
2 bulan berturut turut lowa sudah bekerja ditoko bunga dan lumayan hasil kerja kerasnya ia yg lebih men sapa kan gaji banyak ketimbang lainya.
saat pulang kerumah tiba tiba ibunya memukulinya entah alasan apa
lowa: ampun bu hiksss hikssss mengapa ibu memukuliku
sairah: diam kamu, kamu kan yg membuat ela kena dihukum berlari keliling lapangan
lowa: bukan aku bu hiksss hiksss hiksss
ela: bohong bu karna ka lowa aku jadi dihukum
lowa:emang aku salah apa
ela: tadi aku mau cegah kaka untuk jangan keluar arnas aa pengawas tapi malah aku yg kena hukum
lowa: dari tadi kaka diam dikelas
ela: kaka bohong
lowa: enggak
sairah :cukup lowa pergi kau kaka muak lihat mukamu
kemudian lowa menuju kamarnya dengan kaki yg sedikit sakit.
ia pun merebahkan tubuhnya diranjang tak lupa ia mengunci pintunya
sementara ela kembali kekamar dengan perasaan puas.
ela: kaka pikir aku tidak bisa membuatmu keluar rumah lihat sejauh mana kaka bertahan aku akan membuat kaka pergi keluar rumah
sementara alfin sehabis pulang dari rumah teman ia menuju kamarnya untuk membersihkan badan karna merasa lelah ia berendam didalam bet up
ela keluar kamar dengan berpakaian rapi kemudian ia menuju garasi untuk membawa mobil sendiri
ela: gibran mana kunci mobilnya
__ADS_1
gibran: kaka mau kemana
ela: kaka mau keluar tempat temen
gibran: oh ok itu didekat TV
kemudian ela mengambilnya dan langsung keluar menuju club
sesampainya ela memarkirkan mobilnya ia ingin menikmati dengan meminum minuman alkohol ia menjadi kecanduan karna temannya membagikan minuman tersebut kepadanya
disana ia memesan 5 botol minuman beralkohol erlahan ia menuangkannya ke dalam gelas dan kemudian meminumnya
sementara lowa kini sedang membersihkan diri sesekali ia memijit kakinya yg terasa sakit akibat pukulan dari ibunya.
lowa: aaaw
lowa: kenapa bisa jadi begini
sementara saat kini ela sedang mabuk berat ia kesana kemari dengan jalan gontai tiba tiba ia menabrak seorang pria berbadan kekar.
"ah" pekiknya karna merasa sakit
namun yg ternyata ditabrak Ela adalah seorang pria yg kini tengah dalam keadaan mabuk.
ringis ela bagaikan desahan nikmat yg didengar dari pria tersebut.
pria tersebut tidak perduli ia malah menuntun ela menuju sebuah kamar begitu juga dengan ela.
sesampainya dikamar pria tersebut menghempaskan tubuh ela diranjang
"ah" ringis ela merasa sakit karna terhempas kasar
pria tersebut semakin kepanasan ia kemudian me***mat bibir ela sementara ela hanya diam karna ia belum pernah merasakan yg nama nya pacaran
pria tersebut membuka pakaian ela dan miliknya hingga terlepas semua
dan akhirnya terjadilah hubungan seksual antara ela dan pria itu
__ADS_1
kini ela bukan lah gadis perawan lagi ia sekarang menjadi gadis yg kotor.
sementara dirumah sairah dan jonatan menghawatirkan ela.
natan :lowaaaaa " teriaknya
lowa: ada apa pa
natan: dimana adikmu
lowa: yg mana pa
natan: ela
lowa: aku gk tau pa
natan: gk usah alasan kamu jangan coba coba menyakiti adikmu ingat itu atau kau akan mendapatkan hukuman dariku
lowa: beneran pa aku gk tau
sairah : jangan bohong kamu
gibran: alah mah pa ngapain kalian percaya sama ka lowa dah tau dia tukang pembohong masih aja dipercaya
bella: jangan bilang ka lowa sembunyikan ka ela
kejora: hayo ka ngaku
tuduhan pedas dari adik adiknya membuat ela semakin sakit.
alfin: itu gk benar mah pa tadi aku lihat ka ela keluar rumah bawah mobil aku juga dengar sendiri ka ela tanya kunci mobil sama ka gibran
gibran: lo bisa gk gk usah ikut ikutan
alfin: sebelum ngomongin orang periksa diri sendiri yg tadinya sempat ikut nuduh ka lowa gk
natan: ahh udah cukup cukup kalian ini malah berantem mulu
__ADS_1