Sepertiga Hati

Sepertiga Hati
Par 8.mendekati


__ADS_3

Seperti yang dipikirkan Mayra, Diana memang tengah mencoba mendekati Kevin .


ia sengaja menemani Kevin bermain play station selama menunggu Mayra pulang.


"Kak Kevin,sering main kemari ya?" tanya Diana basa basi.


"Hampir tiap hari saya di sini.kenapa?" Kevin menjawab seadanya.


Diana sudah bisa membayangkan cara untuk mendekatinya.


Kalau tiap hari dia di sini, berarti gampang banget gw deketinnya. tinggal kemari dan kasih perhatian aja ke dia. menyusun rencana dalam hati.


"Iseng aja nanya.emang nggak boleh?"


Kevin tersenyum mendengar pertanyaan balik dari Diana.


"Kuliah atau sudah kerja?" Diana terus mengorek sosok Kevin.


"Nggak dua-duanya"


"Lalu kesibukan kakak apa"


"cuma main band sama Andra dan yang lainnya".


"Wuih,seru dong.Kak Kevin pegang apa?" tanya Diana antusias.


"Saya pegang gitar merangkap vokalis nya"


Diana menoleh ke Kevin dengan mimik tak percaya.


"Beneran Kak Kevin vokalis nya?"


Kevin hanya mengangguk.


"Jadi pengen dengar suara Kak Kevin kalau lagi nyanyi.kapan ya aku bisa liat kakak sama yang lainnya latihan band?


Belum sempat Kevin menjawab tiba-tiba Mayra sudah muncul dengan membawa kantong plastik berisi tiga bungkus somay.


"Kelamaan ya nunggu nya?" tanya Mayra.


"Di temenin Kak Kevin kayaknya jadi enggak berasa " Diana terang-terangan menunjukkan rasa sukanya.


"jangan bikin ge-er Kak Kevin dehh!" Mayra mengingatkan sahabatnya yang setahunya sudah punya pacar.


"Becanda" Diana tahu Mayra ngengetin gitu karena mengira ia masih ada hubungan dengan Azis.


"Mending bantuin gw tuang somay di dapur" sedikit memerintahkan.


Diana meletakkan joystick PS,lalu mengikuti langkah Mayra ke arah dapur.Tanpa sadar Kevin memandangi punggung Diana hingga menghilang ke arah dapur,baru kemudian Kevin meneruskan permainan PS nya.


Mayra mengambil mangkok yang ada di rak piring, kemudian meletakkannya di atas meja dapur.


"Di,inget loe tuh udah punya pacar,jangan suka ge-er ge-erin cowok.Apalagi sama cowok yang masih polos kayak Kak Kevin.Nanti Kak kevinnya bisa salah tanggep." sesuai dugaan Diana , Mayra memang mengira ia masih pacaran dengan mantannya.


"ah loe,kek pernah pacaran aja" bukanya menjawab malah meledek.


"sialan loe Di" sambil menunjukan muka kesel.


"Bagus kalo Kak Kevin nanti salah tanggep.Berati gw ada kesempatan jadian sama kak Kevin dong" sengaja ngomong gitu,ia ingin tahu reaksi Mayra, yang termasuk tipe care sama temen.


Sambil membuka satu persatu plastik somay dan menuangkannya ke dalam mangkok,Mayra mendelik kaget.


"Terus Azis mau loe kemanain?" bertanya sambil membuang bekas plastik ke tong sampah.


Mayra nggak mau hubungannya dengan Azis atau Kevin rusak gara-gara seorang cewek yang juga merupakan sahabat karibnya.

__ADS_1


"udah tiga bulan gw putus" menjawab enteng.Mayra memandang Diana tak percaya.


"Elo serius?Elo kan sama dia bukan baru sehari dua hari.seinggat gw ,Lo pernah cerita dari kelas tiga SMP pacaran sama Azis " Mayra meyakinkan.


"Bener,karena kita pacaran dari kelas tiga SMP makanya gw minta kejelasan hubungan gw sama dia,tapih ternyata Azis nya Ngantungin gitu aja.Makanya lebih baik putus dari pada pacaran terus tapih nggak ada tujuan buat kedepannya" menguraikan persoalan asmaranya dengan Azis yang belum lama kandas.


Mayra mengambil sendok garpu di rak piring sambil menatap Diana tertegun,tak tahu mau bicara apa karena azis juga temennya sewaktu SMA Pelita.


"Elo nggak lagi naksir Kak Kevin kan May?" Diana ingin tahu karena ia tak mau bersaing dengan Mayra.


Mayra melotot ke arah Diana


"Gila lo Di,punya pikiran kayak gitu!mana mau gw pacaran sama temen Kak Andra, urusannya bisa runyam" Mayra bergidik ngeri.


"tapi Kak Kevin kan lumayan handsome" Diana masih tak yakin dengan jawaban Mayra.


"Gw kasih tau ya,menurut gw cowok handsome itu cuma bagus buat di bingkai lalu di pajang di ruang tamu.selebinya belum tentu ada yang menarik" lagi bohong ya may buktinya kak Ilham yang handsome loe pikirin terus.


Diana mangut-mangut.


ia baru paham Mayra yang sejak SMA di kenalnya ternyata belum berubah.ia masih pribadi yang nggak mudah jatuh cinta bahkan cinta pertama nya sewaktu SMA saja hanya di cintai dalam diam olehnya tanpa mau mengungkapkan perasaan nya ,berbanding balik dengan dirinya yang gampang sekali tergoda pada sosok pria.


"Berarti gw punya kesempatan luas buat dapetin kak Kevin kan?" Diana blak-blakan.


