Sepertiga Hati

Sepertiga Hati
Part 3.awal pertemuan


__ADS_3

Terik sang surya seperti biasa,selalu membakar kulit semua insan yang lewat.


sambil melangkah menyusuri jalanan beraspal menuju Rumah Sakit Medika,tempat mama nya dirawat,terlihat gadis manis itu menyeka keringat nya.


wajahnya yang cantik jadi agak kemerah-merahan karena terbakar sang Surya.


namun mendadak Mayra mengeluh ,seraut wajah tampan yang baru dikenalnya baru-baru ini mendadak mengusik benaknya.


Mayra mendesis,dalam desisnya itu dia seolah ingin mengusir raut wajah tampan itu dari benaknya.


nyatanya dia tidak sanggup.


setiap dia berusaha menepiskan bayangan laki-laki yang dianggap cukup ceriwis itu,selalu saja Mayra mengeluh ternyata bayangan laki-laki itu sulit di tepisnya begitu saja.


beberapa kali pertemuan dengan nya membuat Mayra semakin dekat dengan wajah tampan itu.


"dokter ilham"


desis Mayra,entah apa maksudnya.


...samar-samar dalam benak Mayra kembali teringat dokter Ilham yang begitu sangat memperhatikan nya sewaktu Mayra menjenguk mamanya....


****************


"braaaaakkk....." suara benda yang terjatuh mengema ruangan itu yang sekilas dilihat Mayra adalah alat-alat medis.


"maaf dok, saya buru-buru"ujarnya tanpa membantu menggambil benda-benda itu dan terus berlalu .


"hufff bukannya bantuin malah mint......!!!" belum selesai dokter itu berkata dia melihat yang menambrak dirinya menghilang begitu saja.

__ADS_1


"dasar gadis aneh..."serunya lagi


hiya itulah pertemuan pertamanya dengan dokter bedah tersebut dan tampa terasa dia semakin dekat dengan nya karena dokter itu adalah dokter bedah yang menangani mamanya.


dan kemarin adalah pertemuannya yang kesekian kalinya dengan dokter bedah itu.


"mau pulang ya may?" ujar dokter muda itu,Mayra hanya menganggukan kepalanya pelan.


"bagaimana kalau Mayra aku antar pulang saja kerumah ?" ujarnya lagi.


hampir satu bulan lebih Mayra selalu datang kerumah sakit Medika semenjak mamanya koma terjatuh dari tangga di tempat ia bekerja dan di rawat rumah sakit medika,tak jarang iya selalu mendapatkan pandangan-pandangan dan sorot mata kagum baik dari laki-laki yang ketemu di kantin rumah sakit atau dokter yang memeriksa mamanya bahkan sejumlah laki-laki terus saja mendekati dirinya.


Mayra tau apa maksud sejumlah laki-laki yang selalu memperhatikan dirinya tak lain hanya ingin memperebutkan cintanya.


"lho,diajak ngomong kok diam aja..ada apa sih,may?" lanjut dokter bedah itu gemes sekali melihat kecantikan gadis muda di hadapannya.


"gak ada apa-apa kok,dok?" hanya itu yang terucap dari bibir tipis kemerah-merahan di hadapan dokter bedah tersebut.terang saja laki-laki perlente yang menggunakan pakaian lengkap dengan stetoskop di lehernya itu makin bertambah penasaran.


Mayra menggeleng.


"aku tahu,,,Mayra tentu sedang ada masalah ,boleh aku menggetahuinya ?" lanjut dokter bedah itu lagi-lagi mencari perhatian.


"maaf dok,boleh saya pulang sekarang?" tukas Mayra agak resah ketika melihat Amira gelisah menungggu di depan UGD sendirian.


"eh ...boleh...." sahut dokter bedah yang terpampang nama di bajunya Ilham saputra,dengan ragu-ragu.


"tapih Mayra, maukah menceritakan kesulitan nya padaku?"


lagi-lagi Mayra menggeleng. dokter yang bernama Ilham itu menghela nafas kecewa.

__ADS_1


"saya pulang dulu dok,kasihan Amira sudah menunggu "


"iya " sahut dokter Ilham singkat seolah-olah ingin menyembunyikan perasaan kecewanya.


Tanpa banyak cakap Mayra bergegas melangkah pergi, dokter Ilham pun menggeram kecewa.


tapi sedikitpun Mayra tak mengetahui kekecewaan dokter Ilham.dia bergegas mendekati Amira dan terus melangkah pulang.


****************


Mayra masih tenggelam dalam lamunannya ketika mendadak ia terusik mendengar suara tawa cekikikan tak jauh di sampingnya.


sekilas Mayra menoleh kesamping, ternyata Bagas dan iron tetangga nya yang tengah menjenguk sanak saudara nya di rumah sakit Tengah mentertawakan dirinya.


entah apa yang sedang di tertawakan mereka.


Mayra sendiri agak terkejut ternyata dia sudah dekat dengan ruang rawat mamanya paling tinggal beberapa langkah lagi sampai.


"Baru datang may..? sapa Bagas dan iron serempak.


Mayra hanya tersenyum,tapih senyum itu sebenarnya bukan sebagai jawaban dari teguran mereka, melainkan justru geli karena kedua orang tetangga nya itu sering mencari-cari perhatian terhadap dirinya!


rupanya melihat senyum Mayra,Bagas dan iron jadi besar kepala,keduanya lalu mencoba mengajak beramah tamah dengan Mayra. lagi-lagi Mayra hanya tersenyum-senyum saja melihat tingkah kedua orang tetangganya itu yang tinggal tepat di samping rumahnya,hanya bedanya mereka kost sedang Mayra tidak!


"aduhhhhh....!kalau tadi Abang tahu Mayra akan datang kesini,tentu Abang akan ajak pergi bareng" lanjut Bagas jelas-jelas mencari muka


" iya dong may, sekali-kali ngasih tau ke abang dong kalau mau datang kerumah sakit?biar bareng gitu" sergap iron tak mau kalah dengan kawannya.


"sudah ah bang,may mau masuk ruang maama dulu ya!" pamit Mayra diiringi dengan senyum.entah senyum itu tulus atau justru sebaliknya menertawakan tingkah laku kedua orang tetangga nya itu!

__ADS_1


sebelum melanjutkan langkahnya,Mayra sempat mendengar bisik-bisik Bagas dan iron yang tengah kasak-kusuk membicarakan dirinya.Diam-diam Mayra tertawa geli tingkah laku kedua orang tetangga sebelahnya itu memang menggelikan ,tapih Mayra tak mau menggubris nya lagi dan kembali meneruskan langkah untuk keruang mamanya.


__ADS_2