Separuh Sayap Yang Hilang

Separuh Sayap Yang Hilang
12. Dua hati satu cinta


__ADS_3

Dua pemuda yang sedang merebutkan hati seorang gadis, salah satu di antara pemuda itu sudah mendapatkan hati gadis impiannya yaitu Satria, sedangkan pemuda satunya lagi masih belum mendapatkan gadis impiannya, ia pernah di tolak, oleh gadis yang bernama Tanya, pemuda itu yang bernama Bara, hingga kini Bara masih menyimpan cinta itu, ia berharap Tanya bisa dia miliki, Satria belum mengetahui semua tentang Bara, Tanya belum menceritakan soal Bara yang jatuh hati padanya, Tanya takut jika Satria cemburu pada dirinya, tapi gadis ini harus tetap menceritakan soal Bara, ia tidak ingin hubungannya di awali dengan kebohongan.


Satria, pemuda ini sempat sedikit cemburu ketika Tanya mulai menceritakan segalanya soal pria yang jatuh hati pada dirinya, memang pembicaraan ini tidak secara langsung, ia menceritakannya melalui telpon, jika secara langsung ia khawatir melihat Satria cemburu, walaupun Tanya tahu jika Satria bukan pemuda yang pencemburu, setidaknya gadis ini telah menjaga hati Satria, mereka memang pasangan yang saling menghormati satu sama lain, mereka selalu berusaha menjaga hati setiap pasangannya.


Beberapa kali Bara mengungkapkan perasaannya pada Tanya, Tanya masih tetap setia kepada Satria, Tanya tidak ingin perjuangannya selama ini kandas, karna hanya satu laki-laki yang terus mengejar dirinya, ia mencoba memberi pengertian kepada Bara, jika dia sudah memiliki seseorang di hatinya, meskipun seperti itu Bara masih tetap memperjuangkan Tanya, bagaimanapun caranya, Bara sempat ingin melupakan Tanya, namun semakin dia lupakan, semakin sulit pula ia bisa melakukannya, semakin dia mengikhlaskan, hatinya semakin tidak menerima, karna bayangan gadis itu terus datang pada diri Bara.


Satria dan Bara, pemuda yang memiliki sifat yang berbeda, Satria yang penyabar tidak egois, juga pemaaf, sedangkan Bara pemuda yang cukup keras kepala, ia sulit untuk melepaskan orang yang dia cintai, meskipun beberapa cara sudah dia lakukan untuk melepaskan Tanya, tetap saja hatinya tak dapat untuk melakukan itu. Jika seperti ini jadinya, Tanya akan mengurus Bara agar dia bisa menerima semua kenyataan ini, jika cinta itu tidak bisa di paksakan, semakin dia memaksa cinta untuk berlabuh di hatinya, maka semakin sulit juga ia menerima semua kenyataan nantinya.


Satria sudah dia beri pengertian, dan Satria pun tidak marah pada dirinya, kini tinggal satu yang harus dia urus, yaitu Bara, mungkin ini sedikit sulit untuk gadis ini bicara, karna semua perempuan di kampusnya sudah mengetahui bagaimana sifat Bara, meskipun Bara sudah berubah, tapi banyak yang tidak tahu sifat yang lainnya, gadis ini pun memberanikan diri menemui Bara di taman kampus, mereka berdua membicarakan semua perasaannya masing-masing, Tanya perlahan memberi pengertian.


“Bar, tolong maafkan aku untuk kesekian kalinya, aku tidak bisa menerima cinta kamu, karna hatiku tidak mungkin memaksakan untuk cinta sama kamu, lagi pula aku tidak ingin menyakiti Satria ataupun kamu, aku mohon sama kamu, hentikan semuanya, berhenti mengejar aku, jika kamu terus melakukan itu , aku semakin tidak nyaman saat bertemu dengan kamu Bar. “ ujar Tanya.


“Tapi Tan!! aku tidak bisa melupakan kamu, lagian janur kuning belum terpasang di depan rumahmu, jadi aku masih berhak untuk mendapatkan dirimu. “ ucap Bara.


