
“YaAllah, apa yang harus aku lakukan. “ pejaman mata ini memberikan jalan yang tidak mudah untuk di laksanakan.
Tidak begitu mudah mendapatkan persetujuan dari Pak Adam, jika gadis ini melakukan sesuatu untuk Ibundanya, sesuatu yang akan memberi kebimbangan bagi mereka.
Apa yang akan dilakukan oleh gadis ini?
Semuanya masih belum mengetahui keputusan besar apa yang akan dilakukan, tiba-tiba saja perubahan datang drastis pada gadis ini, perubahan yang tidak biasa dia lakukan sama sekali, biasanya gadis ini tidak terlalu mengambil sikap yang tidak pernah dilakukannya pada orang lain, dan sekarang dia melakukan itu, yang biasanya dia menyendiri saat mengerjakan tugas, namun kini dia lakukan bersama dengan rekan kerjanya sesama psikolog, ia begitu perhatian sama mereka, yang tadinya dia terlalu fokus dengan kerjaannya, kini dia lebih santai dalam pikirannya.
”yang terpenting tugas ini selesai!“
Lalu gadis ini meminta Satria, Kasa dan Irwan, untuk pergi bersama menghabiskan waktu, dia ingin membuat kenangan yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan, mereka akan selalu ingat semua tentang Tanya, kebetulan malam ini ada pasar malam, Tanya meminta tiga sahabatnya bertemu disana, mereka akan di traktir oleh Tanya, saat disana Tanya terlihat sibuk sendiri, semua permainan dia ingin menaikinya bersama mereka. Tawapun pecah di wajah mereka, mereka masih belum sadar dengan apa yang sedang dilakukan sahabatnya itu, setelah selesai bermain Satria dan Irwan pulang terlebih dahulu, tapi Kasa masih bersama dengan Tanya, saat disitu pula Kasa mulai sadar dengan perilaku Tanya.
“Tan, sepertinya ada yang berbeda dalam diri kamu? Tumben banget kamu ngajak kami pergi ke pasar malam, biasanya juga kamu tidak suka pergi ke pasar malam, tapi kali ini berbeda, kayak bukan Tanya yang aku kenal deh, banyak yang berubah dalam diri kamu hari ini. “ begitu banyak pertanyaan.
“Itu hanya perasaan kamu saja Sa, aku biasa saja ko, tidak ada yang berubah dalam diri aku. “Dengan santai Tanya menjawab, sembari memakan gulali.
Tetap saja Kasa, tidak mempercayai ucapanya itu.
“Aku yakin, ada yang sedang di sembunyikan oleh Tanya! Tapi apa? “ katanya dalam hati.
Tanya, mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, ia mengeluarkan selembar kertas yang sudah di tilap rapih dengan amplop yang cantik.
“Sa, aku mau kamu simpan surat ini sampai aku menyuruhmu untuk membacanya. “ ujarnya.
“Ini surat apaan sih? Kenapa bacanya harus nanti? Kenapa tidak sekarang? Emang kamu mau kemana? “
“surat ini rahasia, karna belum saatnya kamu baca sekarang, namanya rahasia berarti nanti, aku tidak akan pernah pergi kemana-mana, ohiya, nanti bacanya bareng Irwan ya, dan satu lagi surat ini untuk Bara, tapi kamu kasihnya,pas kamu mengetahui isi surat ini ya Sa. “ dia menjawab semua pertanyaan Kasa.
Malam semakin larut, pembahasan selesai sampai disini, Kasa mengikuti semua perintah Tanya tanpa bertanya lagi.
Tanya menghela nafas, ia harap keputusan yang di ambilnya itu sudah benar, ia tidak ingin semuanya tahu sekarang, setelah tugasnya selesai, pertama kali yang dia kunjungi Ibundanya, lalu Pak Adam, dia akan meminta izin ataupun ridho darinya. Setelah itu dia akan mendatangi Satria untuk memberikan sesuatu pada dirinya.
“Bunda, sekarang Tanya sudah tahu, sayap mana yang akan pergi, aku harap bila diantara kita yang pergi, sayap yang utuh, jangan pernah merasa terkurung di dunia ini, meskipun tidak bisa terbang bebas, masih banyak cara lagi untuk melakukan hal yang di sukai, Tanya yakin di setiap perjalanan yang kita lakukan akan ada banyak hal yang dapat memberikan sesuatu yang tidak akan pernah bisa kita lupakan sama sekali , aku sangat mencintai Bunda dan Ayah. “ ucapnya dalam balutan cinta, begitu erat dia menggenggam tangan sang Ibunda yang sedang terbaring.
Waktunya tinggal bebarapa hari lagi untuk gadis ini bisa melihat semua yang di cintai tersenyum termasuk Bu Kinan.
