Separuh Sayap Yang Hilang

Separuh Sayap Yang Hilang
9. Diam-diam aku mencintaimu


__ADS_3

Saat Tanya hendak pergi ke kampus, ia mendapatkan pesan dari pemuda impiannya yaitu Satria, gadis inipun merasa senang sekaligus galau dengan pesan yang di kirim sahabatnya itu.


Tanya membuka handphonennya. “ Tan, maukah kamu bertemu denganku hari ini? Aku ingin mengatakan sesuatu pada kamu. “ Isi pesannya.


Tanya masih ragu dengan pesan yang di kirim Satria, iapun belum membalaskan pesan dari pemuda dambaannya itu, dia masih di landa dilema jika mengingat rasa cinta yang dulu pernah ada dalam hatinya, memang sekarangpun Tanya masih menyimpan cintanya itu, namun tidak seperti dulu yang terlalu menonjolkan, kini dia mampu menahannya.


Dia menghiraukan pesan itu, lalu pergi ke kampus dengan pikirannya yang terus tertuju dengan isi pesan yang di kirim Satria, sedangkan disana Satria, sedang menunggu balasan dari Tanya hingga gelisah.


“Tan, kenapa kamu tidak balas pesanku? Ayo dong balas! aku hanya ingin jujur dengan perasaanku, aku ingin mengajakmu ta'aruf. “ Ujarnya dalam hati.


Ternyata sejak masih di SMA Satria sudah mulai mencintai Tanya, saat Tanya sudah mengenakan hijab, pada saat itu pula cinta mulai tumbuh pada hati pemuda ini. Cinta memang tidak bisa di tentukan, kadang lebih cepat dari perkiraan, kadang juga lambat, begitulah cinta.


Gadis berhijab ini duduk termenung di kantin sendirian, ia terus memandangi pesan yang di kirim Satria, dia ingin membalas, tapi bingung bagaimana jawabnya, pada akhirnya Retno datang, lalu Retno mengambil handphone Tanya, dia membaca pesan itu dan membalasnya.


“Iya aku mau ketemu sama kamu,tapi dimana? “ Jahilnya Retno.


“Retno!! kenapa kamu bales pesannya? “ Tanya gugup bahkan kesal.


“Sorry abisnya lu lama sih, padahal tinggal jawab iya aja, apa sulitnya tau! “


Mau tidak mau Tanya harus menemui Satria, karena Satria sudah menjawab pesannya lagi.


“Akhirnya kamu balas pesanku juga." ujarnya dalam hati.


"Kita ketemu di tempat biasa ya. “ Balasan dari Satria.


Satria bahagia, akhirnya pesannya di balas juga, walaupun sebenarnya bukan Tanya yang membalasnya, Tanya sampai di tempat biasa mereka bertemu.


“Assalamu’alaikum , maaf ya Satria aku telat. “ Ia mengucapkan salam, pada Satria yang sedang duduk.


“Wa'alaikumsalam, iya tidak apa-apa, aku juga baru sampe kok. “


Keduanya mulai gugup, Satria khawatir jika ajakannya itu di tolak Tanya, tapi dengan keberanian Satria ia, langsung ke inti niatannya.


“Tan, sejak tiga tahun lalu, sejak engkau mengenakan hijab, sejak itu pula hatiku terpukau pada dirimu. “


“Maksudnya apa Satria? Aku belum mengerti!“ Tanya masih belum mengerti apa maksud perkataan Satria.


“Maksud aku! kenapa aku mengajak kamu bertemu? karna aku ingin mengatakan, Tanya.. maukah kamu menjalankan ta'aruf denganku?" Dengan berani Satria mengatakannya.


“Ta'aruf! Apakah kamu yakin dengan semua niatan kamu? “ Tanyanya.


“InsyaAllah , saya yakin dengan ucapan saya, saya berani bertanggung jawab dengan semua perkataan saya, jika engkau berkenan, maka saya akan langsung datang kerumahmu untuk memintamu pada orangtuamu dan pada Allah. “ Ujarnya dengan tegas.


