
Hari ini Tanya masuk kembali kesekolah, setelah sekian lama dirinya izin tidak masuk sekolah, karena dia harus merawat kedua orangtuanya dirumah sakit, tapi sekarang kedua orangtuanya Tanya sudah sehat seperti sedia kala, ketika dia masuk ke kelas semua temannya memberi kejutan, dengan menghias kelas menggunakan banyaknya balon seperti acara ulang tahun, gadis berkerudung itu sempat bingung.
“Siapa yang ulang tahun? Rame bener nih kelas, udah kayak di pasar aja. “ ujarnya dalam hati, dengan perlahan berjalan ke tempat duduk, dia terus melihat ke atas, melihat semua hiasan itu, hingga pada titik temu yang pas untuk membuat gadis itu kaget, saat dia menghadap kebelakang seluruh temannya yang bersembunyi langsung memecahkan balon, sepontan gadis inipun kaget sejadi-jadinya.
Dor.....
“YaAllah!! “ ia menutup telinganya sembari menengok ke belakang.
“Welcome back to Tanya. “ ujar seluruh siswa dengan senyum yang begitu lebar, mereka sengaja membuat ini hanya ingin menghibur Tanya.
“SubahanaAllah, kalian memang jahil banget, tapi makasih kejutannya berhasil membuat aku kaget, untungnya aku tidak sakit jantung.“ gadis ini meneteskan air mata karna terharu.
“Cup.. Cup... Jangan nangis dong Tan, nanti kita ikut sedih juga.” Kasa dan teman yang lainnya memeluk Tanya, kecuali yang cowok tidak.
Tanya, semakin terharu ketika Irwan dan Satria datang memberikan bunga mawar kesukaannya, sedangkan Satria memberikan pohon kaktus kesukaannya juga, gadis inipun semakin terharu, konyolnya Irwan telah membuat gadis ini tertawa.
“Syang.... Kemana sajakah kamu!! Sungguh aku merindukanmu! Ini bunga sekuntum mawar merah hanya untuk dirimu.” ujarnya dengan gerakkan tubuh seperti pangeran yang dalam dongeng, namun ini versi lebaynya tingkat 100,para gadis di kelas terlihat geli mereka mengacak-ngacak rambut Irwan.
“Sudah.. Sudah hentikan, kasihan dia nanti nangis lalu bilang emaknya. “ Kasa menghentikan para gadis itu.
Kini giliran Satria yang memberikan pohon kaktus itu, dengan tubuh tegak kaku bagaikan robot.
“Tan, pohon kaktus ini untuk kamu, semoga kamu suka. “ dengan wajah datar.
“Makasih ya Sat, aku suka ko,dan makasih juga buat semua yang sudah kalian beri hari ini, aku akan ingat selalu kejadian indah ini. “
Lagi dan lagi, kebahagiaan ini di rusak Lintang dan anak buahnya Helma.
“Nora kalian semua, udah kayak nyambut presiden aja, padahalkan dia cuman cewek upik yang tidak pantas kalian istimewakan. “ Kata-katanya membuat mereka yang mendengar merasa kesal, tapi Tanya tetap bersikap baik pada Lintang dengan menghentikan Kasa yang ingin maju untuk mencambak rambutnya itu.
“Kasa!! Sudah jangan kamu ladenin orang seperti dirinya, jika kamu ladenin berarti kamu sama aja kayak dia, kejahatan tidak boleh di balas dengan kejahatan, jika itu terjadi maka di antara keduanya akan sama-sama rugi, kamu mau kalau sampe itu terjadi! “
“Hari ini kalian selamat, karna Tanya sudah berbaik hati untuk tidak membalasnya. “ ucap Kasa dengan wajahnya yang kesal.
Seluruh temannya sangat mengagumi sikap Tanya yang bijaksana, gadis ini sangat tidak menyukai kekerasan, dia selalu ingin menciptakan kedamaian dimanapun ia menginjakan kakinya.
__ADS_1
Dimanapun kita meninggalkan jejak, maka tinggalkanlah jejak perdamaian bukan ke hancuran.
_ Tanya
Tanya and the geng menghabiskan waktunya di cafe tongkrongaan favorit mereka, saat di cafe mereka terus berbincang tentang hal yang baik tapi lucu,di antara mereka yang sering mengeluarkan leluconnya hanya Irwan, kali ini lelucon yang di berikan Irwan sangat garing kayak kerupuk yang di jemur di bawah matahari dengan panas 31°.
"Geng! gue punya lelucon lucu buat kalian mau dengar tidak!!"
"Mauuu...!" Ujar ketiganya.
"Makhluk hidup apa yang enggak pernah mandi?"
"Itu mah tebak kali bukan lelucon! " ujar Kasa.
"Udah ,lu pada jawab aja ,mau lelucon mau tebak-tebakan yang penting lucu dah."
