Sepertiga Hati

Sepertiga Hati
Part 10.kagum


__ADS_3

Jam enam kurang sedikit Iron baru bangun tidur.


malas-malasan dia beranjak dari tempat tidur.menguap panjang-panjang baru turun dari ranjang.


Ketika Iron keluar dari kamar ia melihat Bagas,teman sekost nya sudah berdandan rapi.


Tubuhnya yang tinggi atletis dibalut kaos warna putih dan celana blue jeans.Rambutnya yang pendek cepak terlihat klimis sedikit diolesi minyak rambut.


Dari depan kamarnya Iron dapat mencium bau harum menguar dari tubuh temannya itu.


Iron tersenyum.Tak biasanya Bagas Serapi itu.


Apalagi masih pagi buta begini,karena biasanya bangun siang.


Meski demikian diam-diam Iron mengagumi juga ketampanan sahabatnya itu.Wajahnya yang berbentuk oval serasi benar dengan bentuk matanya yang agak besar namun indah dihiasi dengan alis matanya yang tebal dan bulu-bulu matanya yang lentik,mirip bulu mata seorang wanita.


hidungnya memang tidak begitu mancung.Namun kelihatan serasi dengan bibirnya yang tipis dan dagunya yang tak begitu runcing.Belum lagi dengan bentuk dadanya yang membusung bidang layaknya seorang atlet.


Dijamin gadis manapun bakal terpesona melihat penampilan Bagas pagi itu.Mungkin juga termasuk Mayra!


"Tumben jam segini sudah rapi, memangnya mau kemana?" tanya Iron.


Bagas tidak langsung menjawab pertanyaan Iron.


Sambil menyisir rambutnya ia mengintip sahabatnya dari balik cermin di hadapannya.Terlihat Iron tengah tersenyum-senyum menggoda tak jauh di belakang nya.


"Kamuu NAAAANYAAAkkkk...wkwk" bukanya menjawab malah tertawa.


"huuuuu,eh apa jangan-jangan loe lagi cari perhatian Mayra" Iron mulai mengintrogasi.


"Kalau memang iya,toh itu bukan urusanmu.lagi pula kita kan sedang bersaing memperebutkan anak manis itu, kan?sana mandi dan mari bersaing secara sehat untuk mendapatkan anak manis itu!" Iron hanya tersenyum-senyum mendengar nasehat sekaligus tantangan sahabatnya itu.


"Oke,baiklah.Mulai sekarang gw juga sudah berencana mendekati anak manis itu.Tapi awas kalau loe nanti sirik melihat keberhasilan gw!" Ancam nya pura-pura serius.


Bagas tak menyahut.ia asyik menyisir rambutnya di depan cermin.Namun sewaktu Iron melangkah ke kamar mandi,Bagas sempat memperhatikan kepergian sahabatnya itu.


Tampak rambutnya yang gondrong acak-acakan berjuntai-juntaian hampir mencapai bahu.


Santai sekali Iron menyambar handuk yang tergeletak di jemuran dekat kamar mandi dan terus masuk ke kamar mandi.


Sepeninggal Iron,Bagas bergegas keluar dari rumahnya.Di teras depan rumahnya sana mata Bagas sebentar-sebentar memperhatikan sebuah rumah yang tidak begitu mewah tak jauh di seberang depan rumahnya dengan seksama.Namun Mayra belum ada tanda-tanda akan berangkat kuliah.


Bagas bergegas mengeluarkan Vespa nya sambil menunggu Mayra .dan dalam benaknya saat itu di penuhi berbagai macam siasat jitu untuk mendekati Mayra!


Sewaktu Bagas sedang melongok-longokkan kepalanya ke rumah Mayra,mendadak ia agak terusik mendengar batuk-batuk seseorang.Buru-buru Bagas membalikkan badannya.Ternyata Iron.Tapi penampilan Iron cukup rapi.Tak seperti tadi sewaktu bangun.


Walau pakaian yang di gunakan Iron sederhana,namun entah mengapa Iron kelihatan menawan dengan pakaian seadanya seperti itu.Kaos hitam yang kedodoran sampai batas lutut itu begitu serasi sekali dengan celana blue jeans nya.Iron sendiri tampaknya tidak begitu memperhatikan penampilan nya.Buktinya rambutnya yang gondrong itu di biarkan basah tergerai.


