Separuh Sayap Yang Hilang

Separuh Sayap Yang Hilang
5. Kekuatan Do'a


__ADS_3

Setiap wujud waktu kehidupan akan berubah


Hari ini gelap bisa saja esok bersinar


Hari ini gagal bisa saja esok berhasil


Hari ini cinta bisa saja esok hari hilang


Semua itu tak akan ada yang pernah tahu.


_Tanya


Malam nan indah, gadis berkerudung sedang menatap bintang di angkasa, bulan yang bersinar yang mampu membuat matanya enggan untuk memejamkan, meskipun hanya sedetik saja. Setiap kali Tanya merasa sedih, ia sering menatap langit dari jendela kamarnya.


“Bom malam ini sangat indah ya, bintang di angkasa hari ini banyak, lihat Bom! sekarang bulan tidak kesepian lagi, langit menjadi ramai dan tersenyum, seandainya semua yang hidup di dunia ini bisa seperti bulan dan bintang yang selalu hidup berdekatan, selalu memberikan sinar pada mereka yang melihatnya, aku merasa sinarnya mampu membuat diri ini memiliki harapan baru. “ dia menghela nafas.


Semakin lama Tanya mencoba menjauhi Satria di sekolah, semakin sulit juga ia bisa menghilangkan rasa itu apalagi sekarang mereka sering kumpul, sering bicara bareng, bahkan mereka semakin dekat, mulanya memang Satria itu cuek, dingin, sekarang ia malah lebih perhatian sama Tanya. Ia sering menyapa walaupun tampa menatap, ia sering membantu dirinya ketika dia dalam kesulitan, intinya, sekarang dia benar-benar berubah, tidak mungkin juga Tanya mengajak Satria berpacaran, sedangkan gadis itu sudah tahu jika berpacaran itu di larang oleh agama, pikiran Tanya sudah mendekati ke level pendewasaan, ia berharap kelak Satria akan menikahinya.


“Yaampun...Tanya, kamu ini sudah gila , pikiran kamu sudah kemana-mana, dasar bodoh!!“ gadis ini menutup wajahnya dengan bantal, sembari menggerutu gelisah.


Masih pagi, gadis ini sudah bicara sendiri, soal sikapnya semalam.


“Pagi ini aku tidak boleh baper lagi, aku harus bisa menahan rasaku yang masih terpendam ini kepada dia, pokoknya sesampainya di kelas aku harus terus berpikir tentang hal yang lain. “ Sambil berjalan ia berbicara untuk meyakinkan dirinya sendiri, kalau dia bisa melawan rasa itu.


Belum sempat Tanya menaruh tas, Pak Rama sudah memanggil dirinya lebih dulu, beliau menyuruhnya untuk mengambilkan buku-buku yang ada di perpustakaan, sedangkan buku yang Pak Rama mau itu cukup tinggi dari kondisi tinggi badan Tanya.


“Waw... Tinggi banget!! mana bisa aku ambil tanpa bantuan dari sesuatu yang mampu membuatku agak tinggi lebih sedikit. “ Kemudian Tanya mengambil tangga kecil, untuk ia gunakan mengambil buku yang Pak Rama mau, hampir saja dia dapatkan buku itu, tangga yang dia pakai ini rusak dan terus bergoyang, saat ia hampir saja terjatuh ada seseorang yang menahan tangga itu agar dirinya tidak terjatuh kelantai.


“Kamu tidak apa-apa Tanya? “tanya Satria.


“Iya, aku tidak apa-apa, makasih ya. “ jawabnya, dengan keringat di wajah Tanya karna dirinya masih syok.


“Lain kali kamu hati-hati ya, kalau kamu tidak bisa melakukannya sendiri lebih baik kamu minta tolong sama teman kamu yang lebih tinggi, maaf ya bukan maksud aku meledek."


“Iya santai saja, maaf juga sudah merepotkanmu. “


Satria pun mengambilkan buku itu, karna dia lebih tinggi dari pada Tanya.


“Makasih ya, bukunya sudah kamu ambilin, yaudah aku pergi duluan takut Pak Rama nungguin bukunya.”


Hoby gadis ini mengoceh sendiri, jika ada sesuatu yang telah membuat hatinya menjadi gerah karna cinta yang masih tanda tanya ini.


