Separuh Sayap Yang Hilang

Separuh Sayap Yang Hilang
7. Kelulusan Sekolah


__ADS_3

Tidak terasa kini mereka sudah lulus SMA,di usia Tanya yang menginjak 19 tahun, sejak masih di SMA dia gadis yang masih kekanak-kanakan di antara Kasa, Satria dan Irwan, sahabat baiknya. Sekarang Satria sudah bisa bergabung dengan siapa saja, meskipun masih berjaga jarak, kemudian Tanya melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan Psikolog, ini adalah salah satu mimpinya, sedangkan sahabatnya Kasa, melanjutkan kuliahnya dengan mengambil jurusan Desain Grafis, ia ingin melanjutkan usaha Mamahnya di butik, kalau Irwan dan Satria sama mereka pun kuliah, dengan jurusan yang berbeda juga. Satria mengambil jurusan Kedokteraan, sedangakan Irwan kepolisian. Meskipun sekarang mereka terpisahkan oleh jarak dan kesibukan, gadis berkerudung ini berharap, agar mereka selalu meluangkan waktu untuk dirinya.


Nasib Lintang dan Helma , sekarang keduanya bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik, orangtua Lintang terlibat korupsi, kini ia tinggal dengan Neneknya saja, sedangkan Helma sekarang masuk pesantren, ia ingin memperdalam ilmu agamanya. Nasib memang masih bisa kita rubah, namun belum tentu dengan takdir kita. Takdir bisa saja Allah rubah, tetapi itu tidak akan mudah begitu saja, layaknya kita membalikan telapak tangan. Pasti akan ada proses yang di lalui untuk perubahan itu sendiri.


Tanya yang dulu kini lebih dewasa, sifat kekanakannya tinggal 50 % lagi, ia masih tetap di manja Ayah dan Bundanya, sekarang dia sudah memiliki toko bunga,yang di beri nama “Tanya flowers”, hobinya menanam bunga, menjadi hobi yang dapat menghasilkan. Sesekali saat dia pulang kuliah, selalu menyempatkan untuk datang ke toko, untuk mengajari mereka bagaimana caranya menanam bunga dengan baik, bunga tidak cukup di rawat dengan di beri air, di beri pupuk dan lainnya, tapi bungapun harus di rawat dengan cinta, dengan penuh kasih sayang, agar mereka tumbuh dengan baik, itulah yang di ajarkan Tanya pada karyawannya.


Perjalanan baru saja di mulai, mungkin waktu SMA mereka masih sering berleha-leha dalam belajar, kali ini berleha-leha harus menjadi musuhnya yang tidak perlu di dekati, semua yang mereka pilih, mereka harus bisa mempertanggung jawabkannya, harus bisa menjalankannya dengan sepenuh hati.


Hari pertama masuk kampus, sudah ada saja yang membuat dirinya jenuh, ia pemuda yang paling menyebalkan sedunia, ia senior Tanya yang bernama Bara, dia pemuda yang paling rese kerjaannya merayu para gadis, saat dia ingin makan di kantin, kebetulan Bara sedang makan di kantin juga, lalu ia menghampirinya dengan kata-katanya yang membuat gadis ini ilfil.


“Hay! “ Sapanya dengan genit.


“Wa'alaikumsalam.”jawab gadis berkerudung ini dengan salam.


“Ohiya, gue lupa, maksudnya,Assalamu'alaikum. “


“Wa'alaikumsalam.”jawabnya kembali.


“Bolehkan gue duduk disini? “tanyanya, dengan senyum buayanya.


“Iya boleh, asal jangan rese aja. “jawabnya dengan ketus.


Merekapun duduk bersama, makan bersama, tetapi Bara sangat menganggu Tanya, ia terus menggodanya, sampai gadis ini meninggalkan Bara.


“Tanya!! Kamu mau kemana? Kenapa tinggalin aku? “teriaknya.


“Tanya!! Gue mau jadi pacar lu!! “


“Plis, Terima cinta gue!! “


“Sial gue di cuekin, gadis sombong!! “


Gadis itu tidak menoleh sedikitpun, ia terus menutup telinganya dengan kedua tangannya itu, sambil menggerutu.


“Haduhhhh, Emaknya ngidam apa kali!! “


“Kalau,aku tidak menghargainya , udah aku sumpel mulutnya, pake kertas!! “


Balik kampus, Bu Kinan sudah menyiapkan makanan pavorit Tanya, perasaan kesalnya seketika hilang, setelah melihat wajah kedua malaikatnya.


