
Michael berdiri di tengah-tengah Colloseum sembari melihat ke arah Andi yang sedang pingsan, Michael pun berjalan perlahan ke arah Andi.
"Kau sangat lemah" ucap Michael, suara langkah kaki membuat Andi sadar namun pandanganya buram.
Michael berjalan terus ke depan, Andi membuka matanya perlahan sembari mencoba berdiri.
Dengan badan penuh luka dan memar, Andi berdiri dengan sedikit goyah menatap ke Michael.
"kau masih mencoba melawan? dengan kekuatan mu saat ini itu mustahil mengalah kan ku!" ucap Michael, dia tetap berjalan ke arah Andi dengan tersenyum tipis.
Andi menopang tubuhnya dengan kedua pedangnya yang dia jadikan alat bantu nya, Andi berdiri walau tidak tegak. luka nya yang parah dan semakin lebar lalu HP nya yang terus berkurang karena skill's pasif milik Michael.
"ini sunggu baru namanya pertempuran!!" pikir Andi dengan senyum tipis di wajahnya, dia menatap tajam ke arah Michael dengan tatapan semangat.
[HP:348.800/500.000]
Andi berdiri dan mencoba mengangkat satu pedangnya namun dia tidak bisa, Andi seperti terkena sebuah debuff lumpuh.
[HP:279.378.500.000]
Michael semakin dekat dengan pedang cahaya di tangan kanannya, Hp Andi terus berkurang dengan sangat cepat.
[HP:250.000/500.00]
[HP DI BAWAH SETENGAH, MEMASUKI MODE BERSERK,MODE AUTO,MODE EXTRIM,MODE AI, MODE DRAGON BLOOD, MODE DESTROYER]
"aku, kenapa pandangan ku gelap...." pikir Andi sembari bingung, seketika Andi menjadi tak sadar diri.
Saat semua mode di aktifkan, Andi seketika manjadi sebuah Boneka yang di kendalikan oleh AI dengan kemampuan yang hebat dalam segala hal.
Mata kanan Andi mengeluarkan aura merah sedangkan mata kirinya bercahaya putih dengan sedikit warna biru, tubuh Andi seketika di penuhi aura ungu. Andi berdiri tegak dengan memegang pedang di kedua tanganya, AI merapikan inventory Andi agar lebih gampang untuk mengambil barang yang di gunakan.
"???" Michael bingung dan dia pun mengangkat pedangnya ke atas, dia menghunuskan seperti terakhir kali dia menyerang dengan cara tersebut.
SLICEE!!!
Pedang di hunguskan dengan kekuatan penuh Michael, Andi yang menatap tajam ke depan pun seketika menghindar dari serangan tersebut dengan cara melangkah ke samping beberapa langkah.
Andi yang sudah di serang seketika aggro dia langsung tertuju ke Michael, dengan cepat Andi melesat ke arah Michael.
SWOOOS!!!...
__ADS_1
Michael pun yang melihat Andi melesat ke arahnya seketika bersiap untuk menyerang, dua pedang Andi sudah bersiap menyerang secara horizontal.
Michael pun dengan cepat juga menyerang Andi dengan cara vertikal, Andi yang sudah dekat dengan Michael seketika menghunuskan ke-dua pedangnya.
SLICEE!!!...SLICEE!!!
Michael langsung menangkis dan menahan serangan Andi secara vertikal,
SCTAANG!!!....
Pedang mereka saling bertabrakan dan mereka kini sedang adu kekuatan, Michael lumayan kesusahan menahan Andi dengan banyak buff.
Andi dalam mode AI menggunakan semua buff sihir/makanan/item/ secara bersamaan dan tepat waktunya, ini membuat Andi sedikit bisa mengimbangi Michael.
"apa-apaan anak Manusia ini kenapa dia bertambah kuat!! " pikir Michael sembari menahan serangan Andi, Michael pun seketika memantulkan ke-dua pedang Andi.
SCTAANG!!!....
Andi lumayan terpental ke belakang dan di saat tersebut Michael pun langsung menjaga jarak dengan Andi, Andi pun seketika langsung mengejar Michael.
SWOOOS!!!...