“Tanya, kamu ini dimana sih? Ko belum masuk kelas. “Ujar Kasa.


Gadis berkerudung itu masuk kedalam kelas, saat dia ingin duduan Tanya langsung di cubit Kasa, Kasa geram karna Tanya telat masuk kelas sampai dia menunggu lama.


“Aduhhh.. Kasa sakit tau.”gadis ini mengelus tangan bekas cubitan Kasa.


“Mangkannya jadi orang itu harus disiplin, jangan hobynya membuat orang lain menunggu. “ gerutunya .


“Sorry deh, tadi itu aku di suruh ke perpustakaan sama Pak Rama, beliau meminta aku mengambilkan buku. Itu sebabnya aku telat masuk kelas, toh masih belum ada guru juga.”dia menjeleskan kronologinya.


Kasa masih cemberut, Tanya mencoba merayu Kasa biar dia tidak marah lagi.


“Hmmm... Ko kamu masih cemberut , aku janji deh untuk hari ini apapun yang kamu mau bakal aku beliin, gimana? “


“Baiklah, aku tidak akan marah lagi sama kamu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakuin hari ini! “


“Pake syarat segala lagi. “


“Yasudah, kalau kamu tidak mau,aku marah lagi. “


Kasa sangat senang membuat sahabatnya itu cemas, sampai dia berani mengancam kecil.


“Dasar kamu, bisanya ngancam doang, yaudah, apa syaratnya? “


“Syaratnya, kamu harus antar aku ke toko buku, hari ini. “ jawab Kasa, sembari cengengesan.


“Yaelah, ke toko buku doang, kuylah, aku kira kamu bakal kasih syarat yang aneh-aneh. “ ujarnya sambil merapihkan buku.


Setelah pulang sekolah mereka pergi ke toko buku, tadinya hanya Kasa yang mau beli, akhirnya Tanya pun ikut membeli buku juga, Kapan lagi Tanya bisa keluar rumah cukup lama? karna Pak Adam selalu melarang dirinya keluar rumah terlalu lama, Meskipun dengan orang yang dia kenal, Kasa dan Tanya selesai membeli buku, mereka pulang kerumah masing-masing di sore hari.

__ADS_1


“Assalamu'alaikum, Tanya pulang Bunda, Ayah. “tidak ada yang menjawab salam dari Tanya , ia coba sekali lagi. “Assalamu'alaikum, Ayah , Bunda, apakah ada orang dirumah? Tanya pulang. “Masih saja tidak ada jawaban dari mereka, dia cari ke kamar, di halaman belakang, semua area rumah sudah dia cari, tetap saja mereka tidak ada, dia telpon tidak ada yang di angkat satupun.


“Kemana sih, Ayah sama Bunda. “cemasnya.


Dari sore hingga malam, Tanya, menunggu keduanya pulang sampe ketiduran diruang tamu, untuk menanti kedatangan mereka. Tidak lama handphonenya berdering, akhirnya Bu Kinan menelpon, ia memberi kabar, jika malam ini mereka tidak bisa pulang, karna sedang di luar kota untuk menemani suaminya beberapa hari.


“Assalamu'alaikum sayang, maafin Bunda sama Ayah ya, baru kasih kabar sama kamu, kalau kami beberapa hari ini tidak bisa pulang kerumah, karna Ayah tiba-tiba di tugaskan keluar Kota. “ seperti biasa selalu dadakan, setiap kali ada pekerjaan di luar kota.


“Wa'alaikumsalam Bun, kenapa harus dadakan kayak gini sih? Tanya takut kalau sendirian di rumah, terus kenapa Ayah juga tidak langsung kasih kabar sama Tanya ? “ dia sedih jika harus tinggal di rumah sendiri.


Kemudian Pak Adam, meminta maaf padanya melalui telpon, dan langsung di akhiri mungkin Pak Adam sedang sibuk, sampe bicaranya tidak selesai. Daripada ia sendirian dirumah, Tanya menelpon Kasa untuk menemani dirinya di rumah, untungnya Kasa mau menerima ajakannya itu untuk mengindap di rumahnya selama tiga hari.


“Assalamu'alaikum, Tanya. “ tibalah Kasa dirumah Tanya.


