Seorang Yang Ingin Bersantai

Seorang Yang Ingin Bersantai
VOLUME 1 CHAPTER 45 PERANG DENGAN MONSTER


__ADS_3

Seorang petualang membuka matanya secara perlahan, suara teriakan orang-orang terdengar dari luar tenda. bau amis darah tercium pekat dan sangat kental di udara, petualang itu pun seketika mengambil pedang yang berada tak jauh dari nya kemudian pergi ke luar tenda.


" larii lah!!!!"


"tolong!!!!"


"monster.... monster kuaarrg!!!"


"kyaa!!!"


"aaarrgg!!!"


"kakiku!!! kuaarg!!!"


Teriakan-Teriakan para petualang dan beberapa bangsawan, mereka semua di serang oleh monster dungeon yang keluar dari dungeon saat malam itu.


Monster Goblin, Serigala, Orc, Syclope , Golem dan masih banyak lagi monster Di bawah rank A bermunculan, Para monster ini di summon oleh Nolian dengan gulungan sihir yang di buat andi.


Di tengah-tengah kekacauan ini sekelompok orang menolong satu sama lain lalu membuat pertahanan dengan menahan monster-monster yang keluar, mereka adalah sekumpulan petualang Rank-Platimun ke bawah dan prajurit kerajaan.


"Semuanya tolong evakuasi yang terluka dan yang tidak terluka segera bergabung dengan kami!!" tegas salah seorang jendral dengan memimpin pasukannya menahan sekumpulan monster yang terus keluar dengan sangat banyak, jendral dari ras serigala dengan tatapan tajam dan tegas.


Dia mengontrol kondisi dengan sangat baik, memanfaatkan para petualang dengan jaminan uang. Dia juga mengevakuasi yang terluka ke tempat aman, beberapa penyihir juga di rekrut nya.


"para penyihir serang dengan sihir kalian dan support berikat ke pada tank di garis depan!!" tegas sang jendral.


Seketika para monster di tekan oleh mereka dengan pertahanan dan serangan yang kuat dari banyak pihak, para penyihir bergantian dengan sangat cepat melepas sihir mereka seperti sebuah meriam cepat.


Para tank juga mendorong monster ke depan dengan di bantu penyerang dari belakang, mereka menjadi benteng kokoh karena di pimpin oleh sang jendral.


Dari dalam dungeon andi menyaksikan hal itu di depan layar, nolian yang melihat juga dengan tatapan tenang dia hanya diam. Andi tersenyum tipis dengan jari tangan kanannya mengetuk-ngetuk meja, tatapan andi tajam ke arah sang jendral.

__ADS_1


"bukankah ini menarik!" ujar andi dengan melirik ke arah belakang, nolian menundukkan kepalanya dengan senyum di wajahnya dan tatapan percaya diri.


"apakah anda ingin menambahkan Kekuatan?" ujar nolian.


"yeaah~, aku ingin menyaksikan mereka bermain dengan bagus...." senyuman djy wajahnya seperti seorang penjahat yang sedang menonton sebuah pertunjukan menyenangkan, nolian membawakan sebuah anggur dengan gelas di atas taplak yang dia keluarkan dari inventory.


Nolian menuangkan anggur di gelas sembari menatap andi, tatapan andi hanya berfokus ke layar di depannya sehingga tidak sadar bahwa nolian sedang menuangkan anggur. Setelah itu nolian memberikan segelas anggur tadi ke andi, Lirikan tajam andi ke arah gelas tersebut sembari mengambil nya.


"ini akan semakin menarik~" senyuman tipis dengan tatapan tajam dan pupil mata membesar , andi bergumam sembari mengambil gelas anggur itu.


Para petualang dan para prajurit mereka terpukul mundur akibat inflansi monster semakin banyak dan semakin kuat, Mereka menahan para monster-monster itu sembari mengevakuasi orang-orang di desa terdekat.


Di garis depan pertempuran.....


Para ksatria menggali parit yang dalam untuk meminimalisir agar para monster bisa sedikit di tekan mundur, Banyak monster-monster kecil atau biasa terjatuh ke dalam parit dan di lempari Fire-Ball dan anak panah.


