Sepertiga Hati

Sepertiga Hati
Part 7.perasaan apa ini


__ADS_3

Mayra dan Kevin tengah asyik memainkan stik play station masing-masing keduanya berusaha saling mengalahkan dalam game balap racing.


sementara itu ketika mobil keduanya hampir tiba di garis finish,bel di pintu depan terdengar berbunyi.


Mayra terpaksa menghentikan permainan dan buru-buru beranjak menuju ruang tamu untuk mengetahui siapa yang datang.


"hey,apa kabar?" Diana berdiri di hadapan Mayra yang baru saja membuka pintu.


"baik,loe sendiri?" sambil merangkul bahu sahabat nya masuk ke dalam,Mayra balik bertanya.


"sangat-sangat baik" Diana tersenyum simpul.


Kevin yang masih duduk di depan PS sambil menunggu Mayra meneruskan permainan.


Namun sepertinya gadis itu tak mungkin melanjutkan,dari perbincangan akrab yang terdengar olehnya,Mayra tengah asik menyambut teman lama yang semenjak tadi di tunggu-tunggu.


"Lama amat loe datang" ujar mayra


"tau tuh,padahal udah naik taksi" jawab Diana


"Elo naik taksi yang argo kuda kali,makanya di lama-lamain biar bayarnya mahal"


"Bisa jadi,tapih gue nggak peduli yang penting nyampek di rumah loe" Diana celingukan memandangi tiap sudut rumah yang udah lama nggak di kunjungi nya.


"Rumah loe sepi banget May.Mama,Bang Rendy sama Kak Andra kemana?"


"Mama di rawat di rumah sakit sekarang.bang rendy jagain mama kalo kak andra lagi jalan keluar ama pacarnya,entar sore juga balik."


"lhah,emang mama loe sakit apa may"


"hmmm egak parah kok palingan beberapa hari lagi udah bisa pulang"


"syukurlah kalau gitu."


ketika keduanya sampai di ruang keluarga,Diana nggak sengaja memperhatikan sosok Kevin yang masih di depan televisi.


"Kak Kevin,kenalin nih temen aku"


Kevin meletakkan stik PS dan segera membalikkan badan menghampiri Diana, kemudian mengulurkan tangannya ke arah Diana yang berdiri terkesima melihat sosok Kevin.


Gila, tampangnya cool banget nih cowok. batin Diana .


pacar Mayra bukan ya? terbersit tanya melintas di benaknya.


"Kevin" Kevin mengulurkan tangannya,Diana menyambut dengan suka cita.


"Diana" sambil menyebutkan namanya Diana memamerkan senyumnya yang paling manis.


"pacarnya Mayra ya?" Diana yang penasaran langsung bertanya.


Kevin menggeleng, sebaiknya Mayra melotot ke arah sahabatnya.


" jangan Ngadi-ngadi loe, Kak Kevin temen Kak Andra tau!" Mayra menyikut lengan sahabatnya yang asal bicara.


"ooh gitu" Diana tersenyum penuh arti.


Berarti gw punya kesempatan nih buat deketin.


Diana menyimpan niat dalam hatinya.

__ADS_1


"Loe mau minum apa Di?" Mayra mengalihkan pembicaraan.


Dia tahu temennya yang satu ini sudah mulai mengeluarkan keganjenan nya.


"Apa aja yang ada di kulkas loe, kalau perlu semua makanan nya di keluarin.tadi dari kos-an gw nggak sempet makan"


"sama dong kalau gitu,dari tadi gw sama Kak Kevin juga belum makan.kalau gitu gw tinggal keluar dulu ya cari jajanan yang bisa ngenyangin."


ini artinya gw punya kesempatan buat deketin Kak Kevin .


Diana mengangguk senang.


"kak, titip temen aku ya,jangan lupa bikinin minum buat Diana" ujar Mayra.


Kevin mengiyakan.


ia melangkah ke dapur ketika Mayra pergi.


Tak lama berselang Kevin kembali ke ruang keluarga dengan segelas sirup dan keripik untuk Diana.


Kevin meletakkan nya di hadapan Diana yang telah duduk di tempat duduk Mayra sebelumnya.


"silahkan minum,kalau mau baca majalah sama novel ada di atas meja ruang tv" Kevin yang canggung saat berbicara dengan Diana memilih bermain PS.


Diana memandangi cowok itu dengan senyum simpul.


