Senyum Yg Penuh Luka

Senyum Yg Penuh Luka
chapter 8


__ADS_3

alfin: kalo ka lowa pergi dari sini aku juga akan pergi dengan ka lowa pa ingat pesan itu baik baik.


natan: jika lowa pergi dari sini kau pun tak akan bisa pergi dari sini kau tau dia hanyalah anak pembawa sial.


alfin: papa keterlaluan.


gibran: CUKUP ALFIN SEBAIKNYA KAU DIAM


alfin : kau yg seharusnya diam kau gk ada urusannya dengan ka lowa


gibran: kurang hajar


kemudian gibran pun menghampiri alfin hendak memukul alfin.


alfin tak tinggal diam ia persiapkan semuanya ia mengingat ngingat ajaran karate yg diadakan setiap minggu disekolah.


saat gibran hendak melayangkan Boreman dengan sigap alfin memegang tangan gibran lalu memeluntirnya kebelakang.


"aaaaaaakh" teriak gibran


sairah: alfin apa yg kamu lakukan dia itu kaka kamu.


alfin: salah dia sendiri kenapa gk belajar bela diri


natan: ALFIIIN"teriak natan


alfin: aku akan melepaskan ka gibran asalkan papa tidak mengusir ka lowa dari sini.


natan: alfin jangan coba coba menantang papa kamu ya.

__ADS_1


alfin: aku tidak menantang mu pah aku hanya ingin ka lowa tidak diusir dari rumah


natan: ok lowa akan tetep tinggal dengan kita tapi kali ini biaya kuliyah ia tanggung sendiri serta jika ia ingin makan makan bantu lah para pelayan dirumah ini.


alfin: isyarat macam apa itu pa.


lowa: sudahlah fin tidak apa biar kaka yg melakukannya.


alfin: ok asalkan kalinatidakenghakimi ka lowa seenaknya aja dan kalian juga"ujar alfin menunjuk ela, bella dan kejora tanpa melepaskan tangan gibran yg ia plintir


alfin: aku tidak akan biarkan kalian menyakiti ka lowa lagi.


ela yg mendengarnya menjadi kesal


(kenapa gk sekalian diusir aja)batin ela


ela:udahlah ma ela bosan


ela :paan sih itu alfin anak keempat aja bangga kecuali dia yg lebih tua sok ngatur


gerutu ela didalam kamar


setelah keributan tadi malam kini lowa tidak ditegur sapa sama sekali bahkan tidak ada yg melirik nya seolah olah hanya angin yg masuk rumah sama halnya dengan adik adik lowa mereka tampak cuek dan lebih benci terhadapnya namun beda halnya dengan alfin ia malah sering membuat lowa tertawa.


lowa sedang membuat makan malam saat semua nya sudah berkumpul baru lowa ikut bergabung sedangkan alfin masih berada dikamar


sairah: lowa kamu lupa ya kamu itu disini cuma numpang jadi kamu makan dikamar kamu nanti kalo ada sisanya baru diantar kekamar kamu.


ela: yes Sana sana Hus hus selera makanku nanti bisa gk enak karna ada yu

__ADS_1


bella: yes bleee rasain lu


kejora: yeeee udahlah ka lowa makan dikamar aja juga kita senang banget gk ada ka lowa bahkan mati sekalian.


gibran : haha tau ni kaka macam apa ini.


lowa hanya menurut ia menatap ayahnya yg ia dapatkan malah tatapan maut dari sang ayah kemudian lowa pun menuju kamar untuk menunggu makan malamnya diantar.


sementara alfin yg baru saja keuar kamar ia kebingungan mencari lowa.


alfin: loh ka lowa dimana


gibran: mau mandi dulu katanya"ujar gibran berbohong


alfin yg begitu percaya ia pun kemudian ikut makan.


seusai makan malam kini hanya tersisa sayur sup dan ikan sairah pun menyuruh pelayan untuk mengantarkan sisa makanan tersebut ke lowa


pelayan tersebut menurut kudian ia pun mengantarkan makanan tersebut ke lowa


tok


tok


tok


lowa: masuk


pelayan: nona ini makan malam anda

__ADS_1


lowa: ohh iya bawa sini bi


kemudian pelayan tersebut memberikan nampan berisi makanannya.


__ADS_2