Serentak mereka menjawab.
"Makhluk kayak kamu Irwan."
"Yaelah tawa ke dikitmah ,tega benar ya, lu lagi Sat diem-diem wae kagak pegel apa tuh mulut di balemin terus udah kayak ada lemnya aja kaku." Irwan mengejek Satria yang hobynya diem.
"Hus.. enggak boleh kayak gitu Wan, kin anjeuna pundung, siga Irwan osok pundungan ( nantinya dia marah,kayak Irwan suka marah)" ujar Tanya dengan bahasa Sunda.
"Ngomong apaan sih? kagak ngarti gue!" dia tidak mengerti apa yang di katakan Tanya.
"Kalau tidak mengerti tinggal cari tahu aja simpel sekarang mah."
Dengan polosnya dia langsung membuka handphone dan mencari tahu arti yang tadi Tanya katakan, hingga dia tidak sadar Satria, Tanya dan Kasa, mereka pergi meninggalkan Irwan, setelah ia bicara tidak ada yang menjawab dia mulai sadar , dan langsung menegakan kembali kepalanya setelah melihat sekitarnya mereka sudah hampir mau membuka pintu cafe, Irwanpun berlari dan berteriak dengan keras sampai semua pelanggan menengok kearahnya.
"Woyyyyy...... tungguin gue!! "
Ketiga sahabat itu terhenti dan menunda membuka pintunya, mereka langsung menengok ke arah Irwan, dengan cepat mereka membuka kembali pintu itu dan langsung berlari keluar sambil tertawa, hari ini Irwan habis-habisan di kerjain udah di tinggal sama mereka waktu di dalam, di tambah dia menabrak pintu di cafe, malangnya nasibnya hari ini.
"Tega banget sih kalian sama gue!! sakit tahu!! " dia mengusap dahinya yang merah.
__ADS_1
"haha...maafin kita, abisnya kamu sih terlalu serius mainin handphone, jadi kita ngerjain kamu deh. " ujar Satria sambil merangkulnya.
"Kan tadi gue searching." ujarnya sambil menghempas tangan Satria di pundaknya.
"Searching bahasa yang Tanya suruh kamu cari itu."
"YaAllah, aku kasih tahu artinya itu, nantinya dia marah,kayak Irwan suka marah." ujar Tanya.
Sekarang Irwan sudah tidak penasaran lagi dengan artinya, karna Tanya sudah memberitahu artinya, merkapun segera pulang jika terlalu lama di luar gadis berkerudung itu pasti kena marah orangtuanya.
"Assalamu'alaikum Bunda, Ayah. " ia memberi salam pada kedua orangtuanya yang sedang duduk bersama di ruang keluarga sambil menonton TV.
"Wa'alaikumsalam, tumben kamu baru pulang sekolah. " Bundanya langsung menegur dirinya.
"Kamu habis darimana? Ayah enggak mau liat kamu nakal." ujar Pak Adam sambil menatap dirinya.
"Maafin Tanya, tadi Tanya habis main sama Kasa, Satria juga Irwan, kitakan sudah lama tidak berjumpa, jadi niat kita hanya ingin membalas rindu kita masing-masing gitu aja ko Yah, Tanya janji enggak bakal nakal. " jawab gadis itu sembari menundukan kepalanya.
Kedua orangtua Tanya tidak jadi memarahi dirinya, mereka memahami apa yang sedang di lakukan para remaja ini, selagi hal ini positif mereka pasti akan izinkan Tanya bermain bersama teman-temannya, merekapun menyuruh Tanya segera membersihkan diri dan langsung shalat ashar.
"Siap Bosku." dia senang karna tidak jadi kena marah.
"Yess!! mereka tidak marah, jantung aku hampir mau copot kalau mereka sampe memarahiku."
Setelah melaksanakan shalat gadis ini kembali turun kebawah untuk melihat bunga-bunganya, saat ingin membuka pintu teriak Bundanya dengan halus.
"Tanya!!! kamu mau kemana? "
"Aku mau melihat bunga aku Bun, tenang saja Tanya enggak akan kabur ko Bun." tengoknya sambil menjawab.
"Bungaku yang cantik kau bermekar sangat indah, merahmu bagaikan merahnya hatiku, syalala.. lala..! " gadis ini bernyanyi asal-asalan.
Sudah puas melihat bunga dia kembali masuk, beginilah kesehariannya Tanya jika di rumah.
"Kalau dirumah terus aku bosan, ketemunya kamar, kasur, dapur lagi dan lagi, enggak ada yang baru apa ya, hmm.. seandainya Bom kamu masih hidup. " keluhannya.
__ADS_1
Mengeluh karna keadaan bisa saja membuat diri kamu akan merasakan ketidak nyamanan dalam menjani hidup, usahakanlah selalu memberi semangat kepada diri kamu meskipun itu sulit kamu lakukan.