Separuh Sayap Yang Hilang

Separuh Sayap Yang Hilang
11. Ada cahaya terpancar


__ADS_3

🕊🕊🕊


Dimana ada duka pasti akan ada suka..


Dimana ada tangis pasti akan ada tawa..


Dimana ada kehidupan pasti akan ada kematian...


Dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan..


Karna, semua telah Tuhan gariskan..


_Tanya*


Meski gelap menjadi sebuah ketakutan untuk banyak orang, namun percayalah pasti akan ada cahaya yang meneranginya..


🕊 Tanya


Tanya, gadis ini sudah melalui banyak ujian yang Allah berikan, tapi ia selalu berusaha untuk bersabar menghadapinya, ia mencoba tegar melaluinya, saat gelap datang dalam pikirannya, iapun berusaha yakin pasti akan ada cahaya yang terpancar dalam kehidupannya kelak.


Takutlah, ketika hidupmu tidak Allah beri ujian..


Sebab ujian itu dapat mengundang Allah untuk sayang padamu..


_Tanya


Begitu banyak cara Allah untuk menunjukan kasih sayangnya pada hambanya , begitu banyak juga bagi kita membalas semua rasa sayang Allah, dengan ikhlas menerima segala ketentuannya , hidup itu bagaikan puncak gunung, dimana ada seseorang yang sedang berproses untuk menaiki puncak itu, dan dimana ada seseorang yang sudah sampai pada puncak itu. Menaiki puncak gunung tidaklah mudah, mereka yang melewatinya harus menerima setiap rintangannya, dari berbagai rintangan itu, mereka akan belajar bahwa kesuksesan tidak bisa seperti mie instan, rebus langsung lahap, semua akan berproses.


Inilah yang sedang Tanya lakukan untuk mendapatkan semua impiannya, ia terus berusaha, ia tidak pernah putus asa, ia tetap semangat, meskipun dia masih memikirkan kesembuhan Bu Kinan.


“Aku melihat cahaya yang terpancar dari bola mata indahnya Bunda , akupun melihat harapan dari bayangan yang terlihat di mata Bunda, harapan bisa melihat putrinya menjadi seseorang yang bermanfaat, akupun tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun lagi, demi kebahagiaan Bunda dan Ayah, aku juga ingin melihat mata itu terus bersinar." Ujarnya dalam hati.


Hari ini, jadwal Bu Kinan checkup, Tanya dan Pak Adam mengantarnya kerumah sakit, setelah sampai rumah sakit, Tanya melihat Satria juga disana, ternyata Satria sedang mengerjakan tugas kuliahnya di rumah sakit, dimana Bu Kinan sering checkup.


“Yah, bukankah itu Satria ya! “ Katanya pada Pak Adam.


Pak Adam pun melihat ke arah dimana gadis itu menunjuk.


“Iya, sayang sepertinya itu Satria, apakah harus Ayah panggil? “ tanyanya.


“Tidak perlu Yah, Tanya malu. “ ia tersipu malu.


Pak Adam, semakin menggoda Putrinya itu, dengn pura-pura memanggil Satria, padahal dengan suara pelan, meskipun itu di lakukannya, Satria tetap saja melihat gadis berkerudung pink itu, lalu menghampirinya saat itu Tanya sedang menunduk, jadi dia tidak mengetahui jika pemuda itu mendekatinya. Pak Adam yang melihat Satria menghampiri Tanya, ia sengaja langsung masuk keruang Dokter diam-diam.


“Assalamu’alaikum , gadis berkerudung pink. “ ia memberi salam.


Tanya, langsung menegakkan kepalanya yang tadinya merunduk dengan pipi merahnya, sampai ia tidak tahu Satria mendekatinya dengan jarak seperti biasanya.


“Ka.. mu. “ gugupnya sampai salam dari Satria belum ia jawab.


Pria itupun mengulangi salamnya.


“Assalamu’alaikum,gadis berkerudung pink.”

__ADS_1


“Wa.. alaikumsalam. “ dengan terbatah-batah ia menjawab.


“Tumben kamu gugup, kenapa? “ tanyanya sembari tersenyum dan membawa catatan di tangannya.


“enggak apa-apa kok Sat! Aku hanya sedikit kaget saja, aku kira kamu tidak melihatku.”


