
Desa kecil di sebelah mansion Andi, desa yang sudah di renovasi ulang dan menjadi desa yang bagus nan indah. desa ini sudah banyak berubah semenjak Andi mulai membangun ulang, Hanya ada kehangatan dan kebahagian bagi penduduknya, ini berbeda dengan sebelumnya, sebelum Andi ke sini.
Andi sedang duduk di meja makan bersama Fany, mereka memakan sebuah makanan yang sangat di rindukan Andi semenjak tinggal di dunia ini yaitu.
"Nasii!!!! akhirnya ada nasi di dunia ini hiks!! " Andi sangat senang dengan nasi dan daging kambing di depannya yang di sajikan di piring, Andi pun melihat ke arah Fany.
"papa ini apa?" tanya Fany sembari mengangkat piring nya, Andi pun memberitahunya.
"ini adalah nasi, walau ini memang biji-bijian tetapi ini sangat enak" sembari mengambil sesendok nasi dan lauk, Andi pun mengajari cara memaknya dengan sendok.
"begini cara nya, haaum" mempraktekan cara memakan kepada fany, Fany pun langsung mengikuti papanya.
"haauum!!" Fany sangat imut saat makan dan sangat lucu itu membuat para pelayan sangat suka padanya, Andi pun juga demikian.
Setelah selesai sarapan, Andi pergi bersama Fany ke Desa untuk berjalan-jalan. Desa Sudah mulai hidup kembali, para warga sudah mendapatkan pekerjaan masing-masing.
"baru beberapa bulan sudah semakin baik saja desa ini di rawat oleh para pelayan" Andi pun berjalan menggandeng tangan Fany berjalan di jalan desa.
"papa lihat mereka berenang di sungai~" ucap Fany sembari menunjuk ke arah anak-anak yang sedang berenang di sungai, Andi pun tersenyum dan berkata.
"mereka anak-anak di desa ini, bertemanlah dengan mereka jika kamu mau" ucap Andi sembari menatap ke arah Fany dengan hangat, Fany pun mengangguk.
"baiklah papa, jika Fany sudah bosan di rumah Fany akan ke desa untuk bermain" ucap Fany sembari tersenyum hangat, anak-anak yang berenang tadi melihat'Andi.
"tuan selamat pagi!!!"
"pagii tuaan hebatt!!"
"aaaaa anak tuan cantik!!"
Sapaan anak-anak tersebut, Andi pun menyapa balik dengan tersenyum dan melambaikan tangany ke arah anak-anak tersebut lalu Fany mengikuti nya.
"haah~, ini baru isekai sangat tenang dan damai..." Andi tersenyum senang sembari berjalan-jalan di desa bersama Fany, setelah itu Andi pergi ke rumah gafrin.
Setelah sampai Andi melihat gafrin sedang duduk memberi pakan ayam-ayam nya, Andi pun melihat ke Fany.
Andi jongkok dan berkata,
__ADS_1
"Fany kamu pergilah bermain dan carilah teman" ucap Andi dan Fany pun tersenyum senang.
"siap papa!!" ucapnya dengan sangat senang kemudian Fany pun berlari sangat cepat ke arah desa, Andi pun tak lupa memasangkan energi sihirnya ke tubuh Fany agar bisa melacaknya.
Setelah fany sudah menghilang dari pandangan, Andi berdiri dan berjalan ke arah gafrin sembari mengeluarkan sebuah item.
Beralih ke Fany.
Tak butuh waktu lama bagi Fany untuk mendapatkan seorang teman, setelah dia pergi meninggalkan Andi seketika Fany berkenalan dengan banyak anak-anak di desa.
Setelah itu Andi keluar dari rumah gafrin dan bergegas berjalan menuju ke arah Fany, gafrin yang berada di depan rumah mengantar perginya Andi sembari memegang sebuah item hitam bulat di tengannya yang tampak sebelah Saja.
Andi menghampiri Fany yang sedang bermain dengan anak-anak permainan lompat-lompat,
"Fany ayo pulang" ucap Andi sembari melihat Fany.