Malah sisa-sisa air yang menetes-netes.

__ADS_1


Tapi harus diakui, penampilan sederhana Iron itu menggoda.


Tak sia-sia memang Iron mempunyai wajah tampan.Wajahnya yang berbentuk bulat telur terlihat manis dengan bentuk mata dan hidungnya yang mancung.bentuk dagu sama bibirnya pun tak kalah indah.padahal bentuk tubuhnya tidak begitu kekar,walau kulit tubuhnya lebih putih dibandingkan kulit tubuh Bagas.Entah mengapa Iron optimis sekali dapat menggaet Mayra.Apalagi Iron tak jarang sering mabuk-mabukan.Gadis mana sih yang gak senang mempunyai kekasih yang doyan minuman keras?pikirnya senang.


"Hey ,ada apa?kok loe senyum-senyum sendiri?mulai naksir gw ya? goda Iron.


"Ogah gw naksir lu.... amit-amit deh,emang nya Loe mau kemana? pagi-pagi gini udah rapi dan wangi aja?"


"Terlalu banyak kepooo egak baik"


"Dih,sok loe.eh btw gw numpang sampai depan ya"


"jalan sendiri aja loe,gw mau ambil honor ilustrasi"


Sebenarnya Bagas agak heran dengan pekerjaan Iron.Dia mempunyai gelar sarjana hukum.Tapi kenapa mau-maunya dia menjadi ilustrator di berbagai majalah remaja.kenapa tak memanfaatkan saja gelar kesarjanaan nya itu untuk mendapatkan pekerjaan?.


"Ah,payah! sebentar-sebentar ngelamun loe! jangan-jangan loe malah keburu gila sebelum dapat mendekati anak manis itu" tukas Bagas kesel ketika melihat Iron cemberut,Bagas kembali melanjutkan bicaranya sebelum Iron bicara.


"Bolehlah gw numpang sampai depan?"


"Enak aja!loe bisa merusak acara gw!"


"Nah,jadi loe mulai mengatur strategi untuk mendekati anak manis itu?" tanya Bagas.


"kalau iya kenapa?udah sana jangan rusak rencana gw"


"Baik.kali ini gw tak butuh tumpangan loe.loe pikir gw nggak punya strategi jitu untuk mendekati anak manis itu,hah?"


Iron mencibir.Mulutnya sudah terkuak hendak mengatakan sesuatu.Namun mendadak mulut itu jadi terkantup.Matanya pun jadi berbinar-binar gembira ketika dia melihat Mayra keluar dari rumahnya.


"Sorry,Gas!Gw berangkat dulu ya" kata Iron lalu terburu-buru mendekati motornya.


Semula Bagas sempat terheran-heran melihat kegugupan Iron.Tapi sewaktu iya melihat Mayra keluar dari rumahnya,baru Bagas tersenyum maklum.


Pagi itu Mayra mengenakan seragam pakaian warna dusty pink dan bawahan hitam.kelihatan manis dan anggun sekali.wajar saja kalau Iron dan dirinya begitu antusias memperebutkan cintanya.


Namun Bagas tak perlu terburu-buru.Dia hanya tersenyum-senyum sewaktu melihat kegugupan Iron yang tergopoh-gopoh menjalankan motornya dan mengejar langkah gadis itu.


Sambil memikirkan cara terbaik mendekati Mayra,Bagas masuk kedalam rumahnya untuk mengambil kunci.Tak berapa lama pemuda itu telah keluar dengan kunci di tangannya.sebelum ia melangkah ke luar ,tak lupa Bagas mengunci pintu rumahnya terlebih dahulu.


Begitu berada di luar rumahnya,Bagas dapat melihat Iron tengah mengajak Mayra bercakap-cakap sambil mengemudikan motornya perlahan menjajari langkah gadis itu.Bagas tak tahu apa yang di bicarakan Iron.Namun ia dapat menduga Iron sedang berusaha keras membujuk anak manis itu agar mau pergi bersama dengan nya.


