
Langit yang sudah cerah saat sang surya sudah tidak malu-malu lagi memperlihatkan dirinya.
orang-orang yang sudah mulai beraktivitas.mayra yang sedang tidak memiliki jam kuliah memilih menyiram tanaman di depan rumah sambil sesekali meloncat kegirangan karena teringat kejadian kemaren yang hampir membuat jantung nya keluar.
"OOO kak Ilham" gumam gadis itu sambil membayangkan pertemuan nya dengan Ilham di taman belakang rumah sakit Medika.
"Bisa kita bicara May?" Mayra bigung kenapa kak Ilham tiba-tiba mengajak nya bicara biasanya selalu mengirimnya pesan.
"Ada apa kak"
"ikut aku ketaman belakang"
Ada apa?kenapa kak Ilham serius gitu?apa aku bikin kesalahan?kayak nya tidak mungkin kan sudah beberapa hari aku tidak bertemu dengannya dan komunikasi kita masih baik-baik saja hmm atau mamak memaksa untuk pulang padahal tidak di izinkan pulang?tapih tidak mungkin juga biasanya kalau soal mamak kak Ilham pasti akan membicarakan dengan bang ren!lantas kak Ilham mau bicara apa? hah atau jangan-jangan kak Ilham mendengar bang ren bergosip tentang dia tadi lalu kak Ilham marah!!!!
"kenapa begong,ayuu ikut aku" walau dengan sedikit gemetar mengira Ilham akan marah tapih Mayra terus mengekori langkah laki-laki itu.
Akhirnya mereka sampai di taman belakang RS Medika.ilham memilih taman ini karena RS Medika mempunyai dua taman yang satu di samping dan yang satu di belakang.taman belakang sangat sepi karena jarang ada pengunjung,mereka lebih memilih taman samping yang suasana nya lebih indah.
Mereka duduk berhadapan dengan dua buah minuman dingin di hadapannya yang sempat di belikan dokter muda itu saat menuju taman belakang.
Namun belum ada yang memulai untuk berbicara.mayra memilih mencari pandangan lain, sementara Ilham memandang wajah Mayra lurus.
sepanjang malam dia sudah memutuskan untuk mengatakan hal yang sudah dia pendam bahkan dia sendiri tidak tau sejak kapan.
"Ada apa kak?" akhirnya mayra membuka suara.
"Apa kau tidur nyenyak semalam?" bukan nya menjawab malah balik bertanya.
Hah,maksud kak Ilham apasih,mau menanyakan aku tidur nyenyak sampai harus mengajak ke taman belakang segala.
"May,kenapa kau tak menjawab ku,kau marah?" nadanya terdengar sedih.
ini licik sekali namanya kenapa dia memasang wajah seperti ini.gemes.eh kenapa juga aku yang marah bukanyan kakak yang sedang marah bahkan ingin bicara padaku di tempat sepi seperti ini.
"May,May,Mayra!" sengaja memanggil berulang dengan nada yang terdengar sangat menggoda membuat jantung gadis yang ada di depannya dagdigdug.Mayra akhirnya memalingkan wajahnya,namun dia berhasil menahan ekspresi wajahnya untuk terlihat datar.
"Benar-benar marah ya?" katanya lagi dengan nada sedih.
__ADS_1
"Hah,marah?kenapa aku harus marah kak?" bigung sendiri kan.
"Karena setiap malam aku terus menganggu mu, sampai-sampai kau bosan padaku dan tak membalas pesanku semalam" masih dengan wajah sedih.
Cuma karena perkara itu kau sampai memanggilku ke taman kak.hahaha kau lucu sekali.
"Maaf kak,semalam aku ketiduran bukannya tidak membalas pesan kakak" tiba-tiba seuntai senyum muncul di bibirnya mendengar jawaban gadis di depannya.
aaaa.. kak kenapa lagi-lagi kau tersenyum,ini curang namanya.jantung sialan kenapa kau trus berdetak kencang bisa-bisa kak Ilham mendengar mu.
"May"
"ia kak"
"maukah kau hidup bersamaku?" mengengam tangan gadis di depannya.
duh dug dug rasanya jantung nya mau copot.