Seorang petualang yang memiliki badan besar seperti giant, tingginya sekitar 2,7m dengan muka garang dan seram. Tatapan matanya tajam dengan kelupak coklat mata kecil, alisnya tebal dengan menungkik ke bawah. tubuh besar penuh otot dengan sebuah pedang besar di punggungnya, dia mengenakan pakaian berkulit beruang putih dengan kepala beruang sebagai topeng nya di atas kepala.


"kkkkaaarrrkk!!!" Wivren itu menyerang pertahanan mereka dengan nafas apinya yang panas, Wivern adalah makhluk bersayap dengan kepala naga, tubuh reptil, dua kaki, dan ekor bergelung. 


Sang petualang tadi mengenggam gagang pedangnya dengan sangat erat, tatapannya tajam ke arah sang Wivren. Kakinya menapak dengan kuat ke tanah, pedangnya dia angkat sedikit dari punggungnya dan seketika dia melesat dengan sangat cepat ke arah Wivren yang sedang terbang.


SWOOOS!!!


Pedang besar di punggungnya seketika dia tarik dengan cepat, kedua tangannya memegang gagang pedang dan bersiap mengayunkan secara Vertikal dari bawah sebelah kanannya. Sang Wivren yang terkejut melihat seorang manusia sudah berada di sebelah kiri lehernya pun mencoba bertahan namun kecepatan sang petualang sangat cepat sehingga sang Wivren tidak sempat menghindar maupun mengaktifkan barrier, ini adalah kesempatan sang petualang dan dengan cepat setelah dia sudah berada du jangkauan menyerang nya seketika pedang besar tadi menebas leher Wivren dengan kekuatan penuh.


"haaaaa!!!!" tegas sang petualang dengan kekuatan penuh mengayun kan pedangnya menebas leher Wivren, usaha tidak menghianati hasil dari kekuatan penuh sang petualang.


SLICEE!!!


"kkrruuaaak!!!" Kepala Wivren terpenggal dan jatuh, tubuhnya jatuh di atas para monster-monster di bawah nya. sang petualang tadi seketika mengubah arah pedang nya menjadi mata pedang ke arah bawah, matanya berubah menjadi merah dengan sebuah tato muncul di sekitar tubuhnya yang berwarna merah darah.

__ADS_1


Pedang besar itu jatuh dengan sang petualang, dia mengaktifkan skills berserk miliknya dan seketika akan membantai para monster lainnya di bawah.


Ujung pedang tadi menancap ke tanah dengan sangat cepat dan membuat guncangan di sekitar,


SWOOOS!!!....BOOOM!!!...


Tanah-tanah di sekitar terangkat membuat para monster di sekitar nya terkena serangan AOE dari efek jatuhnya dia.


Tubuh Wivren berada di belakang nya dengan kepala Wivren di sebelah kanannya yang terus mengeluarkan darah segar, pedang petualang itu menyerap darah Wivren lalu menjadikan nya sebagai kekuatan yang di salurkan ke skills berserk milik nya.


Petualang itu sedikit membungkuk sembari memegangi gagang pedangnya, dia menuntup matanya sembari tato di tubuh nya semakin banyak dan semakin memenuhi tubuhnya. Setelah setengah tubuhnya terpenuhi tato merah seketika para monster di sekitar pun mencoba menyerangnya, para monster itu melompat dan berlari dengan sangat cepat menuju ke arah sang petualang itu.


Di saat dia sudah terkepung dengan monster-monster seketika dia membuka matanya, mata merah bercahaya seperti darah yang sangat murni. Kepalanya naik melihat ke depan dengan tatapan tajam, pedang di tangan kanannya dia tarik ke atas sedikit lalu mengeluarkan aura merah darah di sekitar tubuhnya.


"kkeeaak!!"


"aquueek!!"


"squueek!!!"


Para monster menyerang nya, seketika sebelum para monster itu menyentuh bahkan melukai dirinya. Aura darah tadi dengan cepat membesar dan memotong bahkan mencabik-cabik monster di sekitar nya.


SLICEE!!!,SLICEE!!!,SLICEE!!!,SLICEE!!!,SLICEE!!!,SLICEE!!!,SLICEE!!!,SLICEE!!!,SLICEE!!!


"squueekk!!!!"


"kuaarrrkk!!!"


"kuekukekuke!!!"


Tubuh monster berjatuhan di sekitar nya, para monster yang menyerangnya dari berbagai sisi telah menjadi sebuah daging cincang.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2