“Assalamu'alaikum.”


“Wa'alaikumsalam.”jawab Bu Kinan,lalu menghampiri Tanya.


Bu Kinan,terus memperhatikan wajahnya yang masih terlihat kesal sedikit.


“Loh.. Loh.. Ko wajah putri Bunda terlihat kesal sih, kenapa hayo? “


“Bukan terlihat lagi Bun, emang aku lagi kesal.


“ jawabnya sambil mengambil makanan.


“Kesal sama siapa? “


“Aku kesal sama senior aku, dia itu suka gangguin aku kalau di kampus. “ jawabnya


sambil makan.


“Tapi dia ganteng kan! “


“Ia sih dia itu ganteng, tapi, nyebelinnya kagak ketulungan dah, dia itu suka merayu para gadis di sekolah, parahkan! “


Bu Kinan malah tertawa, tidak lama Ayahnya datang, dan mendengar percakapan Ibu dan putrinya, Pak Adam menyambungkan percakapan itu lagi.


“Ada apasih! Ko tumben meja makan ini ramai,aroma-aromanya ada yang lagi kesal nih. “

__ADS_1


“Iya,memang Yah putri kita lagi kesal,sama seniornya. “ Sahut Bu Kinan.


“Seniornya, cewek apa cowok nih? “tanya Pak Adam.


“Cowoklah Yah. “ Jawab Bundanya lagi, dengan sedikit tawa.


“Bunda, jangan bilang Ayah, aku malukan!!. “ gadis ini merasa malu.


“Ayah baru tau kamu punya rasa malu, bukannya kamu sering malu-maluin ya. “ Pak Adam malah meledek dirinya.


“Ayahh... Terus saja kalian meledekku. “ dia cemberut kan wajahnya.


Pak Adam mengusap kepala Tanya, hingga kerudung yang dia kenakan jadi berantakan.


“Ayah bercanda ko sayang. “Pak Adam mengusap kepala Tanya, hingga kerudung yang dia kenakan jadi berantakan.


Meja makan ini menjadi ramai dengan celotehan mereka, dulu keluarga ini pernah memiliki pembantu juga sopir, tapi sekarang tidak! mereka ingin mengurus kewajiban mereka masing-masing, dengan kebersamaan yang mereka jalani, menjadikan banyak penduduk bumi cemburu. Hampir setiap hari keromantisan di keluarga ini di lakukan, segala hal hampir mereka urus bersama-sama, meski sibuk melanda.


Saat Tanya membuka laci di meja belajarnya ia melihat album foto, yang perlembar foto itu telah menjadi saksi persahabatan mereka, dia sangat merindukan Kasa,Satria juga Irwan. Kini, ia hanya bisa mengelus foto itu.


“Aku rindu kalian!! “


“Kapan kita jumpa lagi? “


“Sa, aku rindu konyolmu!! Aku rindu senyummu!! Suaramu yang rewel!! “


“Sat, aku rindu sikap dinginmu!! Aku rindu sikap kamu yang kayak robot!! “


“Wan, aku rindu perlakuanmu yang konyol, seperti Kasa!! Tidak hanya aku yang rindu saja, tapi makanan aku pun merindukanmu juga!! “


Irwan sering sekali, menghabiskan makanan yang Tanya bawa .


Aku yang sedang merindukanmu..


Merindukan semua tingkahmu, senyummu dan tawamu..


Sudah lama aku tak jumpa denganmu..


Kini,kamu harus tahu rinduku sudah semakin banyak.


Semoga Allah segera mempertemukan kita.


_Tanya


Setelah shalat subuh, Tanya langsung turun ke bawah untuk pergi sarapan, seusai sarapan dia ingin melihat kebun Bunganya,apakah bunga itu tumbuh dengan baik? Atau malah sebaliknya! , sesampainya dia disana, ternyata mereka bisa merawat bunga-bunganya, sehingga menghasilkan bunga yang baik.


“Gimana semuanya lancarkan? “


“Alhamdulillah lancar ka. “Jawab salah satu karyawan Tanya, yang bernama Rita.


“Alhamdulillah, kalian sangat luar biasa ya. “ Ujarnya sambil memeriksa bunga itu.


