
🕊🕊🕊🕊🕊🕊
Beberapa bulan kemudian..
Kini gadis berkerudung ini sudah menyelesaikan wisudanya, ia lulus dengan nilai tertinggi, sekarang ia sudah sah menjadi seorang psikolog, Tiba-tiba ia mendaptkan kabar, jika penentuan tanggal untuk pernikahannya dengan Satria, telah di tetapkan, mereka akan menikah pada bulan april di tanggal 02 tahun 2020. Keduanya pun senang karna tanggal sudah di tetapkan, tapi di balik kebahagiaannya, akan ada kasedihan yang menyapa keluarga Tanya, saat pembahasan ini selesai, Bu Kinan terjatuh dan pingsan.
“Bunda!! “ teriak Tanya, sembari memeluk Bu Kinan. “Ayah, ayo telpon ambulance." serunya.
Pak Adam menelpon ambulance, saat di tengah perjalanan, kondisi Bu Kinan semakin parah, mobil sangat padat hingga sulit bergerak, hingga akhirnya Tanya turun meminta bantuan Pak polisi, ia memberi tahu jika di dalam ambulance itu Ibunya sedang kritis, Pak Polisi pun membantu perjalanan mereka, sampai ambulancenya bisa berjalan, hampir satu jam lebih di perjalanan,akhirnya mereka tiba di rumah sakit dengan tepat waktu.
Kemudian Bu Kinan masuk ruang ICU, Tanya begitu panik dia terus mondar, mandir, ia benar-benar tidak tenang, meskipun Pak Adam menyuruhnya untuk tetap tenang, tapi gadis ini tidak bisa melakukannya sama sekali.
“Enggak Yah, Tanya tidak bisa tenang, Tanya takut Bunda kenapa-kenapa? Tanya enggak mau kehilangan Bunda. “tangisnya pecah, saat ia di peluk Pak Adam.
“Kamu harus tenang, kalau kamu seperti ini, Bunda pasti sedih. “Dia menenangkan putrinya.
Tidak lama Dokter keluar, ia mengabari kondisi Bu Kinan saat ini, Dokter bilang keadaanya cukup parah, kondisi jantungnya benar-benar parah, jika tidak segera mendapatkan transplantasi jantung yang cocok, maka Bu Kinan tidak akan tertolong, Tanya yang mendengar percakapan Pak Adam dan Dokter, ia semakin panik.
Tanya menelpon Satria, ia memberitahu jika kondisi Ibundanya sedang kritis, Satria langsung datang kerumah sakit, ia berlari menuju gadis yang sedang berdiri sambil menangis itu.
“Tanya! Bagaimana keadaan Bunda? “
“Bunda Sat. “ gadis ini tidak bisa berkata-kata, seakan bibirnya kaku.
“Sudah, sekarang kamu tenang ya, InsyaAllah Bunda baik-baik saja. “
Pak Adam keluar dari ruang Dokter, dengan tubuh yang lemas, setelah mendengar informasi dari Dokter.
Hari-hari mulai berlalu, mentari silih berganti cahaya dengan gelapnya awan, hujan mulai membasahi bumi, bunga mulai bermekaran, air yang mulai berjatuhan dari kelopak bunga, dan kumbangpun mulai melahirkan kembali Anak-anak nya, kemudian keadaan mereka mulai berubah.
Tapi tidak dengan keadaan Tanya yang masih belum berubah, dia masih tetap menunggu Ibundanya sadar dari masa kritisnya, gadis ini merasa tidak berguna lagi, ia sudah banyak mengecewakan banyak orang, termasuk Satria dan Umi Aisyah, ia harus menunda pernikahannya, karna kondisi ini tidak memungkinkan untuk mereka menikah, tidak mungkin Tanya melaksanakan pernikahannya sekarang, tanpa seorang Ibu, Tanyapun memberi peluang pada Satria saat mereka berjumpa di rumah sakit.