"Sangat-sangat luas dengan jangkauan tidak terbatas.bebas roaming lagi" Mayra meledek.


Mayra dan Diana tertawa bersama.


Diana membawa dua mangkok somay untuk Kevin dan dirinya sendiri, sementara Mayra membawa somay miliknya sendiri.


Mereka menghampiri Kevin dan mengajak makan bareng.


"Mau aku ambilin minum kak?" Diana mulai dengan jurus rayuan nya.


"Nggak usah, nanti aja aku ambil sendiri".


Diana beranjak ke dapur,Kevin melirik Mayra yang duduk di sebelahnya dengan tatapan bingung.Mayra hanya menjawab dengan senyum simpul ke arahnya.


................


Kelima personel Start band dan pacar mereka masing-masing tengah menikmati hidangan fast food yang tersaji di food court .


sementara kantong-kantong belanja yang tadi mereka beli di letakkan di samping kaki kursi.


"Bungkusin buat Kevin sama Mayra nggak?" Anya pacar Faril mengingatkan.


"Paling udah pada makan" Ardan menjawab.


"Adek gw bisa nyari makan sendiri kok" Andra membenarkan.


"Kayak nggak tau Mayra aja,dia kan paling cepet kalau soal nyari makan." Faril hafal banget kebiasaan adik Andra.


"Apalagi pas kelaperan" Nauval menimpali.


Mereka semua tergelak mengingat sosok Mayra yang cuek terhadap orang asing dan rada-rada gokil kalau hal makanan.


Menjelang sore para personel start band balik dari plaza,setiba di rumah mereka menemukan Kevin yang tengah mengajari Diana memetik gitar di teras depan,begitu akrab seolah sudah lama kenal.


Nauval,Faril,Rian dan Ardan saling pandang penuh tanda tanya.


"Siapa tuh cewek?" Rian berbisik pelan.


"Temen adek gw" Andra yang sepertinya merasa ganjil dengan kedekatan Diana .


Andra kemudian beranjak menghampiri mereka.

__ADS_1


"Di,apa kabar?"sapa Andra yang sudah kenal dengan Diana sejak masih satu sekolah dengan adiknya.


Diana mendongakkan kepala melihat ke arah Andra ,Nauval,Faril,Ardan,Rian dan pacar mereka masing-masing yang berjalan menghampiri mereka berdua.


"Baik....Kak Andra sendiri kabarnya gimana?" Diana berhenti memetik gitar.


"Baik juga.udah lama ya kamu nggak kemari" Andra mengigat.


"iya.soalnya sibuk kuliah."


"Mayra ke mana?"


"Masih main PS kali di dalam" jawab kevin.


"Di,gw tinggal ke dalam dulu ya" Andra melirik ke arah Kevin yang langsung menggeser duduknya memberi jarak.


"Vin,kenalin Diana sama yang lain." timpal nya lagi sebelum masuk,Kevin mengangguk sambil mulai mengenalkan Diana ke temen-temen dan pacar mereka masing-masing.


Andra menepuk bahu Mayra yang sedang memainkan play station.Mayra menoleh sekilas,tahu akan keberadaan kakaknya kemudian ia kembali bermain.


"Azis mana?kok Diana nggak ngajak?" Andra berbisik pelan.


"Udah bubaran.jadi kak andra ngak usah takut temen kakak di jadiin ban serep"


"Bagus kalau gitu,aku nggak perlu khawatir sama kedekatan mereka" Andra meninggalkan adiknya dan kembali ke teras depan.


Setelah memainkan lagu broken angel dan one day terdengar tepuk tangan dari Diana dan pacar para personel lainnya terdengar.


Mereka meletakkan alat musik yang sejak tadi di mainkan dan menghampiri pasangan masing-masing.


"Suara kamu bagus banget, lagunya juga oke.aku sering dengar dulu lagu itu sebelum tidur kalau gak salah penyanyinya Arash kan?" Diana mendekati Kevin.


"iya,itu termasuk salah satu lagu favoritku"


"ooohhh"


"Udah malam,aku pulang ya" Winda melirik Rian pacarnya.


Yang lain menoleh ke arah mereka berdua,lalu pacar personel start band lainnya melirik jam tangan masing-masing.


"Biar ku antar pulang" Rian dan Winda keluar dari ruang studio.


"kita juga kayaknya mesti pulang" Anya pacar Faril ganti bicara.pacar Nauval dan Ardan mengangguk mengiyakan.


Satu persatu para personel start band meninggalkan ruang studio,kecuali Diana dan Kevin yang masih di dalam.


"Nggak terasa ya udah malam" Diana bergumam.


"Mau ku antar pulang?" Kevin menawarkan.


"Kalau kamunya enggak keberatan" Kevin menggeleng cepat sambil melangkah keluar bersama Diana.


Setiba di kos keduanya turun dari motor yang di kendarai kevin. melangkah ke teras dan berhenti tepat di depan pintu kamar kos Diana.


"Makasih ya" Diana tak bisa menyembunyikan perasaannya.


"sama-sama"


Diana memandang Kevin penuh arti.


"Selamat malam.Aku masuk dulu ya" Kevin mengiyakan.


"Malam juga,aku pulang" Kevin membalikkan badan menjauh.


Diana memandangi punggung Kevin hingga menghilang diujung jalan,lalu buru-buru masuk dan menutup pintu kembali dari dalam.

__ADS_1


"Yesss!!! aku bakal dapet pengganti Azis" Diana sangat gembira,ia melompat ke atas tempat tidur dan buru-buru memejamkan mata.


__ADS_2