Seorang Yang Ingin Bersantai

Seorang Yang Ingin Bersantai
VOLUME 1 CHAPTER 9 FANY?


__ADS_3

Andi berjalan keluar dengan menggendong seorang wanita mungil di punggungnya, Seorang wanita berambut pirang panjang pupil mata merah seperti Ruby.


Tubuh ramping dan kurus, seorang anak perempuan di kengkang di sebuah rantai dan sangat di jaga oleh 3iblis.


"siapa anak ini?..... di stats nya bertulis ras vampire..." Andi menggendong anak tersebut sembari berjalan menuruni bukit, Dari sela-sela pohon Andi melihat di tempat kemah orang-orang kaku dan hanya diam.


"apa yang mereka lakukan?" Andi pun melihat dengan pengelihatan nyanyang di pertajam, Andi tersenyum dan terkejut.


"astaga aku lupa setting botnya, sekarang dia membuat masalah sial...."


Andi pun seketika berlari kencang ke arah tempat kemah, Andi melompat dan menggunakan sihir di atas mereka.


"faint " Seketika semua orang jatuh pingsan, budak,pedagang dan para petualang pingsan di tempat. Andi pun langsung mengambil bot nya/ clone.


"kembali!!" seketika clone Andi menghilang bagaikan debu yang tertiup angin, Andi seketika langsung menggunakan sihir tanah dan sihir suci untuk mengembalikan semua lahan yang hancur.


Setelah selesai, Andi pun langsung mencuci otak para orang yang ada di sana.


"Seharusnya mereka sudah melupakan apa yang terjadi tadi...." Andi pun juga mengobati salah seorang yang terluka tadi.


Andi tidak membangunkan mereka dan membiarkan mereka bangun sendiri nanti pagi, Pagi pun menjelang.


Semua orang terbangun, mereka tampak pusing dan linglung dengan apa yang terjadi tadi malam.


"hoaaam!" Geina seorang mage dari party petualang membuka mata nya, dia tampak bingung karena sesuatu yang dia rasakan.


"kenapa ada sedikit jejak sihir tingkat tinggi.....dan itu di rapal bukan sekali akan tetapi berkali-kali....aneh!!" Geina hanya diam dan berpura-pura tidak tau apa-apa.


Dari balik hutan, Andi datang menggandeng seorang anak perempuan yang tadi malam dia selamtkan.


"anak ini hilang ingatan....." Andi berjalan ke arah para pedagang, Andi menghampiri pria tua itu.


"siapa dia?" tanya pria tua tadi dengan menatap anak yang di bawa Andi,


"anak ini adalah barang kualitas bagus....dimana dia menemukanya aku harus mendapatkan nya "


"hmm dia seorang anak yang aku temukan di desa yang di serang goblin" ucap Andi sembari menatap tajam ke arah pria tua tersebut, pria tua itu tersenyum.


"berikan dia kepada ku dan akan ku bayar 50 koin emas bagaimana?" ucapnya sembari tersenyum memandang rendah Andi.


"tidak terimakasih" jawab Andi sembari berbalik dan berjalan ke arah kereta kuda, pria tua tadi itu sangat kesal dan mengkutuk Andi di pikirannya.


"tunggu Andi!! aku adalah pemimpin di sini jadi ikutin perintah ku kalau kau tidak mau di usir!!" tegas pria tersebut Andi yang kesal pun berhenti.


"bacot banget nih pak tua! " Andi seketika mengeluarkan pedangnya dan mengayunkan tangan kanan nya ke sebelah pak tua tersebut.


Sliicee!!!


Seketika pohon di belakang pria tua tadi pun terpotong, di wajah pria tua tadi muncul luka gores yang tipis tapi panjang.


Para petualang terkejut dan tidak sempat bergerak, Pria tua tadi pun hanya kaku dan gemetar.


"jika kau ngomel sekali lagi aku akan memotong kepala mu!" tegas Andi dengan niat membunuh yang sangat besar.


"q..apa itu tadi!!!" ketua party atau George terkejut melihat kecepatan Andi dan seranganya yang begitu kuat, serangan pedang yang dapat melukai musuh walau jaraknya jauh dan tidak kena mata pedang secara langsung.


"mengerikan sekali!!!" George hanya bisa diam dan setelah Andi menyarungkan kembali pedangnya semua orang langsung lega.


Setelah kejadian tersebut pria tua itu tampak takut jika dekat dengan Andi dan hanya diam tidak brani mengoceh, Andi hanya duduk di atas kereta kuda dan bermain bersama Fany.


