
Mayra masih terus menyirami tanaman di depan rumahnya,Dia bernyanyi riang,bahkan sesekali menyapa orang yang lewat,membuat sang mama senang saat melihat gadis kesayangan nya.soalnya jarang sekali dia melihat Mayra sebahagia sekarang,bahkan hampir tidak pernah mereka melihat Mayra tertawa lepas sejak ayahnya meninggalkan mereka.
Aku sudah punya pacar,eh bukan pacar,tapih lebih dari itu,aku bukan jomblo lagi,hehehe ingin ku pamer kepada amira.
Mayra tertawa geli, mengingat saat dia di lamar dadakan oleh Ilham.
Pacaran?bahkan dia tidak pernah berniat untuk pacaran.semua lelaki yang mendekatinya selalu di abaikan.tapih,tapih apa!bahkan dadanya selalu gemetar saat nama lelaki itu di sebutkan, pikirannya saat ini tidak bisa menolak untuk tidak memikirkan nya.dia telah luluh,hatinya telah jatuh kepada lelaki berseragam putih yang selalu memancarkan aura ketampanan nya.
Apa begini yang di rasakan Kak Andra sama Bang Ren ya saat mereka jatuh cinta?Aaaa kenapa jantungku mau meledak.
Menyentuh dadanya yang berdegup kencang dan pipinya yang bersemu merah saat memikirkan pertemuan pertama mereka.
Pikirannya tidak bisa berhenti,dia masih berkicau sendiri tentang rencana apa yang akan dia lakukan setelah resmi jadian.
Hah?Mayra mulai begong,dia mulai terlihat bigung.
"Eh iya, setelah kami resmi jadian apa,apa yang harus aku lakukan ya?"
"Jadian?siapa yang jadian May?" Tanya seseorang mendekat.
"Aaaa,kak...kak Kevin, ngagetin"
"Salah sendiri ngapain melamun pagi-pagi sampe airnya udah penuh pot gitu,mau buat tanaman mati kelebihan air"
"Hehehe,kapan datang kak?"
"Udah dari tadi,oya Andra mana?"
"Kak Andra masih tidur" Kevin yang gak mau menganggu Andra tidur memilih duduk di teras, memperhatikan Mayra yang masih asik menyiram tanaman.
"Kemarin Diana nelfon aku nyariin kak Kevin"
"iya,udah ketemu.kamu yang ngasih alamat kos aku kan" kepala Mayra mengangguk.
"Dia suka Ama Kak Kevin deh keknya" Kevin hanya tersenyum menanggapi gurauan Mayra.
sejenak keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing.
Andai kak Ilham ada disini.kupu-kupu tolong sampaikan rinduku pada hatinya agar dia tau betapa aku sangat merindukan nya. Mayra terus tersenyum sambil memandangi kupu-kupu di hadapannya. eh kok aku jadi puitis gini ya.
"May,cariin band kita job dong" Mayra menoleh melihat wajah Kevin yang tampak serius.
"Tumben Kak Kevin ngomongin masalah job?" mematikan kran air, berhenti menyiram.
"Bokap udah nggak mau kirimin duit lagi" Kevin menjelaskan.
__ADS_1
"Bukan karena butuh dana buat deketin Diana ya?" tanya nya menggoda Kevin.
"Itu juga jadi alasannya.Aku gak enak kemarin di traktir makan sama Diana,padahal aku sama dia kan baru kenal"
"Entar coba aku cariin.denger-denger sih orang mangga dua ada yang mau ngadain hajatan dan pengen nanggep band.Nanti malam aku lobi kesana deh,biar mau pakek kalian."
"Widihhhhhh orang lagi kasmaran loading nya cepat ya" sebuah suara dari belakang mengagetkan mereka.
"Apaan sih Kak Andra"
"Vin,tau gak adek Gue udah mulai jatuh cinta sekarang" yang jadi bahan pembicaraan mulai pias wajahnya memerah menahan malu.
"Hmmmm patesan dia bilang udah jadian tadi,ngomong sendiri lagi sampe-sampe aku berdiri di belakang gak nyadar" ucapan Kevin membuat mukanya semakin memerah.
