Senyum Yg Penuh Luka

Senyum Yg Penuh Luka
chapter 15


__ADS_3

sementara dikamar kini ela dan pria tak dikenalnya tertidur dengan pria tersebut membelakangi ela


tak lama ela terbangun sembari memijat keningnya ia mengingat ngingat apa yg terjadi tadi sore.


ia membulatkan matanya ia melirik pria disampingnya yg tak mengenakan apa apa


ela kemudian melihat badannya yg juga tak mengenal pakaian serta darah terlihat jelas diselangkangnya


ela: apa yg telah aku lakukan "ujarnya dengan mata berkaca kaca


kemudian ela menendang pria tersebut


ela: pergi kau hiksss hiksss pergiiiii" teriaknya histeris sehingga pria yg ia tendang tersebut tersungkur dan terbangun


pria tersebut tak kalah kagetnya dengan ela


pria : apa yg kau lakukan denganku " ujar pra tersebut menyalahkan ela.


ela: kau yg memperkosaku dan sekarang kau yg menyalahkan ku hah" teriak ela


pria tersebut : heh kamu jangan sembarang ngomong ya


ela: sekarang kau pergi pergiiiiiii


tak tega melihat ela menangis pria tersebut memakai pakaian dan celana nya dan keluar dari dalam kamar


sementara ela perlahan turun dari ranjang ia merasakan sakit yh luar biasa dibagiang selangkangnya ia menggigit bibir bawahnya dan memungut pakaiannya yg berserakan dilantai

__ADS_1


ia melihat darah diranjang tersebut ia menangis tersedu sedu ia menuju kamar mandi yg ada dikamar tersebut dan membersihkan dirinya


setelah itu ia keluar dengan pandangan kosong


ia mengambil kunci mobilnya yg berada dilantai juga.


ia pulang menuju rumah.


sesampainya dirumah ia melihat seluruh keluarganya berada diruang tamu


sairah yg melihat kedatangannya langsung berhambur memeluknya


sairah: nak kamu membuat kami semua khawatir


ela tak menggubrisnya ia melihat lowa yg sedang berdiri ditangga ia menatap lowa dengan tatapan penuh kebencian ia ingin melampiaskan semua amarah nya pada diri lowa sementara lowa yg ditatap hanya menunduk diam.


kemudian ela mendekatinya dan menampar nya


seluruh keluarga yg melihatnya terkejut


alfin: KAKA APA YG KAKA LAKUKAN HAH" teriak alfin menggebu gebu


ela: PUAS LO HAH SUDAH PUAS


lowa yg tidak mengerti hanya diam menatap ela kebingungan ia merasakan rasa pedih dipipinya yg mulai mengeluarkan sedikit darah akibat kena goresan kuku ela


natan : ela apa yg kamu lakukan " natan

__ADS_1


ela: pah ka lowa menyuruh seorang pria untuk memperkosaku


semua yg berada diruang tengah terkejut mendengarnya sama halnya dengan ibu lowa ia terduduk lemas


ela: sekarang aku bukan perawan lagi


lowa: tidak pa itu tidak benar aku seharian berada di dalam kamar


natan : apakah itu benar lowa


lowa: tidak pa


sairah : jangan bohong kamu ela" teriak sairha sekuat tenaga karna telah merasakan lemas di sekujur tubuhnya


ela: gk ma ini semua salah nya ka lowa dia yg menyuruh seseorang untuk membuatku mabuk dan akhirnya aku melakukan hubungan seksual dengan pria tersebut


lowa : tidak pa lowa sama sekali tidak menyuruh seseorang untuk melakukan hal itu


alfin: yg dikatakan ka lowa benar pa ka lowa sama sekali gk melakukan hal tersebut


ela: diam kamu fin selama ini aku diam kau selalu saja membelanya sekarang tidak akan aku biarkan


alfin: aku hanya membela ka lowa ka tidak seperti mu yg berhati keras


natan : CUKUP


natan: LOWA PAPA GK NYANGKA KAMU MELAKUKAN HAL INI TERHADAP ADIK KANDUNG MU SENDIRI SEKARANG KAMU IKUT PAPA

__ADS_1


natan mendekati lowa dan menarik rambutnya hingga lowa terseret


alfin yg melihatnya langsung diselimuti api amarah yg membludak


__ADS_2