
[MEMBUAT SERVER....]
[MEMASUKI SERVER.......]
[MENYAMBUNGKAN SERVER KE BUMI......]
[SELESAI.....]
[MERILIS GAME......]
[LOADING........]
Andi menunggu dengan sabar proses system, dia hanya duduk dan mengamati perkembangan dunia miliknya.
"ya...kalau ini di ketahui oleh dewa dunia Toram mungkinkah aku akan di usir?" pikir Andi sembari meregangkan tanganya ke atas, dia milirik ke arah sebuah botol kosong.
"seperti aku harus beli minuman...."ucap nya, dia tersenyum kemudian berdiri dari tempat duduknya. Andi pergi berjalan keluar lobby, seketika dia pun menghilang tanpa jejak.
[\=\=\=\=]
DUNIA TORAM.....
FAIRYKINGDOM.....
Semua orang panik dan bingung, sang pahlawan tidak di temukan dan tidak terlihat selama 2hari terakhir.
Party pahlawan beserta semua orang di kerajaan panik, mereka tanpa pahlawan hanya bisa bertahan di benteng garis depan selama beberapa hari dan beberapa pertempuran saja.
Di sebuah ruangan terbuka yang berada di tengah kebun mawar, sang putri dari FairyKingdom dan putri dari FoundKingDom sedang mengadakan pesta minum teh di ruangan terbuka.
Teh di tuangkan di masing-masing cangkir oleh pelayan, sang putri dari FairyKingdom pun menyedup teh tersebut.
"...." setelah selesai dia menaruh teh ke tempat tadi dengan elegan.
[NAME: ANTASYA FOUND FAIRY]
[PUTRI-1]
"Jadi...." ucapnya kemudian Livia pun seketika membuang mukanya ke kanan, Antasya pun tidak jadi melanjutkan perkataannya.
"apakah kau masih khawatir dengan Akamaru?" ucap Antasya, dia menatap ke arah muka Livia dengan tatapan tajam.
Livia yang sangat menyukai Akamaru namun dia tidak melihat Akamaru selama 2hari terakhir pun merasa berat, dengan tekanan dari kerajaan serta pasukan iblis yang menyerang lalu hilangnya pahlawan membuatnya bimbang.
"aku memang mengkhawatirkan dia...."ucap Livia, Antasya pun memejamkan matanya sembari meminum teh hangat.
"namun....." ucap Livia, seketika Antasya langsung membuka matanya dan melihat ke arah Livia.
"aku lebih khawatir dengan pasukan iblis yang menyerang dengan jumlah besar...." ucapnya, seketika Antasya pun tersenyum tanpa sadar Livia lulus ujian dari Antasya.
__ADS_1
"begitukah...." ucap Antasya, dia menaruh teh ke tempat semula dan tersenyum menatap ke arah mata Livia.
Mereka berdua saling tatap satu sama lain, dengan berbagai pikiran yang tidak di ketahui.
Garis depan, benteng yang berhasil di rebut kembali kini mengalami serangan dari iblis di siang hari.
Mereka adalah Iblis-iblis tingkat rendah dan berbagai macam monster biasa, jumlah musuh ini kemungkinan lebih dari 20.000 dengan jarak 2km.
Di ruang komandan.....
Sang komandan dengan zirah besi lengkap sedang duduk di kursi sembari melihat ke peta yang berada di atas meja, seketika seorang prajurit datang memasuki tempat komandan.
*haah *haah
"Salam jendral saya membawakan kabar buruk!!" tegasnya, dia memberi hormat sembari menyampaikan pesan dengan tergesa-gesa.
Sang komandan pun menoleh ke arah sang prajurit tersebut, "apa itu?" ucap sang komandan dengan nada berat.
"i-itu adalah pasukan iblis dan para monster yang berjumlah 20.000, mereka sedang menuju kemari dari jarak 2km" ucapnya, sang komandan pun langsung terkejut dan seketika menatap tajam ke arah peta.
"20.000 kah....ini susah!!" pikirnya sembari menatap ke arah peta, di peta terlihat jelas bahwa di depan benteng hanya ada Padang tandus yang luas.
Dia tidak bisa berfikir selain bertahan di dalam benteng, sang komandan pun berdiri dan seketika keluar dari tempatnya.
