Senyum Yg Penuh Luka

Senyum Yg Penuh Luka
chapter 14


__ADS_3

2 bulan berturut turut lowa sudah bekerja ditoko bunga dan lumayan hasil kerja kerasnya ia yg lebih men sapa kan gaji banyak ketimbang lainya.


saat pulang kerumah tiba tiba ibunya memukulinya entah alasan apa


lowa: ampun bu hiksss hikssss mengapa ibu memukuliku


sairah: diam kamu, kamu kan yg membuat ela kena dihukum berlari keliling lapangan


lowa: bukan aku bu hiksss hiksss hiksss


ela: bohong bu karna ka lowa aku jadi dihukum


lowa:emang aku salah apa


ela: tadi aku mau cegah kaka untuk jangan keluar arnas aa pengawas tapi malah aku yg kena hukum


lowa: dari tadi kaka diam dikelas


ela: kaka bohong


lowa: enggak


sairah :cukup lowa pergi kau kaka muak lihat mukamu


kemudian lowa menuju kamarnya dengan kaki yg sedikit sakit.


ia pun merebahkan tubuhnya diranjang tak lupa ia mengunci pintunya


sementara ela kembali kekamar dengan perasaan puas.


ela: kaka pikir aku tidak bisa membuatmu keluar rumah lihat sejauh mana kaka bertahan aku akan membuat kaka pergi keluar rumah


sementara alfin sehabis pulang dari rumah teman ia menuju kamarnya untuk membersihkan badan karna merasa lelah ia berendam didalam bet up


ela keluar kamar dengan berpakaian rapi kemudian ia menuju garasi untuk membawa mobil sendiri


ela: gibran mana kunci mobilnya

__ADS_1


gibran: kaka mau kemana


ela: kaka mau keluar tempat temen


gibran: oh ok itu didekat TV


kemudian ela mengambilnya dan langsung keluar menuju club


sesampainya ela memarkirkan mobilnya ia ingin menikmati dengan meminum minuman alkohol ia menjadi kecanduan karna temannya membagikan minuman tersebut kepadanya


disana ia memesan 5 botol minuman beralkohol erlahan ia menuangkannya ke dalam gelas dan kemudian meminumnya


sementara lowa kini sedang membersihkan diri sesekali ia memijit kakinya yg terasa sakit akibat pukulan dari ibunya.


lowa: aaaw


lowa: kenapa bisa jadi begini


sementara saat kini ela sedang mabuk berat ia kesana kemari dengan jalan gontai tiba tiba ia menabrak seorang pria berbadan kekar.


"ah" pekiknya karna merasa sakit


namun yg ternyata ditabrak Ela adalah seorang pria yg kini tengah dalam keadaan mabuk.


ringis ela bagaikan desahan nikmat yg didengar dari pria tersebut.


pria tersebut tidak perduli ia malah menuntun ela menuju sebuah kamar begitu juga dengan ela.


sesampainya dikamar pria tersebut menghempaskan tubuh ela diranjang


"ah" ringis ela merasa sakit karna terhempas kasar


pria tersebut semakin kepanasan ia kemudian me***mat bibir ela sementara ela hanya diam karna ia belum pernah merasakan yg nama nya pacaran


pria tersebut membuka pakaian ela dan miliknya hingga terlepas semua


dan akhirnya terjadilah hubungan seksual antara ela dan pria itu

__ADS_1


kini ela bukan lah gadis perawan lagi ia sekarang menjadi gadis yg kotor.


sementara dirumah sairah dan jonatan menghawatirkan ela.


natan :lowaaaaa " teriaknya


lowa: ada apa pa


natan: dimana adikmu


lowa: yg mana pa


natan: ela


lowa: aku gk tau pa


natan: gk usah alasan kamu jangan coba coba menyakiti adikmu ingat itu atau kau akan mendapatkan hukuman dariku


lowa: beneran pa aku gk tau


sairah : jangan bohong kamu


gibran: alah mah pa ngapain kalian percaya sama ka lowa dah tau dia tukang pembohong masih aja dipercaya


bella: jangan bilang ka lowa sembunyikan ka ela


kejora: hayo ka ngaku


tuduhan pedas dari adik adiknya membuat ela semakin sakit.


alfin: itu gk benar mah pa tadi aku lihat ka ela keluar rumah bawah mobil aku juga dengar sendiri ka ela tanya kunci mobil sama ka gibran


gibran: lo bisa gk gk usah ikut ikutan


alfin: sebelum ngomongin orang periksa diri sendiri yg tadinya sempat ikut nuduh ka lowa gk


natan: ahh udah cukup cukup kalian ini malah berantem mulu

__ADS_1


__ADS_2