Sepertiga Hati

Sepertiga Hati
Part 5.taruhan


__ADS_3

Di dalam kamar mayra langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang,tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu sambil melepaskan lelah Mayra memandang menerawang langit-langit dan entah mengapa mendadak ia teringat kejadian di kantin saat dirinya berada dalam pangkuan dokter muda itu,yang baru beberapa Minggu ia kenal.


Baginya kejadian di kantin itu sangat memalukan,ia juga teringat sikap dan perhatian dokter muda itu yang begitu antusias mendekati dirinya.


Diam-diam Mayra mengeluh seraut wajah tampan yang terus saja menari-nari dalam pikiran nya mendadak kembali menghantui benaknya dan sebisa mungkin ia menepis bayangan laki-laki muda itu....


Suara canda-tawa Bagas dan iron terdengar sampai keluar,iron yang juga tengah membicarakan Mayra tak mau kalah dia ikut berkhayal bagaimana caranya mendapatkan Mayra!


"Lama-lama aku jadi penasaran gas,kayaknya aku sudah jatuh cinta sama Mayra..." Ujarnya sambil menerawang memandangi rumah minimalis di seberang rumahnya.


"Bukan kayaknya lagi woy!!!tapih kamu benar-benar sudah jatuh cinta, buktinya kamu sering membicarakan Mayra siang dan malam!" Tukas Bagas setengah meledek.


"Ah,begitu sama saja ya!tapi ngomong-ngomong bagaimana ya,,cara mendekati Mayra?" Lanjut iron setengah mengeluh.


"Usaha dong!punya otak itu buat mikir! bukan buat melamun!" jawab Bagas


"Bantuin aku dong!" pinta iron memelas.


"Enak saja! memangnya kamu saja yang suka sama gadis manis itu?" Jawab Bagas lagi.


"Jadi kamu juga ikut-ikutan naksir,gas?" Perangah iron tak percaya.

__ADS_1


"Ya,memangnya kenapa?ada yang salah?" Sahut Bagas lagi,tak bisa menyembunyikan perasaan nya.


"Oh jelas,,,jelas ada yang salah!kalau kamu ikut-ikutan naksir Mayra,lalu mau kau kemana kan si Rika mu itu!" Kata iron memperingat kan.


"Ah,cuek saja!asal kamu gak ngomong ya,,aman saja kan?"


"Curang kamu!!!...kamu sudah punya pacar gas!!masa'sih kamu mau ngejar-ngejar Mayra?kenapa kamu nggak promosikan aku di depan dia saja gas?"


"Enak saja!ini zaman merdeka bang,semuanya serba merdeka!"


"Maksudmu???" Tanya iron tak mengerti.


"Goblok jangan di pelihara,kita ya.... bersaing monyong!!"


"Yaa,kita bersaing untuk mendapatkan cinta mayra... bagaimana?kamu takut?" Tantang Bagas.


"Anjiiirrrrr....memangnya aku takut!"


"Baik,kalau begitu,,,mulai sekarang juga genderang perang..eh, genderang persaingan sama-sama kita mulai! okay?" Tantang Bagas.


"Oke,tapih nggak aseeek dong kalau kita nggak pakai taruhan?" Tantang balik iron.

__ADS_1


"Oke,mau taruhan apa kita?" Tanya Bagas


"Terserah!kamu yang mulai..maka kamu juga yang menentukan!" Lanjut iron.


"Oke, bagaimana kalau kita taruhan satu juta lima ratus ribu rupiah?siapa saja yang mendapatkan cinta mayra,maka yang kalah harus menebus kesalahannya itu berikut bunganya"


"Bunga apa?" Tanya iron tak mengerti.


"Yang kalah harus jadi babu yang menang dan mau menuruti apa saja perintah yang menang selama tiga bulan!apa kau setuju?"


"Baik,aku setuju sekali..tapih,sampai kapan kita memperebutkan Mayra?apa nggak di kasih batas akhir?" Tanya iron lagi.


"Dua bulan sepuluh hari!gimana?" Tukas Bagas bersemangat,sok merasa yakin.


"Baik" sahut iron.


"Tapi,sebelumnya satu di antara kita tidak boleh ada yang saling menjatuhkan satu sama lainnya, perjanjian ini berlaku sampai salah satu di antara kita mendapatkan Mayra, singkat nya,kita tak boleh membongkar rahasia ini jika salah satu di antara kita ada yang mendapat kan cinta mayra!"


"Bagussss...aku setuju sekali"


Bagas dan iron sama-sama tertawa,lalu entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, mereka saling tos sambil menepukkan telapak tangan mereka masing-masing.

__ADS_1


Dan sejak itu pula,keduanya sama-sama resmi bersaing untuk mendapatkan cinta mayra.


__ADS_2