Sepertiga Hati

Sepertiga Hati
Part 12.kembali bertemu


__ADS_3

Lagi dan lagi Mayra kembali berada di ruang yang membuat dia sesak,ruang yang udah sangat familiar bahkan ruang yang udah seperti rumah baginya.


beberapa kali dia membuang nafas berat,meski ruangan ini membuat Mayra tidak nyaman tapih hari ini perasaan senang dan gembira di hatinya.


"Ma,May seneng banget akhirnya Mama bisa pulang juga,May kangen Ma" tiba-tiba sendu di matanya mulai terlihat "May,kangen saat kita kumpul bareng,makan bareng,jalan kepasar bareng,pakoknya kangen saat kita bareng Ma" bulir hangat akhirnya lolos dari pipi mulus itu.


"Mama pulang seharusnya May bahagia dong.kan mama udah bisa pulang ni" mengusap pipi gadis di depannya dengan lembut.


"Dasar cengeng,jelek tau kalau mukanya gitu"timpal seorang laki-laki muda sambil tersungging senyum mengejek.


"Biarin dari pada Bang Ren, ganteng tapih jomblo" ledek nya sambil mengeluarkan lidah.


"Oooo udah pintar ngeledekin Abang mu ya,awas kau ya"


"aaaa aampun,ampun babang jomblo stop ngelitikin aku...geli"


"udah stop dong Rendy gangguin adekmu jangan berisik nanti ke ganggu pasien lain tau" akhirnya wanita setengah baya itu melerai keributan anak-anak nya.


"Tenang aja Ma, kan calon mantu mama kepala bedah di sini jadi gak bakalan ada yang marah,ya kan May?" sambil terseyum mengejek mengedipkan alis mata sebelah.


"uhukkk...uhuuk,Abang ngomong apasih"


"Maksud kamu apa Ren"


"Eh Mamak gak tau ya anak kesayangan mamak ini lagiiiiii,dih mukanya langsung merah gitu??"


"hmmm lagi apa memangnya Ren?"


"Mama jangan dengerin bang Rendy ngaco emang dia Ma"


"Tau gak sih Ma,May sekarang lagi jatuh cinta!!" wanita paruh baya itu tak bisa berkedip saat Rendy mengatakan Mayra jatuh cinta!!dia tidak bisa mepercayai nya, karena dia tau sifat anaknya yang satu ini.jangan kan jatuh cinta dekat sama lelaki saja tidak pernah kecuali sama kakak-kakak nya.

__ADS_1


"Jatuh cinta??"


"iya Ma,jatuh cinta sama dokter Ilham, dokter yang waktu itu periksa keadaan mama,kayaknya udah pacaran deh Ma"


"Yang bener sayang"


"Bang Ren,apaan sih orang cuma temen doang kok,jangan percaya sama Bang Ren,Ma"


"Cih, yang katanya temen doang tapih mukanya udah kek kepiting rebus gitu"


"beneran sayang kamu pacaran sama dokter ganteng itu" masih dengan tatapan tidak percaya.


"ihhh apaan sih Ma,Mama jangan percaya sama bang Ren,dia berlebihan"


"Ihhh berlebihan apaan orang dia sendiri yang minta izin untuk dekat sama kamu" tangannya mencubit satu pipi Mayra dengan gemes.


"Minta izin?"


"udah gak usah sok terkejut gitu,bilang aja udah...?" membuat jari telunjuk kanan dan kiri menyatu.


"Jadi anak mama udah mulai pacaran ni" mengoda anak manjanya.


"Mama"


tok tok tok suara di belakang pintu ruangan itu terdengar.


"Permisi,boleh saya bicara sebentar"


"ehemmm baru aja di bicarain udah muncul,keknya emang kalian jodoh "berbisik di telinga gadis yang di sampingnya.


"Bang Ren,bisa diem gak" muka mulus itu semakin memerah bagai buah tomat.

__ADS_1


"Ada apa ya dok" tanya wanita paruh baya itu.


"Maaf mengganggu waktunya, saya hanya mau melihat keadaan ibu Wati yang sekarang dan mau memberikan daftar waktu ibu harus check up kembali " menyerah kan selebar kertas putih ketangan wanita keriput itu, sambil sesekali mencuri pandang pada seseorang yang di depannya.


"Terimakasih ya dok,saya akan mengingatkan waktu mama check up nanti" jawab laki-laki yang bernama Rendy. "hmmmm kalau mau bicara sama adek saya bilang aja dok gak usah lirik-lirik gitu" godanya.


"Bang Ren" setengah berteriak tersipu maluuu sedangkan laki-laki di samping nya hanya cengar-cengir tanpa merasa bersalah.


"Saya permisi,tetap jaga kesehatan ya bu"


"Terimakasih Dok"


Sedikit mengembangkan senyum dan berlalu di hadapan tiga orang yang sibuk dengan pikiran masing-masing.beberapa suara langkah, dokter ilham berbalik.


"Bu,boleh saya pinjam gadis ibu sebentar" tanpa peduli dua orang yang saling cubit-cubittan.


"Ahahahhahaa apa aku bilang Ma" tertawa keras.


Lagi-Lagi mayra tersipu malu dengan perkataan ilham.


Kak,kenapa gak kirim pesan saja sih,kenapa harus izin mama segala,aku kan jadi malu.


"hehehe tuh ajak aja orangnya,ibu izinkan"


"Pasti maulah Ma,orang nya udah kangen dari tadi"


"Bang Ren" menutupi muka dengan dua telapak tangan sangking malu.


"udah sana"


"May,keluar sebentar ya ma"

__ADS_1


"Iya sayang,udah pergi sana jangan buat dokter ilham menungu" goda mama sambil mencubit pipi gadis kecilnya.


"Mama"


__ADS_2