Shadow Of Princess

Shadow Of Princess
Episode 22


__ADS_3

"Paman,ada sesuatu yang ingin kami tanyakan pada anda?" Pak Xiu Jun menatap kami lamat. "Sepertinya ini hal serius." Do Weiheng melirikku aku mengeluarkan gulungan kertas. "Iya pak kami kemari ingin menanyakan mengenai rincian hutan Shang Huang." Aku membuka dan menunjukan peta Qia Lian Do.


"Hutan Shang Huang baru baru ini ada rumor mengenai vampir yang tinggal dan membunuh manusia yang melintas disana." Aku mangut mangut pak Xiu Jun menghela napas panjang kemudian menatap kami bergantian.


"Kami sebagai rakyat biasa hanya mengharapkan kedamaian di Qia Lian Do." Do Jian menunduk aku tau saat ini hatinya sedang sedih karena merasa tidak bisa membantu tanah kelahirannya.


"Apalagi sejak putra mahkota jadi tawanan perang dan ibu suri yang meninggal dunia kami benar benar sangat berduka." Ujar pak Xiu Jun dengan sedih dia menatapku.


"Saya tau anda juga sudah berusaha membangun negara ini menjadi lebih baik lagi. Tapi,kami merasa kehilangan sosok pemimpin dari wilayah kami sendiri yang mengerti kami." Aku terdiam merasa bersalah karena merasa telah merenggut penguasa di wilayah ini.


"Maaf jika saya masih belum memperhatikan dengan benar. Saya juga sering berkelana jadi tidak terlalu memperhatikan kebutuhan rakyat. Tapi, saya punya rencana yang mungkin akan disetujui oleh seluruh rakyat Qia Lian Do." Aku menatap Do Jian tersenyum perlahan kutepuk bahunya membuat dia tersentak.


"Mungkin saya akan memilih seorang raja untuk Qia Lian Do. Dan, orang yang pantas hanya satu yaitu Do Jian." Ujarku kedua pria itu terperangah Do Jian menurunkan tanganku pelan.


"Saya masih tak pantas mendapat gelar sehebat itu." Aku menggeleng.


"Hanya kamu yang pantas memegang kekuasaan disini. Karena,mungkin aku tidak bisa lebih lama lagi." Aku menunduk sedih waktu ku juga sudah terbatas jadi buat apa lagi aku disini.


"Pak Xiu Jun kami sangat bergantung dengan informasi yang anda berikan. Jadi, saya mohon bantuan anda." Ujarku seraya membungkuk pak Xiu Jun berpikir sejenak.


"Baiklah,aku akan memberikan keterangan mengenai rute hutan Shang Huang." Ujarnya aku tersenyum sumringah. Kali ini kami benar benar akan menguasai medan perang dengan baik.


.....


Setelah aku kembali ke istana kericuhan kembali terjadi. Xian Mei tabib istana menemui ku secara rahasia. "Tuan saya minta maaf sudah menganggu waktu istirahat anda."

__ADS_1


"Ada perlu apa kamu kemari?" Tanyaku Xian Mei menatap sekitar kemudian mendekat. "Tuan,mayat yang tuan kirim kepada saya ada yang janggal." Aku mengerutkan dahi berpikir keras.


"Apa yang kamu maksud?" Xian Mei menelan ludah kasar tubuhnya gemetaran. "Ini perbuatan manusia ada seseorang yang berusaha menakuti anda." Aku mengepalkan tangan geram gigiku bergemelutuk menahan amarah.


"Tapi,tuan ada sesuatu yang saya dapatkan saat saya melakukan autopsi." Ujarnya membuat aku menatap nya lamat Xian Mei merogoh hanfu nya mengeluarkan kepingan giok warna putih.


Aku menatap giok putih ini lamat. Giok ini nampak asing tidak pernah terlihat dimanapun. "Tuan,menurut saya orang yang berusaha melakukannya hanya satu yaitu orang yang membenci tuan."


Aku mengenggam erat giok putih. "Terima kasih informasi yang kamu berikan. Saya benar benar bersyukur." Ucapku tulus Xian Mei membungkuk hormat. "Justru saya lah yang seharusnya berterima kasih karena tuan sudah membantu anak saya."