“Bara, aku tidak menyuruhmu untuk melupakan, tapi aku hanya ingin kamu bisa menghilangkan rasa itu, niatkan semuanya karna Allah, InsyaAllah semuanya akan lebih mudah, aku yakin kamu bisa. “ ucap gadis itu .


“Baiklah, aku akan mencoba menghilangkan semua rasaku padamu Tan, tapi jika itu tidak bisa terjadi, tolong jangan halangi aku untuk jatuh cinta lagi sama kamu. “Bara pergi meninggalkan Tanya begitu saja, setelah berbicara seperti ini.


Gadis ini semakin bingung, dengan keadaannya yang mellow, satu sisi Satria calon imamnya, di satu sisi Bara bukanlah siapa-siapa, jika sampai Bara membuktikan omongannya, Tanya khawatir mengecewakan keduanya, jalan satu-satunya yang kini dia miliki adalah menjauhinya dengan perlahan. Saat di kampus dia akan menyibukan diri ketika ia bertemu dengan Bara.


Retno yang melihat perilaku Tanya saat di kampus ia merasa ada sesuatu yang sedang di hindari gadis berkerudung itu, namun Tanya tidak bercerita apapun, memang Tanya jarang sekali berbagi cerita pada teman-temannya, karna dia lebih sering berbagi ceritanya kepada Allah, meskipun Retno mendesak Tanya, gadis itu tetap akan membungkam mulutnya, kecuali dia tidak bisa membungkam saat di depan Kasa.


“Tan, lu kenapa sih? Setiap kali lu liat ka Bara, pasti so sibuk kayak gitu, apakah ada sesuatu di antara kalian? “


“Enggak ah, aku tuh biasa aja, itu mah perasaan kamu doang kali. “ jawabnya, sambil menulis di taman.


“Yakin!! Kalian tidak ada apa-apa! “ ucap Retno, sambil menatap Tanya.


Tiba-tiba ada salah satu mahasiswa memanggil Tanya.


“Tan, kamu di panggil sama Pak Iwan. “ Pak Iwan adalah Dosen pembimbing Tanya, hari ini Tanya sedang berproses membuat skripsi.


Gadis ini pun berlari menemui Pak Iwan, dan meninggalkan Retno sendiri di taman, hanya membutuhkan 5 menit saja untuk dia berlari ke kantor Pak Iwan.


“Assalamu'alaikum Pak. “ ia mengetuk pintu sembari memberi salam.


“Wa'alaikumsalam, silahkan masuk. “ Pak Iwan menyuruh Tanya masuk.


Pak Iwan memanggil Tanya, karna ingin membahas skripsi yang gadis ini buat, keduanyapun berbicara dengan serius soal skripsi yang Tanya kerjakan saat ini, meskipun baru satu Bab dia kerjakan, Pak Iwan sudah senang dengan hasilnya, meskipun ada beberapa yang harus di revisi, itupun tidak banyak.


“Bapak suka dengan hasilnya, paling yang mesti di revisi hanya sedikit saja, semoga selanjutnya bisa jauh lebih baik ya. “


“InsyaAllah Pak, Tanya akan berusaha . “


Tanya keluar dari kantor, saat keluar Bara sudah ada di depannya, hari ini Bara sudah sidang, ia meminta Tanya untuk datang ke wisudanya nanti, tapi gadis itu hanya diam, tidak mengatakan apapun, ia langsung pergi tidak ingin ada masalah yang terjadi di antara mereka.


“Tan, kamu datang ya kewisuda aku. “ saat Tanya tidak berucap sepatah katapun, Bara hanya bisa melihat gadis berkerudung coklat itu pergi.


Pemuda ini menghela nafas, ia harus bisa ikhlas melepaskan gadis itu.


“Dia benar! semakin aku memaksakan cinta untuk berlabuh di hati, maka hatiku semakin sakit menerimanya. “ ia mencerna perkataan Tanya. “Gue, harus bisa melupakannya.”


Lambat laun Bara bisa mengikhlaskan Tanya, ia sudah tidak pernah mengganggu Tanya lagi, ia harus fokus dengan persiapan wisudanya, Bara mengambil jurusan yang sama dengan Tanya, yaitu Psikolog, hanya saja Bara lebih dulu masuk kuliah.