“Tapi, kita masih sama-sama kuliah, kita masih belum lulus, jujur saja untuk saat ini aku belum siap untuk kau lamar . “ Tanya masih ragu.


“Jika kau masih ragu, dengan niat baikku, kamu masih bisa di pikirkan lagi, silahkan istikharah, mana yang terbaik untuk kamu. “


Satria sudah siap, apapun keputusan yang di berikan Tanya, dia akan menerimanya dengan ikhlas, karna ia tidak bisa memaksakan Tanya untuk menerima ajakannya itu.


Satriapun pergi tanpa ada jawaban, namun Satria hanya mendapatkan kejujuran soal perasaan dari Tanya, ketika gadis itu berlari keluar cafe,lalu menghentikan langkahnya.


“Satria tunggu!! “panggilnya.


Satriapun menengok lalu membalikan badannya, ia mendengarkan semua yang di katakan gadis berhijab itu.


“Sat, aku mau jujur tentang sesuatu. “ Mereka berdua berdiri di depan cafe, kebetulan cafe itu dekat dengan taman.


“Kamu mau jujur soal apa? “ Tanya Satria.


“Aku mau jujur soal perasaanku. “ Jawab Tanya.


“Apakah kamu pernah memiliki perasaan sama aku Tan? “

__ADS_1


“Iya Sat, aku memang pernah mencintaimu, saat kita masih SMA, bahkan sampai sekarangpun aku masih mencintaimu, tapi aku masih belum yakin, dengan perasaan yang aku miliki saat ini, apakah benar aku cinta sama kamu? Atau malah hanya sekedar suka! Aku masih belum tahu Sat, aku pernah mendambakanmu untuk menjadi imamku, aku selalu berharap kamu bisa mencintaiku. “ Saat Tanya mengatakan ini, dia terus menundukan wajahnya.


“Dan sekarang Tuhan sudah kabulkan doa kamu, aku bisa mencintaimu karna Allah Tan, karna hal yang paling menyakitkan dalam cinta, ketika kita tidak mampu mengungkapkan cinta itu sendiri. “ Ujar Satria sambil mengahampiri Tanya dengan jarak yang tidak terlalu dekat, dengan tatapan yang penuh jarak.


“Iya Sat, aku tahu Tuhan sudah kabulkan semuanya, tapi sekarang perasaanku yang berubah-rubah, kadang aku sering memikirkanmu, kadang aku juga melupakanmu, jika perasaan aku seperti itu aku takut jika kelak aku mematahkan hatimu, sedangkan aku tidak ingin ada yang tersakiti di antara kita. “


Satria tetap bersikukuh untuk bertahan dengan cintanya itu pada Tanya, ia yakin jika suatu saat nanti cinta itu akan kembali lagi pada hati Tanya.


“Apapun yang terjadi nantinya, aku siap Tan, meskipun kamu sudah mematahkan hatiku, itu bukan salahmu, tapi itu salahku yang sudah mencintaimu berlebihan, hingga aku sudah membuat Tuhanku cemburu. “


Satria langsung pergi, Tanya masih berdiri hingga langit mendung, tanpa sadar air hujan turun dan Tanya masih memikirkan ucapannya tadi, iapun kehujanan semuanya basah kuyup .


“Sat, tolong maafin aku, aku tidak ingin jika suatu saat nanti aku bakal membuat kamu sakit hati, dengan perasaanku yang berubah-rubah, jika itu sampai terjadi aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku ini, yang sudah menyakiti orang yang baik sepertimu. “ Sambil berjalan di bawah derasnya hujan.


Mobil mewah berwarna merah berhenti persis di dekat Tanya , lalu pengendara mobil itu turun sambil membawakan payung, dan dia adalah seorang pemuda yang bernama Bara.


“Kamu tidak perlu menangis di bawah hujan, meskipun hujan dapat menyembunyikan air matamu , tapi tidak dengan Tuhan, Tuhan akan tetap mengetahui air matamu, mungkin kamu bisa membodohi dunia, dengan semua perasaan kamu, tapi tidak dengan yang maha menciptakan kamu. “


Kemudian Tanya melihat pemuda yang sudah melindunginya dari hujan, ia sangat terkejut melihatnya, ia merasa aneh sejak kapan pemuda ini bisa menjadi seseorang yang bijak.