"baik papa" ucap Fany kemudian dia pun berbalik, "aku pulang dulu ya teman-teman"ucap Fany sembari tersenyum.
"iyaa Fany!!"
Ucap para anak-anak terebut kemudian Fany hanya mengangguk dan tersenyum, Fany Pergi pulang bersama Andi ke mansion.
"Fany kamu masih harus berlatih" ucap Andi sembari menatap Fany, Fany pun senang dan tersenyum.
"nanti papa akan mengajari Fany sihir kan!!" ucap Fany dengan riangnya, Andi menganggukkan kepalanya dengan senyum.
Setelah sampai di tempat latihan, tepatnya di lapang luas di sebelah kanan mansion. lapang luas ini biasanya di pakai untuk berkuda dan berlatih pedang.
Andi sudah menyiapkan orang-orang sawah sebagai sasaran sihir, Di sana Fany duduk dan Andi mulai mengajarinya dasar-dasar nya.
"Fany ingat sihir adalah sebuah kumpulan mana yang menyatu dan berbenduk seperti yang kau rapal" ucap Andi sembari mengeluarkan mananya di tangan kanan.
"kau harus fokus untuk bisa merasakan mana dan mengendalikannya" ucap Andi sembari mempraktekan.
"seperti ini?" ucap Fany yang melihat Andi kemudian memperaktekannya, tanpa di duga Fany bisa mengontrol mana dan aliran mana yang bagus.
"wauw~ anak ini jenius " Andi pun langsung membuang tongkat pelajarnya dan langsung tersenyum.
__ADS_1
"baiklah pembelajaran materi itu membosankan mari kita praktek langsung saja" ucap Andi dengan tersenyum menatap Fany, Fany pun juga sama.
"horeey!!" ucap Fany sembari melompat senang.
Andi pun memperaktekan cara menggunakan sihir sederhanan, seperti fire,water,wind,land, dan sebaginya.
Fany sangat senang mempelajari sihir walau tidak bisa mengikuti Andi yang tidak butuh merapal maupun tanpa tongkat.
"anak ini harus memakai tongkat untuk menggunakan sihir ya.... untuk aku menyimpan tongkat pemula" Andi menatap senang Fany yang sedang menembakkan fire ball ke orang-orang sawah.
"Fire ball, fire ball,fire ball" Fany sangat senang dengan bisa menembak fire ball sekecil bola kasti, fire bal tersebut secepat orang dewasa berlari dan damagenya seperti Api biasa.
"wah.... dia tampaknya kehabisan mana..." Andi pun mengeluarkan sebuah item botol dari inventory, Andi menuangkan potion mana ke gelas secukupnya lalu menutup dan memasukan ke inventory lagi.
"Fany minum ini, kamu tampak kelelahan" ucap Andi sembari memberikan gelas berisi potion mana ke Fany, Fany pun meminum minuman tersebut.
"terimakasih papa sekarang aku sudah tidak merasa lelah lagi, itu minuman apa papa?" ucap Fany sembari tersenyum menatap Andi dengan gerakan-gerakan sok kuat.
"hahaha kamu memang penuh semangat seperti biasa" ucap Andi sembari mengelus kepala Fany, Andi pun jongkok di depan Fany dan memberitahunya.
"ini adalah ramuan mana, jika kau menggunakan terlaku banyak sihir mana mu akan habis dan itu membuat mu kelelahan bahkan pingsan' ucap Andi kemudian Fany pun kagum dan senang.
"jadi begitu ya papa, baiklah Fany akan berlatih sampai Fany kelelahan dan akan beristirahat" ucap Fany sembari menatap Andi dengan serius.
Andi menepuk kepala Fany dengan lembut,
"ahahaha begitulah anak papa bagus"
Fany tersenyum senang kemudian dia pun melanjutkan latihanya, Andi pergi menitipkan Fany ke Beta.
BERSAMBUNG....
BIAR 1000KATA,
Hallo gays jangan lupa kasih saran yaa atau kritik terimakasih.
d d d d d bssbdbh h j j. jbss s. s j ii s s s s. j j
__ADS_1