“Wa'alaikumsalam, sebentar aku buka pintunya. “Jawabnya, sambil membuka pintu dan membawakan barang yang di bawa oleh Kasa. “Kasa kamu di kasih izinkan, sama Mamah juga Papah kamu untuk menemani aku selama tiga hari. “


“Iya tenang aja, Alhamdulillah aku di kasih izin ko. “senyumnya.


“ Syukurlah aku lega. “


Baru saja tiba di rumah Tanya, Kasa sudah menanyakan Bombom kura-kura kesayangan Tanya, Tanyapun langsung mengambil Bombom dan menunjukannya pada Kasa.


“Kasa, Bombom kayaknya sakit deh, ia terlihat lemas!“ setelah dia menunjukan Bombom , Tanya, merasa hewannya itu sedang sakit.


“Coba aku lihat. “ Ia memegang Bombom dan melihatnya. “Tan, sepertinya benar Bombom sakit. “ujar Kasa.


“Aduhh.. Gimana ini! Kalau sekarang di bawa ke Dokter hewan sudah terlalu malam, semoga aja kamu kuat ya sampe besok .


“dengan harapan penuh, Bombom bisa pulih kembali esok hari.


Matahari mulai terbit, Tanya memeriksa Bombom kembali, ia harap kura-kuranya masih hidup, tapi ternyata Bombom sudah tidak bergerak lagi, dia sudah meninggalkan Tanya.


“YaAllah Bombom, bangun dong jangan tinggalin aku. Aku terus menangisi kepergian Bombom , Kasa yang melihatku menangis, ia bertanya.


“Tan, kenapa kamu menangis? Kamu baik-baik saja kan! “


“Aku sedang tidak baik Sa. “ Jawabnya dengan wajah yang lesuh.


“Kamu sakit? Atau kamu ada masalah, cerita saja sama aku Tan, aku siap ko. “Ia menunjukan ke khawatirannya .


“Bombom kenapa? “tanyanya kembali.


“Bombom sudah pergi, dia ninggalin aku selamanya. “dia menangis semakin kencang.


“Tan, kamu jangan nangis lagi dong, akukan jadi bingung, harus gimana! Mending sekarang Bombomnya kita kubur. “


Gadis penyayang hewan ini, tidak tega melihat Bombom di masukan ke tempat peristirahatan terakhirnya, Kasa rela menguburkan Bombom, setelah selesai mengurus Bombom, ia mengucapkan kata terakhir dan langsung pergi kesekolah.


“Bom, makasih kamu sudah menjadi teman baikku selama ini, tolong maafin aku, karna aku belum sempat mengajakmu kembali ke desa. “


Sepanjang perjalanan Tanya meneteskan air mata, rasanya ia malas pergi sekolah tidak ada semangat, meskipun Kasa terus memberinya semangat , tetap saja ia tidak bisa membendung kesedihannya.


“Sudah Tan jangan nangis terus, nanti kita beli kura-kura baru. “ujarnya sembari berjalan mundur.


“Aku tidak ingin kura-kura baru, mereka tidak bisa menggantikan Bombom. “ia mengacuhkan Kasa.


Sambil berjalan ke kelas pun, lagi dan lagi air mata jatuh, terus menyebut nama Bombom, ketika ketenangan datang setelah Kasa mampu menghiburnya, dengan menjadi Bombom, ia rela mengenakan kostum kura-kura, ia ingin Tanya menganggap dirinya Bombom, kalau Bombom masih jadi teman baiknya, kejadian ini di ruang Teater sekolah pada waktu istirahat, biar semakin tenang ia mengatakan sesuatu.


“Tanya, bayangkan aku ini Bombom, apa yang akan kamu katakan pada Bombom? Dan bayangkan juga kalau Bombom menjawab semua perkataan kamu. “


“Aku hanya ingin bilang rindu dan maaf. “ itulah yang ingin gadis itu katakan pada Bombom.


“Aku juga kangen kamu Tanya, terimaksih sudah merawatku dengan baik, terimakasih kamu sudah menyembuhkan kakiku dengan terus mengobatinya, dan kamu tidak perlu meminta maaf padaku, kitakan sahabat. “


Tanya, tidak pernah terpikir, jika sahabatnya itu rela melakukan semua ini, hanya untuk dirinya.