Setengah berlari Bagas menyusul Iron dan Mayra.ketika langkah Bagas semakin mendekat,baru ia dapat membaca raut wajah Iron yang tampak tak puas.Diam-diam Bagas tersenyum gembira.sebaliknya Iron makin kelihatan tidak puas ketika melihat Bagas ikut-ikutan mendekati Mayra.Namun Iron hanya diam saja karena dia tahu kalau Bagas tentu mempunyai segudang rencana untuk mendekati sekaligus memikat anak manis itu.


"Hay,May! Nggak kesiangan kalau berangkat jam segini?" Mayra hanya menggeleng.


Namun diam-diam Bagas menggerutu tak puas.


Dalam hati Iron pun ia memperolok usaha Iron mendekati Mayra.

__ADS_1


"Oh ya, ngomong-ngomong,May hobinya apa sih?" Setengah mati Bagas mencoba menghidupkan suasana, sekaligus memancing suara empuk gadis itu biar berkata-kata.


"Lho di tanya kok senyum-senyum? Tersinggung nih aku?" pancing Bagas penasaran.


"Apa sih hobinya Mayra" kata Iron ikut-ikutan bicara.


"Banyak Bang" jawab gadis itu lirih.


Duhh,senangnya hati Iron mendengar jawaban gadis manis itu .padahal sudah setengah mati ia tadi merayu gadis itu namun belum membuahkan hasil.sejak tadi Mayra hanya mengangguk dan tersenyum.terang saja sambutan gadis itu membuat Iron berseri-seri.


"Kalau begitu,apa dong hobi Mayra?" lanjut Iron gembira.


"Apa,ya?Banyak sih Bang" sahut Mayra.lagi-lagi Iron seperti mendapat angin segar.


"Kok nggak mau sebutin sih?keberatan ya?atau jangan-jangan hobi Mayra suka yang aneh-aneh ya?tanya Iron penasaran.sedangkan Bagas hanya bungkam.


"Nggak dong bang.masa sih Mayra punya hobi yang aneh-aneh?"


Bukan main senangnya hati Iron mendengar sahutan-sahutan Mayra yang kelihatannya memperdulikan perhatian nya.Tentu saja itu membuat Iron besar kepala.Lebih lagi dia dapat merayu gadis itu di depan saingannya sendiri,Bagas!!.


Tapi mendadak kesenangan Iron sirna.soalnya mereka telah sampai di perempatan mangga dua.berti sebentar lagi mereka akan berpisah Mayra akan melanjutkan perjalanan nya dengan angkutan umum.Diam-diam Iron menyesal sekali membawa motornya.


"Oh ya May,Bagaimana kalau Mayra aku boncengin saja sampai kampus?" ujar Iron menawarkan diri.mayra hanya menggeleng pelan.


" Lho kok gak mau sih?malu ya kalau aku boncengin pakai kendaraan roda dua?" pancing Iron.


"Bukan begitu bang"


"Terus terang aja may?"


"Nggak gitu kok bang.cuma Mayra males saja,apalagi dilihat oleh beberapa tukang ojek itu.eggak enak bang"


"Alah,biarin aja lah may"


"Terimakasih tawarnya bang.Tapih beneran gak usah"


Iron kecewa mendengar jawaban dari Mayra.Tapi dia terburu-buru menutupi kekecewaan nya dengan senyum.sebaliknya Bagas seperti mendapat angin segar.


"Ayo, Gas!katanya mau pergi bareng?mumpung aku bawa helm dua ni?" kata Iron pada sahabat nya.


"Nggak ah,males"


"Lho,kok nggak sih? Biasanyan kalian kan sering bareng kan?" Mayra agak terheran -heran.


"iya sih.Tapih hari ini lagi males aja.pengen naik angkutan aja" Mayra hanya tersenyum dan tak berkata-kata lagi.


Iron mendadak menjadi gerah.Dia tahu persis rencana apa yang akan di siapkan Bagas.Iron bener-bener menyesal sekali membawa motornya.Lebih menyesal lagi ketika melihat Bagas ikut-ikutan menyebrang di samping Mayra dan ikut masuk ke angkutan kota bersama gadis manis itu.


Dalam hati ia mengutuk ketololannya sendiri.Dan ketika melihat angkutan kota yang membawa Mayra dan Bagas pergi,tak urung juga Iron mengeram agak kesel lalu ia ikut mengekor di belakang angkutan kota itu.

__ADS_1


__ADS_2