
Sesampainya di ruang mamanya di rawat Mayra tak menemukan siapapun, dia mencari kesudut-sudut ruang itu bahkan sosok abangnya pun tidak terlihat.
kemana mama dan bang Rendy...???
tak berselang lama orang yang dicaripun keluar dari pintu kamar mandi.
"sayang kok bengong,udah lama sampenya" ujar wanita paru baya yang mulai banyak terlihat kerutan.
Mayra langsung mendekap kepelukan wanita paru baya tersebut,karena baginya tempat ternyaman itu adalah pelukan sang mamanya walaupun dulu dia pikir orang terpenting adalah papanya.
"uuuhhhhh anak mama udah gede tapih masih aja manja" ujar sang mama.
"Ma,Mayra kangen tau" tetap manja di pelukan sang mama.
"tapih sayangnya mama enggak kangen" melebar kan pipi nya yang semakin hari semakin kurus.
"aaaaaa mama boong,kemaren sehari aja mayra egak jengguk mama,langsung suruh telfon sama bang Rendy" tukas Mayra yang memang tahu mamanya sedang berbohong.
"ihhh apaan,kemaren mama suruh bang rendy telpon kamu biar gak bolos kuliah aja pengen pastiin"
"tuh kan.... khawatir,,,ihhhh mama may egak pernah bolos tau " jawabnya lagi memasang muka cemberut.
"mana tau mungkin"
"aaa Mama gak percayaan sama anak gadis satu-satunya" memasang muka cemberut lagi tetap tidak mau lepas dari pelukan sang mama.mayra memang tidak pernah bolos kuliah bahkan berpikir untuk bolos saja tidak pernah terbesit dalam pikirannya.
"Ma,bilang kangen dulu habis itu suapin may, laper" renggeknya manja.
"ihhh dasar anak gadis mama yang paling manja" langsung mulai menyuapi gadis manis di depannya."aaaakkk"
saat mau suapan ketiga Mayra sedang mangap menantikan mama memasukan nasi dengan lauk ikan goreng ke dalam mulutnya.
"haaaappp... enaknya!!"seru seorang laki-laki berbadan kekar.
"aaaa bang rendy....itu punya Mayra" renggeknya kembali seperti anak kecil yang kehilangan mainan.
"nyam..nyam.. udah gede masih aja repotin mama,dasar manja" ledek bang rendy.
"huuu...bilang aja Abang iri" sambil melebarkan pipi mulusnya sambil mengeluarkan lidahnya, merebut sendok nya kembali.
"kembaliin ,Ma liat bang Rendy" menujukan wajah kesel pada sang laki-laki jail di depannya.
"dasar pendek" ledek Rendy lagi.
"Ren,jangan godain adekmu lagi,sini sayang mama siapin lagi" lerai sang mama yang selalu gemes melihat kelakuan anak-anak nya.
"eh..yang kecil itu yang ngalah kali" lanjut Rendy lagi.
"seharusnya yang dewasa itu malu sama anak kecil" menjawab sambil mengeluarkan lidahnya lagi.
"kalian bener-bener ya" menjewer telinga keduanya.
"ampun ibu negara" serempak keduanya.
"masih ingat gak.. kenapa may, selalu panggil Rendy dengan sebutan abang sedangkan Andra dengan sebutan kakak" melepaskan jewaran di telinganya dan bertanya.
"Pa, may mau punya satu abang sama satu kakak"ujar seorang anak kecil kepada seorang laki-laki berusia hampir kepala empat.
"lhah kan may,udah punya dua-duanya" jawab laki-laki tersebut.
__ADS_1
"tapih mereka cowok semua ,may pengen kayak temen may yang satu di panggil Abang yang satu kakak" titah anak kecil itu lagi dengan wajah cemberut.
"ya..kan may bisa panggil bang Rendy sama kakak Andra" sahut lelaki tadi sambil mengusap pucuk kepala gadis kecil itu.