Dia mengumpulkan semua pasukan, dia siap bertahan di garis depan sembari menunggu bala bantuan datang.
"haaaa!!!!" sorakan keras semua orang, mereka bersemangat menunggu para monster datang.
[\=\=\=\=]
DUNIA SHEVA....
BARAT....
Akamaru yang sedang mengasah pedangnya di samping rumah di sapa oleh Sheva, mereka berbincang-bincang sementara.
"kau sudah bertambah kuat selama 100th terakhir ya Akamaru" ucap Sheva, dia tersenyum dengan tatapan menatap ke arah Akamaru.
Akamaru pun tersenyum, dia semakin mengasah kuat pedangnya.
"benar master!, saya telah di sini selama 100th dan saya tidak tau apa yang sudah terjadi Di dunia itu selama 100th terakhir...."ucapnya dengan nada sedih.
"100th....hmm...apakah aku lupa memberitahu mu?"ucap Sheva dengan tatapan kosong menatap Akamaru, seketika Akamaru pun menoleh ke arah Sheva.
"kalau misalnya di dunia ini sangat berbeda waktu dengan dunia itu...."ucap Sheva, seketika Akamaru pun menatap kosong ke arah Sheva.
"a-apa maksud master!?" dengan pikiran kosong dan tatapan kosong bertanya ke Sheva, wajahnya seperti mengatakan kebingungan dan panik di campur marah.
"yaa~ mungkin di dunia itu baru lewat 2hari 13jam"ucap Sheva dengan menghela nafasnya, dia berbalik dan tersenyum.
__ADS_1
Akamaru mengepalkan tanganya sangat kuat sehingga alat pengasah remuk, Sheva pun berhenti berjalan dan menoleh ke arah Akamaru.
"kenapa....." ucap Akamaru dengan suram, Sheva pun berbalik dan mereka saling tatap.
"???" Sheva melihat ke arah Akamaru yang menundukan kepalanya, dia melihat tangan Akamaru mengepal sangat kuat di alat pengasah.
"kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya guru sialan!!!!"teriak Akamaru dengan penuh nada kesal dan terkejut akan fakta yang sebenarnya, sheva pun terkejut dia dengan cepat menghilang.
"ups..."ucap Sheva, dia seketika menghilang seperti tersapu angin. akamaru pun semakin kesal karena Sheva secara tiba-tiba menghilang,
"sialan kau guru..."ucap Akamaru dengan nada kecil dan dia pun perlahan semakin tenang akan amarahnya yang meluap tadi.
[\=\=\=\=\=]
DI DUNIA TORAM.....
TOKO PERHIASAN.......
Chains pun tersadar dari pingsannya, dia lihat sekeliling dan hanya melihat barang-barang biasa.
"apakah ini di rumah wanita itu?" ucap chains sembari mengambil selimut, Dia pun turun dari kasur lalu pergi ke luar.
"jika aku tidak kembali para pengawal akan mencariku..." pikir Chains sembari berjalan di lorong rumah tersebut, kemudian dia menuruni tangga dan sampai di bagian belakang toko.
"dimana wanita itu?" gumamnya, sektika sang wanita tersebut mengagetkan Chains dari belakangnya.
"apa kau mencari ku?"ucapnya dengan nada tenang, dia tersenyum ke arah Chains dan Chains terkejut karena dia berada di belakangnya.
"sejak kapan!!?'" pikir Chains, dia langsung waspada dan sang wanita Tersebut pun bingung dengan tingkah laku Chains.
"ada apa?" ucapnya, dia memiringkan kepalanya sembari jari telunjuk kanannya berada di pipinya.
"eh.???." ucap chains, dia tanpa sadar waspada dengan sang wanita di depannya tersebut.
Suasana yang cangguh ini membuat Chains bingung, dia pun hanya bisa berdiri di sana.
BERSAMBUNG........
🗿: yeew saya gabut
🐧: kenapa thor?
🗿: gak tau males pengen beli truk
🐧: lah.....
🗿: wokey pembaca yang Budiman, jangan lupa like sama komen yaa biar author tau yang baca bukan bot melainkan orang asli ya gays ya.
sekalian kasih saran :)
__ADS_1