“Sat, jika kamu ingin mencari wanita lain untuk engkau persunting, maka aku ikhlas dan aku akan mundur dari pernikahan ini, aku tidak ingin membuat kamu menunggu lagi. “
“Tidak Tan, kamu jangan katakan itu, disini aku akan tetap menunggu kamu sampai Bunda kamu sembuh, aku mohon sama kamu, jangan katakan apapun lagi . “Satria bersikeras untuk menunggu Tanya.
__ADS_1
“Tapi! Sat, aku tidak mau kecewakan kamu lagi, aku mau kamu bahagia dengan pilihan kamu. “ ujar Tanya.
“Pilihan aku adalah kamu, aku bahagia hanya sama kamu, aku akan bersabar menunggu. “
Kedua pasangan ini harus rela bersabar dalam penantian ini, mungkinkah mereka akan bersatu dalam ikatan? Atau malah sebaliknya?, Tidak akan ada yang tau takdir mana yang lebih dulu menemui.
Tanya, menjenguk Ibundanya, ia tidak berhenti mengaji, gadis ini terus mendampingi Bu Kinan, yang sedang terbaring lemah, semua alat terpasang di tubuhnya, Tanya sungguh tidak tega melihat kondisi Ibundanya.
Ia menggenggam tangan Bu Kinan. “Bunda, kapan Bunda sadar? Tanya, merindukan Bunda. “ bercucurlah air matanya, dalam pelukan cintanya itu.
Gadis ini, teringat akan kisah dua sayap yang pernah di ceritakan Bu Kinan, ia sadar kisah itu bagaikan dirinya dan Bu Kinan sendiri, gadis ini akan merubah cerita itu.
“Bunda, aku teringat akan dua sayap yang pernah Bunda ceritakan sama Tanya, memang benar Dua sayap itu bagaikan dua insan yang selalu bersama, dan di antara dua insan itu adalah aku dan Bunda, berarti kita adalah dua sayap itu, sekarang satu sayap sedang lemah, ia tidak bisa membantu dua sayap itu terbang bebas ke angkasa dengan seimbang, dalam artian kini Tanya telah hilang keseimbangan dalam kehidupan Tanya, aku harap Bunda kembali menyeimbangkan dua sayap ini, tetaplah jadi sayap yang utuh, jikalau pun dia antaranya harus pergi, aku ingin bukan Bunda yang pergi. “
Pak Adam, kembali mendengar kabar, akan kondisi Bu Kinan, ia memiliki waktu selama satu minggu untuk mendapatkan transplantasi jantung, sedangakan itu tidak akan mudah untuk mendapatkannya, dan jarang sekali orang yang akan melakukan itu semua, Tanya masih belum mengetahui soal kabar ini, Pak Adam masih merahasiakan ini dari putrinya.
“Ayah, apakah Dokter mengatakan hal lain, soal kondisi Bunda? “ gadis ini memberikan pertanyaan pada Pak Adam, ia sangat ingin mengetahui kondisi Ibundanya terkini.
Baru saja Pak Adam ingin mengatakan” kamu tidak perlu khawatir, Bunda baik-baik saja. “
“Assalamu'alaikum Tan, Om. “ mereka memberi salam.
“Wa'alaikumsalam.” Jawab pak Adam dan Tanya.
“Bagaimana keadaan Bunda kamu Tan? “ tanya Kasa.
“Keadaan Bunda, masih sama. “ jawab Tanya.
Ketiga sahabatnya itu menenangkan gadis ini, mereka memberikan semangat dan kekuatan, agar Tanya bisa lebih tegar lagi menghadapi semua ujian yang telah Tuhan berikan. gadis itu cukup tenang ketika kedatangan sahabatnya, ia merasa tidak sendiri, masih ada orang-orang yang menyayangi dirinya, orang-orang yang tidak akan pernah meninggalkan dirinya, seperti ketiga sahabatnya itu.
Nyatanya sehebat apapun kita menyembunyikan sebuah rahasia dari ingin, semua akan tetap tercium, jika angin sudah tidak mampu lagi menyembunyikannya.
🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊
Tiga Minggu Kemudian..
__ADS_1
Tiga minggu sudah Bu Kinan di rawat, perkembangan masih belum ada kemajuan, saat Pak Adam berbicara soal transplantasi jantung itu, Tanya mendengar segalanya, kini Pak Adam tidak bisa beralasan lagi, soal kondisi Ibundanya itu, Tanya sangat marah ketika mengetahui semuanya.