"tapih kan bang Andra itu cowok pa, masak may panggil kakak, temen-temen may mereka panggil kakak ke kakaknya yang perempuan " oceh gadis kecil itu lagi.
"lho gak papa kan biar beda dari yang lain,anak gadis papa harus beda dari yang lain lho" jawab lelaki itu lagi sambil mencium pucuk kepala gadis kecil itu.
"Pa,Andra gak mau di panggil kakak,Andra tetap mau di panggil Abang " sahut anak lelaki yang udah menanjak remaja.
"huuuuu hahahhaha kek cewek kamu ndra di panggil kakak" ledek lelaki yang lebih tua tiga tahun dari nya.
"tu,kan pa,bang Rendy ledekin aku" kesel anak laki-laki yang bernama Andra.
"kak andraaaa.....blekkkkk... blekkkkk" sambung gadis kecil bernama Mayra sambil menjulurkan lidah.
"Pa,lihat mereka"
"udah dong ....anak papa gak boleh berantem...sinii peluuuk papa" lerai lelaki dewasa itu.
Yaa itulah kenangan mereka dengan sang papa yang menghilang entah kemana.
mama selalu menyuruh mereka untuk memafkan papanya bahkan menyuruh nya agar tidak benci dengan papanya.entah kenapa hati kecilnya tetap tidak bisa,mereka terlalu kecewa,marah dan kesel pada papanya yang telah tega meninggalkan mama nya demi wanita yang lebih muda.
"Ma.... stop deh ngingetin may dengan laki-laki itu" ucap Mayra yang tadinya suaranya manja berubah sedikit tinggi karena kurang suka.
"benerr kata may,maaaa!!!" imbuh Rendy.
"sayang...kalian gak boleh gitu bagaimana pun dia adalah papa kalian" jawab mamanya dengan lembut.lagi-lagi dia berharap anaknya tidak membenci papanya.
"bang ,jagain mama ya,may mau keluar sebentar" May selalu akan menghidar di saat mamanya udah membahasa tentang laki-laki itu.dia terlalu muak dengan kata-kata mamaknya yang menyuruh nya untuk tidak membenci laki-laki yang mengalir darah di tubuhnya.dia tidak bisa,dia terlalu marah dengan laki-laki itu.mayraa keluar tanpa mempedulikan ucapan mamanya.
tanpa berhenti Mayra terus mendorong pintu dan menginjak kaki keluar karena dia tahu kalau membahas soal laki-laki itu Mayra pasti akan selalu ribut dengan mamanya.
...----------------...
"May.....Mayra" panggil seseorang.
Mayra hanya sedikit tersenyum,ya begitulah gadis itu saat berada di depan orang asing dia tetap gadis yang sangat cuek.
"mau kemana may,bukanya ruangan ibu wati Andriani di sebelah situ" sambil menunjukan ruangan mamanya di rawat.
"baru keluar dari ruang mama,ada apa ya dok" tanya Mayra pada dokter yang bertulis nama Ilham di seragam putihnya.
"May belum jawab lho mau kemana" tanya dokter muda itu lagi.
"egak kemana-mana" sahut Mayra cuek.
"kalau begitu ke kantin yuk kita makan bareng" ajak dokter muda itu yang kelihatan sangat cari perhatian.
"duluan aja dok,saya udah makan"
"kalau ngopi belum kan,ayooo lah May,sekali-kali kita ngobrol-ngobrol" ajaknya lagi dengan tatapan memohon.
"hmmmmm baiklah" akhirnya mayra mengikuti langkah laki-laki itu karena tidak enak selalu menolak ajakan dokter muda itu.
"kamu serius mau may....aku seneng bangetttt berasa mimpi kamu terima tawaran aku" ucap dokter itu kegirangan,walau dalam hati Mayra merasa itu terlalu berlebihan.
................
__ADS_1
"mau pesan apa may?" tanya laki-laki di sampingnya.
