
Kepergianmu telah membawa duka bagi banyak orang, kini senyummu tinggal hanya bayangan semata, genggamanmu kini telah menjadi angan untuk mereka yang mencintaimu.
Tanah yang masih basah, bunga yang masih segar menghiasi tempat peristirahatanmu, orang yang sangat mencintaimu telah hanyut dalam balutan rindu.
Satu hari proses pemakan Tanya, Bu Kinan telah sadar dari komanya, yang pertama kali dia tanyakan adalah putrinya, saat itu Pak Adam mulai resah, bingung harus bagaimana menjelaskan semua yang telah di lakukan Tanya.
"Ayah, kenapa dari tadi Bunda tidak lihat Tanya? "
"Tanya! " dia resah.
"Iya Tanya!! kemana putri kita Yah?! "
"Putri kita ada disini. " jawab Pak Adam.
"Disini dimana Yah? orang nggak ada, Ayah ngomong itu yang benar, nggak perlu gelisah seperti itu ahh." ujarnya sambil merapihkan pakaian.
"Dia ada di dalam dirimu!! dia akan selalu ada dalam dirimu! " Pak Adam membalikan badan Bu Kinan, ia memberitahukan jika Tanya ada dalam dirinya.
"Maksudnya apa sih? Bunda tidak paham, Ayah jangan suka bercanda! "
"Tanya kita!! "
"Tanya kita kenapa? " tanya Bu Kinan.
"Tanya, sudah pergi dari dunia ini, dia sudah mendonorkan jantungnya sama kamu." peluk Pak Adam.
"A... Ayah pasti bercandakan!! "
"Ayah coba bohongi Bunda!! " dia melepaskan pelukan itu.
"Aku tidak bohong!! "
Tiba-tiba Bara datang kerumah sakit, tadinya dia ingin menengok Bu Kinan, setelah dia lihat Pak Adam mencoba menjelaskan tentang kepergian Tanya, Bara pun ikut menjelaskannya, dia memberikan surat yang di tulis oleh Tanya sendiri, saat itu dia menerimanya di pemakaman.
__ADS_1
"Om Adam tidak bohong Tante!! "
"Tanya memang sudah pergi, sebelum dia pergi, dia tuliskan surat ini untuk Bara, bahkan tidak hanya Bara, semua sahabatnyapun mendapatkan suratnya, dan Bara menjadi saksi proses pemakaman Tanya. "
"Diam kamu!! Tanya tidak mungkin melakukan itu. " Bu Kinan masih belum bisa percaya.
"Kamu harus percaya, Tanya kita sudah meninggal, dan sekarang dia ada dalam diri kamu, kamu harus ikhlas. "
"Kalau memang benar Tanya kita sudah pergi, antarkan aku ke pemakamannya. "
Pak Adam dan Bara, mengantar Bu Kinan ke pemakaman, setelah tiba dia melihat nama Tanya Bin Adam terpangpang di nisan berwarna hitam.
"Tanya, sayapku!! "
"Apakah ini benar kamu? Bunda nggak salah bacakan!! "
Pak Adam memberi kesempatan pada Bu Kinan, dia sengaja tidak mendekati Bu Kinan.
"Kenapa kamu lakukan itu? kenapa bukan Bunda saja yang pergi? kenapa? " dia terus menangis.
"Bun, kita pulang yuk, masih ada banyak lagi yang harus Ayah sampaikan!! "Pak Adam berusaha menenangkan Bu Kinan dan mengajaknya pulang.
Sampai akhirnya, dia mau ikut suaminya pulang, saat tiba dirumah Pak Adam menunjukan semua yang Tanya tinggalkan, termasuk dia membuka laptop yang isinya vidio tentang keluarga ini.
" Assalamu'alaikum Bunda, Ayah, Tanya sangat bersyukur sekali, bisa lahir dari rahim Bunda, dan Tanya bersyukur sekali bisa punya Ayah yang jahil seperti Ayah Adam ini, kalian berdua tidak bisa di bandingkan dengan intan, kalian jauh lebih berharga dari segalanya. "
“Bunda, meskipun separuh sayapmu telah hilang, aku harap Bunda tidak pernah merasa terkurung di dunia ini, tetaplah pergi kemanapun Bunda inginkan, tetaplah tersenyum lebar untuk orang -orang yang ada di sekitar Bunda, dan tetaplah menjadi separuh sayap yang utuh untuk Ayah, disini Tanya ada, disini Tanya selalu bersama Bunda ataupun Ayah, Tanya akan tetap bisa merasakan kalian dekat, merasakan kesedihan ataupun kebahagiaan kalian, karna Tanya ada di dalam diri Bunda, lalu Ayah tetap menjadi pangerannya Bunda, yang selalu ada di saat Bunda sedih ataupun bahagia. “
Ini semua kata yang terucap dalam Vidio yang Tanya buat, keduaorangtua Tanya menangis melihat vidio ini, mereka merasa gadisnya itu masih ada di kamar ini, semua yang telah di lakukan Tanya akan selalu membekas dalam lubuk hati mereka, mereka tidak akan pernah bisa menghapus semua kenangan ini. meskipun kamar ini sudah di tinggal oleh pemiliknya, kamar ini akan tetap di urus sepertimana Tanya masih ada, tidak akan ada yang pernah dirubah sedikitpun, entah itu tokonya, ataupun tempat yang pernah Tanya
sukai, dan mereka akan melanjutkan usahanya itu untuk mengenang kepergian Tanya.
"Yah , Bunda tidak ingin ada yang dirubah dari kamar ini ataupun dari tempat yang Tanya sukai, ini akan tetap menjadi kamar putri kita, Bunda akan selalu ingat pesan dari Tanya, Bunda akan tetap pergi kemanapun Bunda inginkan, dan Bunda akan menjadi sayap yang selalu utuh untuk menyeimbangkan kehidupan kita. " ujar Bu Kinan.
__ADS_1
"InsyaAllah , Tanya tenang disana, kita harus selalu tersenyum, agar pengorbanan yang di berikan Tanya, bisa menjadikan kita lebih sadar lagi akan sebuah perjalanan dalam hidup ini."
*Kata hati.
Aku tidak akan pernah bisa menyapamu langsung, tapi aku akan terus menyapamu dalam do'aku.
_Satria
jika kepergianmu memberi kami kesedihan, maka aku yakin, jika kepergianmu pun akan memberikan semangat hidup untuk mereka yang sedang berjuang dan berkorban untuk orang yang terkasih.
_ Irwan
Bayanganmu selalu menyapa rembulan..
Senyummu selalu membentuk pada bintang malam..
Matamu selalu terlihat bersinar mengiringi mentari pagi.
_Kasa
Canda yang kau berikan selalu membuat semesta ikut tertawa..
Langkah kakimu selalu membuat bumi ikut merasakan rindu atas kepergianmu.
_Bara
Apa yang kau beri itulah yang akan kami jaga,
Apa yang kau tanam itulah yang akan kami kenang.
Separuh nafasmu selalu terasa bersama angin yang berhembus.
_Malaikat tak bersayap
__ADS_1