Kini giliran, Pak Adam yang akan dia temui, dia meminta Ayahnya untuk menghabiskan waktu bersama, Pak Adam pun menyetujui permintaan gadis manisnya.
__ADS_1
“Ayah, makasih ya, sudah menyempatkan waktu untuk Tanya, seandainya Bunda ada bersama kita, pasti keluarga ini akan semakin lengkap. “ ucap gadis itu dengan matanya yang berkaca-kaca.
“Semoga Bunda, cepat pulih kembali, kita do’akan saja. “ kata Pak Adam.
“InsyaAllah, Bunda pasti sembuh, Bunda akan tetap bersama Ayah untuk selamanya.”
“Dan kamu juga dong. “ Pak Adam menarik hidung Tanya.
Tanya, hanya tersenyum.
“Jikalau pun takdir tidak bersama, setidaknya aku akan selalu ada untuk kalian.“ucapnya dalam hati.
Keduanya, kembali kerumah sakit.
“Ayah duluan saja kesana, Tanya mau ke toilet dulu. “
Dia membohogi Pak Adam, sebenarnya dia pergi menemui Dokter, bukannya pergi ke toilet, dia ingin mengatakan jika yang akan mendonorkan jantung untuk Ibundanya adalah dirinya, dia meminta Dokter untuk merahasiakan ini terlebih dahulu, mulanya Dokter menolak keputusan Tanya .
“Maaf Tanya, saya tidak bisa mengambil resiko ini, apalagi jika saya harus merahasiakan ini dari orang tua kamu. “ ucap Dokter.
“Baiklah, saya akan menuruti keputusan kamu, sebelum itu dilakukan saya akan periksa kondisi jantung kamu terlebih dahulu, dan kamu harus janji, sekarang kamu pergi pada Ayah kamu dan meminta izin darinya.“saran dari Dokter.
Gadis ini, sudah bulat dengan keputusannya , dia bicara tanpa basa, basi terlalu panjang ketika menemui Pak Adam.
“Ayah, Tanya sudah tahu siapa yang akan mendonorkan jantung untuk Bunda. “ ujarnya dengan perasaan yang berat.
“Siapa yang akan mendonorkan jantungnya, Ayah mau ketemu sama dia. “ seketika wajahnya sumringah, Pak Adam senang mendegar kabar ini, namun seketika juga wajahnya menjadi sedih, semua rasa campur menjadi satu.
“Pendonor itu sudah di depan Ayah, yaitu Tanya. “katanya begitu tegas, mampu merubah ekspresi Pak Adam berubah menjadi marah.
“Tanya!! Kamu jangan gila , Ayah tidak ingin kamu melakukan itu semua, Ayah mau kamu rubah keputusan kamu sekarang juga, kalau tidak kamu lakukan sekarang juga, Ayah tidak akan pernah bisa memaafkan diri Ayah sendiri. “ hampir saja Pak Adam menampar Tanya.
“Aku, tidak akan pernah bisa merubah keputusan yang sudah aku buat, aku ingin Bunda selamat, meskipun aku mendonorkan jantung ini untuk Bunda, aku tetap ada bersama kalian dalam diri Bunda, kalian masih bisa merasakan keberadaan Tanya, Tanya mohon Yah, tolong berikan restu Ayah ini jalan satu-satunya untuk menyelamatkan Bunda, tinggal dua hari lagi Yah. “iya meminta agar Pak Adam memberikan izinnya, Tanya terus memegang tangan Pak Adam, sedangkan Pak Adam hanya bisa memalingkan wajahnya. “Yah, jawab, jangan lakukan itu sama Tanya, aku rela mengorbankan segalanya untuk Ayah ataupun Bunda.”
“Kalau misalkan Ayah yang ada di posisi Bunda, apakah mungkin kamu akan melakukan hal yang sama? “ tanya Pak Adam dengan air mata yang mengalir.
“Ya, Tanya akan melakukan hal yang sama, Tanya rela berkorban untuk kalian.” jawabnya dengan tegas.
__ADS_1
Dokter, menghampiri Pak Adam untuk meminta tanda tangannya, tangannya begitu gemetar saat memegang pena, ia tidak rela jika harus Tanya yang melakukan itu, dia adalah anak kesayangan mereka, Pak Adam bingung apa yang harus di katakan nanti pada istrinya setelah dia sadar, di sisi lain Tanya yang terus memohon agar Pak Adam segera mentanda tangani.
“Ayah, ayo tanda tangan, Dokter sudah menunggu. “senyumnya meyakini Pak Adam.