Meskipun Tanya tahu sikapnya itu tadi terlalu berlebihan kepada Bara, seharusnya tadi ia menjawab perkataan Bara, tidak langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


“Bar, maafin aku, seharusnya tadi aku menjawab kamu, tapi apalah dayaku Bar.“katanya dalam hati sembari tersuntuk.


Sepertinya Tanya harus menceritakan ini pada sahabatnya Kasa, ia tidak bisa memendungnya lagi. Mereka bertemu di cafe biasa.


“Kasa, aku rindu. “ Ia memeluk sahabatnya.


“Aku juga rindu, tumben kamu menyuruh aku bertemu dadakan kayak gini. “ ujar Kasa.


“Iya Sa, aku sedang bingung, dengan pemuda yang bernama Bara itu, dia senior ku di kampus. “


Gadis berkerudung ini menceritakan segalanya tentang Bara, yang mencintai dirinya hingga kini, Tanya pikir Bara bisa melupakan dirinya, namun pikirannya salah, ternyata Bara semakin jatuh cinta, iapun menceritakan soal ajakan Bara untuk hadir di wisudanya nanti, Kasa sebagai teman dekatnya memberikan saran, supaya Tanya tidak bersikap berlebihan, jika dia bersikap yang kini dia sedang lakukan, maka dia sudah semakin menyakiti perasaan Bara sendiri.


“Tan, menurut aku, sikap kamu sama Bara itu terlalu berlebihan, juga tidak pantas, kita boleh saja menghindar, tapi harus menghindar dengan cara yang baik juga, agar dia bisa melupakan kamu dengan cara yang baik pula, dan masalah ajakan Bara, itu terserah kamu, apakah kamu mau atau tidak? Kalau kamu ingin datang maka ajak Satria juga, biar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, walau bagaimanapun, Satria akan menjadi calon imammu. “ ujar Kasa.


Tanya, akhirnya menemukan jalan tengah, dia akan memutuskannya sendiri, ia akan membicarakan masalah ini juga pada Satria. Tanya sangat berterimakasih, karna Kasa semua kebingungan yang di alami oleh dirinya menjadi berkurang.


“Makasih ya Sa, kamu memang sahabat yang terbaik yang pernah aku kenal. “


Kasa pamit pulang ia tidak bisa terlalu lama menemani Tanya, karna masih banyak tugas yang harus dia selesaikan, begitupun Tanya, dia meninggalkan cafe dengan wajah sumringah .


Kala itu aku pernah menyapa rembulan di malam hari, rembulan itu sangat indah, sisa bayanganmu di rembulan itu masih terlihat jelas, seketika terlintas dalam hatiku namamu, betapa rindunya aku padamu.


“Tanya! " Malam ini Satria sedang merindukan gadisnya itu, ia menatap rembulan penuh dengan senyum yang lebar, ia ingin berjumpa, tapi perjumpaannya yang terlalu sering takut menjadi fitnah bagi dunia.


Rindu ini menjadikan kegundahan bagi pemuda ini, dan seakan-akan alam sedang mendukung dirinya, gadis impiannya menelpon Satria.


“Hallo, Assalamu'alaikum Tan. “


Mereka mengobrol melalui telpon, awalnya Tanya berbasa-basi terlebihdahulu, dia menanyakan kabar, menanyakan bagaimana sidangnya nanti, semuanya dia tanyakan, hingga sampai ke puncak intinya, Tanya ingin memberitahu Satria, bahwa dia akan pergi ke wisudanya Bara, setelah Tanya bebribicara seperti itu, Satria terdiam sejenak, ia tidak langsung mengiyakan permintaan Tanya, sampai akhirnya ia mengizinkan Tanya pergi, asalkan dengan dirinya.


Tanyapun, tidak mempermasalahkan jika Satria ingin ikut bersamanya, yang terpenting pemuda itu sudah mengizinkan dirinya pergi, Tanya memilih untuk pergi ke wisudannya Bara, karna dia ingin meminta maaf atas segala sikapnya terhadap dirinya. Keduanya mengakhiri telpon, tidak sampai disini saja, yang dulunya Satria tidak pencemburu, sekarang ia mulai menjadi pencemburu, pertentangan dalam hubungan mereka, mereka mencoba untuk mengacuhkannya, Satria tidak ingin hubungannya hancur, gara-gara ia terlalu cemburu pada Bara, yang jelas-jelas Tanya tidak menyukainya.