SLICEE!!!....SCTAANG!!!....SLICEE!!!...SCTAANG!!!...SLICEE!!!...SCTAANG!!!
Mereka saling serang satu sama lain, Michael lumayan terpukul mundur dengan serangan membabi-buta yang di berikan Andi.
"dia orang yang menarik!!" pikir Michael sembari tersenyum, seketika Michael pun langsung memantulkan serangan Andi ke udara.
SCTAANG!!!....
"kau masih lemah!" ucap Michael sembari tersenyum menatap Andi, dengan cepat kaki Michael menendang Andi dan membuat Andi terpental ke ujung Colloseum.
BRUUSS!!.....BRUUAK!!!
"KUAARG!!" Andi memuntahkan darah dan seketika dia sudah sekarat, Michael pun langsung mengepakkan semua sayapnya.
Dia terbang di udara, semua luka nya seketika sembuh dan dengan cepat sebuah portal muncul di atas kepala Michael.
"kau akan ku tunggu di pertemuan kita selanjutnya..."ucap Michael sembari menatap Andi, Michael pun memasukkan pedangnya ke inventory miliknya.
"mungkin pertemuan kita selanjutnya akan menjadi sebuah Medan peperangan..."ucap pelan Michale dengan senyum tipis dan sedikit rasa semangat, Michale pun langsung memasuki portal tersebut dan seketika dia menghilang.
__ADS_1
Semua orang yang seketika membeku, selain Andi semua seperti berhenti seolah-olah waktu berhenti.
Andi berhasil menyelesaikan ujiannya, di pojok tembok Colloseum Andi pingsan dengan keadaan luka yang parah dan sekarat.
Seseorang datang ke arah Andi, langkah kaki yang berat dan seperti seorang tentara. Orang tersebut melangkah demi selangkah membuat tubuh Andi sembuh, di saat orang tersebut sampai di depan Andi seketika dia duduk jongkok di depan Andi.
Tangan kanannya menyentuh kepala Andi, dia mengalirkan sebuah energi ke dalam tubuh Andi. Aura biru yang sangat terang dari orang itu mengalir ke tubuh Andi dan membentuk sebuah sirkuit sihir di dalam tubuh Andi, sirkuit sihir yang kuat dan kokoh.
Orang tersebut pun tersenyum, setelah dia selesai dengan Andi seketika dia menghilang tanpa jejak. Andi yang pingsan seketika berpindah tempat dari sebuah Colloseum ke sebuah hutan.
Di malam hari yang dingin di tengah hutan, Andi tertidur di atas rerumputan hijau yang segar dan hangat. Bukan bulat bersinar terang lalu angin malam yang dingin serta bintang-bintang yang indah di malam itu.
Sebuah bunga mekar di samping Andi, sebuah bunga mawar biru yang lumayan langka dan itu mekar di malam hari yang dingin.
Bunga tersebut mekar dengan indah dan cantik, bunga tersebut seperti memberitahu kalau sebuah kehidupan baru telah tiba dengan membawa takdir yang berat.
Angin malam itu menggerakkan sekuntum bunga dan rerumputan, mereka bergoyang seperti sebuah penari yang menari untuk seorang yang istimewa.
[\=\=\=\=\=]
Di sebuah tempat di benua iblis, seorang iblis yang kuat telah tiba dengan muncul di atas sebuah bukit.
Kemunculan nya membuat langit menjadi hitam pekat penuh dengan nafsu membunuh yang kuat, petir menyambar dengan keras.
JEDER!!!
Seketika dua iblis muncul di atas bukit bersamaan dengan petir tadi, mereka adalah Diablo dan Riana.
Dengan membawa sebuah pedang bermata dua yang kecil dan panjang, diablo menatap tajam ke depan ke arah Medan perang.
"kali ini aku akan menang!" tegasnya sembari dengan cepat menghunuskan pedangnya ke depan secara vertikal,
SLICEE!!!....
Di saat bersamaan, sebuah retakan di langit dan di bumi terbentuk karena serangan diablo tadi.
BRUUSS!!!....
Retakan yang dalam dan panjang seperti sebuah serangan dari dewa, Diablo seketika menghilang di balik awan yang gemuruh.
BERSAMBUNG......
__ADS_1