Selesai memeriksa keadaan Bunganya, ia pergi ke kampus dengan naik taxi, di dalam taxi Tanya masih mengerjakan tugas kuliah, hari-harinya benar-benar sibuk dengan tugas, hampir tidak bisa meluangkan waktu sedikitpun untuk lebih sering berbincang dengan temannya.


Tanya, mengerjakan tugas di taman dekat kampus, jika di perpustakaan akan ada terlalu banyak orang, pasti itu cukup menganggu dirinya, Saat fokus dengan laptop,Bara dan temannya datang mendekati Tanya, Bara terus mengoceh hal-hal yang unfaedah, ia terus menganggu gadis berkerudung ini, hingga melewati batas, sampai Tanya menamparnya, karna dia sudah berani memegang tangannya dengan erat.


“Bara, lepaskan tangan saya, jangan kamu pikir saya sama dengan mereka, yang senang di rayu sama laki-laki kurang ajar seperti anda, sekali lagi anda berani lancang pada saya, saya akan menampar anda lebih dari ini.“gadis ini langsung membereskan semua buku lalu meninggalkan mereka.


Bara kelihatan marah pada Tanya, ia pikir Tanya adalah gadis yang paling sombong yang pernah dia temui, biasanya ketika Bara merayu para gadis, para gadis itu sendiri terpana oleh ketampanan yang di miliki Bara, tidak hanya tampan,ia juga pria yang pintar, namun kepintarannya tidak dia gunakan dengan baik, ia malah menggunakannya hanya untuk mengatakan hal yang akan membuatnya merugi.


Banyak orang yang lebih memayoritaskan kepintarannya di bandingkan akhlak , hingga banyak orang pula terbelinger dengan semua pilihannya.


Tanya berharap Bara bisa berubah, dengan apa yang sudah dia lakukan terhadapnya, Tanya termasuk orang yang sangat perduli kepada mereka yang suka berbelok arah dari jalannya, memang tidak semua orang bisa kita rubah, apalagi mereka yang keras kepala, karena itu Tanya ingin selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik, agar mereka bisa kejalan yang lurus lagi.


“Bukan aku yang akan merubah sifatnya, tapi, Allah dan dirinya sendiri lah yang akan merubah sifatnya itu, aku hanyalah seorang perantara untuk mengarahkan mereka mana jalan yang harus di ikuti, dan mana jalan yang tidak harus di ikuti. “ Ujarnya dalam hati.

__ADS_1


Bara yang terus mengelus-ngelus pipinya, yang tadi Tanya tampar,sambil menggerutu.


“Sial, gadis itu benar-benar sadis, pipi gue sampe merah kayak gini. “


“Untungnya, lu cewek, kalau cowok udah gue hajar kali. “ ganasnya perkataan Bara, sudah seperti ganasnya singa, yang terbangun dari mimpinya yang gelap.


Salah satu temannya Bara yang bernama Malih, ia menasehati Bara jika dia sudah keterlaluan. Tapi Bara malah marah pada temannya itu, ia mengacuhkan nasehatnya itu.


“Wajar aja sih, gadis itu nampar lu, lagian lunya jugakan yang keterlaluan, coba aja lu bayangin jadi gadis itu, kalau dirinya merasa terancam, pasti lu pun bakal melakukan hal yang di lakukan si Tanya. Saran gue sih lu harus minta maaf sama dia, sebelum lu terlambat. “


“Berisik lu Lih, jangan so nasehati gue, udah ahh.. Gue males bahas ini, mending gue pergi aja. “ Ia meninggalkan Malih.


Malih hanya menggelengkan kepala, sambil mengelus dada.


“Gue punya temen, kenapa gitu benar ya? “


Tanya menjadi takut ketika bertemu Bara, setiap kali ia melihat Bara walaupun dari jauh, ia langsung membalikan badan dan mencari jalan lain , ia merasa hari itu Bara sudah benar-benar keterlaluan. Sekian banyaknya pria yang pernah dia temui di kampus, hanya Bara yang berani kurang ajar pada dirinya, ia merasa Bara sangat jauh berbeda dengan Satria, jika Satria adalah pemuda yang selalu melindungi kehormatan wanita, menjaga wanita, tapi Bara malah sebaliknya. Tanya berharap Bara bisa berubah dan memperbaiki perilakunya itu.