“Sa thanks ya, kamu udah bikin aku tenang, dan terhibur dengan perilaku kamu yang membuatku tertawa geli. “


“Iya sama-sama. “ Peluknya.


Malam ini Tanya, harus kembali ceria, biar di rumah tidak membosankan, Tanya dan Kasa berencana untuk menghibur hati mereka , dengan hal-hal yang sering cewek lakuin, yaitu maskeran, main bantal pokonya semua yang asyik mereka lakukan dirumah Tanya, meskipun hanya berdua mereka bahagia. Karna ini adalah hari ketiga Kasa mengindap.

__ADS_1


“Sa, maksih ya sudah mau nemenin aku dirumah. “ujar gadis itu, dengan penuh kasih sayang.


Ketulusan tak bisa terukur dari kata maaf saja. Ketulusan akan terukur bagaimana caranya kita, saling menjaga perasaan satu sama lain. .


_Tanya


Tiga hari sudah Pak Adam dan Bu Kinan di luar Kota, hari ini mereka kembali ke rumah, Tanya sudah benar-benar merindukan hadirnya mereka , gadis ini telah membuat persiapan untuk menyambut kedatangan orangtuanya, tidak lama suara bell berbunyi.


Tinong... Tinong... Tinong...


“Itu pasti Ayah sama Bunda. “ kata gadis itu dengan sumringah, sambil membawa kue yang di buat sendiri oleh dirinya.“ sebentar Tanya buka pintunya. “ dengan penuh semangat gadis itu membuka pintu sambil memegang kue, dia kira itu orangtuanya, tapi ternyata itu bukan Pak Adam ataupun Bu Kinan, namun mereka adalah Pak Polisi.


“Selamat siang, apakah benar ini rumahnya Pak Adam dan Bu Kinan? “Tanya Pak polisi.


“Iya betul Pak, mereka adalah keduaorangtua saya, memangnya kenapa? “tanya balik.


“Mereka mengalami kecelakaan, dan sekarang mereka ada di Rumah Sakit. “Jawab Pak Polisi.


“Innalillahi.” Kue yang ia pegangpun jatuh, gadis ini begitu syok mendengar kabar ini hatinya menjerit, seluruh tubuhnya menjadi lemas tak berdaya.


Satu jam perjalan kerumah sakit, saat tiba gadis ini berlari menuju ruang dimana orangtuanya di rawat sembari mengusap air matanya yang terus menerus membasahi pipinya, sampai diruang rawat, ia memeluk mereka, saat itu Dokter memberitahukan kondisi keduanya, jika keduanya masih dalam keadaan kritis.


“Ayah,bangun!!jangan tinggalin Tanya.


“Peluknya, lalu dia memeluk Ibundanya yang sedang terbaring di rawat, tepat di sebelah Ayahnya. “Bunda, bangun Tanya rindu, Tanya mohon kalian jangan pergi, Tanya tidak punya siapa-siapa lagi, Tuhan berilah aku kesempatan untuk melihat senyum Ayah dan Bundanya lagi. “


Tanya, langsung mengambil wudhu, lalu berdoa untuk kesembuhan keduaorangtuanya, apapun ia akan lakukan, agar mereka bahagia lagi.


“YaAllah, YaTuhanku, ku panjatkan doa padamu dalam dekapanmu aku menjadi kuat, dalam tangisanku, aku menjadi tenang, saat aku jatuh kau selalu bangunkan aku, saat ujian datang padaku, kau beriku kesabaran, YaAllah hari ini inginku memohon padamu untuk kesembuhan Ayah dan Bundaku,semoga engkau masih mengizinkan aku untuk berbakti kepada keduanya, kau masih mengizinkanku untuk melihat tawanya, aku mohon padamu yarobbi, Robbana'atinna fidunya hasanah walfilakhirati khasanah waqina'ajabannar Aamiin.. "


Beberapa hari Tanya, izin tidak masuk sekolah, karna ia harus menjaga orangtuanya di Rumah sakit, Kasa , Satria, Irwan, mereka datang menengok kerumah sakit. Tanya tidak bisa menahan air matanya di depan mereka, ketiga sahabatnya begitu perhatian, mereka terus memberi semangat pada gadis manja yang cengeng ini.