"Mak,maksud kak Ilham?" menahan getaran tangannya dan jantung yang tidak bisa di kompromi.
apa,apa yang di katakan kak Ilham?dia mencintaiku?kak Ilham mencintai ku?apakah ini nyata?pasti aku sedang bermimpi?
"hehehe kakak lagi bercanda ya" menutupi rasa yang tak menentu pada hatinya.
"tidak,aku tidak bercanda.aku mencintaimu dan aku akan meyakinkan keluarga mu dan keluarga ku bahwa kita pantas bersama.aku tak mau berpacaran karena itu hubungan yang tak pasti" lagi-lagi Mayra terpanah mendengar setiap kata-kata dari mulut laki-laki berwajah tampan itu.
"tapih kak"
"apa kau tidak mencintaiku?" pandangan mata mereka bertemu beberapa detik saling berpandangan mencoba menyelami perasaan satu sama lain.
Mayra yang terus berusaha menutupi gejolak yang ada di dadanya.dia tahu,bahkan sangat tahu, bagaimana hatinya sekarang.tidak jauh berbeda dari laki-laki di sampingnya,jujur ia merasa perasaan yang sama.
"Aku merasa tak pantas untukmu kak"
"kenapa?kenapa kau berpikir tak pantas untukku"
"Aku hanya gadis biasa kak.tidak bergelar apapun,aku takut keluarga kakak tidak bisa menerimaku.sedangkan kakak apa?dokter bedah muda yang sangat diakui ke ahliannya.maaf kak,aku tidak bisa menerima mu.aku,aku takut kak"
__ADS_1
"Aku menyukaimu may,kau tahu itu kan?" Mayra terdiam,mata mereka bertemu. "Aku jatuh cinta padamu" lagi dan lagi dada Mayra berdegup kencang bahkan tangannya gemetar,ada perasaan senang yang tiba-tiba menyelip di hatinya.
dia bahagia bahkan sangat bahagia, tapih dia juga takut,takut tidak sebanding dengan laki-laki di sampingnya.
"Kak Ilham"
"aku jatuh cinta padamu may.tetaplah bersamaku" ilham meraih tangan Mayra. gadis itu ingin beronta melepaskan.namun tangan Ilham terlalu kuat.dia memegang tangan Mayra hingga gadis itu melunak,ia membiarkan genggaman erat itu.rasa hangat mengalir ke seluruh tubuhnya.
"Apa kau benar-benar akan menolakku may?"
"maaf kak"
"Aku benar-benar merasa sangat sedih,aku janji akan membuat keluargamu menerimaku"
ini bukan tentang keluarga ku kak.aku yakin keluarga ku pasti menerima mu,ibuku saja terlihat sangat menyukaimu.tapih ini tentang keluarga mu kak ya keluarga mu. batinnya terus berteriak. "ibuku orang baik,dia pasti akan menerima mu" kata-kata Ilham menusuk hati Mayra membuatnya merasa bersalah.
"bukan aku tidak menyukaimu kak,tapi"
"jadi apalagi,sudah ku katakan ibuku orang baik may.dia akan menyayangi mu" tangan Ilham semakin erat.mayra bigung,bagaimana ini?kenapa malah seperti ini?.
"kak"
"hiduplah bersama ku may" Mayra semakin bigung bahkan tidak terbesit dalam hatinya untuk berpacaran apalagi menerima lamaran dadakan begini dengan laki-laki yang baru beberapa bulan ia kenal semenjak ibunya yang mulai sakit-sakitan.
"genggam lah tanganku dengan erat dan percaya padaku.kita jalani ini bersama, kedepannya seberat apapun yang harus kita hadapi,akan kita hadapi bersama dan tidak perlu berpikir yang tidak pasti.kumohon,percayalah padaku"
dug dug dug
Aaa kak,kau membuatku benar-benar tersentuh dengan kata-kata mu .
"genggam tanganku,kita akan meyakinkan semua orang bersama"
Bagaimana sekarang aku tidak bisa membohongi perasaanku bahwa aku tidak menyukai kak Ilham atau menutup mata dari semua orang.
"aku mencintaimu"
"aku juga mencintaimu kak"
__ADS_1