"Serius!sampe dia ngomong sendiri.hahaha jatuh cinta sampe membuat orang jadi gak waras ya" mengacak rambut gadis didepannya.
"Apaan sih,siapa yang jatuh cinta coba"
"Masih boong lagi,Bang Ren udah ngasih tau kita kali"
"Kak Andra diam deh" mulai kesel.
"Udah minta restu lagi sama Bang Ren" lanjut Andra.
"Dia minta restu sama Bang Ren?" tanya Kevin tak percaya.
"Kak Andra diammm"
...----------------...
Baru kemarin nyamperin,Diana sudah tak tahan ingin ketemu Kevin lagi.ia pagi-pagi sekali sudah berdandan rapi.
"Rin, bilangin sama dosen gue nggak masuk sakit." Diana menelpon Rindi teman satu kelas di kampusnya.
"Beneran sakit" suara di seberang kurang yakin.
"Ah,elo kayak nggak tau gue aja,udah titip gitu aja" Diana mematikan ponselnya.
Rindi belum boleh tahu siapa yang lagi gue deketin.
Diana meraih tas tangannya dan beranjak meninggalkan kos.
sengaja Diana datang dengan membawa cemilan ringan yang di belinya di jalan,ia benar-benar mau menarik simpati Kevin.
"Tumben Lo bawa gorengan,kesambet apaan jadi rajin gini" Mayra mulai mengambil piring sambil menggoda Diana.
__ADS_1
"Di rumah Lo kan lagi ada calon ayang Gue,makanya gue lagi rajin gini,hehehe"
"Cihhh,dasar Lo ya,baru putus nggak ada traumanya sama sekali sama cowok" Diana menyikut lengan Mayra.
"Udah diem.temenin gue yuk, antar makanan ke studio" Mayra hanya menurut.
Diana di temenin Ami muncul di ruang studio dengan membawa sepiring gorengan.
"Nih,ada cemilan dari Diana" Mayra meneriak pelan.
Para personel Start band yang baru saja selesai latihan langsung merubung ke arah mereka.
"Wahh...Di, sering-sering aja" Andra mencicipin sepotong pisang goreng.
"Boleh,asal dimakan aja" Diana menjawab sambil melihat ke arah Kevin yang menghampiri nya dan duduk di sebelahnya.
"Kak Kevin pasti haus,aku ambilin minum ya" belum sempat Kevin menjawab Diana sudah melangkah keluar studio menuju dapur.
"Ceeileeeh,segitu perhatian nya" Nauval menggoda Kevin.
"Jadi ngiri" Faril menyambung ledekan.
"Apaan sih kalian" kesel Kevin dengan rona muka malu-malu.
"Ayang gue mana ya,kok belum datang kan kangen" Rian pura-pura menoleh kesana kemari.
"Udah,liatin aja ayang Mayra yang jelas-jelas ada di depan mata" Ardan tak mau kalah.
"Enak aja.siapa yang mau jadi ayang kalian" Mayra mengecutkan bibirnya dan beringsut pergi.
"Yalah gak mau,adek gue udah punya yayang sendiri woy"
"Hah Mayra punya pacar?" Nauval tak percaya.
"Kenapa muka Lo gitu,Lo kira adek gue gak normal apa"
Sambil tertawa terbahak-bahak para personel start band mengikuti Mayra yang meninggalkan ruang studio kecuali Kevin.
Saat Diana datang ruangan sudah sepi,tinggal Kevin yang duduk sendiri.
"Yang lain mana" Diana menyodorkan segelas air es yang dibawanya untuk Kevin.
"Keluar nunggu pacar masing-masing datang" meneguk air es yang di sodorkan Diana padanya.
"Kak Kevin sendiri nungguin aku nggak?" Diana memancing.
__ADS_1
Kevin hanya tersenyum tak menjawab.ia tak mungkin mengatakannya sekarang.
perkenalan mereka masih baru beberapa hari,terlalu singkat untuk buru-buru merajut kasih dengan seseorang yang bahkan belum terlalu dekat dengannya.