lari ke arah yang berlawanan.


Vivi masih terpaku, tapi gue terus memaksa dia untuk lari menjauh.


"Vi ayo!"


Sayangnya lagi, ternyata laju lari kami ini bukan tandingan 2 orang tersebut. Mereka jauh lebih cepat mengejar kami dan salah satunya berhasil menarik tubuh gue sampai terperosok ke belakang.


Gue pun terjatuh dengan kencang!


*BRUUUGH!


"RAMA!"


Gue terkejut saat bertatapan muka dengan sosok yang ternyata memakai topeng anjing itu.


"Lo siapa?!" Tanya gue.


Di situ gue kesal dan takut disaat yang bersamaan, pasalnya hal ini gak dijelaskan sama sekali di peraturan permainan, dan gue sangat amat yakin kalau gak ada player lain yang berpakaian seperti mereka.


Tetapi sosok yang menyergap gue saat ini diam seribu bahasa, dia sama sekali gak menjawab dan malah langsung meniban tubuh gue, dan meninju wajah gue berkali-kali dengan amat kencang!


*BUAGH!


*BUAGH!


*BUAGH!


*BUAGH!


Melihat itu, Vivi langsung berlari menarik orang yang meniban tubuh gue sekuat tenaganya!


"PERGI LO BANGS***T!" Bentak Vivi, tetapi satu orang lainnya yang datang bersama orang ini langsung menghampiri Vivi dan mendaratkan tamparan kencang ke pipi Vivi sampai Vivi terhempas!


*PLAAAKKK!!!


Vivi pun tersungkur gak jauh dari tubuh gue, dia ambruk dan bibirnya sobek, tapi Vivi gak berhenti sampai disitu, dia lansung mengambil sebuah batang dari pohon mati yang terjatuh dan mencoba menghantam orang yang meniban gue sekali lagi.


Namun orang lain tadi masih menghadang Vivi, kali ini dia merebut batang pohon itu dan lagi-lagi dia menampar wajah Vivi kali ini jauh lebih keras dari sebelumnya!

__ADS_1


"LEPAS!!!"


*PLLLAAAKKK!!!


Kali ini Vivi benar-benar tumbang dan tak bangkit lagi.


Sadar kalau Vivi udah gak bergerak, amarah langsung memuncak dari dasar jiwa gue.


Meski muka gue penuh darah dan lebam-lebam, entah kenapa gue langsung bisa menahan pukulannya dengan kedua tangan gue.


"LEPAS BANGS***T!!!" Gue meronta sekuat tenaga, kemudian tangan gue berusaha mencekik leher orang ini sekuat tenaga!


"ANJ*NG LO!!!" Kata gue geram.


Dia pun merasakan dampak cekikan gue, karena sesak, perlawanan dari dia pun terhenti, berkali-kali dia mencoba menghajar wajah gue lagi, tapi pada titik ini...


Gue udah gelap mata.


Aura ingin melawan, berubah menjadi aura ingin membunuh.


Tangan gue makin mencengkram leher orang ini makin kuat tiap detiknya, dan meski mata gue dipenuhi darah sekali pun, gue gak akan berhenti!


"AAARRRGGGHHH!!!"


Hingga pada akhirnya dia pun menyerah dan bangkit dari atas tubuh gue, kali ini dia dan salah seorang lagi tengah berusaha melepas tangan gue.


Dan karena gue gak mau melepasnya juga, salah seorang tadi bangkit dan menendang kepala gue sangat kencang ke arah lain!


*BUUUAAAGGGHHH!!!


Tubuh gue pun terhempas dan berguling-gulingan di atas tanah, mata gue memutih dan gue hampir kehilangan kesadaran.


Sayup-sayup pandangan gue memudar, dan seolah-olah jumlah orang itu bertambah satu.


Lalu...


Penglihatan gue hilang.


...


Serangan mereka berdua terhenti sejenak, entah mengapa...


"Tidur sebentar ya, Rama."


Meski samar, gue bisa dengan jelas mendengar ada suara perempuan dan sebuah tangan yang mengelus rambut gue.


Tapi... Siapa dia?


Dari bawah cahaya bulan, muncul sesosok perempuan cantik dengan raut wajah yang jauh dari kata tenang.


Pandangannya tajam layaknya serigala buas yang tampil di hadapan 2 anjing.


Tetapi 2 manusia anjing itu masih tidak memberikan jawaban apapun. Meski mereka sempat mundur beberapa langkah, seperti yang kita semua ketahui, Enzo dan Ivan sadar betul kalau sosok yang sekarang muncul di hadapan mereka adalah...


Grace.


Dan malam ini, amarah Grace sudah terpantik.


"Masih gak mau bicara?" Grace berjalan mendekat dengan tangguhnya.


Tetapi bukannya takut, di sini Enzo dan Ivan malah menyerang Grace dengan segenap kekuatan mereka karena mereka menganggap Grace adalah lawan yang mudah. Kira-kira begitu, sebelum sebuah jab ⁰¹ menghantam wajah mereka berdua begitu akurat!


*BUAAAGH!


*BUAAAGH!


Kepala Enzo dan Ivan langsung sempoyongan setelah menerima jab kencang dari Grace, tetapi mereka belum tumbang.


"Wah, gak jatuh dong. Kayaknya gue harus sering-sering latihan lagi." Grace menyeringai.


Enzo dan Ivan saling beradu pandang, setelah itu sepertinya mereka telah menyepakati sesuatu meski sama sekali gak bicara.


Gestur tubuh mereka berubah menjadi gestur seorang boxer, dan setelah itu satu per satu pun mulai maju untuk menyerang Grace!