“Ayah tidak perlu merasa bersalah, Ayah harus memutuskannya sendiri, jika Ayah tidak tanda tangan surat ini, maka Ayah akan kehilangan Bunda ataupun aku selamanya. “
Dengan terpaksa Pak Adam, mentanda tangani surat ini, saat selesai mentanda tangani, ia langsung pergi menemui istrinya, Tanya menyusul Ayahnya.
“Ayah, terimakasih, karna Ayah sudah mengambil keputusan yang sangat berat untuk dilakukan, tolong maafin Tanya yang sudah membuat Ayah sedih, Tanya yakin suatu saat Ayah bisa menerima semua kenyataan ini, mungkin ini adalah takdir Tanya yang Tuhan tuliskan. “ katanya sambil memegang pundak Pak Adam.
“Lalu bagaimana dengan Satria?! dengan pernikahan kamu! “ tanyanya yang penuh harapan, putrinya bisa merubah keputusannya itu.
“Tanya sudah tahu, Ayah pasti akan bertanya ini, Ayah tenang saja aku sudah mengikhlaskan segalanya, besok aku akan kerumah Satria. “nyatanya gadis ini tidak bisa merubah segalanya.
Mentari mulai terbit, menunjukan cahayanya yang paling indah, pagi ini Tanya sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah Satria, ia membawa kotak hitam yang berisi surat dan cincin yang pernah di berikan Satria pada dirinya waktu lamaran, namun permintaannya sama, ia menyuruh pemuda itu membukanya nanti, ia sudah tulis tanggal untuk membuka kotak itu, dimana tanggal itu berbarengan saat dia mendonorkan jantungnya, tidak hanya Satria yang sudah di beritahu tanggalnya, Kasa, Irwan, sudah dia beritahu melalui pesan, sedangkan surat untuk Bara di titipkan kepada Kasa, ia di minta untuk memberikannya pada Bara, setelah ia mengetahui apa isi surat itu.
“Sat, aku mau minta maaf, jika selama ini aku sudah sering merepotkan, jika selama ini aku tidak bisa menjadi yang terbaik untuk kamu , aku harap kamu bisa memaafkan aku.” Ucapnya sambil memberikan kotak hitam itu.
“Tan, kamu jangan bicara seperti itu lagi ya, aku tidak suka. “dia memarahi Tanya.
“Tenang saja, ini kata terakhir yang aku ucapkan sama kamu. “sedikit namun bertanda tanya.”Sat, aku mau kamu simpan kotak ini baik-baik, sampai tanggal yang sudah aku tulis tiba, kamu baru boleh mebukannya. “ujar Tanya.
“Tan, kamu tidak akan penah meninggalkan akukan . “
Tanya hanya tersenyum, dia langsung pergi lagi, sudah selesai semua tugasnya, semua yang ingin dia sampaikan, telah berada di tangan mereka masing-masing.
Tibalah, masa menegangkan untuk Pak Adam, dia tidak mampu melihat putrinya masuk ke ruang oprasi bersama istrinya, ini bagaikan mimpi yang tak akan pernah bisa terulang kembali, sebelum Tanya masuk ruang oprasi, dia sudah menyiapkan sesuatu untuk kedua orang tuanya lihat.
“Ayah, di masa terakhir ini, Tanya ingin melihat Ayah tersenyum, Ayah jangan menangis, Ayah harus menjadi kekuatan Bunda untuk menahan air matanya nanti, Tanya, pasti akan selalu merindukan Ayah sama Bunda, dan satu lagi Tanya sudah menyiapkan sesuatu untuk Ayah dan Bunda, jangan lupa Ayah buka laptop Tanya ya.“Dengan senyumnya yang lebar saat masuk ruang oprasi.
Pak Adam sampai tidak bisa menahan air matanya, saat oprasi selesai dilakukan, semua surat yang Tanya kasih pada sahabatnya, mereka sudah membacanya, mereka pun datang kerumah sakit untuk menghentikan Tanya, namun mereka sudah terlambat oprasi pun sudah dilakukan.
“Semuanya sudah terlambat, Tanya kita sudah pergi meninggalkan kita selamanya, untuk selamanya. “ ia memberikan pelukan terakhir untuk putri tercintanya.
Air mata pecah seketika, mereka tidak bisa membendungnya lagi , semua sahabat, teman juga karyawan Tanya, sangat kehilangan sosok Tanya yang baik hati, kini bunga dan pohon kesayangannya pun ikut tumbang, seakan mereka menyatu dalam jiwa Tanya.
Kini tidak ada lagi orang aneh seperti Tanya, kini tidak ada lagi yang bisa membuat tawa tercipta , Tanya adalah orang yang baik, dia wanita yang menginspirasi, dia tidak pernah membully , dia selalu merangkul mereka yang tidak memiliki kepercayaan diri, juga merangkul mereka yang keluar dari jalan Allah.
__ADS_1