Satria sudah menjemput Tanya di rumahnya, untuk pergi ke wisudanya Bara hari ini, tepat pada tanggal 08 maret 2020, pukul 08:00 wib, mereka tiba di gedung, dimana Bara melaksanakan acara wisudanya.


Tanya membawa bunga untuk di berikan kepada Bara, ia datang tanpa sepengetahuan Bara, pemuda itu sangat terkejut melihat Tanya yang datang, dia kira Tanya datang sendirian, setelah ia melihat ke arah belakang ternyata Satriapun ikut, merekapun bertemu untuk pertama kalinya,Tanya memperkenalkan keduanya.


“Selamat ya Bar, semoga kamu menjadi orang yang berguna. “ Tanya memberikan selamat sambil memberikan bunga.


“Makasih ya, kamu sudah datang, aku kira kamu tidak akan datang, ohiya dia siapa?”


“Iya sama-sama Bar, kenalin dia Satria. “ Ia memperkenalkan Satria.


Akhirnya keduanya saling kenal, pertemuan yang singkat menggores luka untuk Bara, keduanya saling jatuh cinta, namun hanya satu yang harus di pilih, karna cinta tidak bisa di bagi menjadi dua, gadis ini tidak lupa dengan tujuannya untuk minta maaf kepada Bara.


“Bara, maafin aku ya, aku sudah berlebihan bersikap sama kamu, seharusnya aku bisa menghindarimu dengan cara yang jauh lebih baik, sumpah aku tidak bermaksud untuk menyakiti kamu, hanya saja aku tidak ingin ada yang kecewa di antara kalian, jadi aku melakukan itu semua. “


“Iya Tan, aku maafin kamu, dan kamu tidak perlu melakukan itu lagi, aku ingin kamu bahagia dengan orang yang kamu pilih. “ ujar Bara.


“InsyaAllah, kamu akan menemukan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku. “ Senyumnya.


Bara meminta Satria agar dia bisa menjaga Tanya dengan baik, ia ingin Satria tidak pernah membuat Tanya menangis.


“Sat, gue tau lu orang yang baik, gue minta lu jaga Tanya, jangan sampai dia menangis, gue percaya sama lu. “


“InsyaAllah, saya akan menjaga Tanya, seperti mana saya menjaga orangtua saya. “ ucap Satria dengan yakin.

__ADS_1


Baru satu kali berjumpa mereka sudah akrab, Tanya sempat berpikir akan adanya keributan yang terjadi, nyatanya tidak ada, mereka memang pria dewasa yang bisa menjaga.


Semakin kita dewasa, semakin kita menemukan titik terang untuk bersikap, pemikiran yang baik di lakukan untuk mereka yang mampu menggunakan kedewasaannya dengan baik juga, setiap permasalahan harus di selesaikan dengan kepala dingin, dengan hati yang tenang, jikalau itu tidak di lakukan, maka semuanya akan sia-sia, permasalahan tidak bisa di lakukan dengan otot, dengan cara marah-marah , karna itu akan menyebabkan permasalahan semakin rumit.


Satria mengantarkan Tanya pulang, dan beberapa hari lagi kini giliran Satria yang akan sidang, iapun memberi tahu Tanya, ia harap Tanya bisa datang ke sidangnya nanti.


“Tan, aku harap kamu bisa datang ke sidang aku nanti ya. “ ajaknya.


“InsyaAllah, semoga saja aku tidak ada acara ya Sat, jadi nanti aku bisa datang deh. “ Ucapnya, sambil turun dari mobil.


Satria langsung pulang, ia tidak mampir kerumah Tanya, meskipun gadis itu sudah menwarinya untuk mampir. Entah apa yang sedang pemuda itu rasakan, sehingga ia bersikap tidak seperti biasanya, saat balik dari tempat wisudanya Bara, mungkinkah Satria cemburu? Jika nanti Tanya tidak bisa datang ke sidangnya, sedangkan Tanya datang ke wisudaannya Bara.