Beberapa jab, dan hook ⁰² Ivan lancarkan, tetapi gak satu pun diantara serangan itu mengenai Grace yang lincah.


"Kalian mau lawan gue dengan boxing? Cih."


Dari sisi lain, Enzo muncul dengan uppercut ⁰³ cepat karena sedari tadi tubuhnya bersembunyi di belakang tubuh Ivan untuk melacak titik buta Grace.


Ternyata itu benar titik buta Grace!


*WUUUSH!


Uppercut Enzo melesat!


Namun sayangnya, jarak dia masih terlalu jauh dari wajah Grace, Grace berhasil menghindar lagi dengan melangkah mundur beberapa senti.


"Huft... Hampir." Ucap Grace masih mempermainkan Enzo dan Ivan.


Kali ini Ivan pun kembali maju menyerang Grace dengan jab yang bertubi-tubi!


*WUSH!


*WUSH!


*WUSH!


*WUSH!

__ADS_1


Grace masih meliuk-liuk dengan mudahnya, hingga akhirnya dia pun mulai muak dengan serangan Ivan dan Enzo yang gak ada artinya ini.


"Hei duo tol*l, kalian itu selalu menyerang tubuh atas gue tanpa memperdulikan kalau tubuh bagian bawah gue lengang. Dan 1 lagi, kalian salah besar kalau menganggap gaya bertarung gue boxing."


Enzo mulai berteriak, "AAARRRGGGH!!!" Dia sama sekali gak menggubris perkataan Grace.


"Brengs*k. Kalau gue lagi bicara, simak dong."


Kali ini gak cuma tangannya, kaki Grace pun mulai bergerak dengan cepat mendang tubuh bagian ulu hati Enzo!


*DUAAAGGGHHH!!!


Enzo seketika berlutut, dan sekali lagi Grace melakukan serangan fatal dengan menendang kepala Enzo!


*BUAAAGGGHHH!!!


Kali ini Enzo pun terkapar tak sadarkan diri, sementara itu Ivan masih menyerang Grace dengan membabi buta!


Dia terus mengerahkan kaki dan tangannya melakukan banyak gerakan yang selalu bisa Grace tahan, meski pun pada titik ini Grace baru sadar kalau ternyata...


Serangan mereka jauh lebih bertenaga dari pada sebelumnya.


Dan Enzo yang tadinya terkapar pun ternyata masih bisa bangkit!


Melihat itu, Grace terkejut bukan main.


"Apa?!"


...***...


"Dopingnya mulai bekerja! Kelly! Lihat nih, anjing lo bangun lagi!" Teriak Raymon yang sedari tadi menontoni pertarungan Grace melawan Enzo dan Ivan dari layar laptopnya.


"HAHAHA MAMPUS LO 10!!!" Tawa Vincent puas.


Sementara Kelly cuma tersenyum santai sembari meminum sebotol bir dingin.


"Gila! Grace yang kuat begini aja bisa kepojok sama serangan anjing-anjing lo. Tapi kok cara aktif dopingnya begini Kel?" Tanya Raymon.


"Itu karena doping ⁰⁴ khusus gue butuh pemicu buat aktif, dan pemicunya adalah tiap damage yang dia terima. Makin hancur badannya, makin kuat juga dia." Jawab Kelly, dia menopang kepalanya dengan tangan kiri, wajahnya betul-betul nampak puas malam ini.


"Tapi Kel, kalau dopingnya begini, efek sampingnya pasti gak kalah gila dong?" Kali ini Vincent yang melempar pertanyaan.


Kelly tiba-tiba cekikikan, dia gak kuasa menahan tawanya saat membayangkan tubuh Enzo dan Ivan yang sebetulnya udah rusak parah akan terus bergerak menyerang Grace karena efek stimulan dari dopingnya.


"Loh malah ketawa dong dia." Vincent dan Raymon saling berbagi pandang.


Suara tawa Kelly makin keras, "AHAHAHAHA HAHAHA!!!"


Sambil tertawa, Kelly melempar sebuah kotak kecil yang berisi puluhan doping lainnya ke arah Vincent.


Vincent pun menangkap kotak itu, *tap!


Dari dalam kotak, Vincent melihat nama dan efek dari hasil pemakaian doping khusus ini.


Disana tertulis kalau doping ini akan membuat jantung pemakainya meledak karena saking cepatnya stimulan pada otot jantung dalam memompa darah.


Vincent gak habis pikir, dia melihat Kelly dengan wajah menganga.


"Woi, coba liat!" Pinta Raymon.


Vincent pun melempar kotak itu ke Raymon.


Kemudian respon Raymon sama dengan apa yang Vincent rasakan.


Di tempat mereka bertiga berada saat ini, sekarang udah bukan 3 VIP lagi.


Melainkan 2 VIP dan 1 Iblis.


"AHAHAHA!!! HAHAHA!!! HAHAHA!!!"


...°°°...


...[SENTRI INFO]...




Jab. Jab atau parap adalah pukulan pembuka dalam olahraga tinju. Pukulan parap berupa pukulan lurus ke depan, bisa mengarah ke muka atau badan lawan.




Hook, adalah Pukulan yang juga dikenal sebagai pukulan arah setengah lingkaran dan menggunakan tangan lead.




Uppercut, adalah pukulan pendek dalam boxing, biasanya merupakan pukulan andalan untuk mengalahkan lawan dengan KO.




Doping. Doping ialah penggunaan zat terlarang dalam olahraga buat mempertinggi performa atau penampilan seseorang atlet pada kompetisi olahraga. (Dalam universe Sentrifugal, jenis doping di sini berbeda dengan jenis doping normal dikehidupan nyata.)


__ADS_1



__ADS_2