Tidak lama, Bu Kinan dan Pak Adam keluar dari ruang Dokter, Satria pun menyapa kedua orantua Tanya, ia juga menanyakan kesehatan Bu Kinan.


“Tante, Om, gimana kabarnya? “


“Alhamdulillah sehat. “ jawab mereka, tidak lupa merekapun menanyakan kabar Satria , keluarga ini sangat dekat dengan Satria.


"kamu sendiri gimana kabarnya? "


"Alhamdulillah, Satri baik. " jawabnya.


“Kamu sedang apa disini Sat? “ tanya Pak Adam.


“Saya sedang ada tugas kuliah Om. “ jawabnya.


Keluarga kecil itupun pulang, satu persatu kaki di langkahkan, Tanya yang terus menengok kebelakang untuk melihat Satria, ia terus tersenyum malu, Satria pun yang membalas senyum itu.


“Saat jauh aku rindu, saat dekat aku malu. “ Ujar Satria dalam hatinya. “Tuhan terimaksih, kau sudah lahirkan bidadari secantik dia. “


Hingga sampai rumah pun gadis berkerudung ini masih merasakan adanya getaran dalam hatinya, betapa bersyukurnya dia, karna Tuhan sudah kirimkan laki-laki seperti Satria, ia tidak sabar untuk menjadikan Satria imamnya, begitupun Satria tidak sabar untuk menjadikan Tanya Ibu dari anak-anaknya, namun kendalanya ada pada diri mereka sendiri, mereka harus menyelesaikan kuliahnya dahulu, karna sebentar lagi merekapun di wisuda,


Sore ini, Tanya akan pergi ke toko bunganya, ia dapat kabar dari salah satu karyawannya, jika bunga-bunganya tumbuh tidak baik, bunga itu terlihat layu, kelopak bunga itu terus berguguran, Tanya sangat panik, karna, tumbuhannya seperti tidak terawat atau ada masalah lainnya.


“Tidak tahu Kak, saat kami mau menyiram dan memberinya pupuk, tiba-tiba bunga ini layu.“ jawab salah satu karyawannya.


“Apakah semua bunga seperti ini? “ tanyanya lagi.


“Tidak semuanya sih Ka, hanya beberapa saja yang seperti ini. “


Tanya pun, langsung memeriksa semua bunga-bunganya termasuk bunga dan pohon kaktus yang ada di tempat kerjanya, ia lebih takut jika mereka yang mati, karna mereka sudah menjadi bagian hidupnya, mereka adalah tempat persinggahan Tanya, jika sedang sedih .


“Syukurlah, kalian baik-baik saja. “ ia merasa lega karna Cinta masih segar, ia pun mencium aromanya yang harum, begitupun ia memeriksa Kekuatan, ia juga tumbuh dengan baik.


Tanya kembali keluar lagi, ia memberikan jalan keluar dari setiap masalahnya.


“Yasudah, sekarang jalan keluarnya kita urus bunga-bunganya yang masih segar, dan urus yang sudah layu, kita tanam bunga yang baru lagi. “


Tanya, jarang sekali marah pada karyawannya, meskipun karyawan melakukan kesalahan, ia selalu mencoba memaafkan dari pada harus mencaci.


Saling mencaci tidak akan memberikan sinar..


Namun, saling memaafkan akan memberikan sinar itu dengan sendirinya..


_Tanya


Masalah terselesaikan,Tanya pamit pulang kepada karyawannya, ia memberi semangat kepada mereka, agar tetap bekerja dengan baik. Beginilah gadis unik ini, orangnya tidak ingin terlalu ribet, tidak ingin terlalu di permasalahkan dalam hal sepele.


Sesampainya dirumah, Satria sudah menanti kedatangannya, Tanya yang melihat pria itu sedang duduk di ruang tamu bersama Pak Adam juga Bu Kinan, ia langsung menyapanya.

__ADS_1


“Assalamu'alaikum.”


“Wa'alaikumsalam, kamu baru pulang nak? “ Tanya Bu Kinan.


“Iya nih Bun, tadi di toko ada sedikit masalah, tapi sekarang Alhamdulillah sudah selesai. “ jawabnya yang masih berdiri.


“syukurlah kalau sudah beres, ohiya dari tadi Bunda banyak tanya, jadi lupa suruh kamu duduk, dan lupa juga tidak memberi kamu kesempatan buat ngobrol sama Satria, dia itu dari tadi nungguin kamu. “ ujar Bu Kinan.