“Seandainya, Satria, Kasa dan Irwan satu kampus denganku, pasti aku merasa lebih tenang, mereka yang selalu ada di saat aku kesusahan, jika mengingat kejadian tadi pagi, aku masih merasa kesal, rasanya aku ingin pindah kampus saja, aku ingin terus dekat dengan mereka, tapi itu tidak akan bisa aku lakukan! “


Saat Tanya merasa sendiri, merasa ketakutan


ia selalu mengingat apa yang pernah di katakan Satria.


Satria pernah bilang padanya. “Tanya, jangan pernah kamu merasa sendiri, disini kita hidup bukan tentang bersama siapa? Bukan tentang kita tinggal dengan siapa? Jika kita sendiri bagaimana? tolong kamu hilangkan semua pertanyaan itu, disini kita harus hidup karna Allah, kita di ciptakan oleh Allah, dan kita akan kembali pada Allah, saat kita berpikir seperti itu, maka Allahpun akan selalu ada untuk kita, untuk melindungi kita, jadi kitapun tidak akan pernah hidup sendiri di dunia ini ataupun nanti setelah kematian tiba. Ingatlah Allah dimanapun kamu berada, ingatlah Allah di saat kamu dalam kesulitan, insyaAllah, Allah akan mengirim hambanya untuk menjagamu, dan satu lagi kamu pun harus ingat Allah di saat kamu bahagia ataupun sedih. “


Masih terngiang dalam telinga Tanya, masih teringat jelas dalam pikirannya, apa yang sudah Satria katakan, disinilah ia merasa tenang setelah dia mengingat kata-kata itu.


“AstagfiraAllah, yaAllah ampunilah aku. “dia memejamkan matanya sesaat.


Tidak lama Retno memanggil Tanya, Retno adalah teman satu kampusnya, ia meminta Tanya segera masuk kelas, karna Dosen pavoritnya yang bernama Pak Iwan akan memulai materinya.


“Untungnya aku tidak telat. “ Tanya merasa lega karna dia tidak ketinggalan materi.


Pak Iwan meminta semua Siswa atau Siswinya untuk mengumpulkan makalah hari ini juga, untungnya Tanya sudah menyelesaikannya dengan baik. Materi selesai, kelas di bubarkan, satu langkah ingin keluar dari kelas ia mendapatkan suprise dari Kasa,Satria dan Irwan, mereka datang ke kampus Tanya.


“Kejutan!!!!.”


“MasyaAllah, kalian!!“ Tanya sangat terkejut dengan kedatangan mereka, ia memeluk Kasa, Irwan yang meledek ingin di peluk Tanya.


“Ko, cuman si Kasa aja sih yang dapat pelukan , kenapa aku enggak? “


Satria memukul Irwan lalu memeluknya. .


“Walahh, kenapa lu yang peluk gue Sat? Nanti ada virusnya.”Tawa pun pecah.


Tanya, harus banyak memberikan kata kenapa? Kenapa? Dan kenapa?.


“Guys, sumpah aku masih bingung, kenapa kalian tahu kelas aku? Kenapa kalian bisa punya ide kayak gini? , benaran deh aku masih bingung! “


“Kita pada kan punya mulut, mulut fungsinya untuk ngomong, ya kita bertanya sama anak-anak sini, dan stop mengoceh ok, karna, sedari tadi perut aku udah manggil,saatnya kita makan di cafe favorit kita, iya gak! “


“Ok siap Bos. “


Tanya dan teman-teman yang lainnya, tertawa dengan tingkah Irwan yang menggemaskan, kini Tanya tidak terlalu jenuh lagi, ia sudah terhibur dengan ketiga sahabatannya. Bara yang diam-diam memperhatikan kebersamaan mereka dari kejauhan, ia sadar dengan perbuatannya tadi pagi, betapa menjaga jaraknya kedua laki-laki itu, ia sampai tak berani mendekati Tanya ataupun Kasa. Namun kebersamaan masih tetap terjalin dengan baik, tawa masih bisa terciptakan.


“Ternyata tanpa berpegangan tanganpun, mampu menciptakan tawa dan keasyikan yang terpancar dari wajah mereka. “Ujar Bara dalam hatinya, lalu pergi.


Ada banyak kisah yang terjalin


Ada banyak pula kenangan yang tercipta


Antara aku , dan mereka.


Dan tawa ini tercipta dengan senatural mungkin.

__ADS_1


_Tanya


__ADS_2