Hari berganti, musim pun berganti, hari ini musim hujan, bisa saja esok terang, hari ini sedih, bisa saja esok bahagia, hari ini, hari yang campur aduk untuk Satria, karna tepat pada tanggal 14 maret 2020 , ia melaksankan sidang di kampusnya, Satria dengan penampilannya, mengenakan kemeja putih, jas hitam, dan celana hitam, di tambah dasi hitam, membuat dirinya terlihat lebih keren, ia meminta Irwan, Kasa termasuk Tanya untuk datang ke persidangannya hari ini, namun Baru Irwan dan Kasa yang sudah sampai kampus, tapi Tanya masih belum terlihat, ia semakin gugup, saat namanya sudah di panggil, padahal ia harap sebelum namanya di panggil Tanya sudah sampai di kampusnya.


“Mungkin, dia tidak akan datang!“


Kedua sahabatnya, sudah mengetahui rencana Tanya, kalau dia sengaja telat datang ke kampus Satria, dia ingin memberi kejutan pada dirinya, tidak lama Satria masuk ruangan, tidak lama juga Tanya sampai.


“Guys, Satria tidak curigakan!”


“Tidak kok, semuanya aman, malah Satria terlihat sedih, pasti dia nyangka kalau kamu tidak akan datang. “


Tanya lega Satria tidak curiga, kejutan di mulai, saat Satria keluar ruang sidang, dia melihat Tanya sudah berdiri di depannya, ia semakin senang .


“Tanya! Aku kira kamu.. “


“Kamu tidak akan pernah datang, itukan yang kamu mau bilang, tenang saja aku pasti datang, masa aku bisa datang ke wisudanya Bara, ke sidangnya kamu enggak bisa, aku itu sengaja agak telat sedikit, biar bisa lihat ekspresi kamu yang sedih. “


“Kamu ini nakal,aku gemas tidak bisa peluk kamu, karna, kita masih belum halal. “ ucap Satria.


“Udeh, halalin aja mas bro. “ sambung Irwan, merekapun tertawa.


“Stop!! bercandanya kita sampai lupa menanyakan hasilnya. “


Merekapun menanyakan hasil sidang Satria.


“Sat, bagaimana sidangnya kamu luluskan? “


“Alhamdulillah aku lulus, dan aku juga mendapatkan nilai yang terbaik. “


Dari jauh-jauh hari, Satria sudah menyiapkan cicin untuk melamar Tanya, saat ia selesai sidang, tadinya ia ingin melamar Tanya saat di wisudanya, namun ia tidak bisa menunggu lama lagi untuk mengungkapkan perasaannya itu .


“Tan, aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu! “


“Sesuatu apa yang ingin kamu katakan Sat? Jangan buat aku penasaran dong! “ ujar Tanya.


Satria mengambil cincin dari kantong bajunya.


“Maukah kamu menikah denganku? “


“Kamu serius Sat. “ ujar gadis itu dengan mata berkaca-kaca.


“Aku serius, aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anak kita nanti, jika kamu menerimaku, maka ambil cincin ini lalu kau kenakan di jari manismu. “


Tanya, mengambil cincin itu lalu di kenakan di jari manisnya, setelah ini Satria akan meresmikan lamarannya itu dengan cara mendatangi rumahnya Tanya. Ia akan meminta izin pada orangtuanya, tidak di sangka, Satria datang begitu cepat, paginya ia melamar, malamnya dia datang kerumah orangtuanya, pertemuan yang mengharukan ini terlaksana dengan lancar, kedua orangtuanya Tanya menerima lamaran Satria untuk putri tunggalnya itu. Mereka berharap Satria mampu menjaga Tanya dengan baik, jika kelak sudah sah menjadi suami istri.

__ADS_1


Sebab ibadah yang paling lama di laksanakan adalah menikah, Bu Kinan meminta, mereka untuk niatkan pernikahan ini, karna ingin sakinah, mawadah, warohmah, jika niatnya untuk bahagia, di takutkan itu tak akan lama, tapi jika niatnya karna ingin sakinah, mawadah, warohmah, InsyaAllah semuanya akan mereka dapati, termasuk kebahagiaan dunia dan akhirat.


__ADS_2