
DI PENGINAPAN....
Setelah makan malam chains kembali ke kamarnya, dia duduk di kasur miliknya sembari memikirkan diskusi nya dengan Riya.
Riya adalah pemilik toko perhiasan yang membuat Chains pingsan dan juga pemilik kristal sihir yang di incar Chains, dengan tatapan lelah Chains berbaring di kasur miliknya.
"bagaimana yaa...."gumam Chains sembari menatap langit-langit kamarnya, Chains teringat perkataan Riya tadi.
{TADI~}
DI TOKO PERHIASAN....
Riya dan Chains, mereka duduk di kursi dan berbincang-bincang.
"Riya apakah engkau mau menjual Kalung mu itu?" ucap Chains sembari menunjuk ke arah kalung Riya, dengan cepat Riya menanggapi Chains.
"Maaf kan aku, kalung ini tidak di jual..."ucap Riya sembari memegangi kalung tersebut di telapak tanganya, dia menutup kalung tersebut dengan kedua telapak tangnya dan seakan memeluk nya.
"kalung ini sangat berarti buat saya dan saya sangat menyayangi kalung ini,karena ini adalah barang pemberian ibu saya ketika dia masih hidup" ucap Riya, dia tersenyum sembari memeluk kalung itu di kedua telapak tangannya.
"begituya...." dengan perasaan kecewa Chains pun mengenal nafasnya, Chains memutuskan untuk tidak mengambil barang milik orang lain.
"dia begitu menyayangi kalung tersebut mana brani aku membeli nya apalagi itu pemberian mendiang ibunya..." pikir Chains waktu itu.
{SEKARANG~}
"dahlah mending tidur" ucap Chains sembari menaiki kasur nya, dia mencari posisi tidur yang enak lalu setelah dapat dia pun langsung memejamkan matanya.
"masih tersisa 3hari sebelum pelayaran di mulai" pikir Chains, seketika dia pun tertidur.
Penginapan chains ini adalah penginapan bintang 5, penginapan ini juga sebuah restoran yang enak dan berkelas di daerah ini.
Fany dan Arakai sedang makan malam di sebuah tempat makan atau bisa di bilang tempat para petualang makan dan minum bir.
"kak makanan di sini lumayan enak namun sedikit hambar..." ucap arakai sembari memakan daging, Fany pun mengangguk menanggapi perkataan arakai.
Fany pun mengeluarkan sebuah lada hitam dan Garam untuk di taburkan ke makanan mereka, arakai pun bingung apa yang di taburkan kakaknya ke makanan mereka.
"cobalah rasanya sudah beda.." ucap Fany, dengan sedikit ragu-ragu arakai pun memakan makanan tersebut dan seketika dia suka dengan rasanya.
"woaah... ini enak kak!!" ucap riang arakai sembari memakan lahap makanya, Fany pun memasukkan kembali bumbu-bumbu tersebut dan langsung melanjutkan memakan makanannya.
__ADS_1
[\=\=\=\=]
DI PERBATASAN ATAU GARIS DEPAN MANUSIA MELAWAN IBLIS.....
BENTENG......
Pasukan iblis sudah menyerang benteng pertahanan depan dengan jumlah yang sangat banyak, para pasukan mengandalkan tingginya benteng untuk menyerang dari atas.
Dengan meriam dan para penyihir lalu pemanan, sangat membantu dalam pertempuran kali ini.
"komandan! sisi kanan telah berhasil di panjat musuh!!" teriak salah seorang prajurit yang berlari ke arah sang komandan, seketika sang komandan pun langsung mengerahkan pasukan bersenjata jarak dekat untuk mengatasi hal tersebut.
"Tim A segera pergi ke sisi kanan untuk mendorong mundur para iblis tersebut!!" tegas komandan dengan tenang mengatasi dan memimpin lajunya peperangan, seketika tim A dengan grecap langsung menuju ke sisi kanan.
"aku menunggu pahlawan datang....mari bertahan sebentar lagi...." pikir sang komandan, dia menatap tajam ke arah para iblis dan seketika dia melihat ada iblis yang berhasil naik ke benteng.