“Bara, kamu ngapain disini, dan sejak kapan kamu jadi bijak seperti ini. “


“Sejak aku mengenal Tuhan yang sudah menciptakan bidadari seperti kamu. “Ujarnya.


“Sudahlah, turunkan saja payungnya. “ Tanya merasa tidak nyaman.


“Baiklah, aku bakal turunin payung ini, setelah kamu masuk kedalam mobil. “ Bara mengajak Tanya untuk pulang bareng.


“Maaf Bar, aku tidak bisa pulang bareng. “ Dia tidak ingin berada di satu mobil berdua dengan pria.


“Kenapa? Kamu takut kita berdua saja, tenang aku di dalam mobil itu masih ada orang kok, kalau memang kamu tidak percaya silahkan cek saja. “


Setelah Tanya, melihat kedalam mobil, ternyata benar Bara pergi tidak sendiri, ia pergi bersama Bi Inah pembantu Bara, akhirnya, Tanya mau pulang bersama Bara, karna ada Bi Inah. Ketika di dalam mobil, Bi Inah menceritakan tentang Bara.


“Non, namanya siapa? “ Bi Inah menanyakan nama Tanya.


Tiba-tiba Bi Inah, langsung mengatakan sesuatu pada Tanya, seakan dia kenal dengan Tanya sudah lama, padahal baru saja dia bertemu.


“Ternyata ini yang namanya Non Tanya, yang sering Tuan Bara ceritakan, kata Tuan Bara ada gadis cantik berhijab di kampusnya, dia gadis yang manis, baik, bawel juga galak, terus kata Tuan Bara dia sangat me...! “


Bara memotong pembicaraan Bi Inah yang terus nyerocos.


“Bibi, sudah hentikan, kasihan teman aku, pasti dia merasa risi. “ Ujarnya dengan alasan, ia takut rahasianya terbongkar.


“Tidak apa-apa Bi, lanjutkan saja, tadi Bibi mau bilang apa? me.. Maksudnya! “


Bara semakin gelisah, untungnya Rumah Tanya sudah di depan, jadi dia bisa menghentikannya.


“Tan, bentar lagi kita sampai Rumah kamu. “


Tibanya Tanya di rumah, ia sudah dalam keadaan basah, iapun sangat berterimakasih pada Bara yang sudah mengantarkannya kerumah. Pak Adam yang melihat putrinya basah, langsung membuatkan air hangat dan memberi handuk.


“Yaampun.. kamu dari mana saja? Sampai kehujanan kayak gini, kenapa kamu tidak minta jemput saja sama Ayah? “


“Maaf Yah, tadi Tanya ada perlu sedikit, mangkanya Tanya ke ujanan. “Jawabnya.


“Sudah, sekarang kamu minum air hangatnya, sebelum Bunda memarahi kamu. “


Bu Kinan akan selalu marah jika anaknya kehujanan, ia tidak ingin putrinya sakit karna kedinginan, sejak kecil Tanya tidak pernah main air hujan, sebab jika sedikit saja ia terkena air hujan, langsung flu terus sakit, gadis ini tidak bisa terlalu lama dengan air dingin.


Tetap saja Bunda mengetahuinya, Bunda keburu keluar dari kamar, Ayah benar aku langsung di marahi Bunda, sedangkan Ayah malah menertawakanku.


“YaAllah Tanya, kenapa kamu basah kayak gini? Bunda sudah bilang sama kamu, kalau hujan turun kamu harus segara mencari tempat untuk meneduh, coba lihat sekarang kamu kedinginan. “

__ADS_1


“Iya Bun, maaf, tadi aku tidak bisa menemukan tempat yang teduh semuanya terbuka, aku terpaksa deh hujanan, lagian asyik kok Bun hujanan dan buktinya Tanya tidak apa-apa! “ Ujar gadisnya dengan manja.


Pak Adam, terus tersenyum sambil memakan kacang saat putrinya di marahi, lalu berkata.


