
keesokan harinya kini lowa tengah bersiap siap ia juga telah membuat sarapan pagi ia pun pamit dengan amanda menuju kantor dengan menaiki taxi online
sesampainya dikantor ia disambut hangat oleh para karyawan lainnya namun ada juga yg acuh terhadapnya namun lowa gak mempertimbangkan masalah itu ia pun tersenyum ramah
tak lama kemudian ia pun menuju ruangannya ia menaiki lift agar cepat.
lowa kemudian duduk dan memulai pekerjaannya
ia bekerja keras.
sementara arka baru saja menuju ruangannya tak lama kemudian asistennya datang bersama pria yg bekerja sama dengannya dan jga sekretari pria tersebut
pria tersebut berjabat tangan dengan arka kemudian mereka pun membahas tentang kerja samanya.
sekretaris pria tersebut tak henti hentinya menyapa arka dengan kagum melihat ketampanan arka membuatnya berdecak kagum dan memiliki niat untuk memiliki arka seutuhnya namun harus bagaimana lagi ia tak bisa berbuat apa apa
arka : baiklah kita sudahi pembahasan ini
... : senang bekerja sama dengan anda tuan arka
arka : ya pak Natan
yah yg bekerja sama dengan arka adalah Natan ayah kandung lowa.
seusai natan meninggalkan ruangan arka lowa yg kini berasa diruangannya bergegas untuk mengantarkan berkas yg tadi karyawan antar padanya.
ia pun menuju ruangan arka menggunakan lift.
natan ingin menuju lift namun ia tak sengaja berhadapan dengan gadis yg baru saja keluar lift.
lowa terkejut namun tidak dengan natan
lowa segera melangkahkan kakinya yg mulai lemas itu dengan cepat menuju ruangan arka
natan: seperti tak asing dengan gadis itu
__ADS_1
natan: ah sudahlah tak penting
sementara lowa berdiri sejenak disudut ruangan menahan air mata ia tak menyangka akan berharap pria yg berstatus ayah kandungnya seketika ingatan masa lalu terngiang ngiang dikepalanya saat ia diusir dari rumah bahkan ia coret dari kartu keluarga dan tak dianggap sebagai keluarga lowa merasakan sakit hati yg mendalam.
puas ia menangis ia pun melap matanya menggunakan tangannya kemudian ia pun bergegas memasuki ruangan arka
lowa pun mengetuk pintunya
tok
tok
tok
arka: masuk
lowa: permisi presdir
kemudian lowa pun meletakkan berkas itu kemeja arka
arka hanya mengangguk kemudian lowa pun ingin keluar dari ruangan arka namun arka segera menggantikannya
arka : tunggulah disofa
lowa : tapi presdir-)
arka: aku tak suka dibantah "ujarnya tegas
lowa pun menuju sofa dan menunggu arka yg sedang fokus terhadap berkas yg ia tandatangani
sesekali ia melirik lowa yg tengah duduk disofa.
lowa melirik arka ia memperhatikan wajah tampan arka sembari tersenyum senyum sendiri.
arka menyadari lowa yg sedang memandanginya sembari tersenyum senyum sendiri.
__ADS_1
arka: ada apa denganmu tersenyum seperti itu
lowa pun terperanjat dan kebingungan
lowa: ah mm itu.... anu tuan Mmm
arka : anu apa jangan menggoda saya karna saya sama sekali tidak tertarik dengan anda.
(huh... wajah nya aja tampan tapi hatinya jelek yg goda dia siapa coba)batin lowa kesal.
arka berdiri dri tempat duduknya dan mendekati lowa.
lowa yg menyadarinya menjadi gugup ia pun berdiri dari duduknya.
lowa: permisi presdir saya ingin melanjutkan pekerjaan saya.
saat lowa ingin berjalan menuju pintu lengannya terlebih dahulu ditarik oleh arka sehingga ia terjatuh didalam pelukannya.
arka: apa kau ingin menggodaku
lowa: (hah menggoda maksudnya) batin lowa
lowa: mm... maaf presdir bisakah kau melepaskan pelukannya
kemudian perlahan arka pun melepaskan lengan lowa
lowa: maaf presdir saya tak berminat menggoda anda
arka :benarkah tapi mengapa pakaianmu sexi sekali apakah gaji yg kuberikan belum cukup ohh iya kan kau baru pertama kerja jadi tak bisa membeli pakaian
lowa: tidak tuan kanyor yg menyediakan ini untukku
arka: benarkah?? aku tidak percaya
lowa: terserah anda tuan percaya atau tidak saya permisi ingin kali keruangan saya.
__ADS_1