Setelah sampai di sebuah kota di daerah kekaisaran Elscaro, Andi dan para petualang lalu para pedagang sedang beristirahat.


"papa papa!" ucap Fany sembari berjalan menghamipi Andi yang sedang membeli buah di pasar, Fany tersenyum manis seperti anak seumuranya.


"ah kamu pintar!" ucap Andi sembari jongkok dan mengelus kepala Fany, Andi pun menggendong Fany di tangan kirinya dan dia pun membayar buah yang dia beli.

__ADS_1


"kamu mau buat tidak?" tanya Andi ke Fany kemudian Fany pun bingung apa itu buah, Andi pun langsung mengupasnya dengan pisau yang dia ambil dari saku.


Sebuah buah mirip Apple di bumi dan rasanya mereka sama, mungkin Apple dunia lain ini.


Andi melempar ke atas buah tersebut dan dengan cepat mengupas kulitnya dan menangkapnya.


"waahhh keren papa!!" ucap riang Fany yang senang melihat apa yang di lakukan Andi, Andi tersenyum kemudian memberikan buah ke Fany.


"ini makanlah ini namanya buah Apple" ucap Andi sembari meberikan buah tersebut, Fany pun menerima dan memegangnya.


"gigit saja seperti ini" ucap Andi sembari mengambil buah di inventory laku dia menggigitnya untuk mengajari cara makan buah itu, fanya pun langsung mencoba nya.


"hamp!" Fany membuka mulutnya dan memasukan buah tersebut di depan mulutnya lalu mengigitnya, setelah fany memakan sedikit tiba-tiba fany sangat senang.


"woaah papa ini enak sekali!!"Fany tampak sangat senang dan bahagia dengan Andi, Andi yang juga ikut senang karena Fany mengingatkanya dengan adik nya di bumi.


"impian ku di bumi terkabul di sini syukurlah hiks!!" di pikiran Andi dia sangat-sangat bahagia dan menangis, Andi berjalan menggendong Fany di tangan kirinya dan berjalan menuju gerbang kota karena sudah selesai istirahat.


Setelah itu Andi dan para gerombolan melanjutkan perjalanannya, Mereka bertemu dengan sekelompok monster, bandit, dan desa-desa.


Andi mengajari cara bertarung ke Fany dan juga mengajarinya membunuh monster serta manusia, Andi menggunakan para bandit sebagai samsak pelatihan bagi Fany.


Setelah sekian lama perjalanan dan pelatihan, fany sudah terbiasa membunuh manusia maupun monster. fany sangat dingin saat sedang bertarung namun itu berbeda jika ada Andi di dekatnya.


Fany menguasai ilmu pedang skill 1 Andi, skill tebasan kusat dan tebasan angin. skill-nya masih belum kuat dan sangat lemah bagi Andi akan tetapi itu sudah cukup untuk membunuh manusia dewasa.


"dia jenius!, baru 1bulan latihan sudah banyak menguasai skill bertarung tingkat rendah" Andi menatap Fany yang sedang berjalan sambil mengayunkan pedang secara horizontal.


Fany selalu berlatih dan tidak pernah menyia-nyiakan waktu untuk berlatih bahkan sembari berjalan, Andi yang sudah merasa bahwa Fany yang seperti anak 7th tersebut sudah bisa membunuh 1kumpulan bandit.


Secara tak terduga kumpulan bandit dengan berjumlah 14orang muncul dan menutup jalan, mereka bersenjata dan salah satu dari mereka adalah pemimpin dengan pedang sihir dan armor lengkap.


"ahaha tuan ini adalah Hari keberuntungan kita!!"


"baiklah ayoo!!"


Para bandit itu tampak senang dan secara tiba-tiba mereka maju untuk menyerang, para petualang yang di sewa pria tua itu langsung seketika grecap bersiap bertempur dengan formasi mereka.


"papa?" Fany yang melihat itu menoleh ke Andi yang masih duduk di atas kerta kuda, Andi tersenyum dan melirik Fany laku mengangguk pelan.


"ah baiklah!!" Fany seketika serius dan langsung melesat ke arah para bandit dengan cepat, Fany melesat dengan kedua tanganya memegang gagang pedang, pedang dia seret di kanan dan bersiap menebas.


SWOOOSS!!!......


Fany melewati para petualangan, para petualang terkejut dan bingung.