"Kak Kevin nggak pernah dekat sama cewek ya?"


mendengar pertanyaan gadis itu Kevin yang sedang melanjutkan main PS tertegun.


"Memangnya kenapa?"


"Aku boleh ikutan main PS nggak kak?" Diana mencoba mengakrabi.


Kevin mengangguki, ia langsung merubah setting permainan dan memberikan joystick yang tersisa pada Diana.


 


...----------------...


Sekitar beberapa ratus meter dari rumahnya Mayra berjalan kaki menuju kantin,di sana juga terlihat pedagang somay yang berada dekat lokasi perumahannya, suasana kantin tampak ramai di penuhi anak-anak SMU yang baru pulang sekolah.


Mayra menghampiri pak Usman, pedagang somay yang cukup akrab dikenalnya.


"Pak Usman, somay nya tiga bungkus, campur ya"


"Tunggu bentar ya May,bapak masih sibuk"


"hiya,nggak pa-pa pak" Mayra berjalan ke lemari pendingin minuman dan mengambil sebotol Coca-Cola kemudian duduk di salah satu kursi yang kosong untuk menunggu.


Mayra melamunkan pertemuannya tadi dengan Diana ,dan perkenalan sahabatnya itu dengan Kevin.


Tatapan mata Diana seperti mengisyaratkan sesuatu dan Mayra tahu arahnya kemana.


pasti tuh anak pengen ngebetin kak Kevin,Mayra menebak. bodo ah,mending mikirin dokter ilham yang hand some ....iiihh apaan sih kok gw jadi ketularan genit gini.


sambil mengetuk-ngetuk kepalanya.


"Mayra" panggil seseorang yang berdiri tepat berada di depannya.

__ADS_1


Dia bagaikan duri beracun untukku, menyakitkan namun selalu berhasil membuatku candu.parasnya yang mempesona bener-bener membuatku terlena Mayra membatin lagi.


"ehhh...di panggilin malah ngelamun " ujarnya lagi.


"e--eh... Dokter Ilham,kenapa di sini?" tanya Mayra yang sedikit gugup.mukanya memerah mengingat kejadian kemaren.


Baru aja di pikirin udah nonggol aja ni,apa mungkin....???aaaa...apaan sih!!! batin Mayra.


"Tadi enggak sengaja lewat aja,eh liat kamu lagi duduk ngelamun disini" Dokter Ilham sedikit menjelaskan.


"oo...gitu" jawaban nya singkat tapih dadanya mulai berdebar-debar.


Bodo banget ...kenapa jantung gw jadi gak bisa di ajak kompromi,aaa goblok. umpat Mayra dalam hati.


"May, mau makan bakso bareng gak?" ajak Dokter Ilham.


"Maaf Dok,lain kali aja ya" sahut Mayra.


"kenapa?" tanya Dokter Ilham lagi.


"May, lagi di tungguin temen di rumah"


"hooo...gitu ya " sahutnya dengan tatapan penuh kecewa karena jawaban Mayra tidak seperti yang di harapkan.


"Tapi,lain kali May janji ya mau makan bareng" ajak nya lagi penuh harap.


"hehehe hiya" mayra mengiyakan sambil sedikit tersenyum.


Duuhhhh senyum nya manis banget....andai dia milikku pasti aku orang yang paling bahagia.


batin Dokter Ilham


"tuh, Mayra udah janji lho" ujar dokter ilham lagi.


Lagi-lagi Mayra hanya melemparkan senyum.


"eh kok senyum sih,jawab dong" tatapannya penuh arti sambil menunggu jawaban.


"Neng,ini somay nya" ujar Pak Usman yang muncul tiba-tiba.


"Makasih pak" sambil memberikan beberapa lembaran rupiah.


"Sama-sama neng geulis,jangan lupa kemari lagi" ujar Pak Usman.


"Pasti dong pak kan somay Pak Usman yang paling the best" sambil mengacungkan dua jempolnya.


"Dok saya duluan ya!" pamit Mayra dengan sedikit senyum.


"Aku antar ya?"


"eh enggak perlu dok,rumah saya enggak jauh kok cuma beberapa meter dari sini"


"OOO gitu...." sambil melihat beberapa rumah yang di tunjuk Mayra.


"Aku tunggu janjimu ya" ujar dokter itu lagi.


Mayra hanya sedikit mengangguk sambil tetap sedikit tersenyum.


tanpa banyak cakap Mayra bergegas melangkah pulang.

__ADS_1


__ADS_2