Senyum Yg Penuh Luka

Senyum Yg Penuh Luka
chapter 19


__ADS_3

saat makan malam amanda menceritakan saat ia kecil bertemu dengan anak laki laki yg tampan


aku menyimak dengan seksama aku tau aku gadis lemah yg tak bisa apa apa namun suatu hari aku ingin menjadi dokter hasil nilai ku selalu bagus namun sayangnya setiap kali percobaan membedah saat aku melihat darah aku pasti langsung terjatuh pingsan dan tak sadar diri dan akhirnya aku memutuskan untuk melamar pekerjaan dikantor saja menjadi sekretaris.


amanda juga tak lupa menyemangati ku aku pun sangat senang akan hal itu.


sudah 2 minggu aku meninggalkan rumah tak ada yg mencariku bahkan adikku terkadang setiap malam aku menangis dalam diam merasakan penderitaan yg aku alami


buat apa aku hidup didunia ini hanya untuk diperlakukan seperti ini.


bahkan keluargaku sendiri tak menganggapku sebagai keluarga mereka.


terkadang aku juga sesekali melihat keadaan keluargaku.


sulit rasanya untuk melupakan mereka semua


aku melihat mereka tertawa dan bercanda ria.


sama halnya dengan alfin biasanya ia akan sdih karna tak ada aku namun kini ia tertawa senang tapi aku ikut senang melihatnya tertawa lepas seperti itu.


aku masih tinggal bersama amanda ia tidak merasakan keberatan sama sekali bahkan ia malah senang bisa tinggal berdua dengannya ia sangat menginginkan saudara perempuan.

__ADS_1


aku turut senang mendengarnya namun lagi lagi pikiranku terus memikirkan keluarga ku.


aku mengingat dimana adikku alfin tertawa lepas seperti itu hingga membuatku tersenyum senyum sendri


sudah 4 bulan berturut turut aku bekerja ditoko bunga dan hasil gajiannya ku tabung dan sisanya kubuat kebutuhanku sehari hari meski amanda selalu menolak namun aku bersikeras untuk memenuhi kebutuhannya sendiri aku tak mau ia jadi terbebani karena aku.


saat ini kami dicutikan selama seminggu.


dan aku pun memanfaatkan waktuku untuk belajar dan beristirahat.


dan saat amanda izin keluar untuk mencari pakaian renang aku memanfaatkan ini untuk melihat keadaan keluarga ku


alfin, ela, dan gibran satu mobil.


sementara bella, kejora ikut dengan mama papa


dan aku melihat dari penampilan mereka sepertinya mereka ingin kepantai.


aku pun kembali ke apartemen amanda.


aku langsung menjatuhkan tubuhku disofa aku merasa sangat iri dengan mereka semua

__ADS_1


mereka bisa mendapatkan kasih sayang mama papa yg cukup lebih sementara aku sedari kecil


aku sudah layaknya menjadi orang asing yg baru datang dari planet lain


sedih rasanya saat dimana adikku ela menurutku hingga aku diusir dari rumah.


aku ingin sekali memeluk mama papa


aku ingin sekali mereka memanjakan layaknya seperti anak anak yg lain yg selalu mendapatkan kasih sayank orang tua


yah meski aku sudah dewasa tetapi tetap saja aku iri dengan anak anak kecil itu mereka selalu berjalan dengan mama papa nya


sementara aku bertanya sedikitpun dibalas judes oleh mama sakit rasanya mengingat semua itu ingin rasanya aku pergi dan menghilang dari dunia ini


entah kenapa Tuhan selalu mempertahankan aku disini.


aku merasa sangat hampa meski di kehidupanku sudah diberikan sahabat yg baik namun tetap saja aku merindukan keluargaku


aku iri saat mendengar amanda menelpon mam papanya dengan manja aku juga ingin seperti itu ke mama papa aku namun itu semua hanya halusinasi ku aja


kadang juga aku tersenyum sendiri membayangkan betapa bahagianya aku jika diperlakukan layaknya bocah berumur 3 tahun

__ADS_1


__ADS_2