"apa!!! Fany!!" George seketika terkejut dan langsung menoleh ke belakang, dia melihat Andi yang sudah turun dan berdiri menatap Fany.


"apakah ini baik untuk anak-anak Andi!!!" George hanya bisa diam dan berkeringat menatap Andi kalu dia pun berbalik melihat ke arah Fany.


Fany yang sudah berada di depan salah satu bandit pun langsung menunduk, ke dua tangan yang sudah memegang gagang pedang di sebelah kanan seketika dengan cepat menebas bandit tersebut.


"ahaha anak kecil pulang saja!!" ucap bandit tersebut namun seketika Fany menebasnya menjadi dua secara horizontal.


SCLICEEE!!!!


Para bandit lainya terkejut dan langsung menargetkan Fany.


"si-sialaj kau anak kecil!!!"


"bunuh dia bunuh!!!!"


5bandit datang dari arah depan dengan senjata pedang yang sipa menebas, Fany pun menatap mereka satu per satu dengan cepat dan langsung mendapatkan titik lemah mereka.


Orang paling depan dan terdekat dengan nya menyerang Fany secara vertikal, Fany pun menghindar dengan cara bergerak ke samping.

__ADS_1


Sclliceee!!!..... menghindar.....


Fany pun langsung menebas bandit tadi, dengan pedang yang sudah di tangnya Fany menusuk perut bandit tadi.


Tusuk!!


"kuaargg!!" bandit tadi pun memuntahkan darah dan langsung terkapar di tanah akibat bagian vital nya tertusuk pedang, Fany pun langsung menoleh ke belakang karena ada bandit yang siap membunuhnya di belakang tepat.


"mati kauu!!!" Bandit tadi sudah bersiap menyerang secara vertikal dan seketika Fany menangkis serangan tersebut dengan pedangnya.


SLICEEE......TANG!!!!!


Fany memanfaatkan yang dia pelajari dari papa nya atau Andi, setelah musuh menyerang dan dia berhasil menangkisnya buang serangan musuh ke kanan dan segera tusuk dia di bagian vital terdekat.


Fany langsung membuang serangan musuh dan menusuk jantungnya yang tepat berada di depannya.


BUANG!!!.......


"A..APA anak ini!!!!" bandit tadi pun tidak sempat menangkis atau menghindar.


TUSUK!!!


"kuaarrg!!!" bandit tadi tertusuk di jantungnya dan seketika Fany tidak menariknya namun dia malahan membelah ke atas bandit tersebut.


Sclicee!!!


Bandit tadi dari jantung sampai ke atas terbelah dan seketika terjatuh ke tanah langsung tewas, masih tersisa 3lainya yang menghampiri Fany.


Fany langsung menangkis serangan bandit yang terdekat dan langsung membuang serangnya namun kali ini dua serangan sekaligus menyerangnya setelah serangan pertama di buang.


Fany pun langsung menarik tangan bandit yang seranganya dia buang lalu membuat tubuh bandit tadi menjadi perisai untuk di serang temanya sendiri.


Tarik..... Tertusuk dan terserang


sclicee!!!!....SLICE!!!


"kuaarrg!!!" bandit tadi trserang di bagian kepala dan perutnya seketika sekarat dan di buang Fany, tema bandit tadi langsung terkejut dan melihat ke arah temanya.


"kau lihat di mana !!" ucap Fany dengan singinya seketika dia memenggal 2 kepala bandit tadi dengan cepat.


SLICEEE!!!!


Kepala bandit tadi terbang ke bos mereka dan bos mereka pun mengamuk kesal.


"sialan!!!! akan ku bunuh kau anak keci-" teriak bos tersebut namun sebelum dia menyelesaikan kata-katanya bos bandit tadi tiba-tiba mati karena kepalanya juga melayang.


SCLICEE!!!


Andi dengan gesit membunuh bos bandit dan bawahanya yang lain.


"b-bos!!!"


"BUNUH!!!"


"AA- kuaarrg!!!"


Seketika Andi membunuh semua sisanya dalam sekejap mata karena dia sangat cepat dan kuat.


SWOOOSS...SCLICE...SWOOS SCLICE..... SWOOSS.... SLICEE..... SWOOOSS.....SLICEE!!!


Andi berdiri di atas tumpukan mayat dan Fany yang melihat itu kagum dang bangga karena punya ayah yang kuat.


"mengerikan seperti biasa....Andi siapa kamu sebedarnya!!" pikir George sembari menatap serius Andi.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2