“Benar tuh Bun, marahi saja Tanya kita sekarang tidak menurut. “


“Ayah, jangan kompor-komporin Bunda dong! Ayah tega sama Tanya. “ Ia merasa kesal, dan akhirnya Tanya mengerjai Ayahnya balik dengan cara memeluknya dalam keadaan baju basah.


“Tanya!! baju Ayah jadi basahkan. “


“Biarin, tuh Bun tinggal Ayah yang di marahi baju Ayah juga basah di tambah Ayah sudah meledek aku, jadi double Bun marahnya.Nyatanya kami sekeluarga saling meledek, hingga tertawa tiada henti, dengan berpura-berpura akting.


“Sudah Bun, hentikan perut aku sakit karna tertawa, dan bajuku dari basah sampai kering lagi. “


“AstagfiraAllah, Bunda sampe lupa kalau kamu abis keujanan, yaudah sanah cepat ganti baju terus istirahat. “ Bunda menyuruh Tanya untuk istirahat.


“Semuanya sudah bersih, shalat maghrib dan isya sudah di laksanakan, tinggal tidur deh.”Ujar Tanya.


Tanya masih bingung soal ajakan Satria, apakah dia harus menerimanya? Atau malah menolaknya, gadis ini dilema jika dia menolak, berarti dia sendiri sudah


membohongi perasaan nya itu, sedangkan cinta itu masih ada pada Satria, jika dia menerimanya, ia merasa takut jika suatu saat bisa melukai hatinya yang lembut.


Salah satu jalan keluar dari permasalahan cinta Tanya dan Satria, hanya Allah yang memilikinya, Tanya mengikuti saran yang di berikan Satria, untuk shalat istikharah di tengah malam.


“YaAllah, engkau lah pemilik hatiku dan hatinya, engkaulah yang menciptakan kami, sesungguhnya aku memohon petunjukmu dari setiap permasalahanku, cinta yang kekal hanya di miliki engkau yarrob, aku mohon padamu, berikanlah aku pasangan yang tidak akan pernah mengurangi rasa cintaku padamu, dan berikanlah pasangan yang mampu menyenangkan hati kami, jika memang dia jodohku maka dekatkanlah, tapi jika dia bukan jodohku maka palingkanlah aku darinya, dan palingkanlah dia dariku. Aamiin.“


Seusai shalat istikharah Tanya kembali tidur, lalu memimpikan seorang pemuda yang mengenakan pakaian putih, wajahnya berseri, postur tubuhnya seperti seorang yang Tanya kenal, yaitu Satria. Mungkinkah ini adalah petunjuk dari Allah untuk mereka berdua!


Tanya bangun sangat pagi, lalu menceritakan soal mimpinya pada Bu Kinan, dan soal ajakan Satria padanya, Bu Kinanpun memberikan saran, bahkan ia menyetujuinya, karna Bu Kinan sudah mengetahui Satria bagaimana!


“Nak, Bunda tidak akan memaksakan kamu harus menerimanya, tapi Bunda yakin jika itu petunjuk dari Allah, Satria anak yang baik, sopan, akhlaknya juga baik. “ Ujarnya.


“Tapi, Bun, aku masih belum siap di lamar. “


“Nak, Satriakan ngajakin kamu ta'aruf dulu, belum untuk melamar, yasudah kamu ikuti saja alur ceritanya, masalah kedepannya biarkan Allah yang mengatur. “ Kata-kata nya membuat Tanya tenang.


Tanya , menyuruh Satria datang kerumahnya , jika memang dia benar-benar serius ingin mengajak ta'aruf, maka dia harus membicarakan itu langsung pada keduaorangtuanya. Pak Adam sempat tak menyetujuinya, karna mereka masih mahasiswi, masih anak pelajar, namun Satria mampu meluluhkan hati Ayahnya Tanya.


Sore ini seusai pulang kampus, Satria membuktikannya pada Tanya, jika memang ia serius pada dirinya, Satria ingin lebih dalam kenal dengan Tanya, jika memang mereka saling cocok, maka setelah keduanya sudah di wisuda, Satria akan membawa ini ke jenjang yang lebih serius, yaitu ikatan dalam pernikahan. Satria datang dengan Ibunya, dan langsung membicarakan kedatangan mereka.


