
musim kemarau tahun ini memang kebangetan.
setidak-tidaknya begitulah anggapan Mayra putri Kumalasari.
hampir setiap pulang kuliah atau pulang dari tempat kerja mayra sering uring-uringan.
siang itu Mayra tak henti-hentinya mengurutu,terik matahari di atas kota Jakarta terasa mau membakar ubun-ubun kepala.
mayra yang tengah naik angkutan umum berkali-kali menyeka keringat.
sementara seorang penumpang laki-laki tak hentinya memperhatikan dirinya penuh kagum.
Mayra tak mempedulikannya, dia sudah terlalu sering melihat sorot mata penuh kagum dari laki-laki yang memandanginya,malah dia jadi risih jika dirinya di pandangi seperti itu.
untungnya angkutan yang di tumpangi Mayra telah sampai di tempat tujuan, Mayra buru-buru mengetuk bel pada pintu angkutan.
"Bang mangga dua"katanya
tak berapa lama angkutan umum berhenti di depan pintu gerbang perumahan.
Mayra buru-buru melompat turun.
beberapa tukang ojek yang berjajar di perempatan perumahan serta -merta mengalihkan perhatian nya kearah Mayra yang sedang membayar ongkos.
"Baru pulang May?"tanya seorang tukang ojek menggoda.
Mayra hanya menyahut dengan senyuman,tapih hanya sekilas lalu gadis itu melangkah menyusuri jalan beraspal menuju ke rumah nya,Mata mereka tak luput terus memperhatikan gadis itu.
"Egak di jemput may?"tanya seorang tetangga saat Mayra hampir sampai kerumahnya.
__ADS_1
"egak mas Jo"jawab Mayra kpada seseorang yang di kenal sebagai Parjo.
setelah menjawab Mayra terus berjalan kearah rumahnya.
Beberapa orang yang lewat berdecak kagum,mata mereka tak luput terus memperhatikan kecantikan gadis itu.
Mayra memang cantik,semua orang yang melihat kecantikannya pasti akan terkagum-kagum.
pipinya yang sedikit chubby,hidungnya yang mancung,kedua bola matanya yang indah,sorot matanya memang terkesan sayu namun sungguh serasi jika dikombinasikan dengan bulu mata yang lentik dan alis mata yang tebal,bentuk bibirnya pun takkalah menawan tipis kemerah-merahan dengan bentuk dagunya yang sedikit runcing,rambutnya hitam lurus tergerai di bahu sesekali bergoyang tertiup angin.
Mata puluhan tukang ojek itu semakin terkagum-kagum tubuh yang sedikit munggil itu begitu menggoda pandangan mata mereka,kulitnya yang putih bersih,lehernya yang jenjang,bentuk kedua betisnya pun tidak mengecewakan.
Hanya saja sayang gadis cantik yang sudah menginjak usia dua puluh empat tahun itu terkesan Cuek,malah bisa mungkin sedikit tertutup bagi orang yang belum mengenalnya.
namun sikap cuek gadis cantik itupun tidak menggurangi penampilan nya,dengan menggunakan pakaian kuliah yang sederhana,Mayra terlihat sangat mempesona,tak heran kalau beberapa orang yang memandanginya itu sempat terkagum-kagum.
"assalamualaikum"ucap Mayra sambil menggetuk pintu.
"orang kasih salam di jawab dulu Bambang"ujarnya sembari menggeleng kepala.
"waalaikum salam adekku tersayang"jawab seorang laki-laki yang barusan membuka pintu.
"Minggir bang aku mau masuk udah laper,capek nungguin luu tadi egak jemput-jemput"kesel Mayra yang sudah lama menunggu di jemput sebelum memutuskan naik angkutan umum.
"ya maap adekku yang paling cantik...abangmu ketiduran tadi"jawab laki-laki yang tadi.
"pakoknya aku kesel sama lu Rendi Ariandy Pratama"
langsung menggerutu dengan nada yang sedikit tinggi kepada kakaknya.
__ADS_1
ya Rendi Ariandy Pratama adalah saudara pertamanya sebelum Narendra Arianda Pramana,Rendi adalah orang yang sering menjemput Mayra pulang dari kampus sedangkan Rendra adalah orang yang selalu menjaga ibunya saat dirawat di rumah sakit.
"uhhh cup cup si manis ngambek" sambil mencubit pipi nya Mayra.
"sakit tau" ucap Mayra sambil mengelus-elus pipinya dan segera masuk kedalam.
Mayra sangat bersyukur bisa di lahirkan di keluarga yang sederhana dan mempunyai ibu yang tulus membesarkan nya dan dua kakak yang sangat menyayangi dan menjaganya,yang selalu membuat dia tertawa.
meski ayahnya yang tidak tau entah kemana karena saat Mayra meginjak umur sembilan belas tahun ayahnya meninggalkan nya bersama ibu dan kakak-kakak nya.
"Bang Ren,kak Andra udah balik ke rumah sakit ya" tanya nya pada laki-laki yang sedang menonton tv di hadapannya.
"hiya,selesai masak dia langsung balik,katanya mama pengen bubur kacang hijau" ya Andra adalah kakak laki-laki nya yang pintar masak.bahkan masakan Andra lebih enak dari pada ibunya.dia menurun bakat ayah nya yang seorang juru masak handal.
"bang ren,gak ke rumah sakit?"
"Bentar lagi ontheway kesana,nungguin si Kevin dulu dari tadi belum nongol-nongol tuh anak"
"nanti sampai sana bilangin sama mamak anak gadis mamak ini kangen" matanya mulai berkaca-kaca saat menyebut kata kangen.
"jangan sedih gitu dong,kita harus keliatan kuat biar mamak cepat sembuh" merangkul bahu Mayra.
"hiya kak,aku makan dulu ya"
"jangan sedih lagi ya"
"hehhee udah senyum tu"
"dihhh makin jelek ya"
__ADS_1
"Bang Ren"
seperti itulah keluarga hangat mereka yang saling menenangkan.