Senyum Yg Penuh Luka

Senyum Yg Penuh Luka
chapter 16


__ADS_3

alfin : HENTIKAN PAAAAA" teriak nya menggebu gebu


alfin : KA LOWA TIDAK ADA SALAHNYA SAMA SEKALI


ela: kalau kamu tidak percaya pun ini buktinya


ela memberikan hasil rekaman percakapan lowa tadi siang dengan seseorang


namun bukan lowa tapi ia menyuruh temannya untuk mengatakan itu dan menggunakan filter agar tampak terlihat siang hari padahal ia meminta temannya saat ia pulang dari club ia merencanakan nya hingga tersusun rapi


ia mengedit suaranya agar terdengar sama dengan suara lowa


ela: apa kamu belum puas hah"bentak lowa


alfin yg sedari tadi membela langsung membungkam mulutnya banyak tanda tanya dan rasa tidak percaya namun ia sudah melihat jelas


namun ada kebodohan diantara mereka semua yaitu mereka tak melihat siapa wajahnya


alfin: tidak mungkin


ela: ini dia


alfin: tapi ia membelakangi


ela: tidak mungkin aku harus merekam didepannya


alfin : aku tidak menyangka


lowa: alfin jangan percaya Alfin kumohon itu bohong


alfin diam ia meneteskan air matanya kali ini ia tidak mempercayai lowa ia berlari menuju kamarnya


lowa : alfiiiiiiin" teriak lowa

__ADS_1


sementara ibu dan adik adik lowa hanya menonton nya saja mereka bingun apa yg harus mereka lakukan.


lowa: papa sakit pa hiksss hiksss papa tolong percaya pada lowa ini bukan lowa yg melakukannya


natan: bohong kamu sudah jelas jelas adikmu mengatakan nya kalau kamu yg menyuruh orang dan mempunyai buktinya masih mau mengelak kamu ha" teriak natan sembari menyeret lowa


lowa: tidak pa lowa tidak melakukan itu


sesampainya didepan pintu natan melempar lowa keteras.


natan: pergi kau dari sini jangan anggap aku sebagai orang tua mu lagi dan jangan coba coba menampakan diri disini ingat itu


kemudian natan menutup pintunya


lowa: papa jangan usir lowa dari sini pa papa mama tolong lowa ma hikssss hiksss hiksssss mamaaaaaa" teriaknya


lowa kemudian menuju gerbang dengan jalan gontai dan isak tangis piluh ia terus berjalan


dan gerbang pun terbuka lebar untuknya


lowa: selat tinggal semuanya" kata lowa ditanggung tengah isaknya


lowa menelusuri jalan raya yg sudah mulai sepi dengan berjalan gontai


ia menangis sepanjang jalan ia bingun harus bagaimana sedangkan uang tabungan berada dikamar nya.


akhirnya lowa pun memutuskan untuk pergi kerumah amanda untuk sementara


sesampainya dirumah amanda lowa mengetuk pintunya


tom


tok

__ADS_1


tok


tok


tok


tok


amanda: sebentar


kemudian amanda pun membuka pintunya dan betapa terkejutnya ia saat melihat pemandangan didepannya


amanda: lowa yaampun aku senang banget lo kesini kebetulan aku lagi gk punya teman mama papa aku keluar kota


lowa tak menggubrisnya ia hanya diam sembari terisak


amada: lo kenapa


lowa kemudian memeluk amanda dan menangis dipelukan amanda


amanda yg masih terkejut ia pun menuntuk lowa untuk duduk disofa


amanda: sudahlah lowa tenang kan dirimu dulu katakan apa yg terjadi


kemudian lowa menceritakan dari awal hingga dimana dirinya dilempar keluar oleh ayahnya


amanda: ya ampun lowa jika gw jadi lo gw bakalan balas dendam tu kemereka apalagi ke ela adik lo yg sok suci itu


lowa: sekarang apa yg harus aku lakukan uang tabung ku berada didalam kamar


amanda: sudahlah jangan pikirkan hal itu sementara li tinggal disini sama gw dan gw juga ada baju baju lama gw yg gk gw pakek lo bisa memakainya nanti


lowa: tapi buku kampus ku kaya apa

__ADS_1


amanda: jangan pikirkan hal itu gw punya buku kampus gw yg lama lo tenang aja


lowa: terimakasih ya amanda gw janji gw bakal balikin jika gw udah sukses gw akan balas kebaikan lo


__ADS_2