"saya air mineral aja dok" sebenarnya Mayra merasa agak males harus berduaan dengan dokter Ilham di kantin,dia risih dengan tatapan orang yang lewat yang menatap mereka seolah memiliki hubungan,dia juga bigung mau ngomong apa karena dia bukan orang yang caper yang suka cari perhatian.
"cuma air mineral may,disini kan banyak menu makanan enak atau minuman yang menyegarkan?" oceh dokter itu heran.
"ia dok itu aja..soalnya saya egak minum kopi"
"baiklah...!!!"
bener-bener gadis sederhana.batinya.
"mang,kopinya satu sama air mineral satu ya" kata dokter muda itu kepada pemilik kantin.
"tunggu sebentar ya dokter ilham" jawab sang pemilik kantin dengan sangat ramah,ya karena dokter Ilham adalah dokter bedah kebanggaan rumah sakit Medika makanya hampir semua orang menghormati nya.
"Dok kapan mama saya bisa pulang?" tanya Mayra serius karena heran kata kedua saudaranya mamanya sakit tumor biasa yang tak parah.diapun sangat rindu tidur berdua dengan mamanya.ya walaupun di mempunyai kamar sendiri tapih tengah malam Mayra sering berjalan ke kamar mamanya dengan memeluk mamanya dia bisa tidur dengan nyenyak.
"memang nya Rendy egak bilang.." sahut dokter itu, bigung mau terus terang.
"bang Rendy cuma bilang penyakit mama egak parah dan egak lama lagi bisa pulang" ujarnya lagi berkata apa yang dia tahu dari Abang nya.
Mayra egak tahu,apa mungkin Rendy egak mau kasih tahu ya! batin dokter Ilham.
"sebenarnya mama kamu....???" belum selesai dokter Ilham berkata.
"ini kopi sama air mineral nya dokter Ilham dan nona cantik" ucap pemilik kantin.
"terimakasih mang" jawab mayra ramah.
"May, bolehkah saya minta nomor mu?" sedikit melirik berharap gadis di sampingnya tidak marah. karena dia yang jelas-jelas mau dekat dengan Mayra.
"buat apa dok?" tanya Mayra sedikit bigung karena jarang Mayra memberikan nomor untuk orang asing.
"buat ngabarin aja kalau ada apa-apa sama mamamu" kilas dokter Ilham yang jelas-jelas tahu kalau bang Rendy selalu ada di dekat mamanya.
setelah berpikir!
"hmmmm sini hendpone nya dok" ujar Mayra.
"benerkah?beneran di kasih may, Alhamdulillah saya sangat senang" langsung menyerahkan hendpone nya ke tangan Mayra.
"terimakasih may" ucap dokter ilham dengan senang hati.karena melihat daftar kontaknya.
"kalau gitu saya permisi dulu ya dok,mau jengguk mama lagi"
Mayra langsung beranjak dari tempat duduk nya.pada saat Mayra bangun egak sengaja kakinya tersandung meja dan jatuh kedalam pangkuan dokter Ilham bahkan wajah mereka sangat dekat.
Dag Dig Dug
ada apa dengan jantungku kenapa berdebar sangat cepat,bagaimana kalau dokter Ilham dengar,ini memalukan!!, tapih dokter Ilham sangat tampan kalau dekat gini,tidak,tidak dokter Ilham memang selalu tampan.batin Mayra.
darahku terasa berhenti mengalir dan jantungku terpompa sangat kencang,apa aku bermimpi Mayra memeluk diriku,dan wajah kami??? batin dokter Ilham.
"cieeee pagi-pagi udah romantis aja" sorak beberapa pelanggan yang melihat.
"maaf dok" setelah berkata begitu Mayra berlalu dengan cepat karena merasa sangat malu.
sial ini memalukan,may kenapa kamu jadi gini,ah bagaimana nanti kalau aku ketemu lagi dengan dokter ilham.apa,apa yang harus aku lakukan.ya,aku akan menghindari nya.
__ADS_1