Pak Adam sudah bisa melewati masa kritisnya, sedangkan Bu Kinan masih belum melewati masa kritisnya, Tanya sangat bahagia melihat Ayahnya sadar, tapi di satu sisi ia sedih karna masih harus melihat Ibundanya terbaring.


“Alhamdulillah, Ayah sudah sadar Tanya takut Ayah ninggalin Tanya.”


“Alhamdulillah, ini semua mukjizat dari Allah, yang harus kita syukuri.” Pak Adam menengok kearah Bu Kinan, ia mencoba bangun untuk menggenggam tangan Bu Kinan.


"Istriku..!! kamu harus kuat, kamu harus bisa melewati semuanya, kami sangat merindukanmu. “Ujar Pak Adam , sambil meraih tangannya.


“Ayah, yang sabar ya, InsyaAllah Bunda pasti sadar, Bunda kan orang yang kuat. “


Mencoba tegar di depan Pak Adam, itulah yang sedang Tanya lakukan saat ini, Tanya tidak ingin menambah ke khawatir Ayahnya, ia harus bisa menjadi penyemangat untuk keduaorangtuanya, dalam menghadapi semua ini.


Allah tak akan membebani seorang hamba dengan musibahnya,


Kecuali ia mampu menghadapinya.


_Tanya


Jangan pernah lelah dengan ujian yang Allah berikan padamu, ikhlaslah menerimanya, kelak Allahpun akan mengganti dengan setiap cintanya.


Dua minggu kemudian..


Beberapa minggu yang lalu sudah memberikan begitu banyak pelajaran tentang kehidupan ini. Dari yang berharga, dari yang sedih, semuanya di rasakan, hingga air matapun menjadi saksi perjalanan Tanya selama ini, dia tahu mungkin saja masih ada ujian lain yang datang dalam hidupnya, sebelum ujian itu sendiri datang, ia akan lebih mempersiapkan lagi, agar dia bisa lebih kuat dan bersabar lagi, hingga kata putus asa tidak hadir dalam dirinya.


Dan saat musibah menimpa keluarganya di hari yang lalupun, ia sempat ingin mengeluh, ingin menyerah saja dengan keadaan di hari itu, pikirannya terus-menerus negatif, tak ada yang positif sedikitpun, namun banyak sekali orang-orang yang selalu hadirkan pikiran baik padanya, mereka yang selalu menemaninya, mereka yang tidak pernah meninggalkan dirinya, mereka adalah perantara Allah yang telah dikirim pada Tanya, yaitu, Kasa, Satria dan Irwan. Mereka hadir dalam hidup Tanya untuk menjaganya, untuk menuntun dirinya, agar selalu dekat dengan Tuhannya .


Tanya, bersyukur dengan semua rencana Tuhan yang telah menjadikannya seseorang yang lebih tabah, dengan semua ujiannya dan ia bersyukur, Allah sudah memberinya kesempatan untuk menjaga keduaorangtuanya, Kini gadis ini bisa melihat senyum di wajah keduanya lagi.


“YaAllah, terimaksih atas segala kesempatanmu padaku, kau sudah selamatkan Ayah dan Bundaku dari masa-masa kritisnya, sekarang keduanya sudah lebih baik dan sudah bisa pulang dari Rumah Sakit. “ ucapnya dalam hati.


Senyumnya terpancar dari wajahnya yang halus, matanya yang kecil memancarkan harapan baru untuk melanjutkan kehidupannya.


Ada rangkaian kata yang terdengar hingga ke langit, ada rangkain kata yang mampu menyentuh hati. Kekuatannyapun mampu mengalahkan segala sinar dunia, katanya yang begitu kuat hingga mengetuk pintu langit Itulah yang di sebut Do'a.


_Tanya


Banyak kesempatan yang sudah Tuhan berikan pada kita, banyak pula ketidak sadaran kita pada kesempatan itu sendiri.Sesungguhnya kita tidak akan pernah bisa tahu, apakah Tuhan akan memberikan kesempatan itu lagi? Atau tidak!!


Kini yang harus kita lakukan hanyalah menggunakan kesempatan itu sendiri,

__ADS_1


Dengan sebaik-baiknya.


_Tanya


__ADS_2