
Jam kuliah baru saja selesai,Mayra tak langsung pulang.ia memilih nongkrong di kantin bersama dua temannya sambil menikmati es tea dan semangkok bakso.
Belum habis makannya ponsel Mayra berbunyi dari sakunya.
Mayra buru-buru menerima panggilan telpon itu.
"Ada apa Di?" dari layar LCD nama Diana tertera.
"Kak Kevin,hari ini ke rumah loe nggak?" tanpa basa basi.
Mayra mengernyitkan dahi sambil mengingat-ngingat.
"Kayaknya,hari ini mereka nggak ada jadwal latihan deh!"
"Kalau gitu mesti cari kak kevin kemana ya?"
Mayra mendelik , memandangi ponselnya sekilas lalu kembali menempelkan di telinga.
"Ke kos-an Kak Kevin aja,Di."
"Emang loe tahu alamatnya?"
Nih anak agresif banget kalo lagi ngejar cowok.
Mayra mengomentari dalam hati.
"Siapin kertas sama pulpen buat nyatet" Mayra ngasih tahu.
"kirim aja Napa sih"
"Biar loe ada perjuangan dikit" sedikit melebarkan bibir tipisnya.
"Tunggu bentar gw ambil dulu."
Setelah menemukan kertas dan pulpen di tangan,Diana langsung mencatat alamat yang di sebutkan Mayra.
Drett Drett Drettt getar hp nya lagi.
"Apa lagi sih Din" ujarnya karena dia tahu itu pasti Diana.
"Kurang jelas apa lagi...gw lagi makan bakso bareng Rara sama Ardi" ujarnya lagi tanpa menunggu jawaban si penelepon, terlihat dia tampak kesel karena acara makanya telah di ganggu.
"Duhhh, galak amat sih.baru nelpon udah di marahin" jawab penelpon.
Seketika Mayra langsung menga-nga melihat nama seseorang yang tertera pada layar handphone nya.
"Maa,maaf Dok,saya pikir tadi temen saya" Mayra yang sedikit ga-gap saat mengetahui si penelpon.
"May,cepet keluar dong aku udah nunggu dari tadi,pegel tau!" perintah dari penelpon.
"Hah, keluar..maksud nya keluar kemana Dok?" tanya Mayra yang tak mengerti.
"Kesini,aku udah tunggu di tempat parkir dari tadi"
"Tapih saya lagi makan Dok"
"Lima menit ya,lima menit enggak nyampek aku kesana jemput kamu.kamu mau di gendong kayaknya" tanpa menunggu jawaban langsung mematikan panggilan.
Hah!!di gendong?.maksud nya di gendong apa?dokter Ilham mau gendong aku????sejak kapan,sejak kapan dia berani gitu?.
Apa,tadi dia bilang!!! tunggu di parkiran!!!dan...wah gawat kalau beneran dia gendong aku!!!bisa??? aaaa egakk.
"gw pamit ya"
"Eh mau kemana loe,buru-buru amat,tuh abisin dulu" Rara menunjukan mangkoknya yang masih berisi.
"Ada urusan mendadak"
"Urusan apa?" tanya Ardi.
Bukan nya menjawab Mayra langsung berlari ke tempat parkiran.dengan nafas yang masih ngos-ngosan,menyapu pandangan kesemua arah,Mayra mengetuk kaca mobil yang sangat ia kenali.
"Gila...capek banget gw" masih ngos-ngosan.
"Masuk " ujar dokter muda itu setelah menurunkan kaca mobil.
__ADS_1
Mayra langsung menurut.
Apa-apaan ini ,sejak kapan gw mau nurut sama orang asing,bahkan sama bang rendy dan kak Andra saja sering berantem. batin Mayra.
"Nih minum" sambil menyodorkan sebotol minuman soft drink dan menggambil tissue.
"Duh, berkeringat banget sih,cape ya,makanya jangan lari-lari dong" mengelap keringat di dahi Mayra.
Gilaa apa tadi dia sendiri yang ngacam harus sampai lima menit dan ini apa?kenapa dia nyentuh aku. batin Mayra.