“Kedatangan kami kesini , ingin mengajak Putri Om yang bernama Tanya, untuk menjalani ta'aruf , apakah Om mengizinkannya? “


“Om, akan mengizinkan setelah kalian lulus kuliah, Om tidak ingin kuliah kalian terganggu.“ Katanya yang mengejutkan.


“InsyaAllah, kuliah kami akan tetap berjalan tanpa ada gangguan, hingga kami lulus nanti , bahkan hingga kami mengabdi. “ Ujar Satria.


“InsyaAllah saya yakin Om, jika memang kami saling cocok, saya akan mengikat putri Om dalam pernikahan, itupun jika Om merestui. “


“Baiklah, jika memang kamu yakin, Om akan merestui kalian dengan satu syarat, kalian berdua harus tetap berjaga jarak dan harus lulus dulu, setelah lulus InsyaAllah Om akan merestui kalian dalam pernikahan. “


Restu sudah di dapati, Tanya senang dan berharap jika keputusannya itu baik untuk kedepannya, jika memang kita di takdirkan untuk bersama, InsyaAllah Allah akan satukan kita dalam ridho-Nya.


Kasa ataupun Irwan dia belum mengetahui, soal ajakan Satria pada Tanya, mereka akan memberi tahu setelah semuanya bisa meluangkan waktu untuk bertemu. Bara yang diam-diam mencintai Tanyapun, mengungkapkan perasaannya melalui pesan, bukan secara langsung, saat itu Tanya sudah ta'aruf bersama Satria, gadis ini menolak perasaan Bara dengan halus.


“Sejak kita bertemu di acara ospek itu, aku sudah jatuh cinta sama kamu, aku coba mendekati dirimu, seperti aku mendekati wanita lain, tapi kenyataannya kamu berbeda dari gadis yang pernah aku dekati, kamu gadis yang baik, kamu gadis yang selalu menjaga kehormatanmu, tutur katamu selalu membuat hatiku tenang, membuatku sadar, jika aku pernah melakukan cara yang salah untuk mendekati wanita, bahkan kamu sudah membuatku berubah menjadi Bara yang jauh lebih dekat lagi. Jika kamu mau! aku ingin menjadikan engkau kekasihku. “ Dalam pesannya yang panjang.


“Mohon maaf, aku tidak bisa menjadi kekasih kamu, InsyaAllah, Allah akan kirim gadis yang jauh lebih baik,dari pada aku,karna kamu orang yang baik juga Bara.” Balasnya.


Bara ikhlas dengan penolakan Tanya, sekarang dia menjadi pemuda yang tidak pemarah lagi, dia tetap tersenyum saat bertemu dengan gadis yang dia cintai, sampai akhirnya Bara mengetahui, jika Tanya sudah memiliki calon suaminya sendiri .


“Sekarang aku mengerti, kenapa dia menolakku? Ternyata dia sudah memiliki calon suaminya. “ Bara sudah mendengar kabar ini, saat dia mendengar pembicaraan Tanya melalui telpon.


Tadinya Tanya ingin mengajak Kasa dan Irwan untuk bertemu, tapi, mereka tidak bisa, karna jadwal yang padat, akhirnya, kabar baik ini di beritahukan melalui telpon, Satria menelpon Irwan , sedangkan Tanya menelpon Kasa.

__ADS_1


“Apa!! Kalian menjalani ta'aruf. “ Walaupun berbeda telpon, tapi, jawaban yang di berikan mereka kompak.


Keduanya sangat terkejut, sekaligus bahagia Irwan dan Kasa, berharap mereka bisa segera menikah, mereka pikir, Tanya, Satria adalah pasangan serasi, Sama-sama saling melengkapi kekurangan. Namun, Tanya ataupun Satria,mereka masih belum berpikir ke jenjang pernikahan karna ingin menyelesaikan kuliahnya, yang tinggal beberapa tahun lagi.


__ADS_2