"semua angkat senjata bunuh iblis yang berhasil naik segera!!!" teriak sang komandan dan dia menarik pedangnya dari sarung pedang, dia melesat menebas kepala iblis tersebut yang berhasil memanjat tembok.
SWOOOS!!!.....SLICEE!!!
"sauaaark!!!!" iblis itu mati dan terjatuh ke bawah, sang komandan pun langsung mengangkat pedangnya dan memberi perintah.
"para penyerang jarak jauh tetap fokus ke penyerang dan penyerang jarak dekat bunuh semua iblis yang berhasil menaiki tembok!!!" teriaknya dan dengan cepat perintah nya langsung di laksanakan semua prajurit.
"kenapa? kenapa bunyi brisik tadi menghilang seketika??" pikir sang komandan, dia masih menutup matanya. bunyi para monster tadi yang sangat brisik dan keras seketika seperti di bungkam akan sesuatu, seorang prajurit mendekati ke arah sang komandan.
"ko-komadan lihat!!" ucapnya sembari menepuk pundak sang komandan, sang komandan pun membuka matanya dan terkejut melihat sesuatu yang ada di depannya.
"syukurlah..."ucap pelanya dengan senyum lega dan bahagia, dia melihat bahwa doa nya telah di kabulkan.
Kumpulan monster yang berada di garis depan dengan sekali serangan mereka semua mati, bekas serangan membuat sebuah kawah melingkar sebesar 400meter.
Serangan dari seorang pahlawan yang terjun dari atas langit dengan kecepatan yang tinggi dan di tambah dengan skill's nya yang dia dapatkan dari Sheva, dia membunuh banyak sekali iblis.
Zirah putih mengkilap, jubah merah panjang dengan logo aliansi kerajaan. pedangnya tertancap di tanah, tatapan tajam ke depan dengan gagah nya.
Dia adalah Akamaru sekarang yang sudah berubah total dari dia yang dulu, sekarang Akamaru sudah terlihat seperti seorang pahlawan.
"haah~" dia menghela nafasnya,
"sudah lama sekali aku tidak melihat kroco-kroco ini" Akamaru tersenyum.
__ADS_1
Akamaru mencabut pedangnya, pedang besar dua tangan dengan warna silver dan putih. aura suci dari pedang itu dan kekuatan dari rank unique legendaris.
"sebagai hadiah karena telah meringankan rasa rindu ku ke dunia ini" ucap Akamaru, dia tersenyum sembari menopang pedangnya di pundak kanannya.
Semua orang di benteng melihat Akamaru, mereka melihat cahaya telah tiba di Medan pertempuran yang gila ini.
"akan aku bantai kalian para iblis rendahan!!" tegas Akamaru, pedang besar tadi seketika mengeluarkan aura suci yang membuat tampilan pedang tersebut tampak hidup dan kuat.
[BUFF SUCI]
[MENAMBAHKAN 500% DAMAGE KE IBLIS]
[+100% CRT KE UNSUR GELAP]
[+300MP]
[+100% ASPD]
[+50% STR, +30%DEX]
"hoooraaa!!!!" teriak Akamaru, seketika dia mengayunkan pedangnya ke arah kerumunan Monster tersebut dengan tenaga penuh.
SLICEE!!!.....
Sebuah garis hitam tampak setelah Akamaru memotong secara horizontal, setelah Akamaru menaruh pedangnya ke pundak seketika garis hitam tadi meledak.
BOOOM!!!BOOOM!!!BOOOM!!!BOOOM!!
Bersamaan dengan sebuah angin yang sangat kencang, angin tersebut dari arah Andi menuju ke arah para iblis.
BRUUSS!!!!
20.000 iblis dan gunung-gunung di depan Akamaru yang berjarak 20km, semua nya menghilang dan hanya menyisahkan sebuah Padang tandus yang luas dan panjang.
Semua orang di benteng melihat hal tersebut terkejut dan hanya bisa menatap tanpa berkedip, mereka melihat kekuatan yang begitu besar di depan mata mereka sendiri.
"ja-jadi ini kekuatan sang pahlawan.." pikir sang komandan, dia terdiam kaku melihat akamaru tersenyum yang sedang menatap ke depan.
BERSAMBUNG.......
🐧: bwang tumben update 2chapter
__ADS_1
🗿: gak tau malas pengen update aja bruh