“Kamu dari tadi nungguin aku! kenapa kamu tidak kabarin aku saja mau kesini? Akukan bisa lebih cepat pulang. “ ia langsung bertanya.


“Kan kejutan, kalau kejutan itu rahasia, kalau aku kasih tahu kamu, berarti bukan kejutan, benar enggak Om!“ jawabnya dengan santai.


“Iyalah, anak remaja yang sedang berbunga-bunga.“ goda Pak Adam.


“Yasudahlah Bun, kita tinggalin mereka, kasihan takut ingin ngobrol banyak, kalau kita disini nanti jadi nyamuknya mereka.“ Pak Adam mengajak istrinya meninggalkan ruang tamu.


“Tapi inget ya!! kalian harus jaga jarak tidak boleh deketan dulu, awas nanti ada CCTV yang lebih canggih. “ Bu Kinan memperingati mereka.


Kedua remaja ini mengobrol dengan santai, tapi penuh dengan ke baperan, penuh dengan canda pula.


“Tan, maukah kamu menungguku dengan sabar, insyaAllah hari ini aku sedang mempersiapkan sidangku, karna skripsiku sudah selesai, jika tugasku sudah selesai InsyaAllah aku akan segerakan niat baikku.“ ia menyuruh Tanya untuk bersabar.


“InsyaAllah aku akan bersabar untuk penantian ini. “ ujarnya, mereka sekarang sudah saling cocok, jadi mereka ingin melanjutkannya ke jenjang yang lebih serius.


Satria yang sudah menyelesaikan skripsinya, sedangkan Tanya masih dalam proses membuat skripsi, setelah lulus bersama, mereka berniat untuk mempercepat niat baiknya, karna tidak ingin di tunda-tunda lagi.


Tiba-tiba gadis ini merindukan kedua sahabatnya, yang sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing, sehingga mereka tidak sempat berjumpa kembali.


“Ohiya, Sat gimana ya kabar Kasa sama Irwan! Apakah mereka baik-baik saja? “Tanya merindukan sahabatnya.


“Alhamdulillah Irwan baik-baik saja, tapi kalau Kasa, aku jarang kontekkan sama dia, sebab aku tidak ingin kamu cemburu, jika aku terlalu banyak chattingan sama wanita, lagian jika itu terjadi tidak baik juga.“ ia sangat menjaga perasaan wanita.


“Dasar kamu ini, siapa yang cemburu? So tauuu. “ ujar Tanya.


“Bukannya aku so tau, memang benarkan kenyataannya. “ ia tersenyum, sembari meminum teh yang di buatkan Tanya.


“Sudahlah, mending kamu pulang saja, cuacanya sudah mendung tuh. “ ucap gadis ini.


“Kamu usir aku?! “ ia sangka Tanya mengusir dirinya.


“Iya, aku usir kamu dari rumahku, tapi aku tidak akan pernah mengusirmu dari hatiku.” Gadis ini membuat suasana menjadi tersenyum sendiri.


“Dasar! kamu ini pandai bermain kata ya, yasudah aku pulang ya. “ Satria pamit, Tanya merasa bersalah.


“Eh.. Kamu beneran mau pulang, akukan cuman bercanda, tidak bermaksud mengusir kamu! “ujarnya.


“Aku tau kok, kamu tidak bermaksud seperti itu, tapi sebelum kamu bilang gitu, aku sudah mau pulang. “


“Maaf ya, kalau tadi.. Aku ngomong gitu, beneran aku bercanda, jangan marah ya. “


“Alasan apa aku marah sama kamu, hanya karna kamu bilang kayak gitu aja, aku harus marah, aduhh... Kamu harus tau kata itu tidak melukaiku, jika aku marah dengan kata itu saja, bagaimana hubungan ini bisa kokoh. “


Hilangkan ke egoisan dari setiap hubungan, jadilah seseorang yang saling memaafkan, lalu tumbuhkan lah kejujuran dan kepercayaan pula itu akan lebih menyempurnakan suatu hubungan, karena itu akan menjadikan sebuah hubungan lebih kokoh lagi. Jika itu tidak ada maka hubungan yang kita jalani bisa saja hancur bagaikan istana pasir yang tersapu ombak.

__ADS_1


__ADS_2