“Ayah, kenapa tidak pernah bilang sama Tanya soal kondisi Bunda? Kenapa Ayah bohongi Tanya? Ayah percuma sembunyikan itu semua dari putri Ayah sendiri, toh semua pasti akan Tanya ketahui juga, Tanya benar-benar kecewa sama Ayah. “ gadis ini berlari keluar rumah sakit, lalu duduk di taman sambil menangis.
Satria, yang baru datang kerumah sakit untuk menengok kondisi Bu Kinan, Pak Adam meminta pemuda ini untuk merayu Tanya, agar dia bisa memaafkan kesalahan Pak Adam, Pak Adam tidak bermaksud membohongi putrinya sendiri, dia sengaja merahasiakan ini semua dari Tanya, agar Tanya tidak semakin sedih, Satriapun langsung mendekati Tanya, dan duduk bersamanya dengan jarak.
“Kamu yakin! dengan caramu marah seperti ini akan menyelesaikan masalahmu! “ ujarnya sambil duduk.
Tanya, menengok ke arah Satria dan langsung menghapus air matanya. “Sejak kapan kamu disini? “
“Tidak perlu kamu hapus air matanya, jika air mata itu mampu membuatmu tenang, maka menangislah, jangan kau tahan lagi, meskipun kamu berusaha menyembunyikan air mata itu, tetap saja akan terlihat . “ ia malah keluar dari pertanyaan Tanya.
“Jawab dulu pertanyaanku, sejak kapan kamu ada disini? “ tanyanya lagi.
“Kamu tidak perlu tahu, sejak kapan aku disini? Yang harus kamu tahu, hanya satu, yaitu sudah akhiri saja kemarahan pada Ayah kamu Tan, Ayah kamu melakukan ini semua, karna dia sayang sama kamu, dia tidak ingin melihat putrinya terus menangis dan panik , itu sebabnya Om Adam, menyembunyikan rahasia ini. “
Pak Adam menghampiri mereka, dan menyambung apa yang telah di katakan Satria.
“Yang di katakan Satria itu benar, Ayah lakuin itu semua karna sayang sama kamu, Ayah tidak ingin menambah beban kamu, Ayah tidak ingin kamu sakit, karna kepanikan kamu, kamu harus ingat, masih banyak tanggung jawab yang harus kamu lakukan, disini bukan Bunda saja yang kamu pikirkan, tapi pasien kamu juga harus di pikirkan, Ayah tidak ingin semuanya mengganggu kamu. “ sambungnya.
"Ayah, tolong maafin Tanya, tadi Tanya terlalu emosi. “ dia meminta maaf. “Sat , kamu kan Dokter, Apakah ada cara lain untuk mengobati penyakit Bunda aku? “ ia menanyakan soal sakit yang di derita Bu Kinan.
“Salah satu caranya, yaitu dengan melakukan transplantasi jantung. “ jawabnya.
Tanya tersuntuk lemas, menumbangkan diri ke tanah, namun Pak Adam menangkap putrinya.
“Nak, kamu harus sabar, dan satu lagi Ayah ingin memberitahu kamu satu rahasia. “
“Rahasia apa Yah? Kenapa begitu banyak rahasia yang Ayah sembunyikan? “ tanyanya.
“Bunda kamu, hanya memiliki satu minggu lagi , jika Bunda kamu tidak mendapatkan donor jantung itu, kemungkinan besar Bunda tidak bisa tertolong. “
Semuanya sudah tidak ada lagi yang di rahasiakan Pak Adam , kini tinggal menunggu ada seseorang yang akan mendonorkan jantungnya, apapun akan mereka lakukan untuk kesembuhan Bu Kinan.
Setiap jam, setiap detik, setiap menitnya Tanya terus memikirkan soal transplantasi jantung yang harus dilakukan, untuk menyelamatkan sang Ibunda, sedangkan untuk melakukan transplantasi itu tidaklah mudah, resiko yang akan di terima cukup berat.
__ADS_1