Mayra menjadi kaku saat ini wajah keduanya sangat dekat dan cuma berjarak beberapa senti dia tidak tahu harus berbuat apa,mau menepis tangan dokter muda itu ,jujur dia sangat senang akan perhatian yang di berikan dokter muda itu.
Aku benci jantungku yang sekarang,aaa kenapa kamu selalu berdetak kencang saat berada di sampingnya, bodoh, bodoh. lagi-lagi Mayra hanya bisa berdebat dengan batinnya.
"nah gini kan makin manis" sedikit tersenyum setelah mengelap keringat Mayra.
Apa.???dia ngatain aku manis.ya tuhan perasaan apa ini????.
"selalu aja begong kalau di ajak ngomong"
"eh, dokter buat apa kesini" tersadar dari lamunannya.
"jemput kamu dong" jawab dokter Ilham jujur.
"jemput aku!emang dokter enggak ada pasien"
"sekarang jadwal ku lagi kosong.kenapa mau ngajak aku jalan?aku sih mau aja"
Sejak kapan seorang dokter Ilham jadwalnya kosong?dan apa siapa yang mau ngajak dokter jalan.
"hmm egak dok,dokter jemput aku buat apa?dan ini kita mau kemana? " mayra membuka suara lagi saat mobil yang di tumpangi nya mulai melaju.
"Kan tadi kamu ngajak jalan"
*Siapa yang ngajak jalan sih dok,saya enggak ngajak jalan*!!
"jangan panggil dokter dong enggak usah terlalu formal sama aku" protes Ilham.
"hah, dokter kan emang !!" belum selesai Mayra berkata.
"Pakoknya jangan panggil aku dokter" sambil memandangi gadis di sampingnya.yang di pandangi mulai tersipu.
"Apa ya,apa aja.asalkan jangan dokter" tegasnya lagi.
Setelah berpikir sangat keras akhirnya mayra memutuskan.
"Hmmmm panggil kak Ilham aja deh" Ilham yang langsung tersenyum setelah mendengar jawaban dari Mayra.
"itu lebih bagus.pasang seat belt kamu" perintah Ilham.
"Sebenarnya kita mau kemana sih dok" mengulangi pertanyaannya lagi.
"kalau masih panggil dok-dok aku cubit tuh pipih chuby sampai lima jam" kesel dokter Ilham.
dia marah?Aaaa kenapa mukanya jadi kiyutt gitu sangat menggemaskan.
"Maaf dok,eh Kak Ilham.Memangnya kita mau kemana " tetap mengulangi pertanyaan yang sama.
"Uda diam jangan bawell"
Tuhkan, kamu terlalu manis buatku yang pesimis.
................
Kegiatan latihan band kosong hari ini.satu-satunya yang bisa Kevin kerjakan cuma menelpon mamanya.
"Uang yang terakhir Mama kirim sudah hampir habis " Kevin mengungkapkan kondisi keuangan nya yang makin menipis.
sebagai anak band yang masih main di kandang sendiri ia belum bisa menghasilkan uang.
"Mama minta maaf nak, mestinya sudah sejak satu Minggu yang lalu mamak kirimin kamu uang,tapi gimana papa sudah nggak mau kasih jatah kamu lagi"
"Papa marah sama Kevin"
"sebenarnya papa nggak marah sama kamu.cuma papa kasihan sama kamu.Sudah hampir dua tahun lebih sejak kamu selesai kuliah dan memutuskan jadi anak band,papa belum juga lihat hasilnya."
__ADS_1
"Pinginnya papa,kamu balik saja kerumah dan mulai nerusin perusahaan papa" mamanya menguraikan keinginan papanya.
Kevin menghela nafas berat mendengar penjelasan mamanya.
"Kevin masih mau bertahan di sini Ma."
Ya ini adalah cita-cita kevin sejak kecil.pulang berati dia harus menguburkan semua mimpinya.
"Lalu untuk biaya hidup kamu dari mana Vin?"