"Kamu tidak perlu mengucapkan terima kasih seperti itu." Ujarku tulus Xian Mei membungkuk hormat. "Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu."


Aku menyimpan giok putih didalam hanfu ku. Kemudian beranjak keluar Do Jian muncul didepan membuat aku terlonjak kaget.


"Do Jian kamu membuatku kaget." Ujarku kesal. "Maaf kan saya tuan." Aku menghela napas melangkah meninggalkan nya. Tapi, Do Jian mengikuti ku dari belakang.


"Li Shang jangan bergerak atau kamu akan tewas." Ancam nya aku menghela napas melewati nya begitu saja. Tapi, dasar bengal dia melepaskan Dao Ang atau pisau angin. Aku menghindar begitu kipasnya mengeluarkan Dao Ang.


"Lumayan." Dia menyeringai aku menarik pedang yong jian. Dia mengeluarkan Dao Ang dalam jumlah banyak aku menangkis serangan yang datang. Membuat Dao Ang terpental tak beraturan.


Istana jadi rusak parah belum lagi teriakan orang istana yang berebutan keluar. Sial! kalau seperti ini istana ini akan hancur.


Aku menghilang dia mengejarku. Sekilas kulihat Do Jian terdiam ada yang aneh dengan mata nya. Sorot matanya tampak hampa aku merasakan ada yang aneh.


Aku muncul di dekatnya dan tiba tiba angin yang sangat kencang berembus didepan ku. "Li Shang kamu muncul hanya demi bocah ini. Sungguh aku tak menyangka makhluk cacat seperti mu justru membantu manusia. Benar benar malang." Ujarnya.

__ADS_1


"Kalau begitu kita bertarung. Aku tak mau bertarung disini akan banyak nyawa yang tak bersalah yang akan menjadi korban." Suara tawa terdengar menggema.


"Sejak kapan dewa perang peduli dengan nyawa orang? Bukan kah membunuh adalah hal yang menyenangkan? Ayo lakukan Li Shang bunuh mereka!" Gigi ku bergemelutuk mendengar perkataan nya. "Sial! Aku benar benar harus menghabisi wanita sialan ini." Gumamku kesal.


"Ck,ck,ck kenapa Li Shang apa sekarang kamu mulai ketakutan. Ups, aku lupa tuan Li Shang kan bukan manusia." Aku benar benar geram. Aku merangsek maju mengayunkan pedang ke arahnya. Dia menghilang.


"Wang Jinghua." Aku berhenti aroma khas bunga tercium pekat. Aku mendongak menatap kelopak bunga yang bertebangan di udara.


"Wang Jinghua." Gumamku Do Jian tersentak dia menatap ku dengan lesu. "Apa yang terjadi?" Aku menggelengkan kepala Do Jian mendongak melihat atap istana yang hancur.


"Lalu,itu apa?" Tunjuk nya aku memasukkan pedang yong jian. "Bukan hal penting." Aku melanjutkan langkah seraya berpikir.


"Kenapa dia menggunakan teknik ilusi? Kenapa tidak menyerang ku langsung? Lalu,rahasia itu mengapa dia bisa tau?" Pertanyaan itu terngiang di benakku sebenarnya apa yang terjadi.


....


Hari yang ditunggu pun tiba pertarungan manusia vs vampir akan dimulai. Perang ini akan meletus saat kami menyerang hutan Shang Huang dini hari.


Sebelum pergi aku duduk merenung seraya melihat tusuk sanggul pemberian kakak Luan. Tusuk sanggul yang bisa berubah menjadi pisau jika ada keadaan mendesak.


Aku menatap bulan yang separuh penuh. "Sebentar lagi akan bulan purnama." Batinku seraya menghela napas. Aku ingat saat bulan itu penuh sepenuh nya kekuatan yang tersimpan akan berubah menjadi malapetaka bagi manusia.


Biasanya aku akan bersembunyi sampai fajar menyingsing. Namun,setelah itu aku akan meminum obat. Agar darah vampir ku tidak bangkit.


TOK! TOK! TOK!

__ADS_1


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku. Aku beranjak bangkit membuka pintu. Mataku membulat melihat siapa yang muncul. "Ka..mu." Ujarku gelagapan.


__ADS_2