"Mama nggak usah khawatir.Kevin akan berusaha cari sendiri."
"Kalau itu memang pilihan kamu,mama hanya bisa mendoakan saja semoga kamu berhasil" Suara mamanya terbata-bata.
"Makasih Ma,Kevin sayang sama mama, jaga kesehatan Mama ya"
"Mama juga selalu sayang sama kamu nak" isaknya mulai terdengar.
"Dah...ma, assalamualaikum" Kevin tak kuasa ,ia langsung mematikan panggilan.
Setelah menelpon mamanya kevin bergegas ke warung untuk membeli lima bungkus mie instan.
ini untuk menghemat pengeluaran nya yang sekarang sangat menipis.
Setelah itu dia berjalan pulang menuju kosnya dengan membawa kantong plastik putih berisi mie yang tadi dibelinya.
Diana yang baru turun dari taksi berpapasan dengan Kevin di depan muka kosnya.
"Kak Kevin" panggil Diana
Kevin yang tampak sedikit kaget dengan kedatangan Diana.
"Diana,kamu lagi ngapain disini?"
"Mau nyari kakak" Diana melirik sekilas kantong plastik bening di tangan Kevin yang menampakkan bungkus mie.
"Aku mau ngajak Kakak makan keluar" Diana bisa menebak,Kevin pasti belum makan.
Kevin terlihat kikuk dengan ajakannya,ia tak tahu harus membayar dengan apa jika Diana minta di traktir olehnya.
"Aku lagi nggak punya uang" akhirnya dia berterus terang.
"Aku yang traktir." Kevin ragu untuk mengiyakan.
"Pakoknya kakak nggak boleh nolak,aku datang jauh-jauh lho" Diana langsung menarik pergelangan tangan Kevin dan akhirnya mereka berdua pergi.
Kevin mau tak mau mengikuti langkah gadis itu,gadis pertama yang memberi perhatian lebih dalam hidupnya.
Nggak terasa sudah seharian Kevin menemani Diana jalan di mall,makan, bermain game dan shopping.
"Yang ini cocok nggak Kak buat aku?" Diana menempelkan celana berwarna biru laut ke pinggang nya.
Kevin hanya mengangguk saja.
Diana menyerahkan pada SPG celana yang ada di tangannya.lalu mencari lagi baju dan celana yang cocok untuk dirinya.Hingga beberapa potong atasan baju selesai di pilihnya setelahnya Dia membayar ke kasir.
"Biar kubantu bawakan " Kevin yang merasa tidak enak karena tadi sudah di traktir hanya bisa membalas dengan tenaganya.
Diana sengaja menyuruh sopir taksi mampir ke kos-san Kevin,karena motor Kevin sedang berada di bengkel dan ia tahu bahwa Kevin pasti tak punya uang transpor kalau harus pulang sendiri.
"Makasih ya kak,udah mau nemenin aku jalan." Kevin menggaguk pelan,ia kemudian turun dari taksi.
"Aku pulang dulu" Diana menyuruh sopir taksi melanjutkan perjalanan.
Kevin termenung memandangi taksi yang membawa Diana.
Gadis itu baik sekali padaku.
batin nya sambil melangkah masuk kamar kos.
Tapi apa aku pantas menerima kebaikannya?Kevin masih tak habis pikir.ia duduk termenung di tepi ranjang.
Dia perempuan dan aku laki-laki.seharusnnya aku yang lebih bertanggung jawab menggeluarkan uang untuk jalan dengannya.dia menggeleng menepis pikirannya.
Tapi kan dia yang mengajakku jalan,bukan aku yang mau.lagi pula aku harus mencari uang dari mana untuk mengajaknya jalan?untuk biaya hidup sendiri aja susah.
__ADS_1
Kevin mendesah berat,ia tahu apa yang akan di hadapinya kelak setelah mamanya tak lagi mengirimkan uang untuknya.
kembali kerumah menguburkan mimpinya atau tetap bertahan menjadi anak band dan berjuang untuk hidup.Kevin masih belum bisa memutuskan hidupnya.